I Am No King

I Am No King
Chapter 360 – Fall of Muir pt 3


__ADS_3

[Lugalgin, kalau aku bertanya bagaimana caranya kamu mengosongkan sisi barat Muir apa yang akan kamu jawab? Ganti.]


"Aku akan menjawab 'kekuatan intelijen dan pasar gelap'. Ganti."


[Aku benar-benar tidak mau menjadikanmu musuh, Gin. Ganti.]


Secara legal, saluran militer adalah komunikasi yang paling aman. Jadi, kekhawatiran akan komunikasi kami disadar sangatlah kecil. Namun, tentu saja, secara ilegal handphone candybar masih memegang posisi paling atas.


Aku berbincang-bincang dengan Zortac melalui radio pesawat. Meski tidak melihat wajah Zortac, dari nada enteng dan ceria, aku bisa membayangkan kalau dia tersenyum.


Ketika tiba waktu yang ditentukan dan sisi barat Muir sudah cukup kosong, militer Bana'an melancarkan serangan. Sisi timur dan selatan Muir tetap diserang, tapi tidak seintens sisi barat karena hanya pengalih perhatian.


Peran intelijen dan pasar gelap tidak terbatas pada pengosongan sisi barat. Intelijen dan pasar gelap juga melakukan infiltrasi pada beberapa pangkalan militer. Mereka menyabotase alat-alat dan senjata perang, membuat kemampuan militer Nina berkurang drastis.


Yang paling penting, intelijen dan pasar gelap berhasil mematikan lebih dari 80 persen senjata anti udara. Berkat sabotase ini lah pesawat kargo militer bisa membawaku ke zona udara Muir. Ya, serangan ke Muir tidak hanya dilancarkan melalui darat, tapi juga udara. Kalau saja tidak ada negara lain di barat atau timur Nina, mungkin armada laut juga sudah berpartisipasi.


"Zortac, apakah sisi barat benar-benar kosong? Atau masih ada pasukan berjaga? Ganti."


[Tentu saja masih ada pasukan berjaga. Namun, setelah menyadari saluran komunikasi mereka terputus, pasukan yang berjaga pun menyerah. Ganti.]


Yap. Saluran komunikasi militer Nina yang terputus juga merupakan hasil sabotase.


"Karena menyerah, mau tidak mau, kamu harus memperlakukan mereka, tahanan perang, dengan baik ya. Ganti."


[Ya, benar. Kalau terlalu banyak tahanan perang, aku khawatir nilai reparasi perangnya akan bengkak. Ganti.]


Seperti ucapan Zortac, semakin banyak tahanan perang, semakin tinggi biaya reparasi perang yang akan diminta militer Bana'an. Biaya ini mencakup perawatan, makanan, dan tempat tinggal para tahanan perang. Sederhananya, uang reparasi mencakup biaya "akomodasi" tentara yang harus diganti oleh Kerajaan Nina. Dan, tentu saja, harga reparasi untuk tahanan perang sangatlah tinggi. Anggap seperti tinggal di hotel jelek tapi harganya 10 kali lipat.


Kalau melawan kerajaan atau negara lain, bisa dipastikan pihak yang kalah akan mengalami krisis ekonomi besar. Bahkan, akan normal kalau pihak yang kalah akan menjadi negara atau kerajaan boneka. Namun, hal itu tidak akan terjadi pada kerajaan Nina. Kepala Kerajaan dari dua pihak yang berseteru adalah istri dan teman baikku. Negosiasi mengenai pembayaran reparasi perang yang dicicil dan juga nilai yang tidak terlampau tinggi masih bisa diusahakan.


"Pak Lugalgin, 5 menit lagi kita akan tiba di titik yang ditentukan."

__ADS_1


"Terima kasih banyak, Pak." Aku menjawab kopilot. "Zortac, sudah waktunya aku memutus komunikasi. Lugalgin keluar."


"Baiklah. Semoga sukses. Zortac Keluar."


Setelah mengembalikan mikrofon radio, aku berbalik dan meninggalkan kokpit. Di bagian belakang pesawat, terlihat puluhan tentara yang duduk dengan rapi. Mereka semua mengenakan pakaian perang lengkap dengan ransel dan senjata. Di kursi paling depan, dekat dengan kokpit, ketiga istriku duduk.


"Kita akan tiba di titik yang ditentukan kurang dari 5 menit. Persiapkan diri kalian!"


"Siap!"


Para tentara menjawab dengan penuh semangat. Selain tas berisi amunisi dan peralatan perang, para tentara masih membawa parasut untuk berjaga-jaga. Dengan pakaian igni dan material di beberapa titik, para tentara bisa melakukan manuver di udara dengan mudah.


Orang normal mungkin akan bertanya, "kalau sudah bisa terbang dan melakukan manuver di udara, kenapa masih menggunakan pesawat?". Jawaban yang paling jelas adalah untuk menghemat stamina para tentara. Jawaban kedua secepat apa pun tentara bisa terbang, mereka tidak lebih cepat dari pesawat terbang bermesin jet.


"Kamu yakin akan berpartisipasi ke front line, Gin?"


Aku menoleh ke kiri, ke Rina. "Tentu saja, Rina. Aku harus memastikan kalian baik-baik saja dan rencana berjalan lancar."


"Daripada kondisi badanku yang sudah diambang kematian, saat ini, aku jauh lebih gugup karena kita terbang."


"Hehe, gugup karena terbang ya.?"


Tampak dahi dan leher Rina yang basah oleh keringat dingin. Kenapa aku bilang keringat dingin? Karena kargo pesawat ini tidak panas. Yang membuat Rina mengeluarkan keringat dingin adalah karena dia harus menaiki pesawat. Bukan hanya Rina. Di balik sarung tangan, aku bisa merasakan telapak tanganku basah.


"Tenang saja, Rina, Gin. Kan ada aku dan Inanna."


"Benar, kami akan memastikan kalian bisa bermanuver di udara."


Emir, Inanna, kami pada kalian.


Tiba-tiba saja terdengar sirene kencang. Sumber cahaya putih meredup, digantikan dengan lampu berputar berwarna merah. Bersamaan, semua orang di ruang kargo mengenakan helm, masker, dan tabung oksigen. Sekali lagi, setiap orang memeriksa perlengkapan yang mereka kenakan. Semuanya juga saling mengecek peralatan rekan yang lain, memastikan tidak ada yang terlupakan.

__ADS_1


Pintu belakang terbuka, membiarkan cahaya senja masuk ke dalam kargo. Satu per satu tentara melompat ke luar, menyongsong langit jingga.


Ketika giliran kami tiba, Inanna kembali mengecek peralatan, terutama tali dan alat yang memastikan tubuh kami terikat. Aku juga mengecek peralatan, memastikan semua tubuhku tertutup oleh kain dan helm. Aku tidak mau pengendalian Inanna hilang karena menyentuh kulitku.


Emir melakukan hal yang sama dengan Rina. Berbeda dengan kami semua, Rina mengenakan kacamata pilot berwarna keruh, memastikan penghilang pengendaliannya tidak aktif.


"Siap, Gin?"


Bersambung


 


 


\============================================================


Halo semuanya.


So\, saat ini\, author dah ga pake FF**UU**CC**KK OFF lagi untuk reply komen promo\, tapi dah pake kearifan lokal pake kata guuooblogg. Dan kliatannya dah ada yang kebakar. wkwkwkwk. Padahal di prolog dah ada larangan\, sepanjang chapter juga ga ngitung berapa kali bikin chapter pengumuman larangan promo. Bahkan (mungkin) sudah ada yang sadar kalau peringatan sudah diletakkan di sinopsis/blurb. Kalau masih promo\, berarti sudah siap menerima reply nya dong. wkwkwkwk.


Seperti biasa, author akan endorse artist yang gambarnya digunakan untuk cover. Saat ini, ilustrator yang gambarnya digunakan sebagai cover adalah ilustrator pixiv, 千夜 atau QYS3. Jadi, sebelumnya, author hanya jalan-jalan di pixiv, cari original content, trus pm artistnya. Karena bukan hasil komis, melainkan public content, author pun tidak mengeluarkan uang.


Jadi, promosi di bagian akhir adalah sesuatu yang author lakukan dengan sukarela karena sang artis telah memperbolehkan author untuk menggunakan gambarnya meski sebenarnya sudah jadi public content. Jadi, para reader bisa membuka pixiv page dan like galerynya di https://www.pixiv.net/member.php?id=7210261 atau follow twitternya di https://twitter.com/QYSThree. Dua-duanya juga bisa.


Selain QYS3, author juga telah mendapatkan sebuah cendera mata dari pokarii yang bisa dipost di akhir cerita.


Sekali lagi, terima kasih bagi semua reader yang telah like dan komen. Dukungan kalian sangat lah berarti bagi author. Terima kasih juga atas ucapan lekas sembuhnya. Author benar-benar berterima kasih.


Sampai jumpa di chapter selanjutnya


 

__ADS_1



__ADS_2