
"Maaf, Lugalgin, apa kami bisa meminta waktumu?"
"Aku tidak keberatan, masuk saja."
Shinar dan Ufia pun masuk sebelum menutup pintu.
Aku masih terus membuka dokumen demi dokumen. Sudah agak lama Shinar dan Ufia masuk, tapi mereka masih belum mengatakan apapun. Bahkan, mereka berdua masih berdiri di depan meja.
"Kenapa kalian masih berdiri? Silakan duduk."
"Terima kasih."
Ufia yang pertama merespon dan duduk. Shinar hanya mengikuti.
"Maaf, aku sambil membaca."
Ufia merespon, "tidak apa-apa. Kami yang merepotkan."
"Jadi, ada apa?"
Aku tidak mendengar respon dengan cepat. Aku sesekali melirik, melihat mereka yang saling melempar pandangan. Mungkin, mereka saling menunggu pihak lain memulai duluan.
Aku kembali ke dokumen-dokumen ini.
Akhirnya, setelah beberapa saat, sebuah suara terdengar.
"Biar aku dulu. Gin," Ufia memulai pembicaraan. "Apa benar kalau ada agen yang sudah tanda tangan berkhianat, kamu tidak segan-segan untuk membersihkan seluruh keluarga agen tersebut dan juga seluruh keluarga agen yang sejak awal tidak tunduk padamu?"
"Apa kamu mendengarnya dari Jeanne?"
"I, iya..."
Ketika melihat Ufia yang seperti ini, aku jadi teringat Ufia yang dulu masih kaku. Kalau Ufia yang dulu, dia pasti sudah menegurku karena memanggil Jeanne tanpa gelar tuan putri.
"Aku tidak sepenuhnya mengelak, tapi aku juga tidak sepenuhnya membenarkan. Anggap tergantung sikon, situasi dan kondisi, ketika hal itu terjadi. Tapi, tetap saja, lebih baik tidak ada pengkhianat karena kita tidak tahu sikon di masa depan, kan?"
"Situasi dan kondisi?"
Ufia tidak sepenuhnya mampu mencerna ucapanku, dan aku pun tidak ada niat menjelaskan. Di lain pihak, aku justru memberi peringatan.
"Pada daftar tanda tangan, ada empat orang dari keluarga Alhold yang juga tanda tangan. Dan, menurutmu, apa mereka benar-benar akan memberikan kesetiaan mereka padaku?"
"Itu.... tidak mungkin."
"Kan?" Aku setuju dengan ucapan Ufia. "Dengan kata lain, ada kemungkinan mereka menandatanganinya dengan tujuan membuatku lengah, lalu menyerang. Kalau berhasil, selain mendapatkan posisi di intelijen kerajaan, mereka juga akan mendapatkan nama di keluarga Alhold."
Ufia tidak menyanggah ucapanku sama sekali. Dia sendiri juga setuju dengan ucapanku.
"Jadi, Ufia, selain sebagai agen schneider, kamu juga bertugas menjaga agar mereka tidak sampai mengkhianatiku. Kalau sampai terjadi, aku akan dengan senang hati membersihkan keluarga Alhold, termasuk kamu dan keluargamu. Terkecuali keluargaku tentu saja. Hehe."
Aku sedikit tertawa ketika membayangkan momen pembantaian keluarga besar Alhold datang. Ya, kemungkinan saat itu datang cukup kecil sih menurutku. Kenapa? Karena masih ada ayah. Aku memiliki beberapa dugaan mengenai ayah. Namun, karena dia sudah sangat baik padaku, aku berusaha mengesampingkan dugaan itu.
__ADS_1
"Ya, aku mengerti."
Ufia menjawab dengan tegas, tanpa keraguan sama sekali.
Aku lihat dia sudah siap dengan tugas yang harus dia emban.
"Lalu, Shinar, apa yang kau mau?"
"Ah, itu, anu,"
"Aku bahkan terkejut kau masih mau menemuiku tanpa kedua saudaramu itu. Apa kau tidak takut kubunuh?"
Shinar terdiam sejenak. Saat ini, satu-satunya suara yang kudengar adalah suara kertas dibolak-balik olehku.
"Kalau kau mau membunuhku, kamu pasti sudah melakukannya di malam itu, kan?"
"Jangan salah." Aku menolak pernyataan Shinar. "Aku tidak membunuhmu karena saat itu usiamu masih terlalu muda. Kalau saat itu kau sudah berusia di atas 16 tahun, bisa kupastikan kau tewas."
"I, itu....."
Shinar tidak mampu meneruskan pernyataannya. Dia hanya menunduk.
"Jadi, sekali lagi aku bertanya, apa yang kau mau?"
"Aku masih belum berubah pikiran. Aku ingin tahu kenapa hal itu terhadap keluargaku, terhadap keluarga Cleinhad."
Heeh, perempuan ini benar-benar sesuatu. Pikiranku belum berubah mengenainya. Kalau ini adalah sebuah komik, dia pasti adalah tokoh utamanya. Kapan lagi kamu bisa menemui orang yang bisa meredam dendamnya dan bahkan mencari penjelasan.
"Eh?"
"Ufia,"
"Ya?"
"Apa yang kamu ketahui mengenai keluarga Cleinhad?"
"Ung, mereka adalah lini depan pertahanan kerajaan ini menghadapi pasar gelap....?"
Aku terdiam sejenak dan melihat ke arah Ufia. Bahkan tanganku berhenti bergerak.
"Kenapa kamu tampak ragu dengan jawabanmu sendiri?"
"Ya, Gin. Maksudku, belum ada satu tahun sejak aku menjadi agen schneider. Dan sebelum itu, aku menghabiskan waktu di sekolah kesatria, bukan di pasar gelap. Apa yang kamu harapkan?"
Iya juga sih. Tapi, apa tidak masalah agen tidak mengetahui info dasar seperti ini?
Setelah itu, aku mulai menceritakan apa yang dilakukan oleh keluarga Cleinhad sejak generasi dulu, mengenai praktik jual beli manusia, human traffickng, dan sistem pasar gelap yang mereka terapkan, termasuk efek yang terjadi. Setelah aku mengatakan itu semua, dua perempuan ini hanya terdiam dengan mata terbelalak.
"Jadi, ada pertanyaan?"
"Apa itu benar-benar terjadi, Gin?" Ufia bertanya.
__ADS_1
"Ya, itu benar-benar terjadi."
"Jadi, Lugalgin," Shinar menambahkan. "Apakah hal itu terjadi karena ada pihak yang ingin menuntut keadilan? Apa benar demikian?"
Sejak awal, dia terus berusaha untuk tidak menyebutkan kalau aku yang membantai keluarganya. Tampaknya, dia tidak ingin Ufia tahu masalah pribadinya.
Tapi, perempuan ini cukup ngaco.
"Itu bukanlah sebuah keadilan. Aku yakin insiden itu terjadi hanya karena ada pihak yang dilukai dan ingin membalas dendam. Kalau seandainya hal itu tidak menimpa pihak tersebut, mungkin keluarga Cleinhad masih hidup hingga saat ini. Ya, aku bisa bilang mereka berurusan dengan orang yang salah. Meskipun saat itu tidak, cepat atau lambat, keluarga Cleinhad akan membuat masalah dengan pihak yang salah. Itu tidak terhindarkan."
"Dendam.... ya."
Ketika aku melihat reaksi dua perempuan ini, aku bisa melihat keraguan pada diri mereka. Mata mereka masih melihat tanpa arah. Bahkan mereka menoleh tak teratur dengan mulut yang setengah terbuka.
Di lain pihak, aku menceritakan itu semua seolah-olah aku bercerita mengenai menu makan siangku, tidak ada yang spesial.
Reaksi mereka adalah hal yang normal. Maksudku, tidak mungkin pembantaian besar-besaran terhadap salah satu keluarga bangsawan terkuat di negeri ini adalah hal yang normal. Apalagi, seharusnya, orang akan berpikir apa yang kulakukan adalah terlalu jauh.
Namun, aku tidak memedulikan itu semua. Aku hanya melakukan apa yang kumau, tidak lebih dan tidak kurang.
"Lalu, menurutmu, kenapa aku dibiarkan hidup di saat itu?" Shinar masih terus mengejar penjelasan.
Aku menghela nafas, "menurutku, karena kalian masih muda. Aku mendengar, di keluarga Cleinhad, ada peraturan yang menyatakan setiap anggota keluarga yang mencapai usia 16 tahun akan diberi tahu kenyataan ini, dengan harapan mereka tidak melakukan hal bodoh di luar keluarga dan bisa meneruskan pengabdian keluarga dan–"
"Tidak!" Shinar menyela. "Aku tidak percaya. Aku tidak percaya dibiarkan hidup begitu saja hanya karena belum mencapai 16 tahu. Pasti ada alasan lain, kan?"
Perempuan ini tidak mau menerima penjelasanku begitu saja, tidak seperti Ufia. Ya, karena ini menyangkut keluarganya sendiri, tidak heran sih kalau dia bersikeras.
"Baiklah. Aku akan menjawabnya. Alasan lain yang memungkinkan adalah–"
Bersambung
\============================================================
Halo semuanya.
Kembali, author ingin mengucapkan terima kasih atas like, komentar, dan dukungan para pembaca. Semua dukungan tersebut sangat berarti untuk Author. Bagi yang mau lihat-lihat ilustrasi, bisa cek di ig @renigad.sp.author.
Dan, seperti biasa, author ingin melakukan endorse. Saat ini, ilustrator yang gambarnya digunakan sebagai cover adalah ilustrator pixiv, 千夜 atau QYS3. Jadi, sebelumnya, author hanya jalan-jalan di pixiv, cari original content, trus pm artistnya. Karena bukan hasil komis, melainkan public content, author pun tidak mengeluarkan uang.
Jadi, promosi di bagian akhir adalah sesuatu yang author lakukan dengan sukarela karena sang artis telah memperbolehkan author untuk menggunakan gambarnya meski sebenarnya sudah jadi public content. Jadi, para reader bisa membuka pixiv page dan like galerynya di https://www.pixiv.net/member.php?id=7210261 atau follow twitternya di https://twitter.com/QYSThree. Dua-duanya juga bisa.
Selain QYS3, author juga telah mendapatkan sebuah cendera mata dari pokarii yang bisa dipost di akhir cerita.
Sekali lagi, terima kasih bagi semua reader yang telah like dan komen. Dukungan kalian sangat lah berarti bagi author. Terima kasih juga atas ucapan lekas sembuhnya. Author benar-benar berterima kasih.
Sampai jumpa di chapter selanjutnya
__ADS_1