I Am No King

I Am No King
Chapter 296 – Perlawanan


__ADS_3

"Permaisuri Rahayu, ada tamu mencari permaisuri."


Pelayan lain datang dan menundukkan kepala di samping meja.


"Siapa?"


"Beliau adalah ibunda Permaisuri Rahayu, Bu Fatima, Ibu dari Duke Sien."


Ah, iya! Aku hampir lupa kalau masih ada ibu, kakak, dan keluarga yang lain. Ya, aku bisa meminta tolong pada mereka.


Aku pun meminta pelayan untuk menerima ibu dan membawanya ke sini. Tidak lama kemudian, ibu datang. Sepertiku dan Yurika, ibu memiliki rambut merah cerah. Meski seharusnya usia ibu sudah kepala 7, wajahnya masih terlihat cukup kencang, seolah dia belum menyentuh kepala 6. Kalau kami jalan berdampingan, orang sering mengira ibu adalah kakakku.


Ibu duduk dan meminum teh yang baru diseduh oleh pelayan. "Ahh ... sungguh nikmat. Teh istana memang berbeda dengan teh lain."


Berbeda denganku yang sudah tidak menyukai teh ini, ibu masih terlihat menikmatinya. Kalau ibu mencicipi teh herbal buatan Lugalgin, aku berani bertaruh dia tidak akan menyukainya lagi.


"Ada acara apa ibu kok tiba-tiba ke sini?"


"Ah, iya. Apa ibu bisa berbicara secara pribadi?"


Ketika mendengar ibu, pelayan dan kesatria yang berjaga melangkah. Mereka tidak meninggalkan kami, hanya menjaga jarak. Aku fokus ke sekitar, berharap ada gerakan atau suara yang bisa menjadi petunjuk lokasi pengawas Lugalgin. Namun, aku tidak menemukannya.


"Rahayu. Dalam waktu 7 hari, Lugalgin akan menikah dengan Emir dan dua perempuan lain. Dia hanya rakyat jelata tapi berani menikahi lebih dari satu wanita? Apa dia tidak tahu betapa beruntungnya dia bisa mendapatkan Emir? Dan kini, menikahi dua wanita lagi? Dia seolah-olah mengatakan Emir tidak cukup untuknya. Secara tidak langsung, dia mencoreng nama baik keluarga kita. Apa kamu tidak ada niatan untuk menghentikannya?"


"Bukan tidak ada niatan untuk menghentikannya. Namun, aku bahkan tidak tahu kalau mereka akan menikah minggu depan. Tidak ada seorang pun yang mengatakan padaku tentang tanggal pernikahan mereka."


"Apa?" Ibu sedikit meninggikan nada. "Dia hanya rakyat jelata tapi berani mengabaikanmu? Apa dia lupa kalau yang akan dia nikahi adalah tuan putri, Hah? Dan, Emir, apa yang salah dengan pikiran perempuan itu. Apa dia sudah lupa jasa dan usahamu, sebagai ibu, membesarkannya sejak kecil? Begitu menemukan laki-laki, dia langsung meninggalkan keluarganya begitu saja, hah?"

__ADS_1


Jujur, aku tidak bisa benar-benar menyalahkan Emir. Pasti salah satu mata-mata Lugalgin sudah menyampaikan kalau aku juga mengincar Lugalgin. Dan, mungkin, gara-gara ini juga mereka tidak mengumumkan tanggal pernikahan. Aku lengah gara-gara Fahren sudah tewas. Kalau aku tidak pernah menunjukkan semua itu, walau sedang sendirian, pasti hal ini tidak akan terjadi.


Namun, aku tidak mungkin mengatakan hal ini ke ibu. Jadi, aku harus mencari alasan lain.


"Masalahnya, ibu, Emir sudah bukan tuan putri atau keluarga kerajaan lagi. Sejak battle royale tahun lalu, dia sudah menjadi rakyat jelata, mantan tuan putri. Walaupun ingin menemuiku, dia tidak bisa langsung datang. Emir masih harus menjalani prosedur normal seperti rakyat jelata. Dan, di lain pihak, Lugalgin juga sibuk."


"Kamu terlalu lunak pada Emir!" Ibu menolak alasanku. "Dan lagi, Lugalgin adalah kepala intelijen, kan? Kalau mau, kamu bisa memanggilnya kapan pun juga. Bahkan, walaupun sedang ada di garis depan peperangan seperti minggu lalu, dia harus langsung datang ketika kamu, Permaisuri, memanggilnya."


Well, itu tidak mungkin, mengingat aku lah yang mengirim Lugalgin ke garis depan peperangan minggu lalu. Dan, aku tidak menduga rencanaku untuk memberi jarak antara Lugalgin dan Emir justru menjadi bumerang. Kalau aku tidak mengirimnya ke Kota Merkaz minggu lalu, pasti Lugalgin tidak akan menemui Rina. Dengan demikian, pernikahan mereka bisa kuhambat dengan mudah.


"Kita tidak bisa membiarkan hal ini begitu saja. Kita harus membatalkan pernikahan mereka. Atau setidaknya memundurkannya hingga mereka menyanggupi syarat yang kita beri. Bagaimanapun juga, Emir adalah putri dari permaisuri. Status dia lebih tinggi dari rakyat jelata tidak tahu diri itu."


Jujur, aku merasa marah dan sedikit emosi ketika mendengar ibu menjelek-jelekkan Lugalgin. Namun, di sisi lain, aku bisa tersenyum dalam hati karena ibu menawarkan untuk menghambat bahkan menggagalkan pernikahan Lugalgin. Ya, aku bisa memanfaatkan hal ini.


"Ya, ibu akan coba menggunakan koneksi ibu untuk menghambat atau bahkan membatalkan pernikahan Lugalgin. Kamu tenang saja."


"Baik, bu."


Aku bangkit dan kembali ke ruang kerja. Namun, sebelum ke ruang kerja, aku berbelok, pergi ke kamar mandi. Mereka tidak mungkin mengikuti hingga ke kamar mandi.


Ketika Ibu mencium keningku, dia menjatuhkan sesuatu ke belahan dadaku. Dengan cepat, aku membuka pakaian dan mengambil sebuah tabung kecil yang dijatuhkan ibu. Dari dalam tabung, selembar kertas panjang tergulung. Aku membuka dan membaca isinya.


 


 


Ayah, ibu, dan kakakmu sudah menyiapkan orang-orang yang bisa mengganggu Lugalgin. Sejak kudeta, kami menyadari kalau Lugalgin adalah ancaman besar. Jadi, kami sudah mempersiapkan ini sejak lama. Meski tidak bisa mengalahkannya, kami yakin mereka bisa mengulur waktu.

__ADS_1


 


 


Aku tersenyum setelah melihat surat ini. Karena surat ini ditulis dengan tinta pada kertas, aku hanya butuh menyiramnya ke toilet. Dengan demikian, hilang sudah jejak surat dari ibu. Namun, kalau hanya ibu yang bergerak, waktu yang didapat mungkin tidak cukup. Aku harus bergerak juga.


"Saatnya kepolisian dan bangsawan menunjukkan taringnya."


Bersambung


 


 


\============================================================


Halo semuanya.


Kembali, author ingin mengucapkan terima kasih atas like, komentar, dan dukungan para pembaca. Semua dukungan tersebut sangat berarti untuk Author. Bagi yang mau lihat-lihat ilustrasi, bisa cek di ig @renigad.sp.author.


Dan, seperti biasa, author akan endorse artist yang gambarnya di cover. Saat ini, ilustrator yang gambarnya digunakan sebagai cover adalah ilustrator pixiv, 千夜 atau QYS3. Jadi, sebelumnya, author hanya jalan-jalan di pixiv, cari original content, trus pm artistnya. Karena bukan hasil komis, melainkan public content, author pun tidak mengeluarkan uang.


Jadi, promosi di bagian akhir adalah sesuatu yang author lakukan dengan sukarela karena sang artis telah memperbolehkan author untuk menggunakan gambarnya meski sebenarnya sudah jadi public content. Jadi, para reader bisa membuka pixiv page dan like galerynya di https://www.pixiv.net/member.php?id=7210261 atau follow twitternya di https://twitter.com/QYSThree. Dua-duanya juga bisa.


Selain QYS3, author juga telah mendapatkan sebuah cendera mata dari pokarii yang bisa dipost di akhir cerita.


Sekali lagi, terima kasih bagi semua reader yang telah like dan komen. Dukungan kalian sangat lah berarti bagi author. Terima kasih juga atas ucapan lekas sembuhnya. Author benar-benar berterima kasih.

__ADS_1


Sampai jumpa di chapter selanjutnya



__ADS_2