I Am No King

I Am No King
280.5 – GA, Saran Penulisan dari “Negeri Para Pahlawan” by Huda Rakhman, dan Prosedural Promo


__ADS_3

Hai Haiii…… Ren Igad desuyoo…..


Untuk GA, berikut adalah standing tanggal 15 Juni – 12 Juli.



Catatan. Standing di atas adalah hingga tanggal 12 Juli, minggu lalu. Jadi, untuk satu minggu terakhir belum dibuat standing. Ingat, masa pemberian vote sampai 19 Juli, tinggal hari ini. 1 user dengan akumulasi vote terbanyak pada rentang waktu 15 Juni – 19 Juli akan mendapatkan buku fisik "I am No King" volume 1 dan volume 2 secara gratis! Tidak perlu bayar ongkir juga. Ongkir akan ditanggung ama author.


Sama seperti sebelumnya, ada 1 syarat lain. Give away akan diberikan pada user yang memberi vote lebih dari 2000 point dalam rentang waktu 4 minggu itu. Jadi, kalau kebetulan Nomor 1 tidak mencapai 2000 point, sayang sekali, Give Away akan di cancel. Wkwkwkwk


Lalu, lanjut ke bagian promosi sekaligus bedah chapter. So, Author yang telah mengirimkan chapter untuk dibedah adalah Huda Rakhman, penulis “Negeri Para Pahlawan”. Sebagai informasi tambahan, ini adalah percobaan kedua, second attempt, penulis yang bersangkutan mencoba prosedural promo di I am No King.



Yang dikirim untuk dibedah adalah chapter 30 – Karkadan. Author yang bersangkutan telah mendapat revisi, edit, dan komen lengkap layaknya yang didapat dari editor. Yang ditampilkan pada bedah chapter ini hanya sebagian kecil.


Dan, tidak usah memperpanjang lagi, mari kita mulai bedah chapternya.


1. Dialog Tag


“Apa mungkin para Karkadan ini menyerang karena terganggu oleh pertarungan aura kita?” Eter bertanya ke Elon, mencoba mencari penjelasan.


“Itu hal yang paling mungkin. Mereka terkena efek dari aura menekan yang kita keluarkan karena para Karkadan ini juga menghasilkan energi aldefos.” Elon memberikan penjelasan singkat yang langsung dipahami oleh Eter.


\==


Tulisan di atas adalah tulisan asli dari chapter 30. Yang pertama dibahas adalah hal yang baru, belum dibahas pada chapter self edit sebelumnya, yaitu dialog tag. Dialog tag adalah tulisan pada akhir dialog untuk menjelaskan siapa yang berbicara. Pada contoh di atas, dialog tag adalah:


\==


Eter bertanya ke Elon, mencoba mencari penjelasan.


Elon memberikan penjelasan singkat yang langsung dipahami oleh Eter.


\==


Dialog tag bukanlah dosa, tapi, sayangnya, penggunaannya sering tidak pada tempatnya, tidak tepat, atau bahkan berlebihan. Penulis baru sering menganggap dialog tag sebagai langkah aman, tapi sebenarnya ini justru menjadi bumerang.


Yang paling utama, tentu saja, penulis mampu menunjukkan siapa yang berbicara dan apa maksud dari pembicaraannya tanpa menggunakan dialog tag. Misal


\==


“Apa mungkin para Karkadan ini menyerang karena terganggu oleh pertarungan aura kita?” Eter bertanya ke Elon, mencoba mencari penjelasan.


\==


Dialog atau ucapan tokoh Eter sudah menunjukkan kalau dia bertanya. Jadi, menulis keterangan bertanya pada dialog tag adalah sesuatu yang berlebihan, mubazir, repetitif. Akan lebih baik jika dialog tag bagian ini dihilangkan. Namun, untuk bagian belakangnya, juga bisa dihilangkan. Kenapa? Karena sudah jelas tokoh Eter bertanya untuk mencari penjelasan. Ngapain tanya kalau ga cari penjelasan, kan? Namun, tentu saja ada pengecualian. Namun, lanjut ke dialog setelahnya, yaitu:


\==


“Itu hal yang paling mungkin. Mereka terkena efek dari aura menekan yang kita keluarkan karena para Karkadan ini juga menghasilkan energi aldefos.” Elon memberikan penjelasan singkat yang langsung dipahami oleh Eter.


\==


Di sini, tokoh Elon menjawab, memberikan penjelasan singkat. Tanpa perlu ditulis atau dijelaskan, pembaca sudah tahu. Dialog ini juga bersifat repetitif, mengulangi informasi. Lalu, di bagian akhir, dialog tag menuliskan “yang langsung dipahami oleh Eter”. Ini tidak disarankan. Fokus dialog tag adalah memberi informasi kerja atau kegiatan yang dilakukan oleh pelaku, bukan lawan bicara. Jadi, minimalkan menulis reaksi tokoh lain pada dialog tag.


Akan lebih baik kalau kita tahu siapa yang berbicara tanpa dialog tag. Cara yang expert adalah setiap karakter memiliki ciri khas berbicara sendiri. Hal ini bisa dilakukan dengan menambahkan tulisan atau ucapan khas seperti “kan”, “ya”, dsb. Namun, karakter itu harus konsisten, mengatakannya setiap saat. Kalau di manga, anggap saja seperti tokoh kucing selalu mengatakan “-nya”.


Metode ini bisa digunakan dengan mudah ketika menulis dengan bahasa jepang, korea, dan cina karena setiap orang memiliki cara berbicara yang berbeda, misal kasar, normal, dan sopan banget. Namun, sayangnya metode ini sulit diterapkan pada novel Indonesia karena semua orang berbicara normal. Ada satu cara lain yang kita sering lakukan di kehidupan sehari-hari, memanggil nama lawan berbicara. Kalau semua saran diterapkan, jadinya akan seperti ini


\==

__ADS_1


“Elon, apa mungkin para Karkadan ini menyerang karena terganggu oleh pertarungan aura kita?”


“Itu hal yang paling mungkin. Mereka terkena efek dari aura menekan yang kita keluarkan karena para Karkadan ini juga menghasilkan energi aldefos.”


\==


Karena di adegan itu hanya ada dua orang, Eter dan Elon, kita langsung tahu kalau yang pertama berbicara adalah Eter karena dia memanggil Elon. Dan, alur membaca dan pembicaraan juga lebih mengalir karena tidak ada dialog tag.


Lalu, apakah dialog tag tidak boleh digunakan? Tentu saja tidak! Dialog tag bisa digunakan. Dialog tag biasanya ditulis pada bagian tengah dialog, ketika tokoh yang berbicara mengalihkan lawan bicara, atau bersiap memberi penjelasan, atau sekedar berhenti sejenak. Misal


\==


“Elon,” Eter memanggil. “Apa mungkin para Karkadan ini menyerang karena terganggu oleh pertarungan aura kita?”


\==


Dialog tag diletakkan di tengah untuk memberi jeda, menunjukkan siapa orang yang bertanya. Umumnya, metode ini akan jauh lebih baik jika digunakan saat tokoh yang berbicara lebih dari 2 orang. Kalau hanya 2 orang, tidak perlu.


Namun, ada saatnya juga dialog tag digunakan walaupun tokoh yang berbicara hanya berdua atau bahkan sendirian. Contoh yang berdua biasanya digunakan ketika ucapan dan maksud hati berbeda. Misal


\==


“Itu hal yang paling mungkin. Mereka terkena efek dari aura menekan yang kita keluarkan karena para Karkadan ini juga menghasilkan energi aldefos.” Elon menjelaskan meski enggan.


\==


Impresi pertama adalah Elon adalah orang baik akrena mau memberi penjelasan panjang. Namun, dialog tag menunjukkan kalau dia sebenarnya Enggan. Kenapa enggan? Itu tergantung dari ramuan ceritanya. Bisa saja tokoh Elon ini kesal, tapi dia tidak bisa diam. Atau alasan lain. Itu pilihan author yang bersangkutan.


 


 


So, author mendapatkan istilah ini dari situs menulis bahasa inggris. Namun, ini tidak bisa ditranslate begitu saja ke bahasa Indonesia. Karenanya, author masih menggunakan istrilah dari sananya. Namun, prakteknya bisa author jelasan. Intinya, kalau kalimat ini dihilangkan, makna kalimat masih terlihat dan dapat tersampaikan dengan baik.


Mari kita lihat contoh kalimat berikut


\==


Mereka berdiri mengitari Eter, mengepungnya di tengah


Mereka berdiri mengitari Eter, mengepungnya.


\==


Pada kalimat di atas, filler yang digunakan adalah “di tengah”. Pada kalimat ini, “mereka” mengitari Eter. Dari kata mengitari sudah memberi gambaran kalau mereka di sekeliling tokoh Eter. Dan, hanya dengan tambahan kata mengepung, secara tidak langsung sudah memberi gambaran kalau Eter di tengah. Jadi, posisi Eter sudah dijelaskan oleh kata “mengitari” dan “mengepungnya”, kata “di tengah” sudah tidak dibutuhkan lagi, seperti yang ditunjukkan pada kaliat kedua.


Lalu, mari berlanjut pada contoh selanjutnya.


\==


Elon juga sedang menatap Eter dengan sebuah senyuman di wajahnya.


Elon juga menatap Eter dengan senyuman.


\==


Pada kalimat kedua ada 3 kata filler, yaitu “sedang”, “sebuah”, dan “di wajahnya”. Kata “Menatap” sudah menjelaskan kalau tokoh “sedang melakukan”, jadi sudah tidak perlu kata melihat. Lalu, kata “senyuman” juga tidak cocok digunakan. Kenapa? Karena umumnya angka baru dijelaskan kalau lebih dari 1. Kalau hanya 1, tidak perlu. Selain itu, apakah ada “dua buah senyuman”? Jadi, perlu diperhatikan juga pasangan katanya.


Lalu, yang terakhir, di wajahnya. Ini sudah cukup jelas sih. Intinya senyuman ada di wajah, tidak di tempat lain, jadi tidak perlu ditulis “di wajahnya”. Kecuali kalau ada signifikansi penting misal


“Mulutnya tersenyum tapi matanya tidak.”

__ADS_1


xx


Oke, rasanya itu saja yang ditunjukkan sudah cukup. Kesalahan penulisan Negeri Para Pahlawan yang paling sering adalah dua hal di atas. Oleh karena itu, dua hal ini lah yang perlu diperhatikan secara mendetail. Dan, kalau penasaran apa saja yang diedit, silakan cek screenshot berikut. Pada file ms word yang dikirim, author memberi banyak komentar dan edit lengkap. Total jumlah kata sekitar 1100. Dan, kalau kalian menggunakan jasa editor lepas, tinggal dikali 50 rupiah per kata. Jadi, author telah menghemat uang 55.000 Rupiah untuk mendapatkan saran dan arahan tersebut.



Saran penulisan pada chapter ini bekerja sama dengan Huda Rakhman, author “Negeri Para Pahlawan”. Suatu ketika, asteroid datang dan mengubah hidup di dunia memunculkan kekuatan pengendalian elemen, mengubah hidup orang-orang. Secara sekilas konsep mirip dengan I am No King. Sekilas. Lalu, apa bedanya? Kalian bisa cek langsung ke “Negeri Para Pahlawan”.



Secara premis, sebenarnya, Negeri Para Pahlawan memiliki potensi. Namun, ada 1 kekurangan yang mungkin membuat pembaca akan skip kisah ini. “Negeri Para Pahlawan” memiliki konsep seperti buku cetak, bukan ********. Jadi, di bagian awal sudah memberi banyak informasi. Kalau ingin membaca, mungkin bisa author sarankan mulai dari chapter 4 atau 5.


Namun, author bisa bilang, kesalahan penulisan Negeri Para Pahlawan berada di level bawah. Author yang bersangkutan sudah memiliki kualitas penulisan yang layak. I am No King sebelum melalui proses self edit juga separah itu, atau mungkin lebih parah, hehe.


Dan, untuk author lain yang ingin mendapatkan jasa editing free sekaligus promo di I am No King jalan direstui (bukan promo di komentar), seperti Negeri Para Pahlawan, bisa baca prosedurnya.


Yang bersangkutan cukup kirimkan 1 chapter (maksimal 2.000) kata ke email author. Namun, ada syaratnya. Syaratnya gampang kok:


1. DILARANG BAPER.


Editor adalah pekerjaan yang sadis. Kalau menerima hasil edit dari sesama author saja sudah baper, jangan harap bisa menghadapi editor.


2. Bersedia chapter yang dilakukan editing ditampilkan di I am No King


So, karena ini untuk pembelajaran bersama dengan author lain mengenai proses menulis, yang bersangkutan harus rela kalau chapter yang dikirim akan dibedah penulisannya pada I am No King. Di satu sisi, ini akan mengungkap sisi buruk novel tersebut. Di sisi lain, Novel yang bersangkutan akan mendapat free editing (ingat kalau jasa editor normalnya ga gratis) sekaligus free promo.


Yes. Ini adalah prosedural promo yang baru. Apa timbal balik yang harus dipersiapkan? Well hampir sama dengan sebelumnya. Antara yang bersangkutan mau membuat chapter promo atau memberi vote ke I am No King. Untuk chapter promo, terserah kalian mau bikin bedah tulisan juga (sebagai balas dendam), atau review, atau apapun. Terserah.


Namun, jangan lupa kalau tulisan tersebut dibaca orang banyak. Kalau balas dendamnya hanya menjelek-jelekkan I am No King tanpa alasan jelas, percayalah, itu bakal jadi bumerang. Ketika author sudah melakukan editing pada chapter tersebut, yang bersangkutan justru menjelek-jelekkan I am No King tanpa dasar. Reader akan menganggap yang bersangkutan membalas air susu dengan air tuba. Namun, kalau disertai alasan yang logis dan kuat, maka reader pun akan menerimanya.


Kalau mau aman, lakukan bedah chapter I am No King saja. Jadi, author edit satu chapter yang bersangkutan dan yang bersangkutan edit satu chapter I am No King. Kalau dirasa ribet, bisa bikin review atau promo singkat di chapter pengumuman. Kalau masih dirasa ribet masih ada alternatif lain.


Alternatif lain paling gampang, kalau tidak mau repot, cukup tinggalkan 500 poin saja untuk vote I am No King. Namun, vote ini tidak akan masuk ke dalam perhitungan Give Away ya. Hehehe.


Lalu, ini yang penting. Author HANYA melakukan editing 1 chapter per minggu. Siapa cepat (dan memenuhi syarat) dia dapat. Runtutan prosedur adalah seperti berikut:


 


1. Email chapter yang ingin dibedah ke zevenking@gmail.com dalam bentuk ms word


2. Email pertama yang masuk dan memenuhi syarat akan mendapat konfirmasi


3. Kalau tidak ada konfirmasi dalam waktu 24 jam\, lanjut ke email kedua yang masuk


4. Pembuatan kesepakatan (bedah chapter I am No King\, review\, atau vote)


5. Yang bersangkutan menyelesaikan kewajibannya


6. Author email kembali ms word yang telah diberi editing dan komen


7. Bedah chapter dilakukan di I am No King


 


Sekali lagi, ingat ya, 1 chapter maksimal 2.000 kata dalam bentuk ms word. Lebih dari 2.000 kata akan author reject. File yang dikirim pdf juga akan author reject. Hehe.


Dan, kalau masih ada yang promo di kolom komentar, siap-siap dapet komentar “F**K OFF!”.  wkwkwkwkwk


Ingat:


“Tulis, Edit, Publish”

__ADS_1


__ADS_2