I Am No King

I Am No King
Chapter 307 – Ronde Tambahan


__ADS_3

"Selamat ... pagi?


"Ugh, sial!"


Rina tidak membalas salamku. Dia hanya membenamkan wajah ke dadaku.


"Jadi, apakah aku masih histeris?"


Langsung to the point? Ya, tipikal Rina.


Mungkin dia ingin mengatakan hal lain tapi berusaha mengalihkan pikirannya. Ya, hanya mungkin. Meski bisa menebak jalan pikir Rina, karena kami mirip, aku tidak tahu pasti, kan? Aku bisa mengetahui jika orang berbohong tapi apa yang ada di pikiran? Itu adalah hal lain.


"Well, percobaan berhasil, kamu tidak histeris. Bahkan, dari yang kulihat tidurmu tadi malam adalah yang paling nyenyak sejak kita bersama."


"Aku justru akan terkejut kalau masih histeris. Kita melakukannya hampir selama dua jam. Atau lebih? Aku bahkan tidak menghitung berapa kali ..." Rina berhenti, tidak melanjutkan ucapannya. "Intinya, kita melakukannya terlalu lama dan banyak. Tidak heran kalau aku kecapekan dan bisa tidur pulas tanpa histeris."


Rina yang terhenti memberi kesan kalau dia malu. Hehe, perempuan ini punya sisi lucu juga ya ternyata.


Saat melakukannya dengan Emir dan Inanna, mungkin kami juga menghabiskan waktu yang sama. Namun, yang berbeda adalah, sebelumnya dua jam untuk dua perempuan. Kali ini, dua jam hanya untuk satu perempuan. Stamina kami sebagai inkompeten benar-benar memberi perbedaan signifikan.


Di lain pihak, mungkin karena efek penyembuhan yang terlalu cepat, sebenarnya, aku masih bisa melakukannya lebih lama. Namun, aku tidak mungkin melakukannya terus menerus pada perempuan yang sudah kecapekan. Rina bisa pingsan. Hal ini juga lah yang kulakukan pada Emir dan Inanna. Aku harus menahan diri atau mereka bisa pingsan di tengah-tengah.


"Dan aku minta maaf kalau dadaku tidak sebesar Emir atau Inanna."


"..."


Enaknya merespons apa ya? Kalau menjawab aku juga menyukai ukuran kecil, Rina pasti akan menganggapku hanya berbaik hati. Hal tersebut bisa melukainya. Namun, kalau aku bilang menyukai yang besar, dia akan marah. Tidak ada respons yang benar. Jadi, aku akan memberi jawaban setengah jujur.


"Jangan khawatir. Meski dadamu inferior, aku bisa bilang pinggangmu superior."

__ADS_1


"Sial!"


Rina langsung berdiri dan berbalik. Namun, belum sempat melangkah, dia sudah ambruk.


Aku tidak membiarkan Rina ambruk ke lantai begitu saja. Aku bangkit dan menahan tubuhnya.


"Kakiku ... mati rasa?"


"Ketika melakukannya pertama kali dengan Emir dan Inanna, mereka bahkan tidak bisa bangkit dari kasur setelahnya. Aku cukup terkejut ketika kamu, yang bisa tahan dua kali lebih lama, masih bisa bangkit."


"Tapi kamu sendiri masih bisa bangkit dan bahkan menangkapku. Kamu benar-benar sudah menjadi monster."


"Ya, aku tidak bisa mengelaknya."


"Untung kamu pasif. Kalau kamu tipe yang haus, bisa-bisa kami, istrimu, mati gara-gara terlalu lama dan sering berhubungan."


"..."


"Sudahlah." Aku mendudukkan Rina di kasur, di sebelahku. "Intinya, percobaan berhasil. Kalau kelelahan, kamu tidak histeris. Ini juga menjelaskan kenapa pada beberapa malam pertama kamu tidak histeris, karena kecapekan."


Cklek


Pintu tidak lagi terkunci, terbuka. Di balik pintu, terlihat sosok Emir dan Inanna yang berdiri, menyilangkan tangan, dengan senyum lebar di wajah.


"Kalian, jangan bilang."


Emir masuk. "Kami mendengar semuanya. Kelihatannya, kamu masih ada stamina, gin."


"Tidak adil kalau hanya Rina yang mendapatkannya. Kamu tidak tahu betapa sulitnya kami menahan diri semalaman."

__ADS_1


Sebelum aku bangkit dan kabur, Inanna sudah mengunci pintu, lagi.


Perlahan, Emir dan Inanna mendekat. Sambil jalan, mereka melepaskan pakaian, helai demi helai.


"... sial."


Bersambung


 


 


\============================================================


Halo semuanya.


Kembali, author ingin mengucapkan terima kasih atas like, komentar, dan dukungan para pembaca. Semua dukungan tersebut sangat berarti untuk Author. Bagi yang mau lihat-lihat ilustrasi, bisa cek di ig @renigad.sp.author.


Dan, seperti biasa, author akan endorse artist yang gambarnya di cover. Saat ini, ilustrator yang gambarnya digunakan sebagai cover adalah ilustrator pixiv, 千夜 atau QYS3. Jadi, sebelumnya, author hanya jalan-jalan di pixiv, cari original content, trus pm artistnya. Karena bukan hasil komis, melainkan public content, author pun tidak mengeluarkan uang.


Jadi, promosi di bagian akhir adalah sesuatu yang author lakukan dengan sukarela karena sang artis telah memperbolehkan author untuk menggunakan gambarnya meski sebenarnya sudah jadi public content. Jadi, para reader bisa membuka pixiv page dan like galerynya di https://www.pixiv.net/member.php?id=7210261 atau follow twitternya di https://twitter.com/QYSThree. Dua-duanya juga bisa.


Selain QYS3, author juga telah mendapatkan sebuah cendera mata dari pokarii yang bisa dipost di akhir cerita.


Sekali lagi, terima kasih bagi semua reader yang telah like dan komen. Dukungan kalian sangat lah berarti bagi author. Terima kasih juga atas ucapan lekas sembuhnya. Author benar-benar berterima kasih.


Sampai jumpa di chapter selanjutnya


 

__ADS_1



__ADS_2