
"Sudah kubilang menerima mercenary dari luar Bana'an adalah ide buruk! Sekarang kamu tahu sendiri akibatnya, kan?"
"I-iya. Maaf."
"Dan sekarang, gara-gara kamu, keunggulan yang sempat kita miliki pun hilang! Hilang!"
Yang marah-marah pada Jin bukanlah aku, melainkan Yuan.
Saat ini, kami berada di salah satu ruang rapat yang berada di lantai basemen. Beberapa saat setelah diskusi di rumahku, kami kembali ke mal Haria. Begitu sampai, Yuan dan aku langsung masuk ke lift dan turun ke lantai 7 basemen. Yuan sudah mengatur agar Jin segera datang ke mal dan berada di ruang rapat.
Sementara aku dan Yuan menemui Jin, Emir dan yang lain mencoba menjalankan rencana yang diajukan oleh Emir. Namun, karena Guan membubarkan diri, dan tampaknya ada gejolak baru, tampaknya kami harus berpikir agar rencana Emir tidak terganggu.
Di lain pihak, ngomong-ngomong, ini adalah kali keduanya kami mencoba saran Emir. Ah, tidak! Revisi! Untuk rencana besar, ini adalah kali kedua. Namun, untuk beberapa hal, kami sudah berkali-kali menerapkan ide Emir. Di saat seperti ini, aku dipaksa sadar kalau Emir adalah orang yang pintar. Dia memiliki ide yang brilian. Ya, sebatas ide. Untuk detail? Aku, Inanna, dan anggota elite Agade yang harus melakukannya tentu saja. Namun, setidaknya, kerangka dasar sudah ada. Jadi, kami tidak terlalu kesulitan.
Kembali ke kondisi Guan. Sederhananya, terjadi perbedaan pendapat antar anggota Guan. Sebagian anggota memilih untuk memegang teguh kode etik dan peraturan pasar gelap Bana'an. Sisanya tidak. Permasalahan ini muncul setelah ada rumor beredar kalau Jin menolak tawaran kerja sama dari Rina hanya karena sekarang pasar gelap memberiku waktu istirahat, sebuah gencatan senjata.
Padahal, sejak awal, Jin tidak menyerang karena aku yang membayarnya. Dan lagi, Jin tidak pernah bertemu langsung dengan Rina. Jadi, rumor yang beredar hanyalah omong kosong. Namun, tentu saja, hal ini tidak menghentikan anggota yang ingin menerima tawaran Rina.
Karena hal tersebut, pertarungan antar anggota terjadi dan Guan resmi bubar.
Aku hanya bisa geleng-geleng mendengar cerita Jin. Di lain pihak, Yuan langsung bangkit dan menendang pelipis Jin. Tidak berhenti di situ. Yuan masih menginjak-injak kepala Jin dan melempar caci maki, hingga sekarang.
Oke! Menurutku, ini sudah lebih dari cukup.
"Yuan, sudah cukup. Kamu terlalu berlebihan."
"Berlebihan? Ini tidak berlebihan! Bahkan masih kurang!"
Aku memegang kedua tangan Yuan yang terus meronta. Dengan penuh usaha, aku berhasil memisahkan Yuan dari Jin. Kalau kondisi Jin normal, mungkin aku akan membiarkan Yuan menginjak dan melampiaskan kemarahan pada Jin lebih lama. Namun, saat ini, kondisi Jin adalah terluka. Gara-gara perpecahan internal Guan, dia juga diserang oleh anggota yang tidak mau menuruti aturan. Sebagai orang yang hampir inkompeten tanpa pengendalian, dia sulit menghalau serangan diam-diam.
"Jadi, Jin, bagaimana pertanggung jawabanmu? Aku bisa menggerakkan Agade dan Akadia untuk menghabisi para–"
"Tidak!" Jin menyela. "Ini adalah urusan Guan. Kalau kami membiarkan Agade dan Akadia membereskan masalah ini, anggota Guan yang tersisa akan berhutang banyak pada Agade dan Akadia. Kami tidak mau hal itu terjadi. Kami tidak mau dibayar murah."
Ya. Sesuai ucapan Jin. Kalau Agade dan Akadia membereskan para mercenary yang berencana melanggar gencatan senjata yang kumiliki, mercenary Guan yang tersisa akan dililit oleh hutang budi pada kami.
Kenapa demikian? Padahal, seharusnya urusan hanyalah dengan yang membangkang. Sayangnya, kode etik di pasar gelap kerajaan ini tidak semudah itu. Jika ada suatu organisasi yang bubar, apalagi sekelas enam pilar, butuh deklarasi dan bukti tertulis dari semua anggota yang terlibat bahwa organisasi tersebut benar-benar bubar dan tidak akan menggunakan nama organisasi yang bersangkutan di kemudian hari.
Jadi, kalau Agade dan Akadia membereskan para mercenary yang membangkang, sama saja dua organisasi ini membereskan masalah yang sebenarnya adalah milik Guan seorang. Hal ini akan masuk ke dalam kategori hutang. Dan, salah satu efek hutang itu adalah mereka harus mau bekerja dibayar murah. Bahkan, bukan tidak mungkin tidak dibayar.
__ADS_1
Selain cara deklarasi dan bukti tertulis mengenai pembubaran organisasi, sebenarnya ada cara lain, yaitu empat dari enam pilar yang tersisa harus mengakui dan mendeklarasikan bahwa organisasi yang bersangkutan benar-benar bubar. Namun, karena yang bermasalah adalah Guan, dan Apollo sudah hancur, yang telah disetujui oleh lima dari enam pilar, maka yang tersisa adalah 4. Dan, amat sangat tidak mungkin Orion dan Quetzal akan setuju untuk mendeklarasikan bahwa Guan bubar.
Orion dan Quetzal hanya mendapat hal positif dari kehancuran Guan. Pertama, kekuatan aliansi di bawahku berkurang. Kedua, besar sekali kemungkinan mercenary Guan menyerangku. Bukan hanya mengurangi kekuatan aliansi, tapi juga ada ancaman tambahan ke arahku. Dan, jika mercenary ini benar-benar melanggar gencatan senjata, ada kemungkinan Orion dan Quetzal ikut berpartisipasi dalam penekanan dengan dalih penegakan kode etik.
Kalau hal itu terjadi, Orion dan Quetzal akan membuat Agade dan Akadia berhutang karena Guan masih berada di aliansiku. Dan, aku sama sekali tidak menginginkannya. Kenapa aku bisa mengetahui ini semua? Karena hal ini lah yang terjadi ketika kami membunuh sisa-sisa anggota Apollo.
"Dasar! Sudah kubilang orang-orang luar itu hanya akan membawa masalah. Sekarang kamu tahu rasa sendiri, kan?"
Yuan terus mengomel sendiri tanpa arah. Dia pergi ke ujung ruangan dan menerima sebuah air es dari salah satu karyawan intelijen yang mengantar. Air es yang diterima oleh Yuan tidak berada di termos atau teko. Air es yang datang berada di dalam plastik yang terikat rapat. Tanpa menunda, Yuan langsung mendatangi Jin dan menempelkan air es itu pada pelipis kanan Jin.
"Aw,"
"Jangan manja!"
Meskipun terus mengomel, tampak jelas kalau Yuan masih peduli pada Jin.
Hah, aku berasa menjadi obat nyamuk di sini. Ya, sudahlah. Yuan juga berkali-kali melihatku sedikit bermesraan dengan Inanna dan Emir. Jadi, aku akan membiarkannya.
Namun, tentu saja, aku ingin memastikan sesuatu.
"Yuan–"
Oke. Yuan bertindak sangat cepat. Tidak salah aku mengangkat Yuan sebagai asistenku. Dengan begini, skenario yang sama dengan sebelumnya tidak akan terjadi.
Di lain pihak, ada yang ingin kutanyakan pada Jin.
"Jin, aku ingin menanyakan sesuatu."
"Apa itu?"
"Kenapa kamu memilih untuk mengikuti aturan dan kode etik pasar gelap kerajaan ini. Mengingat latar belakangmu yang adalah penduduk negara lain, sulit bagiku untuk melihat kamu menerima aturan pasar gelap kerajaan ini begitu saja. Apalagi, aturan pasar gelap kerajaan ini adalah yang paling kaku dibanding kerajaan lain."
Jin tidak langsung menjawab. Tubuhnya kaku untuk sejenak. Namun, kemudian, sebuah senyum terkembang di wajahnya.
"Tampaknya aku tidak bisa menyembunyikan apapun darimu ya, Gin. Ya, baiklah, aku akan menjawabnya." Jin menarik nafas sejenak. "Dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Bukankah kamu yang mengatakan hal ini padaku?"
"....hanya itu? Pasti ada yang lain, kan?"
"Sayangnya, hanya itu. Dan lagi, kamu sebagai bekas mercenary tahu sendiri kan kalau kode etik lah yang mengatur mercenary. Tanpa kode etik, apa yang membedakan kita, mercenary, dari kriminal biasa? Dan lagi, meski aturan dan kode etik pasar gelap Bana'an cukup kaku dan ketat, aliran uangnya lebih deras. Jauh lebih deras. Jadi, kalau dipikir-pikir, cukup setimpal."
__ADS_1
Ah, uang berkata. Oke lah kalau begitu. Alasan diterima. Kembali ke urusan.
"Jadi," aku menarik kesimpulan. "Kondisinya adalah Guan tidak bisa lagi dimasukkan dalam rencana. Yang lebih merepotkan, Guan juga bisa menjadi ancaman. Jadi, Jin, yang aku inginkan darimu tidak sekedar memastikan mereka tidak melanggar aturan. Aku juga ingin agar kamu memastikan anggota yang membangkang itu tidak merecoki perang pasar gelap. Untuk bayaran, nanti urusan belakang. Apa kamu bisa melakukannya?"
Jin menatapku tajam. Dengan sebuah senyuman, dia memberi jawaban.
"Kamu pikir siapa aku, hah? Tentu saja aku bisa melakukannya."
Aku bisa mengembangkan senyum ketika mendengarnya. Itu adalah jawaban yang aku inginkan.
"Jangan tersenyum kamu! Ini salahmu! Jangan lupa itu!"
"Iya, iya. Aku tidak lupa kok."
Yuan langsung memotong momen keren Jin. Aku tidak mau mengganggu mereka berdua yang sedang bermesraan. Jadi, kupikir, akan lebih baik kalau aku pergi. Kebetulan saat perjalanan kesini ada orang yang membuat janji denganku.
Bersambung
\============================================================
Halo semuanya.
Kembali, author ingin mengucapkan terima kasih atas like, komentar, dan dukungan para pembaca. Semua dukungan tersebut sangat berarti untuk Author. Bagi yang mau lihat-lihat ilustrasi, bisa cek di ig @renigad.sp.author.
Dan, seperti biasa, author akan endorse artist yang gambarnya di cover. Saat ini, ilustrator yang gambarnya digunakan sebagai cover adalah ilustrator pixiv, 千夜 atau QYS3. Jadi, sebelumnya, author hanya jalan-jalan di pixiv, cari original content, trus pm artistnya. Karena bukan hasil komis, melainkan public content, author pun tidak mengeluarkan uang.
Jadi, promosi di bagian akhir adalah sesuatu yang author lakukan dengan sukarela karena sang artis telah memperbolehkan author untuk menggunakan gambarnya meski sebenarnya sudah jadi public content. Jadi, para reader bisa membuka pixiv page dan like galerynya di https://www.pixiv.net/member.php?id=7210261 atau follow twitternya di https://twitter.com/QYSThree. Dua-duanya juga bisa.
Selain QYS3, author juga telah mendapatkan sebuah cendera mata dari pokarii yang bisa dipost di akhir cerita.
Sekali lagi, terima kasih bagi semua reader yang telah like dan komen. Dukungan kalian sangat lah berarti bagi author. Terima kasih juga atas ucapan lekas sembuhnya. Author benar-benar berterima kasih.
Sampai jumpa di chapter selanjutnya
__ADS_1