I Am No King

I Am No King
Chapter 54 – Tempat Tinggal


__ADS_3

Lacuna POV


 


Ding


 


Setelah menunjukkan angka 74, pintu lift pun terbuka. Aku berjalan keluar, menuju ke ruang apartemen.


 


Apartemen ini merupakan salah satu apartemen elite dan mewah di kota ini. Aku tidak mau memilih apartemen atau motel di pinggir kota. Kalau aku memilih tempat seperti itu sebagai tempat istirahat, semua lawan akan senantiasa menyerangku.


 


Di lain pihak, kalau aku menyewa tempat elite dan berada di tengah keramaian, lawan atau mafia tidak akan berani macam-macam. Apalagi, gedung ini dimiliki oleh satu dari lima mafia paling ternama di negeri ini.


 


Orang pasar gelap kelas menengah ke bawah tidak akan berani macam-macam. Bukan hanya menengah ke bawah, menengah ke atas pun akan berpikir dua kali sebelum macam-macam. Ya, meskipun harganya jauh lebih mahal sih. Setimpal lah dengan keamanannya.


 


Kemudian, aku memilih ruang apartemen yang ada di tengah. Meski ruang yang berada di tengah memiliki potensi dikepung dari dua arah, kanan dan kiri, tapi setidaknya posisi ini memberi waktu tambahan untukku pergi kalau diserang. Kalau diujung, baru saja aku menyadari lawan berada di lantai yang sama, aku sudah diserang.


 


Apartemenku adalah apartemen dengan interior yang cukup standar. Satu ruang tamu, satu dapur yang juga merupakan ruang makan, satu kamar tidur, dan balkon. Ruang tamu dan dapur hanya dipisahkan oleh tembok setinggi dada.


 


Aku memutar pergelangan tangan, mengaktifkan mesin rotasi yang ada di atap ruang tengah. Begitu mesin rotasi sudah mulai aktif, aku menggunakan pengendalian untuk menekan sakelar lampu.


 


Karena pakaianku telah dicampur oleh perak dan material lain yang bisa kukendalikan, aku bisa melepas semuanya dengan cepat dan tanpa usaha. Aku mengambil kaos yang tergeletak di sofa sambil menyalakan laptop yang ada di meja ruang tamu.


 


Laptop yang baru kemarin kubeli menggunakan kuarsa sebagai tombol on off nya, jadi laptopnya seolah-olah menyala sendiri. Setelah membelinya, aku menempelkan sedikit perak di masing-masing tuts keyboard. Dengan demikian, aku bisa mengetikkan password dengan cepat tanpa perlu berada di depan layar.


 


Karena aku tidak mampu mengendalikan silikon, aku memasukkan flash drive ke laptop secara manual.


 


Sekarang, penampilanku sudah menjadi santai, hanya mengenakan kaos dan celana dalam. Ah, pakaian ini memang yang terbaik. Seumur-umur, hanya dua orang yang pernah melihatku dengan penampilan seperti ini.


 


Sementara laptop melakukan pemindaian untuk virus pada flash drive, aku terdiam, memikirkan sosok Mila yang memberi kami pekerjaan ini. Jadi, itu ya sosok ibuku. Tampaknya, dia tidak mengenaliku. Namun, aku justru lega. Kalau sampai dia mengenaliku, aku tidak tahu harus berbuat apa.


 


Sebagian dari diriku ingin sedikit mengobrol dengannya. Namun, di lain pihak, sebagian dari diriku tidak ingin melakukannya. Aku ragu, apa yang harus kulakukan?

__ADS_1


 


Namun, tidak ada fungsinya memikirkan semua itu saat ini. Yang jelas, kalau aku ingin menemuinya lagi, aku harus menyelesaikan pekerjaan ini. Hanya dengan cara itu aku bisa menemuinya, saat menerima bayaran.


 


Setelah pemindaian selesai, aku membuka file-file yang terdapat di flash drive, membaca semua informasi, mendengarkan rekaman suara, melihat dan menonton gambar dan video yang disediakan. Semua informasi, sekecil apapun, sangat lah penting.


 


Negara ini berbeda dengan Bana'an. Di Bana'an tugas pembersihan diberikan untuk menyingkirkan organisasi yang mengancam posisi yang ada di atas. Di negara ini, pembersihan dilakukan untuk mencegah terjadinya perang antar mafia.


 


Entah bagaimana caranya, pemerintah telah sepakat dengan pasar gelap untuk melarang perang antar mafia. Jika mafia atau organisasi pasar gelap memiliki masalah, mereka hanya diperbolehkan menggunakan jasa pihak ketiga untuk menyelesaikannya, proxy war. Dan, pihak ketiga itu adalah kami, mercenary.


 


Karena regulasi yang berlaku, negara ini bagaikan surga bagi mercenary. Tidak akan pernah ada momen dimana mercenary kekurangan pekerjaan. Yang ada, justru mercenary menolak pekerjaan karena butuh liburan atau waktu istirahat.


 


Kali ini, dua mafia yang berselisih adalah dari keluarga Ibrahim dan keluarga Anastasia.


 


Pemimpin Ibrahim yang baru, Kail Ibrahim, adalah seorang pemuda yang ambisius dan memiliki pemikiran brilian. Dia telah melakukan pendekatan pada seluruh anggota keluarga Ibrahim bahkan sebelum meneruskan posisi ayahnya. Perlahan, dia mengubah struktur dan cara beroperasi keluarga Ibrahim.


 


 


Di lain pihak, peningkatan keluarga Ibrahim bukanlah sesuatu yang diinginkan oleh mafia lain. Namun, hingga saat ini, organisasi yang menyerang justru hancur sendiri. Ketika mercenary yang dikirim gagal, sudah bisa dipastikan keluarga yang diserang akan mengirim mercenary balasan.


 


Penyebab kegagalan mercenary dalam misi adalah satu dari dua hal. Yang pertama, mercenary yang dikirim memang tidak mumpuni, tewas saat penyerangan. Kemungkinan kedua adalah mercenary tersebut tergoda oleh penawaran keluarga Ibrahim.


 


Ya, aku tidak terlalu peduli sih dengan kegagalan-kegagalan mercenary lain sebelum-sebelumnya. Orang awam akan bilang "penting untuk kita mempelajari kegagalan orang lain agar tidak mengulanginya". Namun, masalahnya adalah, alasan mercenary itu gagal tidak ada yang tahu, tidak ada informasi. Jadi, yang bisa kulakukan hanyalah mengabaikannya.


 


Aku mengambil rokok dan keluar ke beranda. Sambil memikirkan strategi untuk menyerang keluarga Ibrahim, aku menghisap rokok, mencoba memperlancar aliran darah di dalam tubuh ini.


 


Lugalgin sudah berkali-kali memperingatkan tidak sepantasnya perempuan merokok. Di lain pihak, aku sendiri tidak tahu kenapa aku masih merokok. Aku pernah berada pada suatu misi survival dan mampu melewati beberapa hari tanpa rokok. Pada titik ini, kurasa, aku merokok hanya karena mulutku kesepian.


 


Sebuah suara terdengar dari samping. Tampaknya, selain aku, ada orang lain yang berniat menghabiskan sore hari di beranda. Aku hanya berharap orang yang keluar ini adalah perempuan, atau setidaknya bukan laki-laki.


 


"Eh?"

__ADS_1


 


"Ah?"


 


Sebuah sosok perempuan dengan dada normal dan rambut pirang muncul, membawa botol minuman keras. Karena setengah badannya tertutup oleh beranda, aku tidak yakin dia mengenakan bawahan apa, mungkin sama denganku. Untuk atasannya, dia mengenakan singlet yang lebih tipis dari sebelumnya. Dan, sama sepertiku, tanpa bra.


 


Orang yang muncul di kiriku adalah si Pirang yang juga mengambil pekerjaan pembersihan keluarga Ibrahim ini.


 


Bersambung


 


 


\============================================================


 


 


Chapter ini satu dari 6 chapter yang diupload secara bersamaan (53-58)


 


Akhirnya sudah bisa pulang dari rawat inap. Seperti biasa, terima kasih atas semua dukungan, like, dan komentar pendukungnya. Author sangat berterima kasih bagi reader yang masih kembali setelah sempat kosong gara-gara rawat inap.


 


Kembali, author ingin mengucapkan terima kasih atas like, komentar, dan dukungan para pembaca. Semua dukungan tersebut sangat berarti untuk Author. Bagi yang mau lihat-lihat ilustrasi, bisa cek di ig @renigad.sp.author


 


Dan, seperti biasa, author ingin melakukan endorse. Saat ini, ilustrator yang gambarnya digunakan sebagai cover adalah ilustrator pixiv, 千夜 atau QYS3. Jadi, sebelumnya, author hanya jalan-jalan di pixiv, cari original content, trus pm artistnya. Karena bukan hasil komis, melainkan public content, author pun tidak mengeluarkan uang.


 


Jadi, promosi di bagian akhir adalah sesuatu yang author lakukan dengan sukarela karena sang artis telah memperbolehkan author untuk menggunakan gambarnya meski sebenarnya sudah jadi public content. Jadi, para reader bisa membuka pixiv page dan like galerynya di https://www.pixiv.net/member.php?id=7210261 atau follow twitternya di https://twitter.com/QYSThree. Dua-duanya juga bisa.


 


Selain QYS3, author juga telah mendapatkan sebuah cendera mata dari pokarii yang bisa dipost di akhir cerita. Sekali lagi, terima kasih bagi semua reader yang telah like dan komen. Dukungan kalian sangat lah berarti bagi author.


 


Sampai jumpa di chapter selanjutnya


 


 


__ADS_1


__ADS_2