
"Ada apa ini ramai-ramai?"
Zababa tiba-tiba muncul entah dari mana.
"Tidak ada apa-apa, paduka. Kami hanya membersihkan orang yang masih tidak rela peperangan ini berakhir."
Unug dan Kulaba langsung berlutut. Bukan hanya mereka, pengawal mereka pun berlutut, memberi hormat pada Zababa.
"aku sudah bilang tidak mau menjadi Raja, kan?"
"Tidak, kami tidak akan memaksa paduka menjadi Raja. Kami hanya ingin menyampaikan beberapa hal."
Tian dan Teur pun mendengar ketika Unug bersumpah untuk tidak akan pernah mengizinkan keluarga bangsawan memberi perintah pada keluarga Alhold. Mereka juga mendengar sumpah yang menyatakan Unug akan menjadikan inkompeten selanjutnya menjadi Raja Bana'an.
"Diam! Aku tidak mau kalian memanggilku dengan sebutan itu! Aku tidak mau Tian dan Teur mengetahui kalau aku benar-benar keluarga kerajaan, bukan kebetulan memiliki nama yang mirip!"
Sejak Tian dan Teur kecil, Zababa selalu mengatakan kalau nama Alhold yang mereka sandang hanyalah mirip dengan keluarga Alhold yang asli. Dengan kata lain, Zababa selalu meyakinkan kalau dirinya bukan keluarga kerajaan.
Namun, malam itu, semua yang pernah mereka dengar dari Zababa seolah menghilang. Malam itu, mereka mengetahui kalau ayahnya, Zababa, adalah keluarga kerajaan yang sesungguhnya. Dengan kekecewaan, mereka pun pulang dan mengunci diri di kamar. Zababa tidak mengatakan apa pun atau mencari tahu kenapa Tian dan Teur mengunci diri di kamar.
Keesokan harinya, Tian dan Teur pergi ke desa, ingin meminta maaf pada teman-teman dan semua orang di Desa Nagar karena ayah mereka yang egois. Namun, ketika sampai, yang mereka temukan hanyalah sisa-sisa bangunan yang terbakar. Tidak terlihat seorang pun yang masih hidup.
Tian dan Teur yang dalam posisi bingung, mencoba mencapai desa terdekat lain. Ketika sampai desa itu, mereka berdua disambut oleh warga desa. Warga desa tersebut mengira Tian dan Teur adalah anak yang bertahan hidup dari desa Nagar.
Sebuah kabar beredar bahwa ada warga yang menyerang bangsawan lokal. Karena serangan itu, bangsawan lokal tersebut memerintahkan desa tempat tinggalnya untuk dibakar atas dosa menyerang bangsawan. Tian dan Teur terdiam. Mereka tidak mengatakan apa pun mengenai kejadian malam itu.
Warga desa menganggap Tian dan Teur depresi dan terlalu shock atas kejadian yang menimpa. Setelah itu, Tian dan Teur menetap di desa tersebut. Beberapa hari kemudian, Zababa muncul, mencari Tian dan Teur.
Tian dan Teur sangat marah dan membenci Zababa karena dia adalah penyebab semua hal buruk yang terjadi di kehidupan mereka. Namun, mereka tidak mengekspresikan kemarahan dalam bentuk caci maki atau berteriak. Mereka mengekspresikannya dengan diam dan memisahkan diri dari Zababa.
Beberapa hari berikutnya, muncul sebuah pengumuman yang menyatakan keluarga Alhold tidak boleh diperintah oleh bangsawan. Warga mengira Raja melakukan hal ini atas dasar permintaan maaf kepada warga desa Nagar yang masih bertahan atas kelalaiannya memerintah. Namun, Tian dan Teur tahu kalau alasan yang sebenarnya adalah karena ayah mereka, Zababa, merupakan keluarga kerajaan.
Tian dan Teur teringat sumpah Unug dimana suatu saat inkompeten akan muncul dan memimpin kerajaan. Dengan kata lain, Tian dan Teur menganggap orang dengan sifat seperti Zababa akan muncul, membawa celaka bagi semua orang di sekitarnya.
Hingga akhir hayat, Tian dan Teur tidak memaafkan Zababa. Mereka justru mendoktrin semua anak cucu untuk membenci dan membunuh inkompeten yang lahir.
***
__ADS_1
"Kekecewaan itulah yang membuat kami, kepala keluarga Alhold, tidak boleh membiarkan inkompeten hidup begitu saja."
Wow, minuman alkohol di tempat ini benar-benar enak. Sayang sekali langit senja sudah hilang, berganti malam. Jadi, kenikmatan alkohol ini sudah berkurang.
Di seberangku, di sofa, Enlil duduk. Dia masih mengenakan baju zirah meskipun tanpa pengendalian. Namun, setelah cerita panjang itu, aku yakin sebagian staminanya sudah kembali.
Baiklah, kembali ke cerita Enlil.
"Kau mengatakan hidup begitu saja. Apakah ini berarti, mungkin, ada inkompeten lain sebelum aku?"
"Aku tidak tahu pasti. Yang jelas, di masa kepemimpinanku, hanya kau inkompeten yang terlahir dan bertahan hidup. Kalau bukan karena ibumu, aku sudah membunuhmu. Dan, sesuai ramalan, kau membawa celaka bagi kami."
Well, kalian yang berlaku buruk duluan padaku. Kalian hanya menuai apa yang kalian tanam. Kalau kalian berlaku baik, aku tidak akan melakukan ini semua. Namun, sudahlah, itu semua tidak penting untukku.
Di lain pihak, aku jadi ingin tahu identitas ibu sebelum menikah dengan ayah. Apa yang membuat dia mampu membuat keluarga Alhold tidak membunuhku ketika lahir? Yah, akan aku coba cari tahu lain kali.
"Jadi, kesimpulannya, karena dendam Tian dan Teur pada Zababa, aku diperlakukan buruk dan bahkan berkali-kali hampir dibunuh oleh keluarga Alhold?"
"Sederhananya seperti itu."
Cerita ini benar-benar menarik. Sangat menarik. Kalau belum bertemu Emir dan Inanna, sangat mungkin aku akan melakukan hal yang sama dengan Zababa, bepergian dari negara ke negara, kabur dari semua masalah yang datang.
Sebenarnya, aku memiliki banyak sekali pertanyaan mengenai kisah Zababa yang diceritakan dari sudut pandang putra putrinya, Tian dan Teur. Namun, rasanya percuma saja aku memiliki pertanyaan karena yang bisa menjawabnya, Tian, Teur, dan Zababa, sudah meninggal ratusan tahun yang lalu.
"Untuk metode pencucian otaknya?"
"Kami hanya menggunakan bisikan tidur. Sejak kecil, ketika anak-anak tidur tidur, kami akan membisikkan kebencian terhadap inkompeten."
Oke, cara pencucian itu benar-benar tradisional. Apa ini berarti tekanan pengendalian tidak memiliki peran? Namun, tunggu dulu. Kalau cara tradisional ini dipadukan dengan tekanan pengendalian, maka aku bisa paham kenapa pencucian otaknya bisa begitu efektif. Seperti kamu akan lebih mudah mengingat mimpi buruk dibanding mimpi indah, bisikan di bawah tekanan tidak nyaman akan meningkatkan efek pencucian otak.
"Ninlil?"
"Ninlil baru kami cuci otaknya pagi ini. Aku meletakkan Ninlil dalam posisi setengah tidur dengan alat, posisi theta. Dalam kondisi ini, aku mampu mencuci otaknya lebih cepat. Ditambahkan dengan perasaan tidak nyaman pengendalian, aura haus darah, dan niat membunuh, pencucian Ninlil pun berjalan cepat."
"Apakah ada cara untuk menghilangkan pencucian otak pada Ninlil dengan mudah?"
"Pencucian otak Ninlil akan menghilang cepat atau lambat jika tidak diberi lagi. Untuk metode lain, aku tidak tahu."
__ADS_1
Aku mulai berpikir mengenai semua yang telah terjadi. Sebelumnya, aku merusak mental Ufia dan Nammu untuk menghilangkan cuci otak yang mereka alami. Selain itu, ada juga percobaan dengan Corba.
Di lain pihak, mungkin, ayah mampu lepas dari efek pencucian otak karena berkali-kali mengalami kontak denganku. Dengan melakukan kontak denganku, efek perasaan tidak nyaman atas pengendalian mirip tidak muncul. Hal ini membuat ayah lebih tenang, dan mungkin secara tidak sadar menganggap pencucian otak yang dia terima sebelumnya tidak masuk akal. Dengan kata lain, benar-benar move on dari mimpi buruk.
Jadi, saat ini, aku memiliki beberapa alternatif untuk menghilangkan pencucian otak Ninlil. Alternatif pertama adalah membiarkan Ninlil begitu saja sambil melakukan kontak dengannya berkali-kali, menunggu waktu. Alternatif kedua adalah merusak mental Ninlil seperti Ufia dan Nammu. Alternatif ketiga memberi darahku pada minumannya, seperti yang kulakukan pada Corba.
Ung... tunggu dulu!
"Enlil, kau bilang tidak tahu. Apakah ini berarti, saat ini, kau masih ingin membunuhku?"
"Sayangnya ya. Aku masih ingin membunuhmu. Namun, setidaknya, perasaan ini tidak separah sebelumnya. Aku tidak lagi menggebu-gebu untuk membunuhmu."
"Ah, begitu ya."
Dor
Aku melepaskan tembakan. Namun, Enlil menghindar dengan cepat. Tampaknya, bukan hanya staminanya yang sudah kembali, tapi juga kesigapannya.
"Kalau begitu, mari kita saling membunuh.... lagi."
Bersambung
\============================================================
Halo semuanya.
Kembali, author ingin mengucapkan terima kasih atas like, komentar, dan dukungan para pembaca. Semua dukungan tersebut sangat berarti untuk Author. Bagi yang mau lihat-lihat ilustrasi, bisa cek di ig @renigad.sp.author.
Dan, seperti biasa, author akan endorse artist yang gambarnya di cover. Saat ini, ilustrator yang gambarnya digunakan sebagai cover adalah ilustrator pixiv, 千夜 atau QYS3. Jadi, sebelumnya, author hanya jalan-jalan di pixiv, cari original content, trus pm artistnya. Karena bukan hasil komis, melainkan public content, author pun tidak mengeluarkan uang.
Jadi, promosi di bagian akhir adalah sesuatu yang author lakukan dengan sukarela karena sang artis telah memperbolehkan author untuk menggunakan gambarnya meski sebenarnya sudah jadi public content. Jadi, para reader bisa membuka pixiv page dan like galerynya di https://www.pixiv.net/member.php?id=7210261 atau follow twitternya di https://twitter.com/QYSThree. Dua-duanya juga bisa.
Selain QYS3, author juga telah mendapatkan sebuah cendera mata dari pokarii yang bisa dipost di akhir cerita.
Sekali lagi, terima kasih bagi semua reader yang telah like dan komen. Dukungan kalian sangat lah berarti bagi author. Terima kasih juga atas ucapan lekas sembuhnya. Author benar-benar berterima kasih.
Sampai jumpa di chapter selanjutnya
__ADS_1