I Am No King

I Am No King
Chapter 83 – Pertemuan Kembali


__ADS_3

"Jadi, apa dugaanku benar? Kau akan membalas dendam?"


 


Di saat itu, sebuah senyum terkembang di wajah Shinar.


 


"Kalau aku yang dulu, mungkin akan berpikir demikian. Namun, setelah aku pikir-pikir lagi, rasanya, aku tidak benar-benar ingin membalas dendam. Maksudku, pelakunya mampu membunuh keluarga besar. Meskipun secara status aku adalah Kesatria Tingkat Empat, secara performa aku hanyalah Kesatria Tingkat Dua. Aku bisa naik hingga Tingkat Empat hanya karena latar belakang. Sayangnya, secara kemampuan, tidak.


 


"Dan lagi, tidak seorang pun mengetahui pelakunya, kan? Bagaimana wajahnya atau pun fitur khususnya, tidak ada yang tahu.. Dia sudah tidak bisa ditemukan. Jadi, aku sudah rela."


 


Tidak. Kau tidak rela. Kau hanya menyerah karena tidak mengetahui identitas sang pelaku. Aku berani menjamin.... tidak. Aku tidak berani menjamin apa pun. Mungkin dia benar-benar sudah mampu menekan dendamnya.


 


"Lalu, alasanmu menginginkan kekuatan? Kau bilang kau sudah rela, kan?"


 


"Itu," Shinar mengangkat tangan kanan, mengepalkannya. "Aku tidak akan bisa mengubah masa lalu. Namun, setidaknya, di masa depan, aku berharap bisa mencegah tragedi itu terjadi kembali. Jika, jika, seandainya pelaku itu datang untuk menyelesaikan pekerjaannya, membasmi kami, sisa-sisa keluarga, aku ingin menghentikannya.


 


"Aku tidak perlu mengalahkannya. Aku hanya ingin menghentikannya dan bertanya 'kenapa kamu melakukan semua itu?'. Aku ingin tahu, kesalahan apa yang telah diperbuat oleh keluargaku sehingga diperlakukan seperti itu."


 


Aku terdiam sejenak, mencoba mencerna ucapan perempuan ini. Ucapannya terlalu baik, bagai tokoh utama dalam komik-komik.


 


Aku menambahkan. "Jadi, kau berasumsi akan mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan pelakunya lagi?"


 


"Entahlah, aku tidak yakin. Maksudku, aku hanya berjaga-jaga kalau saat itu akan tiba suatu saat nanti. Hanya berjaga-jaga."


 


Heh, alasan yang cukup masuk akal. Kalau aku berada di posisinya, mungkin aku juga akan melakukan hal yang sama. Bedanya adalah, kalau dia bertemu dengan pelaku ingin berbicara, kalau aku akan langsung menyiksa dan membunuh sang pelaku.


 


"Lalu, kenapa aku?"


 


"Karena kau kuat!"


 


"Eh?"


 


"Di battle royale itu, kau mampu mengalahkan semua partisipan dengan HP yang tidak berkurang sama sekali. Padahal mereka semua adalah Kesatria Tingkat Lima yang diakui kehebatannya. Bahkan, kau juga mampu mengalahkan Zage dan Elliot, dua orang yang dikabarkan lima orang terhebat sepanjang battle royale."


 


Ayolah, mereka lemah. Dalam standar pasar gelap, mereka adalah orang normal. Agen schneider yang dulu menemuiku di pesta juga mengetahui hal ini. Masa kau tidak mengetahuinya? Tapi...


 


"Jadi, itu ya alasanmu. Mungkin aku akan mempertimbangkannya untuk menjadikanmu muridku."


 


"Benarkah?" Shinar menjawab dengan wajah yang berbinar.


 

__ADS_1


"Tapi, hanya kalau kau mampu melewati tes yang akan kuberi."


 


"Tes?"


 


"Iya, tes. Tesnya mudah. Aku hanya akan menunjukkan sesuatu padamu. Lalu, setelah itu, kalau pendirianmu masih belum berubah, aku akan melatihmu secara pribadi."


 


"Baiklah! Aku mau!"


 


Dia tidak bertanya apapun ketika mendengar kata pribadi. Ya, sudahlah.


 


Di saat ini, aku merasakan beberapa kehadiran yang muncul, mendekat. Tampaknya mereka belum kehabisan orang. Dan, saat ini, beberapa orang muncul di dekat kami dengan membawa belati, pedang, dan senjata tajam lain. Orang-orang itu mengenakan penutup wajah, masker, dan jaket tebal, membuatku tidak bisa mengetahui identitas mereka.


 


"Akhirnya, kami akan berhasil membunuhmu."


 


Kenapa kalian tidak langsung menyerang sih. Apakah kalian memang sebodoh itu? Ah, aku lupa kalau pendidikan agen Schneider oleh keluarga Azzaha memang payah. Jadi, kurasa, ini adalah hasilnya? Ya, tidak mengejutkan.


 


Aku berteriak, "EMIR! INANNA! KALIAN FOKUS SAJA DENGAN URUSAN DI DEPAN MATA! YANG DI SINI BIAR AKU YANG MENGATASI!"


 


""BAIK!!"" Emir dan Inanna menjawab bersamaan, dari kejauhan.


 


 


Mereka pasti berpikir aku tidak perli diwaspadai. Orang yang perlu diwaspadai adalah Emir dan Inanna, dua calon istriku. Ya, aku paham sih dengan cara pandang mereka. Maksudku, saat ini mereka berhadapan dengan inkompeten. Walaupun aku sudah menang battle royale, mereka pasti berpikir bisa menang kalau mengeroyokku.


 


"MATI KAU!"


 


Beberapa orang berlari dan beberapa lagi mengeluarkan senjata api. Mata mereka semua tampak begitu haus darah.


 


Aku berdiri, "Shinar, hal ini lah yang akan kutunjukkan padamu."


 


Aku menarik nafas sejenak. Di saat itu, aku kembali mengingat kejadian itu, perlakuan buruk yang pernah mereka lakukan, hal-hal yang mereka perbuat padanya. Aku mengumpulkan dan memanggil sebagian kebencian dan momen terburuk dalam hidup ini.


 


Sesaat kemudian, aku memancarkan sebuah aura haus darah dan niat membunuh yang sangat kental.


 


Orang-orang yang berlari dan mengepungku terjatuh. Mereka semua tidak sadarkan diri. Bahkan, penutup mulut mereka tampak basah, mungkin disebabkan oleh buih. Mata mereka pun hanya menunjukkan bagian putih. Tidak hanya yang menyerang, Der, Kutha, dan orang-orang yang dihadapi Inanna dan Emir pasti juga mengalami hal yang sama, tidak sadarkan diri dengan mulut berbuih.


 


Untuk orang yang pertama kali mendapat aura haus darah dan niat membunuh ini, normal bagi mereka untuk langsung pingsan. Emir dan Inanna tidak akan pingsan karena aku sudah memaparkan mereka pada aura dan niat membunuh semacam ini ketika tes, meskipun sekarang beberapa kali lebih kental.


 


Namun, aura haus darah dan niat membunuh yang kukeluarkan belum penuh. Aku belum mengeluarkan semua kebencian dan emosi negatif yang kumiliki. Aura haus darah dan niat membunuh yang kini kukeluarkan kusamakan dengan yang kupancarkan dua setengah tahun yang lalu, ketika aku menyerang satu cabang keluarga Cleinhad.

__ADS_1


 


Aku berbalik dan melihat sosok yang menjadi alasan semua ini.


 


Shinar masih sadarkan diri, tapi dia tidak mampu berkata apa pun. Dia tidak lagi berdiri, tapi terjatuh di atas pantatnya di tanah. Matanya terbuka begitu lebar, seolah-olah akan keluar. Keringat pun mengalir begitu deras. Mulutnya terbuka dan tertutup, mengeluarkan sedikit carian, dan tidak mengeluarkan sepatah kata pun.


 


"Ka, ka, ka, ka."


 


Shinar kehilangan kemampuannya untuk berkata-kata.


 


Shinar berasal dari salah satu cabang keluarga Cleinhad. Dia adalah satu dari sedikit anak yang kebetulan berada di dekat orang tua dan anggota keluarga dewasa saat kubunuh. Aku bisa bilang nasibnya tidak cukup baik. Aku melancarkan serangan ketika dia mengambil waktu libur tahunannya.


 


Meskipun mungkin saat itu dia tidak sadarkan diri dan tidak mampu mengingat kejadian tersebut dengan jelas, dia..... tidak. Tubuhnya pasti mengingat sensasi yang kini kupancarkan. Di saat ini, semua ingatan mengenai malam itu pasti kembali muncul ke benak Shinar.


 


"Ya, benar, aku adalah orang yang membunuh keluarga Cleinhad. Aku lah yang membunuh kedua orang tua dan kakakmu di malam itu. Aku lah yang melakukannya." Aku membungkukkan badan, menyamakan tinggi pandanganku dengan Shinar, memandangnya dalam-dalam. "Jadi, apa kau masih mau bicara baik-baik denganku?"


 


"Ah... ah.... AAAAAAHHHHHHHHH!!!!!!!!"


 


Bersambung


 


 


\============================================================


 


 


Halo semuanya.


 


Kembali, author ingin mengucapkan terima kasih atas like, komentar, dan dukungan para pembaca. Semua dukungan tersebut sangat berarti untuk Author. Bagi yang mau lihat-lihat ilustrasi, bisa cek di ig @renigad.sp.author.


 


Dan, seperti biasa, author ingin melakukan endorse. Saat ini, ilustrator yang gambarnya digunakan sebagai cover adalah ilustrator pixiv, 千夜 atau QYS3. Jadi, sebelumnya, author hanya jalan-jalan di pixiv, cari original content, trus pm artistnya. Karena bukan hasil komis, melainkan public content, author pun tidak mengeluarkan uang.


 


Jadi, promosi di bagian akhir adalah sesuatu yang author lakukan dengan sukarela karena sang artis telah memperbolehkan author untuk menggunakan gambarnya meski sebenarnya sudah jadi public content. Jadi, para reader bisa membuka pixiv page dan like galerynya di https://www.pixiv.net/member.php?id=7210261 atau follow twitternya di https://twitter.com/QYSThree. Dua-duanya juga bisa.


 


Selain QYS3, author juga telah mendapatkan sebuah cendera mata dari pokarii yang bisa dipost di akhir cerita.


 


Sekali lagi, terima kasih bagi semua reader yang telah like dan komen. Dukungan kalian sangat lah berarti bagi author. Terima kasih juga atas ucapan lekas sembuhnya. Author benar-benar berterima kasih.


 


Sampai jumpa di chapter selanjutnya


 


__ADS_1


__ADS_2