
Setelah itu, hari-hari berjalan normal. Tidak! Aku harus bilang, hidup berjalan indah. Di pagi sampai siang, aku menghabiskan waktu di sekolah. Meski terkadang ada anak keluarga Alhold yang menggangguku, saat itu teman-temanku bersedia menolong.
Di siang hari, aku pergi ke panti asuhan Sargon, menghabiskan waktu dengan Tasha dan para penghuni.
Di sore hari, aku menjemput Ninlil. Dulu, Ninlil tidak memiliki satu pun teman. Dia akan selalu bertengkar dengan temannya ketika mereka mengatakan aku adalah sampah dan aib keluarga Alhold. Kini, teman-teman Ninlil mampu menerima Ninlil, dan aku, apa adanya. Oleh karenanya, dia sekarang memiliki teman.
Di saat makan malam, kami membicarakan hari yang telah kami lalui. Ibu mampu mendengar cerita kami di sekolah dengan senyum lebar. Ninlil pun semakin dekat dengan ibu. Untuk ayah, saat itu Ninlil belum terlalu dekat dengan ayah.
Setelah makan, aku mengerjakan tugas sekolah dan belajar. Terkadang, Ninlil datang ke kamarku, meminta bantuan mengerjakan tugas.
Hari ke hari, aku pun semakin dekat dengan Tasha. Akhirnya, ketika aku menginjak bangku SMP, aku memberanikan diri, menyatakan perasaan pada Tasha yang sudah kelas 3 SMP. Dia menerima pernyataan cintaku. Akhirnya, setelah empat tahun bersama, aku resmi menjadi pacar Tasha.
Meski tidak kami tidak satu SMP, aku tetap bahagia. Seringkali, di malam minggu, aku meminta izin untuk pergi keluar. Aku tidak pernah mengatakan kalau aku pergi kencan dengan Tasha. Bahkan, aku belum pernah menyebutkan mengenai panti asuhan Sargon ke orang lain.
Meski aku berkali-kali keluar di malam minggu, ibu tidak pernah mengejar alasannya. Mungkin ibu menyadari kalau aku sudah punya pacar dan membiarkannya.
Di lain pihak, justru Ninlil yang meminta penjelasan. Akhirnya, pada suatu malam, aku pun menceritakan mengenai panti asuhan Sargon dan Tasha pada Ninlil.
Tidak kuduga, Ninlil menerima ceritaku begitu saja. Justru, Ninlil ingin ikut denganku mengunjungi panti asuhan Sargon.
Aku tidak mengiyakannya begitu saja. Aku mengatakan pada Ninlil kalau aku membutuhkan persetujuan mereka dulu, dan dia setuju.
Namun, sayangnya, hari ketika Ninlil bertemu dengan Tasha dan penghuni panti asuhan Sargon tidak akan pernah terjadi.
Hari selanjutnya, panti asuhan Sargon telah menghilang. Yang aku maksud menghilang bukan bangunannya. Bangunannya masih ada di situ, tapi papan tulisannya sudah tidak ada. Ketika aku mengetuk pintu, yang membuka adalah orang yang tidak aku kenal.
Aku berjalan ke sekitar, bermaksud mencari tahu apa yang terjadi. Pintu demi pintu aku ketuk. Toko demi toko aku datangi. Namun anehnya, aku tidak mengenal seorang pun yang ada di situ. Bukan hanya panti asuhan, semua orang di tempat itu telah menghilang, berganti menjadi orang lain.
Aku bingung, putus asa. Di saat itu, sebuah mobil polisi datang. Mereka bilang polisi telah mendapat laporan ada anak aneh yang mengetuk semua pintu warga. Namun, aku tidak menduga apa yang terjadi. Di dalam mobil polisi, mereka ingin aku pergi, melupakan semua yang pernah terjadi. Anggap aku tidak pernah datang ke tempat itu.
__ADS_1
Mereka menurunkanku di halte.
Aku terduduk di halte. Hanya terduduk, diam. Aku tidak tahu apa yang telah terjadi. Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan. Siang berganti sore. Sore berganti malam. Aku bahkan tidak menyadari kalau saat itu hujan.
Tiba-tiba saja Ninlil muncul dari bus. Aku tidak bisa mengingat apa yang dia katakan saat itu. Pikiranku benar-benar kosong.
Ketika sadar, aku sudah berada di rumah, di atas kasur. Malam itu, Ninlil tidur bersamaku. Tampaknya, Ninlil berusaha menenangkanku.
Keesokan harinya, ibu dan ayah bertanya ada apa denganku. Ninlil tidak menjawab. Di saat itu, entah apa yang merasukiku, aku bisa mengembangkan sebuah senyum dan memberi sebuah jawaban dengan tenang.
"Tidak apa-apa kok. tidak terjadi apa-apa."
Ayah dan ibu tidak mengejar lebih jauh.
Di sekolah pun aku berlaku normal, seolah tidak terjadi apa-apa. Di hari yang sama, sebuah video baru menyebar. Ya, aku adalah remaja laki-laki yang sehat. Yang aku maksud video baru adalah video porno, adegan dewasa.
Aku memasang headset, memastikan komputer tidak mengeluarkan handphone.
Malam itu adalah malam penyesalan. Di malam itu, aku rasanya amat sangat ingin mengakhiri hidupku.
Video itu termasuk dalam kategori gangbang, tipe video amatir, dengan angle kamera yang berantakan. Suaranya pun tidak menggunakan mikrofon khusus, hanya mikrofon handphone atau perekam videonya.
Namun, bukan itu semua yang menjadi perhatian utamaku. Yang menjadi perhatian utamaku adalah pemeran perempuan di dalam video itu. Aku mengenal rambut yang dipermainkan itu. Aku mengenal suara yang berkali-kali berteriak "hentikan, tolong berhenti" di headsetku. Wajah itu adalah wajah dari perempuan yang kucintai dan kukasihi sepenuh hati, Tasha.
Video itu memperlihatkan jelas bagaimana para laki-laki brengsek itu mempermainkan Tasha, lalu merenggut kegadisannya dengan paksa.
Tasha terus dan terus menangis, hingga akhirnya dia berhenti mengeluarkan suara. Matanya tidak lagi menunjukkan cahaya. seolah-olah dia telah mati. Namun, tubuhnya masih bergetar.
Rasanya, sangat ingin aku berteriak malam itu, melampiaskan semua kemarahan, kesedihan, dan kekesalan. Namun, entah kenapa aku tidak melakukannya. Aku hanya menggertakkan gigi.
__ADS_1
Meski membencinya, aku harus memutar ulang video itu. Aku mencatat semua hal ada di dalam video itu. Mulai dari ciri-ciri setiap orang yang terlibat, furnitur, kemungkinan lokasi, dan lain sebagainya.
Malam itu, aku menahan semua perasaan dan kemarahanku.
Tidak hanya di video, aku mengingat-ingat polisi yang menyuruhku bungkam. Mungkin, suatu saat nanti, wajah mereka akan berguna.
Hanya berbekal video, ingatan, dan hasil pengamatanku, aku mulai mencari informasi. Bagi anak SMP, mencari informasi mengenai sumber video porno bukanlah hal yang mudah. Di saat itu, aku mulai memiliki kehidupan ganda, kehidupan sekolah normal di siang hari, dan kehidupan liar di malam hari.
Bersambung
\============================================================
Halo semuanya.
Kembali, author ingin mengucapkan terima kasih atas like, komentar, dan dukungan para pembaca. Semua dukungan tersebut sangat berarti untuk Author. Bagi yang mau lihat-lihat ilustrasi, bisa cek di ig @renigad.sp.author.
Dan, seperti biasa, author akan endorse artist yang gambarnya di cover. Saat ini, ilustrator yang gambarnya digunakan sebagai cover adalah ilustrator pixiv, 千夜 atau QYS3. Jadi, sebelumnya, author hanya jalan-jalan di pixiv, cari original content, trus pm artistnya. Karena bukan hasil komis, melainkan public content, author pun tidak mengeluarkan uang.
Jadi, promosi di bagian akhir adalah sesuatu yang author lakukan dengan sukarela karena sang artis telah memperbolehkan author untuk menggunakan gambarnya meski sebenarnya sudah jadi public content. Jadi, para reader bisa membuka pixiv page dan like galerynya di https://www.pixiv.net/member.php?id=7210261 atau follow twitternya di https://twitter.com/QYSThree. Dua-duanya juga bisa.
Selain QYS3, author juga telah mendapatkan sebuah cendera mata dari pokarii yang bisa dipost di akhir cerita.
Sekali lagi, terima kasih bagi semua reader yang telah like dan komen. Dukungan kalian sangat lah berarti bagi author. Terima kasih juga atas ucapan lekas sembuhnya. Author benar-benar berterima kasih.
Sampai jumpa di chapter selanjutnya
__ADS_1