
~Lugalgin's POV~
"Shu En, kalau kamu dan orang-orang yang menandatangani surat pertanyaan itu ingin aku mengundurkan diri, katakan saja. Tidak ada artinya kalau tidak seorang pun menginginkanku di sini, kan? Daripada menghabiskan waktu untuk intelijen, lebih baik aku diam, bersantai di rumah."
Aku mengatakan semua itu dengan tenang dan santai. Tanpa beban.
Tidak! Bukan hanya tanpa beban! Namun, kalau hal itu benar-benar terjadi, aku akan bahagia sekali. Aku bisa mengundurkan dari posisi ini dan hidup tenang.
Namun, tentu saja, aku tidak menunjukkannya pada wajahku. Wajahku tetap datar, tanpa perubahan.
"Kakak cantik," Jin memanggil, memaksaku dan Shu En melihat ke arahnya. "Jangan lupa dia adalah Sarru yang menghancurkan satu dari enam pilar seorang diri. Dan, dia juga sudah membersihkan satu keluarga di intelijen, kan? Menurutku, akan lebih bijaksana kalau kakak tidak menjadikannya musuh."
"..."
Aduh, kenapa laki-laki ini malah mengancam Shu En. Padahal, kalau seandainya lancar, aku mungkin bisa membuat Shu En menyatakan keberatannya. Aku bisa mengklaim keadaan di intelijen sudah di luar kendaliku dan akan lebih baik kalau Fahren memberhentikanku.
"Gin, aku ingin kamu jawab ini dengan jujur."
"Ya?" Aku kembali menghadap depan, ke Shu En.
"Apa kamu yang membantai keluarga Cleinhad?"
Oookayyy, that's a little bit unexpected.
Namun, kalau orang mau menggunakan akalnya, apalagi setelah diberi fakta kalau aku menghancurkan satu dari enam pilar seorang diri dan baru membersihkan satu keluarga, maka kesimpulan yang dicapai oleh Shu En adalah normal.
Apa aku harus mengkonfirmasinya? Atau berbohong dan menolak dugaan Shu En?
"Kalau aku bilang tidak, apa kamu akan percaya?"
Shu Eng menggeleng.
"Kamu sudah memiliki jawabannya."
Shu En tidak memberi respon lebih lanjut. Dia terdiam.
Aku akan meninggalkan Shu En dengan pemikirannya. Sementara itu, aku akan menghentikan kebodohan Marlien.
"Marlien, sebagai catatan, pendiri dan pemimpin tertinggi Akadia adalah orang yang dekat denganku. Dan, dia tahu kalau aku adalah Sarru. Memangnya kamu tidak penasaran kenapa dia mau bekerja sama dengan intelijen kerajaan begitu saja?"
Marlien terdiam dengan mulut terbuka. Matanya membelalak sebelah, berkelana ke seluruh ruangan. Tampaknya, dia baru menyadari kemungkinan ucapanku. Aku tidak tahu benar seberapa tinggi posisi Marlien. Kalau posisinya masih terlalu rendah, ada kemungkinan dia tidak tahu kalau ibu adalah pendiri sekaligus pemimpin Akadia.
Bahkan, aku tidak tahu apakah ada orang lain di Akadia, selain ibu, yang mengetahui kalau aku adalah Sarru.
"Maaf, posisiku masih belum cukup tinggi, jadi aku belum pernah bertemu dengan pemimpin tertinggi."
Marlien memasukkan kembali pisaunya dan berdiri dengan tegak. Dia langsung mengubah sikap ketika mendengarku mengucapkan pemimpin tertinggi.
"Boleh aku menelepon? Aku ingin memastikan dulu."
__ADS_1
Aku mengangkat tangan, "silakan."
"Gin!"
"Ya?"
Aku sontak mengalihkan pandangan ke Shu En ketika dia memanggil.
"Apa Emir dan Inanna sudah mengetahui hal ini?"
"Mengetahui? Mereka bahkan sudah menjadi anggota Elit Agade."
Shu En terbelalak. Dia tampak tidak memercayai jawabanku.
Yah, sebenarnya. aku tidak bisa benar-benar bilang kalau mereka adalah anggota Elit Agade. Secara, Inanna dan Emir belum pernah menjalankan misi sebagai anggota Agade. Karena banyak hal, dalam berapa bulan terakhir, mereka lebih sering beraksi sebagai anggota intelijen kerajaan.
Hell. Bahkan Inanna yang seharusnya adalah agen Gugalanna kupekerjakan sebagai intelijen kerajaan ini. Karena Arid dan Fahren tidak protes, aku anggap mereka memperbolehkannya. Tidak. Lebih tepatnya, aku tidak peduli. Kalau pun salah satu protes, aku tinggal mundur dari posisi ini.
Ah, sebaiknya aku juga mengatakan hal ini pada Shu En.
"Ah, Shu En, sebenarnya–"
"Kalau Emir dan Inanna adalah anggota elite Agade, berarti instruktur yang kamu bawa adalah anggota Agade juga, kan?"
"I.....ya....."
"Jadi, sebenarnya, apa tujuanmu menerima posisi kepala intelijen? Apa kamu merasa bersalah telah membunuh keluarga Cleinhad."
"Sudah kubilang kalau yang memaksa posisi ini ke aku adalah Fahren. Sebenarnya, aku sama sekali tidak menginginkannya. Namun, setidaknya, dengan menjadi kepala intelijen aku bisa mendapatkan informasi dengan lebih mudah. Aku bisa mencari korban perdagangan anak yang dilakukan oleh keluarga Cleinhad.
"Dan, tidak, aku sama sekali tidak merasa bersalah. Keluarga Cleinhad menculik orang yang kukasihi dan menjadikannya budak ****. Bukan hanya itu, dia pun menjual anak-anak yang telah memberiku rumah. Jadi, sekali lagi, aku tegaskan, aku sama sekali tidak merasa bersalah."
"...maaf."
Tanpa kusadari, aku sudah mengatakan itu semua dengan cepat dan nada tinggi. Sial!
Aku berputar sejenak, menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya. Aku harus tenang. Aku tidak bisa membiarkan emosi menguasai pikiranku.
Shu En terdiam. Dia memegangi bahu kirinya. Tubuhnya tampak seolah mengecil.
Ketika keluarga Cleinhad menjadi penanggung jawab intelijen kerajaan, salah satu keistimewaan yang didapatkan oleh agen schneider adalah keluarganya tidak akan pernah dijual tanpa izin dari yang berkaitan. Bahkan, untuk orang yang terlibat atau tahu pasar gelap, hal ini adalah satu-satunya pengaman untuk keluarga mereka.
Di lain pihak, ketika keluarga Cleinhad hancur, jaminan itu tidak lagi ada. Sejak suplai anak-anak berhenti, pasar gelap bisa melakukan apa pun pada siapa pun. Dengan kata lain, sejak keluarga Cleinhad hancur, Shu En dan agen schneider lain jauh lebih waswas karena tidak ada lagi jaminan.
Dan, kini, orang yang telah menghancurkan keluarga Cleinhad, sumber kekhawatiran Shu En, berdiri di depannya. Meski demikian, dia tidak bisa marah. Dia tidak bisa membenciku begitu saja.
Shu En pasti sadar aku yang sekarang adalah sosok Shu En jika kehilangan putranya. Dia tidak berani menyanggah ucapanku karena sadar dia akan melakukan hal yang sama kalau putranya , membalas dendam kepada pihak yang bertanggung jawab.
"Jin," aku bertanya. "Apa Ukin juga menyebutkan kalau aku yang membantai keluarga Cleinhad?"
__ADS_1
"Ya. Dia juga menyebutkannya. Bahkan, dia sempat mengatakan Apollo dan Orion menentangmu adalah ironi mengingat mereka bisa mengabaikan kuota transaksi berkat kehancuran keluarga Cleinhad, yang adalah jasamu."
Cih, mulut orang itu ada-ada saja.
"Maaf, permisi," Marlien menyela perbincangan kami. "Aku sudah mendapat konfirmasi kalau pimpinan tertinggi sudah mengetahuinya. Dan, tampaknya, itulah alasan utama Akadia bekerja sama denganmu, untuk menghindari perseteruan dengan Agade. Oleh karena itu, saya menyatakan permintaan maaf yang sebesar-besarnya."
Marlien berlutut dan tangan kanan menempel di dada, telapak tangan meraih bahu kiri. Gestur ini dilakukan oleh bangsawan untuk menyatakan permintaan maaf sedalam-dalamnya kepada pihak yang telah singgung.
Normalnya, gestur permintaan maaf itu hanya dilakukan untuk orang dengan gelar lebih tinggi. Dan, kini, tanpa aku sadari Marlien sudah menganggapku lebih tinggi dari dirinya yang bergelar Count.
"Tidak masalah. Aku memaafkanmu."
"Terima kasih,"
Kalau aku tidak memberi konfirmasi, Marlien akan terus berlutut.
"Jadi, yang terakhir adalah kamu, Shu En. Di ruangan ini hanya kamu yang belum memberi konfirmasi."
"Gin, apa kamu bisa memberi jaminan keamanan untuk keluargaku?"
"Sayangnya tidak bisa. Aku belum mendapatkan kerja sama dari semua organisasi pasar gelap." Aku menolak permintaan Shu En.
Ketika mendengar jawabanku, Shu En menundukkan kepala.
Aku menambahkah, "namun, aku bisa memberi janji kalau terjadi sesuatu pada keluargamu, aku akan membersihkan keluarga dan memburu semua orang yang pernah berhubungan dengannya. Tidak peduli apakah dia anggota enam pilar atau keluarga kerajaan."
Bersambung
\============================================================
Halo semuanya.
Kembali, author ingin mengucapkan terima kasih atas like, komentar, dan dukungan para pembaca. Semua dukungan tersebut sangat berarti untuk Author. Bagi yang mau lihat-lihat ilustrasi, bisa cek di ig @renigad.sp.author.
Dan, seperti biasa, author akan endorse artist yang gambarnya di cover. Saat ini, ilustrator yang gambarnya digunakan sebagai cover adalah ilustrator pixiv, 千夜 atau QYS3. Jadi, sebelumnya, author hanya jalan-jalan di pixiv, cari original content, trus pm artistnya. Karena bukan hasil komis, melainkan public content, author pun tidak mengeluarkan uang.
Jadi, promosi di bagian akhir adalah sesuatu yang author lakukan dengan sukarela karena sang artis telah memperbolehkan author untuk menggunakan gambarnya meski sebenarnya sudah jadi public content. Jadi, para reader bisa membuka pixiv page dan like galerynya di https://www.pixiv.net/member.php?id=7210261 atau follow twitternya di https://twitter.com/QYSThree. Dua-duanya juga bisa.
Selain QYS3, author juga telah mendapatkan sebuah cendera mata dari pokarii yang bisa dipost di akhir cerita.
Sekali lagi, terima kasih bagi semua reader yang telah like dan komen. Dukungan kalian sangat lah berarti bagi author. Terima kasih juga atas ucapan lekas sembuhnya. Author benar-benar berterima kasih.
Sampai jumpa di chapter selanjutnya
__ADS_1