I Am No King

I Am No King
Chapter 354 – Konferensi


__ADS_3

Aku menceritakan rencanaku secara singkat dan padat kepada Zortac. Apakah jelas? Tentu saja tidak. Aku sengaja membuat beberapa bagian menjadi ambigu karena ada hal yang tidak perlu dibeberkan.


"Hmm, begitu ya."


"Jadi, sebelum peserta konferensi lain datang, aku ingin bertanya. Apakah kamu akan menentang rencanaku, Zortac?"


"Aku tidak memiliki masalah dan tidak akan menentang rencanamu." Zortac berhenti dan menatapku tajam. "Setidaknya, itulah yang ingin kukatakan."


"Ya, benar. Kamu tidak bisa memutuskan begitu saja karena Kepala Militer bukanlah kamu."


"Aku bersyukur kamu bisa memahami kondisiku, Gin." Zortac tersenyum. "Aku berkata jujur ketika bilang tidak ingin menentangmu. Kenapa? Karena Bana'an tidak siap untuk melakukan perluasan wilayah. Sumber daya Bana'an, baik logistik maupun militer, saat ini hanya cukup untuk Bana'an dan, maksimal, setengah kerajaan Nina. Itu pun sudah dibilang memaksa. Kalau lebih dari setengah kerajaan Nina berada di bawah Bana'an, hanya kehancuran yang menanti."


Jawaban yang logis. Dan, ucapan Zortac memang benar. Meskipun penambahan wilayah mungkin bisa menambah pendapatan dan sumber daya, tapi jumlah yang bisa dihasilkan belum pasti. Perlu dilakukan audit dan penilaian menyeluruh terhadap daerah yang diduduki. Kalau ternyata daerah yang diduduki tidak bisa menyumbangkan sumber daya kan tidak lucu. Malah jadi beban.


Lalu, kalau Bana'an berusaha menguasai Kerajaan Nina, ada kemungkinan Feodal Lord lain akan meminta bantuan ke dunia internasional. Dunia internasional tidak terlalu peduli dengan daerah yang diduduki. Yang dikhawatirkan dunia internasional adalah Bana'an yang bersatu dengan Nina dan menjadi kekuatan yang baru. Kekuatan baru tersebut bisa merusak keseimbangan yang telah tercipta.


"Dan lagi, Gin, aku tidak yakin militer siap melawan kerajaan, intelijen, kepolisian, dan pasar gelap."


"Baguslah."


Beberapa saat berlalu. Sementara karyawan lalu lalang menyiapkan alat perekam video dan audio, kami bertiga mengobrol tanpa arah. Konferensi kali ini tidak diadakan secara online, tapi secara langsung. Untuk Feodal Lord yang wilayahnya berbatasan dengan Anshan, militer Bana'an bisa menjemput mereka. Untuk yang tidak, pasar gelap bergerak.


Satu jam berlalu dan akhirnya seluruh peserta datang. Seharusnya konferensi ini tidak menggunakan meja bundar, tapi meja panjang dengan Rina duduk di ujung sebagai calon pemimpin baru. Namun, karena dia sedang tidak sehat, aku mengubah dekor ruangan konferensi meja bundar, menunjukkan status semua peserta setara.


Sejak konferensi terakhir, telah terjadi penambahan feodal lord yang mendukung Rina. Kini, total wilayah yang mendukung Rina adalah 11, dari total 24 wilayah kerajaan Nina. Rencanaku yang mengganggu jalur logistik Kerajaan Nina berhasil. Tinggal dua wilayah lagi dan Rina sudah bisa melakukan kudeta dengan mulus.


Aku, sebagai suami Rina, membuka konferensi dan menjelaskan kenapa Rina tidak bisa hadir. Mayoritas Feodal Lord adalah perempuan, jadi mereka bisa memahami kondisi Rina. Awalnya, aku berpikir Feodal Lord yang laki-laki akan mengeluh dan protes, lalu dilanjutkan dengan narasi kenapa perempuan tidak layak menjadi pemimpin. Namun, adegan itu tidak muncul di ruangan ini. Para Feodal Lord yang laki-laki juga mengangguk, maklum.


"Seperti yang kita ketahui saat ini Rina melakukan perlawanan untuk mendapatkan keadilan atas kematian pangeran Kerajaan Nina, Pangeran Tera."


Para Feodal Lord mengangguk.

__ADS_1


"Namun, ada hal penting yang tidak bisa kita lupakan. Apa yang para Feodal Lord sekalian inginkan setelah keadilan atas kematian Pangeran Tera berhasil dijalankan?"


Ketika aku mengatakannya, para Feodal Lord saling melempar pandang. Tidak sedikit Feodal Lord yang melempar pandangan padaku atau Zortac.


"Apakah kalian akan memberi kemerdekaan kalau kami memintanya?"


Satu orang berbicara, Feodal Lord Peer.


"Tentu saja kami akan memberi kemerdekaan jika memang itu yang Feodal Lord inginkan."


"Syaratnya?"


"Tanpa syarat."


"Apa Anda yakin?"


"Sangat yakin."


Feodal Lord Ursia mengatakan hal yang mirip dengan Lord Susa, sukses membungkam Feodal Lord Peer. Untuk seorang perempuan muda yang belum menikah, dia benar-benar memiliki kemampuan mengambil keputusan yang handal. Berbeda dengan Feodal Lord Wilayah Peer.


"Bagaimana kalau mengembalikan keadaan ke sedia kala? Yang berbeda hanya pemimpinnya berganti menjadi Tuan Putri Rina."


Beberapa Feodal Lord tua menginginkan keadaan kembali ke sebelum perang, dipimpin Ratu dan semua logistik dan keamanan dikirim dari pusat.


"Kalau boleh jujur, aku tidak menyarankannya." Lord Susa masuk. "Permasalahan terbesar kita adalah Tuan Putri Rina menikah dengan Lugalgin, yang merupakan kepala Intelijen Bana'an. Dia memegang rahasia Bana'an. Selain itu, Lugalgin juga menikahi Tuan Putri Emir.


"Meski secara dokumen Tuan Putri Emir sudah bukan Tuan Putri, tapi dokumen ini bisa dianulir oleh Kepala Kerajaan kapan pun. Apalagi mengingat Kepala Kerajaan Bana'an telah berganti. Melihat dua alasan ini, rasanya tidak mungkin Tuan Putri Rina menjadi Ratu. Kalau kalian ingin Tuan Putri Rina menjadi Ratu, dia harus bercerai dan menikahi orang lain dari Kerajaan Nina.


"Namun, meski tidak memiliki kuasa, laki-laki yang menikahi Tuan Putri Rina secara tidak langsung akan mendapat kenaikan sosial di mata Feodal Lord lain. Apa kalian rela? Dan lagi, Tuan Putri Rina juga sedang mengandung. Kita juga harus memikirkan masa depan anak mereka."


Wow, Lord Susa benar-benar hebat. Tanpa bernada mengancam, dia bisa terdengar sangat persuasif. Sangat berbeda denganku yang lebih menekankan pada sisi negatif, seolah mengancam. Di sini, sifat dan pengalaman muncul ke permukaan.

__ADS_1


Di lain pihak, Feodal Lord lain menggumam sendiri. Ketika sadar Rina tidak mungkin menjadi Ratu, mungkin mereka mulai memikirkan ulang kondisi saat ini.


"Lalu, apa yang Anda sarankan, Lord Susa?"


"Bagaimana dengan mengganti sistem pemerintahan Kerajaan Nina menjadi Perserikatan?"


Bersambung


 


 


\============================================================


Halo semuanya.


So\, saat ini\, author dah ga pake FF**UU**CC**KK OFF lagi untuk reply komen promo\, tapi dah pake kearifan lokal pake kata guuooblogg. Dan kliatannya dah ada yang kebakar. wkwkwkwk. Padahal di prolog dah ada larangan\, sepanjang chapter juga ga ngitung berapa kali bikin chapter pengumuman larangan promo. Bahkan (mungkin) sudah ada yang sadar kalau peringatan sudah diletakkan di sinopsis/blurb. Kalau masih promo\, berarti sudah siap menerima reply nya dong. wkwkwkwk.


Seperti biasa, author akan endorse artist yang gambarnya digunakan untuk cover. Saat ini, ilustrator yang gambarnya digunakan sebagai cover adalah ilustrator pixiv, 千夜 atau QYS3. Jadi, sebelumnya, author hanya jalan-jalan di pixiv, cari original content, trus pm artistnya. Karena bukan hasil komis, melainkan public content, author pun tidak mengeluarkan uang.


Jadi, promosi di bagian akhir adalah sesuatu yang author lakukan dengan sukarela karena sang artis telah memperbolehkan author untuk menggunakan gambarnya meski sebenarnya sudah jadi public content. Jadi, para reader bisa membuka pixiv page dan like galerynya di https://www.pixiv.net/member.php?id=7210261 atau follow twitternya di https://twitter.com/QYSThree. Dua-duanya juga bisa.


Selain QYS3, author juga telah mendapatkan sebuah cendera mata dari pokarii yang bisa dipost di akhir cerita.


Sekali lagi, terima kasih bagi semua reader yang telah like dan komen. Dukungan kalian sangat lah berarti bagi author. Terima kasih juga atas ucapan lekas sembuhnya. Author benar-benar berterima kasih.


Sampai jumpa di chapter selanjutnya


 


__ADS_1


__ADS_2