I Am No King

I Am No King
Chapter 241 – Dugaan


__ADS_3

Imajinasi permaisuri ini cukup liar. Namun, meski liar, aku bisa bilang cukup akurat. Kalau keluarga kerajaan normal, hal itu lah yang akan dipikirkan. Namun, ketika yang terlibat adalah keluarga Alhold, dugaan Rahayu menjadi salah.


"Ibu. Keluarga Alhold yang ada di Kerajaan Nina memiliki sifat yang sama dengan Lugalgin. Mereka tidak ingin mencolok, apalagi menjadi pemimpin kerajaan."


"Eh? Lalu?"


Inanna menyambung, "menurut Lugalgin dan Tuan Putri Rina, anggota keluarga Alhold memiliki tradisi untuk saling mendorong posisi pemimpin kerajaan kepada orang lain. Dan, saat ini, Keluarga Silant sedang melakukan tradisi ini, berusaha mendorong posisi Raja pada Lugalgin."


"Ah, tunggu dulu. Itu aneh. Sangat aneh. Maksudku, mereka hanya bisa mendorong posisi Raja pada Lugalgin kalau Bana'an menang, kan? Kalau Nina yang menang dalam perang ini bagaimana?"


Aku pun menceritakan mengenai kondisi Bana'an dan Nina saat ini, dan apa efeknya kalau aku berpartisipasi atau tidak. Selain itu, aku juga menjelaskan bagaimana tiruan pangeran Tera meledakkan diri dan tuan putri Rina yang berhasil kabur dari cengkeramanku. Tentu saja, semua yang berhubungan dengan inkompeten aku ganti dengan akses senjata penghilang pengendalian.


"Gin, kamu serius? Kamu tidak bercanda, kan?"


"Sangat serius."


Inanna dan Emir mengangguk-angguk, menunjukkan keseriusan ucapanku. Begitu melihat Emir dan Inanna, Rahayu langsung memijat kening, pusing dengan keadaan.


"Jadi, berita mengenai serangan ******* dan kematian Pangeran Tera dan Putri Rina itu hanyalah kebohongan? Mereka hanya membutuhkan alasan untuk mendeklarasikan perang?"


"Tepat sekali. Menurutmu, bagaimana berita serangan di mal yang baru terjadi 1 jam lalu sudah mencapai Kerajaan Nina? Tentu saja mereka sudah menyiapkan isi berita tersebut."


"...jadi, Kerajaan Bana'an dan Kerajaan Nina akan berperang. Perang ini akan menghabiskan miliaran atau bahkan triliunan anggaran Kerajaan, membunuh ribuan jiwa, meningkatkan kemiskinan dan menurunkan kesejahteraan warga. Dan, semua itu terjadi hanya karena tradisi keluarga Alhold? Aku benar-benar tidak mampu mempercayai ini semua."


Kalau bilang pada kejadian dan proses revolusi kerajaan Mariander juga ada anggota keluarga Alhold terlibat, yaitu Etana, aku penasaran bagaimana reaksi Rahayu. Namun, aku biarkan saja dulu. Kalau tahu, aku khawatir dia akan sakit karena tingkat stres yang menumpuk.


"Lalu, apa kamu akan berpartisipasi dalam perang ini?"

__ADS_1


"Aku tidak punya pilihan, kan? Kalau Bana'an kalah, keluargaku dan keluarga kalian pasti akan dieksekusi. Dan, aku tidak mau hal itu terjadi."


Ketika aku mengatakan hal itu, sebuah senyum terkembang di wajah Rahayu. Otot-otot di wajahnya terlihat mengendur, lemas. Tampaknya, dia benar-benar lega dengan keputusanku.


"Sebenarnya kamu punya pilihan lain. Namun, aku bersyukur kamu tidak memilih pergi dari benua ini."


Seperti ucapan Rahayu, sebenarnya, kalau mau, aku bisa saja melakukan hal itu. Ibu memiliki perusahaan berskala internasional. Kalau mau, ibu bisa membawa kami pergi dari benua ini dan memulai hidup baru. Namun, sayangnya, rencana ini tidak mungkin dilaksanakan karena keberadaan dua orang, Emir dan Inanna.


Meski status Inanna dan Emir bukan lagi tuan putri, tapi secara keturunan dan darah mereka masih. Jadi, jika Bana'an kalah, mau tidak mau Emir akan menjadi buronan internasional. Kenapa? Karena Nina "khawatir" Emir akan meminta suaka politik ke negara lain dan menyatakan perlawanan Bana'an belum selesai. Ketika hal ini terjadi, skenario dimana Emir memimpin pasukan dari kerajaan lain akan terjadi. Sama seperti kisah pemberontakan yang umum terjadi sebelum-sebelumnya.


Nasib Inanna juga tidak jauh berbeda. Setelah Bana'an kalah, selanjutnya adalah Mariander. Jika revolusi Mariander gagal atau Mariander ditaklukkan oleh Nina, dikhawatirkan akan ada tokoh Mariander yang membujuk Inanna dan mengambil langkah seperti Emir. Dan, walaupun ini hanya skenario kemungkinan, Negara atau Kerajaan yang normal tidak akan membiarkannya begitu saja.


Dengan kata lain, dua tuan putri ini menjadi calon istri adalah sesuatu yang mengikatku di kerajaan ini. Kalau dulu, aku pasti menganggap menjadi calon suami dua tuan putri ini, Inanna dan Emir, adalah kesalahan dan langsung memutus hubungan. Namun, sekarang, aku tidak bisa melakukannya begitu saja.


Emir dan Inanna sudah bersama ketika aku berada di titik hancur, saat Mari tewas dan Maul mendapatkan luka parah. Mereka juga lah yang membantuku dalam penyelamatan Ninlil dan pembersihan keluarga Alhold. Mereka sudah tidak tergantikan dalam hidupku.


"Eh?"


"Rina masih ada di Bana'an. Dan, setelah ini, aku cukup yakin kalau dia akan bergabung dengan organisasi pasar gelap oposisi."


"Memangnya apa yang akan dilakukan Tuan Putri Rina di pasar gelap?"


Aku mengatakan dugaanku pada Rahayu. Pada dasarnya, rencana Rina dan Kerajaan Nina sangat sederhana. Sementara perang berkecamuk antara Bana'an dan Nina, perang pasar gelap juga terjadi.


Hanya dengan memenangkan perang melawan organisasi oposisi, namaku akan dikenal sebagai orang paling berpengaruh di pasar gelap. Di lain pihak, Rina masuk ke pasar gelap dan memastikan rumor aku memiliki akses ke senjata penghilang pengendalian menyebar. Jika dua hal ini disatukan, hampir bisa disimpulkan aku adalah orang paling berkuasa di pasar gelap.


Belum sampai situ. Kemungkinan besar, rumor mengenai senjata penghilang pengendalian juga akan tersebar secara normal, tidak tertutup di pasar gelap. Dan, tentu saja, rumor akan mengatakan Nina juga memiliki akses pada senjata ini. Dengan posisi kedua kerajaan yang berimbang, jika Bana'an menang dengan keterlibatanku terlihat mencolok, orang akan menganggap kualitasku sebagai pemimpin tidak akan diragukan lagi. Baik di pasar gelap maupun dunia normal, ilegal maupun legal, aku menguasai semuanya. Dan, sosok ini adalah yang ideal untuk menjadi Raja.

__ADS_1


Kenapa aku bisa tahu semua itu? Karena aku juga akan melakukan hal itu kalau menjadi Rina.


"Intinya, kondisi ini sangat ideal untuk melanggengkanku menjadi Raja. Apalagi secara keturunan Emir masih tuan putri. Dia bisa kembali meraih status tuan putri kalau keadaan memaksa. Dan, aku tidak mau hal ini terjadi. Aku tidak mau menjadi Raja."


Meski sebenarnya ada kemungkinan lain, yaitu Rahayu tiba-tiba akan menikahiku dan menjadikanku Raja, aku tidak akan mengatakannya. Aku tidak akan dan tidak ingin mengatakannya. Jadi, aku membiarkan mereka berpikir pada skenario pasar gelap dan Bana'an menang.


Bersambung


 


 


\============================================================


Halo semuanya.


Kembali, author ingin mengucapkan terima kasih atas like, komentar, dan dukungan para pembaca. Semua dukungan tersebut sangat berarti untuk Author. Bagi yang mau lihat-lihat ilustrasi, bisa cek di ig @renigad.sp.author.


Dan, seperti biasa, author akan endorse artist yang gambarnya di cover. Saat ini, ilustrator yang gambarnya digunakan sebagai cover adalah ilustrator pixiv, 千夜 atau QYS3. Jadi, sebelumnya, author hanya jalan-jalan di pixiv, cari original content, trus pm artistnya. Karena bukan hasil komis, melainkan public content, author pun tidak mengeluarkan uang.


Jadi, promosi di bagian akhir adalah sesuatu yang author lakukan dengan sukarela karena sang artis telah memperbolehkan author untuk menggunakan gambarnya meski sebenarnya sudah jadi public content. Jadi, para reader bisa membuka pixiv page dan like galerynya di https://www.pixiv.net/member.php?id=7210261 atau follow twitternya di https://twitter.com/QYSThree. Dua-duanya juga bisa.


Selain QYS3, author juga telah mendapatkan sebuah cendera mata dari pokarii yang bisa dipost di akhir cerita.


Sekali lagi, terima kasih bagi semua reader yang telah like dan komen. Dukungan kalian sangat lah berarti bagi author. Terima kasih juga atas ucapan lekas sembuhnya. Author benar-benar berterima kasih.


Sampai jumpa di chapter selanjutnya

__ADS_1



__ADS_2