I Am No King

I Am No King
Chapter 328 – Konfirmasi


__ADS_3

"Rina, aku butuh konfirmasi,"


"Apa?"


Kondisi Rina tidak lebih baik, napasnya pendek. Kini, dia duduk dan bersandar pada satu peti arsenal. Tampaknya, kehamilan membuat stamina menurun.


"Menurutmu, berapa persen kemungkinan kalau serangan ini direncanakan oleh ibumu?"


"... seratus persen."


Rina tidak langsung menjawab, ada jeda. Namun, akhirnya, dia berani mengonfirmasi.


Kenapa aku dan Rina berpikir kalau dalangnya adalah Ratu Amana? Mudah. Karena kami juga akan melakukan hal yang sama.


Orang normal mungkin berpikir serangan di luar gedung adalah hal bodoh. Seharusnya, kalau ingin hasil pasti, mereka tunggu hingga kami masuk ke dalam ruang konferensi, serang di dalam. Ya, normalnya, langkah itu yang akan diambil. Tidak peduli secepat apapun refleks dan insting seseorang untuk merasakan aura haus darah, percuma kalau dikepung.


Namun, dua inkompeten mengubah segalanya. Jika diserang dalam ruangan, Rina cukup melepas lensa kontak, mematikan semua benda yang bergantung pada pengendalian seperti lampu dan alat elektronik.


Ketika penerangan mati, sementara musuh bingung, aku bisa membunuh semua musuh dengan mudah hanya berdasarkan aura keberadaan. Dan karena semua rekan di depan, bersama, aku tidak perlu mengkhawatirkan salah tembak, friendly fire. Dan lagi, aku masih bisa menggunakan tubuh musuh sebagai perisai. Dan, karena hal ini lah, aku dan Rina berani datang ke wilayah Kerajaan Rina.


Namun, tampaknya, rencana kami sudah dibaca. Dan, satu-satunya orang di Kerajaan Nina yang bisa mengetahui jalan pikir kami, dan memiliki kuasa untuk menggerakkan militer, hanyalah satu orang, Ratu Amana.


Sudah sepuluh menit lebih berlalu, tapi Emir dan Inanna masih belum selesai menghancurkan semua artileri sisi timur. Kalau begini terus, tinggal menunggu waktu sebelum semua orang kelelahan. Ketika hal itu terjadi, kami akan dibombardir oleh peluru artileri.


Berpikir, Lugalgin! Berpikir!


Di saat aku berusaha mencari ide, Rina membuka peti arsenalku dan mengambil benda kecil. Benda yang diambil Rina bukanlah senjata, tapi syringe berisi cairan perak.


"Apa yang kamu pikirkan? Kamu mau menggunakan serum pembangkit?"


"Gin, serum ini adalah satu-satunya jalan keluar kita! Hanya aku yang bisa menggunakannya. Kamu sudah tidak mungkin menggunakannya lagi. Seluruh tubuhmu bisa terjangkit kanker karena serum ini. Kamu mau mati?"


Secara teori, menurut Rina, serum pembangkit melemahkan seluruh tubuh untuk menerima pengendalian. Dengan kata lain, serum ini menyerang seluruh tubuh. Kemungkinan terburuk adalah kanker bisa menjangkiti seluruh tubuhku. Tidak hanya kanker daging dalam bentuk keloid, tapi semua. Mulai dari kanker kulit, tulang, hati, paru-paru, dan lainnya. Jadi, serum pembangkit adalah tiket kematian untukku.


"Tidak. Kita akan mencari cara lain. Kamu tidak boleh menggunakannya."

__ADS_1


Meski demikian, aku tetap menolak ide Rina.


"Tapi Gin–"


"Tubuh itu bukan hanya milikmu lagi," Aku menyela. "Rina, apa kamu lupa kalau kamu mengandung? Menurutmu, apa yang akan terjadi pada janin di rahimmu kalau serum ini digunakan, hah?"


"I, itu..."


Tubuh Rina akan mengalami tekanan yang sangat berat. Dan, hal ini, hampir bisa dipastikan berujung pada keguguran.


"Apa kamu mau jadi seperti ibumu? Mengorbankan anakmu untuk mencapai tujuan?"


Rina terentak. Wajahnya pucat dan dia terjatuh ke belakang.


Aku mengambil serum pembangkit di tangan Rina dan mengembalikannya ke peti arsenal.


"Daripada menggunakan serum pembangkit, lebih baik kamu coba semua kode jammer. Segera hubungi Ibla."


"Ba-baik!"


"Emir, tembakanmu terlalu rendah 2 derajat!"


"Maaf, Inanna."


Tampaknya Emir mulai kehabisan tenaga. Tingkat presisi pengendaliannya berkurang. Kecepatan Inanna dalam menghitung proyeksi jalur peluru juga sudah berkurang. Kubah listrik yang melindungi kami belum menampakkan penurunan kualitas. Namun, napas Lord Susa semakin pendek. Bahkan, Maru ikut pucat, tampak khawatir pada keadaan ibunya.


Aku sangat ingin menghina diriku sendiri yang hanya bisa melakukan input tipe jammer ke handphone candybar. Apakah tidak ada hal lain yang bisa kulakukan?


"Gin, tersambung!"


"Terima kasih!"


Rina langsung melempar handphone candybar dan aku menangkapnya.


"Ibla! Kondisi!"

__ADS_1


[Tidak baik! Pertahanan militer Nina jauh lebih ketat dibanding yang kami kira. Walaupun sudah berusaha melakukan serangan frontal sebagai pengalih perhatian, masih gagal. Kami butuh waktu lebih lama lagi.]


"Bagaimana kalau kalian menjemput kami dengan kendaraan?"


[Negatif! Semu jalan dalam radius 5 Km telah diblokade ketika serangan dimulai. Walaupun bisa menerobos masuk, aku tidak yakin kami bisa membawa kalian keluar.]


Brengsek!


"Berapa lama ?"


[Paling cepat 10 menit. Paling lama 30 menit.]


Bersambung


 


 


\============================================================


Halo semuanya.


Seperti biasa, author akan endorse artist yang gambarnya digunakan untuk cover. Saat ini, ilustrator yang gambarnya digunakan sebagai cover adalah ilustrator pixiv, 千夜 atau QYS3. Jadi, sebelumnya, author hanya jalan-jalan di pixiv, cari original content, trus pm artistnya. Karena bukan hasil komis, melainkan public content, author pun tidak mengeluarkan uang.


Jadi, promosi di bagian akhir adalah sesuatu yang author lakukan dengan sukarela karena sang artis telah memperbolehkan author untuk menggunakan gambarnya meski sebenarnya sudah jadi public content. Jadi, para reader bisa membuka pixiv page dan like galerynya di https://www.pixiv.net/member.php?id=7210261 atau follow twitternya di https://twitter.com/QYSThree. Dua-duanya juga bisa.


Selain QYS3, author juga telah mendapatkan sebuah cendera mata dari pokarii yang bisa dipost di akhir cerita.


Sekali lagi, terima kasih bagi semua reader yang telah like dan komen. Dukungan kalian sangat lah berarti bagi author. Terima kasih juga atas ucapan lekas sembuhnya. Author benar-benar berterima kasih.


Sampai jumpa di chapter selanjutnya


 


__ADS_1


__ADS_2