I Am No King

I Am No King
Chapter 202 – Reuni


__ADS_3

"Hah? Maul?"


Kali ini, bukan Rahayu atau Arid yang merespon, melainkan aku. Aku menoleh ke kiri, ke arah yang sama dengan Shera.


Dari salah satu orang yang mengelilingi kami, satu orang melangkah maju. Dia membungkuk dan meletakkan senjata di lantai, memastikan tidak ada peluru yang ditembakkan secara tidak sengaja. Setelah itu, dia bangkit dan memberikan sebuah senyum lebar.


"Kak Lugalgin..."


"...Maul?"


Aku melihat seorang laki-laki muda, mungkin seusia Ninlil. Dia memiliki rambut putih dan mata hijau, sebuah kombinasi yang aneh. Namun, itu hanyalah kedok. Di bagian rambut, aku bisa melihat akar yang berwarna coklat. Pada mata, samar-samar, tampak warna coklat di belakang hijau. Ya, seharusnya, dia memiliki rambut dan mata coklat, fitur generik untuk warga Bana'an.


Dia memiliki rahang yang lebar, memberi kesan gendut. Namun, leher dan badan yang kecil mengatakan lain. Ya, hanya rahangnya yang lebar. Kalau dipegang, hanya ada tulang. Tidak banyak pipi yang bisa dicubit darinya. Dari sisi ini, tampaknya, dia tidak berubah.


Sebelumnya, aku sama sekali tidak menyadari kalau anak laki-laki ini adalah Maul. Maksudku, pemandangan luarnya sudah berubah drastis. Namun, setelah aku perhatikan baik-baik, dan mengingat-ingat fitur tubuhnya, laki-laki ini memang benar Maul.


Tanpa kusadari, aku sudah menjatuhkan peti arsenal dan pistol yang kupegang. Perlahan, aku berjalan ke arah laki-laki itu, melewati barikade keamanan Mariander, dan membuka kedua tangan. Pandanganku mulai kabur, basah.


"Maul? Maul?"


Tidak ada kata lain yang terucap dari mulutku selain namanya. Tanpa bisa aku tahan lagi, air mata mengalir.


Seolah menjawabku, Maul berlari dan memelukku.


"Kak Lugalgin. Akhirnya Maul dapat bertemu Kak Lugalgin lagi."


"Maul. Akhirnya."


Maul adalah salah satu anak panti Asuhan Sargon. Di hari itu, bersama Tasha dan yang lain, dia menghilang. Hingga saat ini, Maul adalah satu dari empat anak yang tidak mampu aku lacak keberadaannya karena organisasi pasar gelap yang membelinya sudah hancur, menghapus semua jejak. Dan, sesuai ucapan Shera, organisasi pasar gelap yang membeli Maul berasal dari kerajaan ini.


Tubuh Maul gemetaran. Suaranya pun gemetaran.

__ADS_1


Aku merengkuh Maul, mengusap rambutnya yang kasar karena semir. Dengan perlahan, aku mengusap punggung Maul, mencoba menenangkannya.


"Kak Lugalgin,"


"Ya?"


"Apa Kak Lugalgin sudah bertemu dengan Kak Tasha?"


"Ya, aku sudah bertemu dengannya."


"Apa Kak Tasha baik-baik saja."


Aku terdiam sejenak. Dadaku terasa begitu sesak. Mulutku pun terasa sangat berat. Sebenarnya, aku tidak ingin menjawabnya. Namun, dia memiliki hak untuk mengetahui kondisi Tasha. Bahkan, jauh lebih berhak dariku.


"Maaf. Tasha.... sudah meninggal."


"Benarkah?"


"Setelah ini, kalau kamu ada waktu, aku akan mengajakmu berziarah."


"Ung," Maul mengangguk.


Sebenarnya, aku ingin bertanya apakah Maul memiliki informasi mengenai 3 nama lain yang tidak bisa aku lacak. Namun, biar aku tahan dulu. Itu bisa aku tanyakan lain kali.


"Maul adalah salah satu korban praktik perdagangan anak-anak. Karena perbuatan keji Raja Arid dan Raja Fahren, dia dipisahkan dari Lugalgin dan teman-temannya. Kami mendengar kisah Maul beberapa bulan yang lalu. Ketika mendengarnya, kami sebenarnya ingin mengobarkan semangat demokrasi ke Bana'an. Bagaimana bisa seorang Raja yang memperlakukan warganya sebagai barang memerintah? Sayangnya, sebelum kami menyebarkan semangat demokrasi, ternyata Raja Fahren telah dipanggil malaikat maut terlebih dahulu."


Aku menoleh dan melirik, melihat ke arah Shera.


"Permaisuri Rahayu, kami, anggota True One, adalah warga yang terlahir di kerajaan ini. Oleh karena itu, kami memiliki kewajiban dan hak untuk memperbaiki kerajaan ini. Namun, Maul, Lugalgin, dan Anda tidak terlahir di sini. Anda sekalian terlahir di Bana'an. Kewajiban dan hak untuk memperbaiki kerajaan Bana'an bukanlah milik kami, tapi milik Anda sekalian. Dengan ini, saya berharap, Anda menghentikan praktik perdagangan anak ini. Atau–"


"Tidak perlu memberi ancaman," permaisuri Rahayu menyela. "Aku, Permaisuri Rahayu, dengan ini bersumpah tidak akan pernah melakukan praktik perdagangan anak. Selain itu, aku juga bersumpah akan melakukan segala upaya untuk menghentikan dan memastikan praktik ini tidak akan terjadi lagi."

__ADS_1


Tepuk tangan riuh menyambut sumpah permaisuri Rahayu. Para pengunjung dan wartawan tidak sadar lagi kalau mereka adalah tawanan. Kini, bagi mereka, reuniku dan sumpah permaisuri Rahayu adalah acara utama malam ini. Di lain pihak, Arid dan keluarga permaisuri hanya terdiam seribu bahasa.


Aku paham rencana Shera. Dia bermaksud memanfaatkan momen reuniku dan Maul untuk menggugah hati orang-orang. Siapa sih tidak suka cerita sedih? Dengan cerita sedih ini, dia mencoba meningkatkan jumlah dukungan dan simpatisan.


Selain reuni dan cerita sedih kami, Shera juga mengeksploitasi keberadaan Rahayu. Saat ini, menurut publik, kondisi permaisuri Rahayu sangatlah memprihatinkan karena baru kehilangan sosok suami, Raja Fahren.


Namun, pengucapan sumpah itu mengubah segalanya. Publik akan melihat Shera telah membantu permaisuri Rahayu untuk menyadari kesalahan Fahren. Bahkan, pidato Shera memberi kesan bahwa dia lah yang memberi semangat pada permaisuri Rahayu dan membuatnya tegar.


Dengan dua hal ini, simpatisan dan pendukung True One akan meningkat pesat. Rencana perubahan kerajaan Mariander menjadi republik pun akan semakin lancar.


Aku sama sekali tidak merencanakan bagian pertemuan dengan Maul dan sumpah. Keduanya tidak ada dalam rencanaku. Namun, aku tidak peduli. Aku sudah sangat bersyukur karena sudah dipertemukan dengan Maul.


Tasha, dengan ini, tinggal tiga.


Bersambung


\============================================================


Halo semuanya.


Kembali, author ingin mengucapkan terima kasih atas like, komentar, dan dukungan para pembaca. Semua dukungan tersebut sangat berarti untuk Author. Bagi yang mau lihat-lihat ilustrasi, bisa cek di ig @renigad.sp.author.


Dan, seperti biasa, author akan endorse artist yang gambarnya di cover. Saat ini, ilustrator yang gambarnya digunakan sebagai cover adalah ilustrator pixiv, 千夜 atau QYS3. Jadi, sebelumnya, author hanya jalan-jalan di pixiv, cari original content, trus pm artistnya. Karena bukan hasil komis, melainkan public content, author pun tidak mengeluarkan uang.


Jadi, promosi di bagian akhir adalah sesuatu yang author lakukan dengan sukarela karena sang artis telah memperbolehkan author untuk menggunakan gambarnya meski sebenarnya sudah jadi public content. Jadi, para reader bisa membuka pixiv page dan like galerynya di https://www.pixiv.net/member.php?id=7210261 atau follow twitternya di https://twitter.com/QYSThree. Dua-duanya juga bisa.


Selain QYS3, author juga telah mendapatkan sebuah cendera mata dari pokarii yang bisa dipost di akhir cerita.


Sekali lagi, terima kasih bagi semua reader yang telah like dan komen. Dukungan kalian sangat lah berarti bagi author. Terima kasih juga atas ucapan lekas sembuhnya. Author benar-benar berterima kasih.


Sampai jumpa di chapter selanjutnya

__ADS_1



__ADS_2