
Suara Rina terdengar berat, tersedu-sedu. Bahkan, aku melihat air mata membasahi pipinya.
Aku mundur sejenak ketika melihat Rina menangis. Meski demikian, Rina tidak melepasku begitu saja. Dia masih menyerang dengan dua saber.
"Aku tidak tahu apa yang ibu inginkan dan pikirkan! Kalau ibu meneruskan rencananya, akan ada empat front perang di sekitar Nina. Kalau seperti ini, Nina akan hancur. Karena intelijen dan militer sudah tahu kalau aku masih hidup, tinggal tunggu waktu sampai informasi ini menyebar. Begitu kembali menjadi tuan putri, masa depanku sama saja tidak ada!"
Sesuai ucapan Rina, jika Ratu Amana menjalankan rencananya, Nina akan hancur. Sebagai pihak yang memulai serangan tapi kalah, kerajaan Nina akan diminta membayar reparasi pada kerajaan dan negara lain yang menang.
Selain itu, banyak wilayah Nina akan berpindah tangan, menjadi milik kerajaan musuh. Bahkan, bukan tidak mungkin kerajaan Nina akan hilang dari peta dan wilayahnya dibagi menjadi tiga atau empat. Pada skenario ini, kekuasaan Amana akan dilepas, entah dia dieksekusi, tewas, atau kabur. Namun, besar kemungkinan, dia pasti kabur.
Karena Ratu Amana mulai menyebarkan informasi mengenai Rina yang hidup, besar kemungkinan dia akan menjadikan Rina sebagai tumbal sementara dirinya kabur. Rina juga tidak mungkin ikut kabur karena adiknya masih disandera.
Pada akhir perang, jika kerajaan Nina masih berdiri, tampuk kekuasaan akan diteruskan ke Rina. Namun, meski tampuk kekuasaan menjadi milik Rina, dia harus berhadapan dengan krisis ekonomi pasca perang dan juga pembayaran reparasi.
Skenario yang paling baik adalah dia menikah dengan bangsawan dari kerajaan atau tokoh penting negara lain. Dengan melakukan hal ini, negara tersebut akan meringankan reparasi negaranya dan bahkan memberi bantuan untuk kerajaan Nina. Namun, jika terjadi, sama saja Rina menjadi Ratu boneka.
Skenario paling buruk adalah Rina tetap menjadi Ratu, tapi tidak melakukan pernikahan politik. Jika skenario menuju ke sini, nasib Rina akan semakin sengsara. Kemungkinan dia bisa mengatasi krisis ekonomi dan membayar reparasi secara bersamaan adalah nol.
Jika terus berlanjut, revolusi tidak akan terhindarkan. Setelah revolusi berakhir, bisa dipastikan, nyawa Rina tidak tertolong. Kalau hanya nyawanya, masih mending. Namun, hal itu sangat diragukan.
Revolusi yang akan terjadi pada Nina di masa depan berbeda dengan revolusi Mariander saat ini. Revolusi Mariander dimulai ketika kerajaan masih stabil. Ketika perang selesai dan revolusioner memegang tampuk kekuasaan, mereka bisa mendapatkan posisi yang lebih baik dalam negosiasi. Revolusi Mariander akan berakhir dengan cukup damai.
Di lain pihak, revolusi Nina di masa depan terjadi karena kerajaan berada di ambang kehancuran ekonomi dan kewajiban membayar reparasi perang. Kondisi itu benar-benar buruk. Revolusi yang terjadi tidak akan damai. Bahkan, aku bisa menjamin revolusi tersebut penuh kekerasan dan korban jiwa, terutama dari pihak pemerintahan.
Melihat sejarah kerajaan di benua lain, masyarakat akan membunuh semua bangsawan laki-laki lalu memperkosa para bangsawan perempuan. Keluarga kerajaan dan Ratu juga tidak akan lolos. Rina, pemegang sampuk kekuasaan saat itu, akan menjadi bulan-bulanan dan budak **** para pemberontak.
Nasim adik Rina, Tera, juga tidak lebih baik. Jika saat itu masyarakat mengetahui Tera masih hidup, mereka akan menyadari alasan Nina mendeklarasikan perang adalah palsu. Kemungkinan Tera langsung dieksekusi atau dibunuh sangat kecil. Besar kemungkinan dia akan disiksa seumur hidupnya, sampai tewas.
__ADS_1
Kerajaan Nina, Bad End.
Sepanjang bertukar serangan, Rina mengatakan semua skenario buruk yang menantinya. Suaranya yang penuh percaya diri dan tipu muslihat tidak terdengar lagi. Sosok Rina yang kutemui di kota Abu sudah hilang.
Di lain pihak, aku jadi teringat rencana yang diajukan oleh Inanna untuk mengobarkan perang di seluruh benua demi mencari inkompeten lain.
Saat ini, rumor mengenai senjata penghilang pengendalian pasti sudah menyebar. Kalau negara dan kerajaan lain ikut terseret, tanpa senjata penghilang pengendalian, mereka pasti kalah. Mau tidak mau, inkompeten yang selama ini bersembunyi akan terpaksa muncul ke permukaan.
Apakah mungkin Ratu Amana juga memikirkan hal yang sama dengan Inanna? Apa dia mulai mencari inkompeten lain sebagai alternatif? Bisa jadi!
"Apakah kamu di sini karena disuruh ibumu?"
"Ya, ibu menyuruhku datang ke sini segera. Dia mengatakan aku hanya cukup ke sini dan melihat ke kota. Sementara kendaraan perang, tank, dan semua alat elektronik Bana'an mati, militer kami akan menyerang dari danau."
"Ah, begitu ya."
Aku maju dan mengayunkan tombak. Kali ini aku tidak mengayunkannya penuh dengan memegang ujung tombak. Aku mengayunkan tombak dengan satu tangan memegang bagian tengah. Ayunan setengah niat ini memberi kesempatan untuk Rina menahannya.
"Apa kamu sadar kalau ada kemungkinan ibumu ingin kamu menyampaikan semua ini padaku?"
"Awalnya, aku tidak tahu. Setelah melihatmu datang, ya, aku menyadarinya."
Duarr Duarr Duarr
Suara ledakan terdengar dari belakangku. Ketika bilang belakang, yang aku maksud bukan tepat di belakang atau di sekitar sepeda motor, tapi jauh di selatan, di pesisir danau kota Merkaz.
Meskipun sibuk bertarung, cakupan pandangan Rina masih ke selatan, ke pesisir danau. Kalau kebetulan aku menutupi pandangannya, maka listrik dan kendaraan bisa aktif kembali. Namun saat aku menghindar, listrik dan kendaraan akan mati lagi.
__ADS_1
Dan lagi, kalau terus-terusan dalam kondisi mati menyala mati menyala, komponen mesin rotasi yang terpasang akan rusak. Di lain pihak, armada kapal kerajaan Nina cukup melepaskan tembakan dari jarak aman, di luar pandangan Rina.
"Rina, sejauh mana militer Nina mengetahui kekuatanmu?"
Bersambung
\============================================================
Halo semuanya.
Kembali, author ingin mengucapkan terima kasih atas like, komentar, dan dukungan para pembaca. Semua dukungan tersebut sangat berarti untuk Author. Bagi yang mau lihat-lihat ilustrasi, bisa cek di ig @renigad.sp.author.
Dan, seperti biasa, author akan endorse artist yang gambarnya di cover. Saat ini, ilustrator yang gambarnya digunakan sebagai cover adalah ilustrator pixiv, 千夜 atau QYS3. Jadi, sebelumnya, author hanya jalan-jalan di pixiv, cari original content, trus pm artistnya. Karena bukan hasil komis, melainkan public content, author pun tidak mengeluarkan uang.
Jadi, promosi di bagian akhir adalah sesuatu yang author lakukan dengan sukarela karena sang artis telah memperbolehkan author untuk menggunakan gambarnya meski sebenarnya sudah jadi public content. Jadi, para reader bisa membuka pixiv page dan like galerynya di https://www.pixiv.net/member.php?id=7210261 atau follow twitternya di https://twitter.com/QYSThree. Dua-duanya juga bisa.
Selain QYS3, author juga telah mendapatkan sebuah cendera mata dari pokarii yang bisa dipost di akhir cerita.
Sekali lagi, terima kasih bagi semua reader yang telah like dan komen. Dukungan kalian sangat lah berarti bagi author. Terima kasih juga atas ucapan lekas sembuhnya. Author benar-benar berterima kasih.
Sampai jumpa di chapter selanjutnya
__ADS_1