
Aku mulai mendekati anak-anak berandal, bergabung dengan geng motor. Di geng motor, aku yang punya pengalaman bertengkar sejak kecil menaiki peringkat dengan cepat. Dalam waktu singkat, aku sudah menjadi satu dari empat panglima geng.
Ketika menjadi satu dari empat panglima, aku dikenalkan dengan kelompok yang bekerja sama dengan kami. Tidak, bukan bekerja sama. Lebih tepatnya, kelompok itu merekrut orang-orang kuat dari geng motor.
Kelompok itu adalah salah satu Mafia kecil yang aktif di Haria dan sekitarnya, bernama Under. Sejak saat itu, aku mulai beraktivitas di pasar gelap sebagai anggotanya. Di Under lah aku mengenal mengenai tingkat-tingkat mafia, kuota transaksi, dan suplai anak-anak. Dan, di saat itu lah aku baru memahami ucapan ibu saat di rumah sakit.
Namun, aku tidak terlalu memedulikan ucapan ibu di rumah sakit. Perhatianku terpusat pada bagian suplai anak-anak, aku langsung menduga kalau hilangnya Tasha dan panti asuhan Sargon berhubungan dengan itu semua. Ketika aku mentraktir atasan dengan bir, aku mendapatkan informasi yang lebih banyak.
Untuk mafia, suplai anak-anak adalah sesuatu yang sangat penting, vital. Dari situ, aku mendengar kenapa orang-orang membutuhkan anak-anak. Namun, yang paling penting adalah aku tahu siapa dalang dibalik semuanya. Ada satu pihak yang menetapkan tingkat organisasi atau mafia, kuota transaksi, dan memastikan setiap organisasi menurut dengan iming-iming suplai anak-anak Pihak itu adalah penanggung jawab intelijen kerajaan saat itu, Keluarga Cleinhad.
Saat bekerja di bawah Under, aku juga mencari identitas setiap laki-laki yang ada di video itu. Akhirnya, aku menemukan identitas laki-laki yang ada di video. Dia tergabung di organisasi lain, jadi aku tidak bisa bergerak dengan leluasa. Namun, aku menemukan lokasi rumah bordir organisasi itu.
Awalnya, aku berencana mengajak senior dari Under masuk ke rumah bordir tersebut. Sebelum masuk, tentu saja, aku mengumpulkan mengenai informasi lingkungan sekitarnya. Kalau misal kabur lewat jendela timur, harus lari kemana, luas lorong, jarak lorong dengan markas Under, dan lain sebagainya. Di saat mencari informasi lingkungan rumah bordir inilah, pencarianku terhenti.
Di lorong belakang rumah, aku melihat dua tubuh. Dari informasi yang kukumpulkan, dua hari sekali akan ada orang yang berjalan ke belakang rumah, mengumpulkan tubuh psk yang overdosis, tewas.
Ketika melihat dua tubuh itu, entah kenapa, dadaku terasa begitu sesak. Bahkan, untuk berdiri pun terasa sangat sulit. Saat itu, aku tidak mau mengakuinya, tapi aku mengenal salah satu tubuh itu. Aku telah membelai rambutnya yang halus. Dan lagi, aku lebih tidak mau mengakuinya, aku mengenal lekuk tubuhnya dari video yang kutonton.
Meski aku tidak mau mengakuinya, saat itu, tubuhku bergerak dengan sendirinya. Dengan berat hati, aku membalikkan salah satu tubuh. Benar saja, salah satu tubuh itu adalah Tasha. Mulutnya berbuih. tidak terhitung berapa banyak bekas suntik di leher, lengan, dan dadanya. Mata coklat indahnya tidak dapat kutemukan dimana pun, hanya mata putih yang membelalak. Kehangatan yang dulu kurasakan, yang selalu menenangkanku, tidak ada lagi. Tubuhnya kini sedingin es.
Aku terlambat. Kalau saja seandainya aku datang seminggu lebih awal, mungkin aku masih bisa menyelamatkan Tasha. Kalau saja aku langsung mendatangi rumah bordir itu, mungkin aku masih bisa menyelamatkan Tasha. Kalau dan mungkin. Di saat itu, pikiranku hanya terisi oleh dua hal itu.
Aku membawa tubuh Tasha dan tubuh perempuan yang satu lagi ke pinggir kota, ke sebuah pemakaman. Makam itu memang khusus untuk orang-orang yang tidak bisa dimakamkan melalui jalur normal. Banyak jasad mafia dimakamkan di sini.
Dengan mengeluarkan sejumlah uang, aku memandikan Tasha, membelikannya gaun, dan sebuah peti mati. Tepat sebelum dia dikuburkan, aku memberikan satu hal yang belum pernah kuberi pada siapa pun. Aku menciumnya tepat di bibir sebagai perpisahan.
__ADS_1
Saat Tasha dimakamkan, aku bersumpah, aku akan menghancurkan pihak yang bertanggung jawab atas kematian Tasha. Tidak berhenti pada organisasi yang membuat Tasha menjadi PSK, tapi juga pihak yang menculik Tasha, Keluarga Cleinhad.
Selain itu, aku juga harus mencari anak-anak penghuni panti asuhan Sargon. Tasha tidak akan mau aku meninggalkan mereka begitu saja.
Setelah Tasha selesai dimakamkan, aku juga memakamkan perempuan yang kutemukan bersama Tasha. Setelah melakukan pencarian wajah dan informasi, aku mendapati perempuan itu juga sebelumnya penghuni panti asuhan, sama seperti Tasha.
Namun, berbeda dengan kasus Tasha dimana seluruh panti asuhan menghilang, perempuan itu baru menghilang setelah keluar. Jadi, panti asuhan tempatnya tumbuh menganggap kalau perempuan itu masih hidup, bekerja entah dimana. Dan, aku tidak memiliki niatan untuk memberi tahu panti asuhan tersebut.
Satu bulan setelah aku menemukan jasad Tasha, Under akan naik tingkat. Meski seluruh rekan dan senior Under bahagia, aku tidak. Dalam waktu satu bulan, aku tidak ada progres sama sekali. Aku tidak mendapatkan informasi mengenai penghuni panti asuhan Sargon sama sekali.
Dan lagi, dalam sebulan itu, aku menyadari betapa lemahnya aku. Sebagai inkompeten, aku benar-benar bergantung pada tangan dan kaki. Ketika lawan dapat mengendalikan lebih dari lima senjata, aku hanya mampu menggunakan dua senjata, maksimal.
Malam itu, dengan menggunakan aula markas, Under mengadakan pesta perayaan. Sayangnya, Under tidak bisa naik tingkat. Tepat sebelum pemimpin mendeklarasikan kenaikan tingkat, kami diserang. Yang menyerang Under bukanlah mafia lain, tapi hanya satu orang, satu mercenary. Mercenary itu adalah seorang perempuan dengan rambut perak, Lacuna.
Ketika aku melihat pergerakan Lacuna yang begitu cepat dan mematikan, aku terkesima. Dia mampu membunuh lawan-lawannya, yang adalah anggota Under dengan sangat mudah. Lacuna adalah One-Man-Army yang sesungguhnya. Dan, yang lebih mengesankan, dia hampir tidak menggunakan pengendalian. Dia murni menggunakan bela diri dan senjata.
Ketika dia membantai anggota Under, aku bersembunyi di antara tubuh tak bernyawa. Aku tidak tahu berapa lama aku bersembunyi. Namun, ketika selesai, Lacuna berteriak.
"Keluar kau! Aku tahu kau masih hidup."
Mendengar teriakan Lacuna, aku langsung menyingkirkan badan-badan yang menutupiku, muncul ke atas.
"Hooh, berani juga kau keluar. Padahal, kalau kau pura-pura mati, ka–"
__ADS_1
"Kumohon, jadikan aku muridmu."
"....hah?"
Bersambung
\============================================================
Halo semuanya.
Kembali, author ingin mengucapkan terima kasih atas like, komentar, dan dukungan para pembaca. Semua dukungan tersebut sangat berarti untuk Author. Bagi yang mau lihat-lihat ilustrasi, bisa cek di ig @renigad.sp.author.
Dan, seperti biasa, author akan endorse artist yang gambarnya di cover. Saat ini, ilustrator yang gambarnya digunakan sebagai cover adalah ilustrator pixiv, 千夜 atau QYS3. Jadi, sebelumnya, author hanya jalan-jalan di pixiv, cari original content, trus pm artistnya. Karena bukan hasil komis, melainkan public content, author pun tidak mengeluarkan uang.
Jadi, promosi di bagian akhir adalah sesuatu yang author lakukan dengan sukarela karena sang artis telah memperbolehkan author untuk menggunakan gambarnya meski sebenarnya sudah jadi public content. Jadi, para reader bisa membuka pixiv page dan like galerynya di https://www.pixiv.net/member.php?id=7210261 atau follow twitternya di https://twitter.com/QYSThree. Dua-duanya juga bisa.
Selain QYS3, author juga telah mendapatkan sebuah cendera mata dari pokarii yang bisa dipost di akhir cerita.
Sekali lagi, terima kasih bagi semua reader yang telah like dan komen. Dukungan kalian sangat lah berarti bagi author. Terima kasih juga atas ucapan lekas sembuhnya. Author benar-benar berterima kasih.
Sampai jumpa di chapter selanjutnya
__ADS_1