
"Tunggu dulu, Rina," sesuatu terlintas di pikiranku. "Kalau menggunakan penjelasanmu soal puncak evolusi dan antibodi adalah benar, aku bisa memperkirakan kenapa satu rahim hanya bisa melahirkan satu inkompeten."
"Silakan. Aku ingin mendengar dugaanmu."
Aku terdiam sejenak, melihat ke arah Ami.
"Tidak apa. Ami sudah mendapatkan pendidikan sex dari Gena."
"Baiklah kalau begitu." Aku mengutarakan dugaanku. "Ini hanya dugaan. Namun, kalau ucapanmu benar, kita bisa menganggap untuk melahirkan satu inkompeten, butuh tenaga, kondisi fisik, dan juga rahim yang benar-benar kuat. Dan, setelah melahirkan inkompeten, kondisi rahim tidak bisa berada di kondisi puncaknya. Kalau inkompeten yang lahir adalah anak kedua, maka bisa kita anggap rahimnya belum cukup kuat saat melahirkan anak pertama."
Ya, itu hanya dugaan liar sih. Tidak ada dasar yang benar-benar kuat. Semua orang mengangguk. Namun, dari mereka semua, hanya anggukan Rina yang benar-benar memiliki arti. Kenapa? Karena dia lah yang seharusnya paling paham mengenai inkompeten dibanding kami semua.
Di lain pihak, aku baru ingat kalau ada pengendali normal di ruangan ini.
"Gena, aku mau informasi ini tidak kamu sebarkan. Kalau suatu saat nanti aku mendapat Ami tewas, aku akan asumsikan kamu menyebarkan informasi ini dengan sengaja dan lalu membunuh Ami. Ketika hal itu terjadi, aku akan membersihkan semua orang yang pernah berhubungan denganmu dan juga AmiAmi Corporation, sampai ke 3 generasi keluarga karyawan. Kalau kamu sudah pindah perusahaan, aku juga akan mengincar perusahaan itu. Paham?"
Ketika mengatakannya, aku memancarkan niat membunuh dan aura haus darah yang kental. Gena tidak bisa menjawab. Aku bisa melihat wajahnya yang pucat dan matanya membelalak. Nafasnya pun pendek, sesak.
Di lain pihak, tiga inkompeten di ruangan ini tampak tidak terpengaruh dengan aura haus darah dan niat membunuhku.
"Kak Lugalgin, rasanya sudah cukup. Kalau lebih lama lagi, Tante Gena bisa pingsan."
"Baiklah." Menuruti Ami, aku menarik semua niat membunuh dan aura haus darah. "Aku lebih terkejut pada kalian bertiga yang bisa menerima semua itu."
"Gin, aku adalah anggota revolusioner. Sudah selayaknya aku mendapat latihan itu."
"Sejak kecil, aku sudah dididik ibu untuk bisa menerima dan memancarkan niat membunuh dan aura haus darah. Bahkan, ibu membunuh kucingku di depan mataku agar aku bisa memancarkan semua itu."
"Kalau Ami lebih sering memancarkan sih, jadi Ami kebal sendiri."
"Baiklah kalau begitu."
Aku hanya bisa menerima ucapan mereka, tidak mau mencari informasi lebih jauh. Di lain pihak, aku mulai berpikir mungkin kekebalan kami terhadap niat membunuh dan aura haus darah memiliki hubungan dengan faktor inkompeten. Apakah ini benar? Tidak ada yang tahu.
Wajah Gena mulai normal. Nafasnya pun perlahan memanjang. Dia diberi air oleh Ami untuk membantunya menenangkan diri. Setelah itu, Gena mengatakan padaku tidak akan pernah membocorkan rahasia itu pada siapa pun walaupun di ambang kematian.
Di lain pihak, sambil melakukan diskusi ini, aku masih melihat ke siaran cctv seluruh kota, menerima laporan anggota Agade, dan juga mendengarkan cerita Mulisu.
__ADS_1
"Ah, Rina," Aku melihat ke Rina yang mengambil kartu dari Etana. "Pada usia berapa penghilang pengendalian bangkit?"
"Beda-beda. Dari catatan kerajaan, paling awal adalah satu setengah tahun. Paling lambat adalah 5 tahun."
"Catatan kerajaan Nina atau Kish?"
"Campur."
"Oke."
Sambil main kartu, aku terus mencari informasi mengenai inkompeten.
"Selain jarak, sentuhan, dan penglihatan, apakah ada tipe penghilang pengendalian lain?"
"Ada, tentu saja. Secara garis besar ada empat tipe. Jarak, sentuhan, penglihatan, dan cairan. Namun, ini hanya garis besar karena ada sub kategori. Seperti teriakan untuk menghilangkan pengendalian, yang adalah sub kategori dari jarak. Semakin keras teriakan, semakin jauh jarak. Lalu ada tipe genggaman, yang merupakan sub kategori dari sentuhan. Hanya bisa aktif ketika menggenggam, tidak hanya menyentuh. Dan lain sebagainya."
Hooh, ternyata macam-macam juga tipe inkompeten.
Etana masuk, "aku tertarik pada tipe cairan. Apa kamu bisa menjelaskannya?"
Meski kamu bilang versi downgrade, tipe cairan masih sangat berguna. Maksudku, aku bisa meludah setiap menit dan menyimpannya pada semacam bola air dan melemparnya ke musuh. Musuh tidak mungkin bisa mencuci badannya seketika itu juga.
Secara sekilas, hal ini memberi kesan bahwa tipe yang paling menguntungkan adalah jarak dan paling repot adalah sentuhan. Namun, sebenarnya tidak juga. Kalau dipikir baik-baik, setiap tipe memiliki plus dan minusnya.
Misal tipe penglihatan. Plusnya adalah semua di pandangan tidak bisa dikendalikan. Namun, hal ini tidak berlaku pada benda yang tidak bisa dilihat, seperti di balik dinding atau di belakang pengguna.
Lalu, tipe jarak memberi efek penghilang yang absolut. Namun, ini juga menjadi kelemahan karena semua pengendalian hilang, baik milik kawan atau lawan. Dan karena barang-barang elektronik menggunakan mesin rotasi, yang pada dasarnya pengendalian, mereka tidak bisa hidup tengah teknologi.
Lalu, untuk tipe sentuhan milikku. Sentuhan bisa dianggap sebagai kekurangan karena harus mengalami kontak, tapi efeknya pun kuat. Semua yang kusentuh memiliki efek penghilang yang sama. Misal ada orang menyentuh pipa besi sepanjang 500 meter. Tanpa perlu menyentuh orang itu, hanya dengan menyentuh papan besi, aku bisa menghilangkan pengendaliannya.
Jadi, ya, semuanya memiliki plus minus.
"Namun, tentu saja, semua penghilang pengendalian kita memiliki peredam atau penghambat. Misal seperti aku dan Etana yang harus mengenakan kacamata berwarna seperti sekarang, atau kamu mengenakan sarung tangan, atau Ami mengenakan cincin yang mengeluarkan kejut listrik terus menerus."
Yap. Cincin kejut listrik. Bisa dibilang, aku menemukan cara menghilangkan kekuatan Ami secara kebetulan. Dulu, ketika awal bertemu Ami, aku selalu membawa lampu senter. Lampu senter menggunakan mesin rotasi mikro jadi akan langsung mati ketika mencapai jarak tertentu dari Ami, yang dulu sekitar 250 meter.
Suatu ketika, aku membawa panel matahari dan juga aki untuk penerangan. Karena penasaran, Ami sempat mencoba membongkar sambungan kabel aki dan panel mata hari, membuatnya kesetrum. Di saat itu, senter yang seharusnya mati sempat menyala. Setelah itu, aku mencari tahu dan mendapati penghilang pengendalian Ami akan mati ketika aliran listrik eksternal menyentuhnya, tidak peduli sekecil apapun.
__ADS_1
Meskipun sekecil apapun, sengatan listrik tetaplah memberi rasa nyaman. Kalau Ami masih menggunakan cincin yang serupa dengan yang kuberi, setidaknya, dia akan selalu merasa gatal di jari yang mengenakan cincin.
"Ngomong-ngomong, Tan–"
"Panggil aku Kak." Rina menyela dengan senyum.
"Usiamu sudah kepala dua. Wajar kalau Ami memanggilmu Tan–"
"Kak Rina," Rina menyelaku, masih dengan senyum.
Bersambung
\============================================================
Halo semuanya.
Kembali, author ingin mengucapkan terima kasih atas like, komentar, dan dukungan para pembaca. Semua dukungan tersebut sangat berarti untuk Author. Bagi yang mau lihat-lihat ilustrasi, bisa cek di ig @renigad.sp.author.
Dan, seperti biasa, author akan endorse artist yang gambarnya di cover. Saat ini, ilustrator yang gambarnya digunakan sebagai cover adalah ilustrator pixiv, 千夜 atau QYS3. Jadi, sebelumnya, author hanya jalan-jalan di pixiv, cari original content, trus pm artistnya. Karena bukan hasil komis, melainkan public content, author pun tidak mengeluarkan uang.
Jadi, promosi di bagian akhir adalah sesuatu yang author lakukan dengan sukarela karena sang artis telah memperbolehkan author untuk menggunakan gambarnya meski sebenarnya sudah jadi public content. Jadi, para reader bisa membuka pixiv page dan like galerynya di https://www.pixiv.net/member.php?id=7210261 atau follow twitternya di https://twitter.com/QYSThree. Dua-duanya juga bisa.
Selain QYS3, author juga telah mendapatkan sebuah cendera mata dari pokarii yang bisa dipost di akhir cerita.
Sekali lagi, terima kasih bagi semua reader yang telah like dan komen. Dukungan kalian sangat lah berarti bagi author. Terima kasih juga atas ucapan lekas sembuhnya. Author benar-benar berterima kasih.
Sampai jumpa di chapter selanjutnya
__ADS_1