I Am No King

I Am No King
270.5 - GA, Promo, dan Tips Menulis Kalimat par terakhir(?)


__ADS_3

Hai Haiii…… Ren Igad desuyoo…..


Untuk GA, tidak ada standing dulu ya. Baru satu minggu soalnya. Hahaha. Author hanya mengingatkan pPeriode Give away ketiga adalah 21 Juni sampai 19 Juli (4 minggu). 1 user dengan akumulasi vote terbanyak pada rentang waktu tersebut akan mendapatkan buku fisik "I am No King" volume 1 dan volume 2 secara gratis! Tidak perlu bayar ongkir juga. Ongkir akan ditanggung ama author.


Dan, sama seperti sebelumnya, ada 1 syarat lain. Give away akan diberikan pada user yang memberi vote lebih dari 2000 point dalam rentang waktu 4 minggu itu. Jadi, kalau kebetulan Nomor 1 tidak mencapai 2000 point, sayang sekali, Give Away akan di cancel. Wkwkwkwk


Lalu, author kembali menekankan prosedur kalau mau promo di I am No King. Silakan dibaca. Dan, kalau masih ada yang promo di kolom komentar, siap-siap dapet komentar “F**K OFF!”.  wkwkwkwkwk





 


Dan, akhirnya, lanjutan dari minggu lalu, tips dan trik membuat kalimat rapi dan efisien. Langsung saja, berikut tips dan trik yang bisa author berikan.


1. Minimalkan penggunaan kata “ini”\, “itu”\, “-nya”


Penggunaan beberapa kata ini bisa dibilang tricky. Kenapa? Karena dalam dialog atau dalam pikiran seseorang, penggunaan tiga kata ini bisa dibilang normal, natural. Namun, di luar hal tersebut, seperti dalam narasi cerita, ketiga kata ini bisa dibilang salah tempat.


Dan, sama seperti alternatif minggu lalu, kalau bisa cari alternatif kata “ini”, “itu”, dan “-nya”. Daripada menggunakan “ini”, “itu”, dan “-nya”, langsung saja sebutkan bendanya. Misal


 


 

__ADS_1


Pedang itu mampu memotong pegunungan dengan mudah


Pedang Executor mampu memotong pegunungan dengan mudah


Executor mampu memotong pegunungan dengan mudah


 


 


Contoh pertama adalah yang sering digunakan. Sebenarnya penggunaan “itu” tidak salah, tapi sayangnya dalam konteks ini agak tidak tepat. Kata “ini”, “itu”, atau “-nya” bisa digunakan pada kalimat kedua, tapi tidak pada kalimat pertama. Jika kata “ini”, “itu”, atau “-nya” muncul di kalimat pertama pada paragraf, benda apa yang dijelaskan? Kalian harus ingat kata “ini”, “itu”, atau “-nya” adalah kata ganti benda. Jadi, gunakan setelah bendanya muncul.


Kalau di kalimat pertama pada paragraf, contoh kedua lebih cocok. Namun, kalau di cerita sudah dijelaskan kalau “Executor” adalah pedang, kalian bisa menghilangkan kata pedang. Namun, seperti minggu lalu, gunakan ketiga kata tersebut secara bergantian. Misal kalimat pertama menggunakan “Executor”, kalimat kedua “Itu”, kalimat ketiga “Executor” lagi.


Atau lebih baik, ada sebutan lain. Misal kalimat pertama “Executor”, kalimat kedua “itu”, kalimat ketiga “Pedang Hukuman”. Buat susunan kalimat dan pemilihan dinamik. Seperti yang dijelaskan sejak awal, perulangan bisa membuat pembaca bosan.


Dan, ingat, minimalkan beda arti dengan hilangkan. Kalau mindsetnya “minimalkan”, kalian akan lebih berhati-hati dengan peletakannya. Jadi, ini bisa meminimalisir salah tempat.


 


 


Ringkas, efisien, dan pendek memang secara umum lebih baik. Namun, ada kalanya panjang, perulangan, dan membuat pembaca menahan nafas bisa digunakan. Namun, ingat, jangan terlalu panjang, maksimal 20 kata.


Teknik pengaturan panjang pendek kalimat adalah teknik mengatur pace dalam penulisan dan cerita. Bisa dibilang ini adalah lanjutan setelah penulisan kalimat rapi. Kalau menulis kalimat sudah bisa rapi, ini adalah next level.


Misalkan kalian menulis adegan bertarung. Akan lebih baik jika kalian menghindari kalimat pendek dengan banyak titik. Bahkan, kalau bisa, satukan dua kalimat entah itu dengan koma atau kata sambung.

__ADS_1


Kenapa? Dalam pertarungan, kalian ingin pembaca menahan nafas. Ketika menahan nafas, pembaca secara tidak sadar akan membaca lebih cepat. Efek menahan nafas dan membaca cepat juga berefek pada naiknya detak jantung. Beberapa hal tersebut membuat pembaca seolah lebih “terlibat” dalam pertarungan.


Namun, hal tersebut hanya berlaku kalau pertarungannya relatif seimbang dan si petarung “benar-benar” bertarung. Kalau salah satu tokoh sudah bisa membaca semua gerakan lawan, dia akan relatif santai, kan? Tidak menahan nafas, tidak deg-degan. Kalau menulis dari tokoh yang tenang saat bertarung, kalimat normal atau bahkan pendek akan lebih baik.


Namun, jangan panjang atau pendek terus-terusan. Kalau panjang terus-terusan , pembaca akan kehabisan nafas setelah itu detak jantung malah turun drastis. Kalau sudah begini, pembaca jadi lebih “capek” untuk membaca lebih lanjut. Hal yang sama juga terjadi kalau pendek terus-terusan. Karena pembaca disuruh berhenti, lanjut-berhenti lanjut, jadinya jengkel sendiri, kan? Kedua hal ini berujung pada hal yang sama, pembaca skip. Dan, ingat, kebanyakan skip akan berujung pada kesan bosan.


Jadi, mulai dipikirkan kapan menaruh kalimat panjang dan pendeknya.


 


 


Lalu, untuk selanjutnya, entahlah. Rasanya, untuk menulis rapi, saran-saran beberapa minggu terakhir sudah cukup. Untuk susunan paragraf, plot, dan sebagainya bisa dibilang style masing-masing penulis. Jadi, author tidak bisa memberi banyak masukan. Dan, author juga pelupa. Jadi, mungkin masih ada yang bisa disampaikan tapi kelupaan.


Kalau kalian ada pertanyaan seputar penulisan, komen saja. Akan author reply singkat, lalu buat bahasan lengkap dan detailnya di chapter selanjutnya.


Ah iya, sempat ada yang tanya mengenai pekerjaan author. Well, author bisa dibilang penulis sekaligus asisten editor. Kenapa asisten editor? Anggap saja di kantor author posisi editor lebih tinggi. Dan untuk menempati posisi tersebut, harus menunggu posisi kosong. Dan, karena editor saat ini belum ada yang pensiun atau resign, posisiku masih di asisten editor. wkwkwkwk


"Kalau begitu mending langsung promote pake nama asli thor, lebih meyakinkan."


Ada yang berkata seperti itu. Dan, sayangnya, author tidak setuju. Kenapa author tidak menggunakan nama asli saja tapi malah nama pena? Karena author harus memisahkan pekerjaan dengan tulisan hobi. Maksudku, di "I am No King" saja sudah banyak kekerasan, pembenaran pembunuhan, kekerasan anak, pembunuhan anak, pembunuhan lansia, kekerasan seksual, bahkan kekerasan seksual pada anak di bawah umur.


Kalau menggunakan nama asli, kantor tempat author ekerja juga akan terdampak. Mereka akan dianggap memperkerjakan psikopat atau orang tidak bermoral. Dan kalau hal ini menyebar, walaupun author resign, image psikopat dan orang tidak bermoral tetap akan melekat. Author ga bisa dapet kerja deh. So, tidak terima kasih. Author tidak akan menggunakan nama asli. Yang tahu nama asli author cuma tempat kerja author dan beberapa rekan penulis di satu circle.


Dan, ingat.


“Tulis, Edit, Publish”

__ADS_1


 


 


__ADS_2