
Aku membuka mulut, "menurutku, Emir adalah satu dari sedikit orang yang tidak akan pernah bisa memancarkan aura haus darah atau niat membunuh."
"Ah...hahahaha"
Tiba-tiba saja, sebuah tawa meledak di ruangan ini. Semua anggota Agade tertawa kencang seolah-olah tawa ini adalah tawa terakhir mereka.
Di lain pihak, aku hanya bisa menutup wajah dengan tangan.
Setelah aku biarkan beberapa saat, akhirnya mereka menghentikan tawanya. Bahkan, Ur memegangi perutnya yang mungkin kram.
"Sudah puas tertawanya?"
Mulisu merespon, "belum, tapi, perutku sudah mulai sakit, jadi aku mau berhenti dulu."
"Ah, Gin," Jeanne, yang kebetulan berada di dekatku, bertanya, "Kenapa mereka tertawa?"
"Ya, aku juga penasaran," Shu En juga berbicara.
"Yah, aku sendiri akan tertawa kalau di posisi mereka," aku mulai menjawab. "Pada dasarnya, mereka menertawakan komposisi keluargaku. Pertama, aku, sang suami dan kepala keluarga, adalah seorang inkompeten, tidak punya pengendalian dan lebih mengandalkan strategi.
"Kedua, calon istri pertamaku, Inanna, adalah orang yang lunak dan terlalu penurut, tapi cepat belajar. Ketiga, calon istri keduaku, Emir, adalah orang yang seharusnya memiliki IQ tinggi, berbakat dalam bertarung, tapi di lain pihak juga tidak akan memancarkan aura haus darah dan niat membunuh. Menurutmu, bagaimana?"
"Ah...."
Jeanne dan Shu En terdiam. Mereka saling melihat.
"Sederhananya," aku memberi penjelasan tambahan. "Komposisi keluargaku berantakan. Sifat kami, secara personal, tidak berhubungan satu sama lain, berantakan. Tidak ada satu pun dari kami yang normal. Kamu tahu lah maksudku. Dan, aku mulai berpikir bagaimana kami bisa hidup satu atap dalam beberapa bulan ini."
"Justru Gin, menurutku." Mulisu kembali duduk. "Karena kalian semua aneh lah, kalian bisa cocok satu sama lain. Seperti pepatah bilang, "birds of a feather flock together". Karena kalian bertiga aneh, kalian saling menarik satu sama lain."
Aku tidak bisa menyangkal pepatah yang digunakan oleh Mulisu.
"Ya, sudahlah," aku menghentikan diskusi kecil kami. "Masuk ke bahasan yang lebih penting."
Setelah aku mengatakannya, ekspresi bercanda mereka langsung hilang. Pandangan serius pun muncul.
Di lain pihak, Emir, Inanna, Shu En, dan Jeanne tertegun dengan perubahan mood yang drastis ini.
"Kalian berlima akan menjadi instruktur di tempat ini, bersama agen-agen lama yang menurutku layak menjadi instruktur. Dan seperti biasa, perintah hanya datang dariku. Aku tidak mengizinkan kalian menerima perintah selain dariku, walaupun yang memberi perintah adalah keluarga Kerajaan atau bahkan Raja sekalipun."
Mereka semua mengangguk.
"Gin," Shu En masuk, "Kamu mengatakannya seolah-olah kamu belum memercayai kami. Apa kamu berpikir kami akan mengkhianatimu?"
"Kemungkinan itu ada," aku mengonfirmasi. "Jumlah kalian ribuan. Meski kalian menandatangani dokumen itu, bisa saja beberapa orang hanya berpura-pura sambil menjadi mata-mata Azzaha atau bahkan Fahren."
Saat itu, Jeanne dan Shu En sedikit tersentak. Tampaknya mereka terkejut ketika aku memanggil Fahren tanpa penghormatan atau gelar.
"Tapi, kalau memang demikian, aku tidak mempermasalahkannya. Ketika hal itu terjadi, justru aku bisa melakukan pembersihan pada keluarga yang menentang. Dan, sesuai dengan perjanjian yang kalian tulis, keluarga pengkhianat tersebut juga akan kubersihkan. Jeanne,"
"Ya?" Jeanne sedikit terperanjat ketika aku memanggil namanya.
__ADS_1
"Hanya karena ayahmu adalah Fahren, Raja, jangan pikir aku tidak akan membersihkan keluargamu kalau kamu berkhianat. Justru sebaliknya, kalau kamu berkhianat, aku akan dengan senang hati membersihkan keluarga kerajaan saat itu juga. Dan, kamu tahu kan apa yang akan terjadi setelah itu?"
"I-iya aku paham," Jeanne merespon lemas.
Kalau aku sampai membersihkan keluarga kerajaan sedangkan Raja baru belum dinobatkan, perang sipil akan meletus, mencari Raja yang baru. Tentu saja, perang sipil ini pasti didukung oleh keluarga bangsawan yang ingin menjadi Raja. Kalau sampai perang sipil terjadi, intervensi luar negeri dan kerajaan lain tidak akan terhindarkan. Dengan kata lain, Bana'an akan hancur.
"Gin, perjanjian apa yang kamu maksud?" Mulisu bertanya.
"Tangkap!" Aku melempar dokumen di tangan.
"Hoi," Mulisu menangkap dokumen dengan mudah.
"Banyak hal yang menguntungkan, tapi cukup lihat halaman enam, paragraf dan poin paling bawah."
Mulisu membuka dokumen ke halaman yang aku maksud. Di samping kanan dan kirinya, Ur dan Mari juga melihat.
"Jadi, Emir, ini juga peringatan untukmu," aku menoleh ke Emir. "Seperti yang kuucapkan pada pertemuan kita dengan ayah dan ibumu, aku tidak ragu untuk menjadikan mereka musuh. Dan, kalau kamu tidak mau melihat keluargamu kubersihkan, maka kamu harus meyakinkan Jeanne, dan semua keluarga Kerajaan lain yang menjadi agen schneider, untuk tidak mengkhianatiku."
"Baik!"
Berbeda dengan Jeanne yang merespon lemas, Emir justru merespon dengan sigap dan cepat. Emir sadar keberlangsungan dan keamanan keluarganya bertumpu pada pundaknya.
"Gin, aku ingin ketawa lagi, tapi perutku sudah sakit."
Mulisu tiba-tiba saja memecahkan atmosfer serius Emir. Sesuai ucapannya, dia benar-benar menutup mulutnya, menahan agar tidak tertawa. Bukan hanya Mulisu, Ur dan Mari juga melakukan hal yang sama.
Sesaat kemudian, Simurrum dan Uru'a memberikan respon yang sama seperti Mulisu. Meski tidak separah yang lain, Inanna terlihat sedikit menaikkan ujung bibir, menahan senyum.
Di lain pihak, Emir membelalakkan mata. Dia pasti tidak memercayai pada apa sudah dibacanya.
Emir melihat ke arah Jeanne, "Jeanne, ini serius?"
"Eh? Iya, serius. Kenapa?"
"Tuhan..."
Emir menyandarkan punggung ke sofa sambil menutupi wajah.
"Kenapa? Ada apa? Kenapa kalian semua tampak, entahlah, senang?"
Shu En kembali kebingungan seperti ketika mereka tertawa sebelumnya. Namun, jika tawa mereka yang sebelumnya adalah hal yang lucu, kali ini, tawa mereka adalah hal yang... bagaimana ya. Bagi kami, ini lucu dan konyol. Namun, bagi Shu En dan semua orang di daftar tersebut, ini adalah sebuah bencana. Ya, begitulah.
"Gin," Inanna memanggilku. "Maaf, aku hanya ingin memastikan. Kamu tidak akan mengungkap identitasmu di pasar gelap, kan? Kamu akan membiarkan mereka berpikir kalau kamu hanyalah seorang inkompeten yang diangkat karena pencapaian dan kecerdikanmu, kan?"
"Yap, tepat sekali. Tidak salah kamu jadi calon istriku. Love you, Inanna."
Wajah Inanna merona. Dia pun memalingkan wajah. Tampaknya, dia tidak menduga akan mendapat serangan fajar dariku.
Hahaha, moodku sedang berada di langit ketujuh karena perjanjian itu. Jadi, sesekali, aku ingin sedikit menggoda Inanna. Dan, reaksinya benar-benar lucu. Aku suka.
__ADS_1
"Jeanne," Emir berbicara. "Saat ini, aku tidak peduli dengan keluarga lain atau siapa pun juga. Aku tidak mau kamu, atau siapa pun dari keluarga besar kita, mengkhianati Lugalgin."
"Tentu–"
"Aku serius!" Emir mencondongkan badan, menatap Jeanne dalam-dalam. "Kita berasal dari keluarga kerajaan. Dan agen schneider yang berasal dari keluarga kerajaan bukan hanya kita. Entah satu atau dua, pasti ada yang masih merasa lebih superior dari Lugalgin. Kenapa? Pertama, Lugalgin adalah rakyat jelata. Kedua, Lugalgin adalah inkompeten. Dan ketiga, rekam jejak Lugalgin hanya menunjukkan dia pedagang.
"Dibandingkan keluarga kita, keluarga kerajaan, ketiga hal ini akan menjadi alasan bagi mereka untuk mengkhianati Lugalgin. Pasti ada yang berpikir akan mudah membungkam Lugalgin jika dia mulai melakukan hal yang tidak mereka suka. Namun, aku perlu bilang padamu, Lugalgin bukanlah orang yang selemah itu. Kamu, tidak, aku koreksi. Kalian, tidak mengetahui siapa Lugalgin yang sebenarnya."
Ya, benar. Jeanne, Shu En, dan agen schneider lain tidak tahu kalau aku adalah Sarru. Dan, selain itu, aku juga lah yang membantai seluruh keluarga Cleinhad.
Suasana di dalam ruangan ini sangat kontras. Ketika beberapa orang ekstasi, sebagian lagi justru tertekan.
Mulisu menambahkan, "Aku bisa melihat dengan jelas jalan pikir orang yang membuat perjanjian ini. Dia pasti berpikir 'seorang inkompeten tidak akan bisa berbuat banyak. Lugalgin hanyalah boneka. Kalau pun dia ingin menjatuhkan hukuman, yaitu pembersihan, dia akan membutuhkan bantuan kami, agen schneider. Ketika saat itu tiba, kami tinggal menolak'."
"Sayangnya," Inanna masuk. "Lugalgin tidak perlu bantuan agen schneider. Dan aku tidak membicarakan soal agen gugalanna."
Memang, kalau orang mendengar Inanna, yang mana dia adalah tuan putri dan juga agen gugalanna, mereka akan berpikir aku akan mendapat bantuan dari kerajaan sebelah.
Inanna memperjelas, "Yang aku maksud adalah, dia tidak membutuhkan bantuan siapa pun untuk melakukan pembersihan. Belum lagi dengan alasan yang diucapkan oleh Emir, ditambah Lugalgin tidak berniat mengatakan apapun mengenai identitasnya, kemungkinan pengkhianatan menjadi sangat tinggi."
"Kalau," Emir masuk kembali. "Seandainya ada satu orang yang berkhianat, Lugalgin tidak perlu bantuan agen schneider atau siapa pun untuk melakukan pembersihan. Dia bisa melakukannya seorang diri. Tanpa kalian sadari, kalian telah memberi izin pada Lugalgin untuk melakukan genosida terhadap keluarga kalian sendiri."
Di saat itu, mereka, Shu En dan Jeanne, perlahan-lahan mengarahkan pandangan padaku. Mata mereka terbuka lebar.
Aku hanya tersenyum, diam, tidak memberi jawaban.
Bersambung
\============================================================
Halo semuanya.
Kembali, author ingin mengucapkan terima kasih atas like, komentar, dan dukungan para pembaca. Semua dukungan tersebut sangat berarti untuk Author. Bagi yang mau lihat-lihat ilustrasi, bisa cek di ig @renigad.sp.author.
Ini masih termasuk pada empat chapter beruntun.
Dan, seperti biasa, author ingin melakukan endorse. Saat ini, ilustrator yang gambarnya digunakan sebagai cover adalah ilustrator pixiv, 千夜 atau QYS3. Jadi, sebelumnya, author hanya jalan-jalan di pixiv, cari original content, trus pm artistnya. Karena bukan hasil komis, melainkan public content, author pun tidak mengeluarkan uang.
Jadi, promosi di bagian akhir adalah sesuatu yang author lakukan dengan sukarela karena sang artis telah memperbolehkan author untuk menggunakan gambarnya meski sebenarnya sudah jadi public content. Jadi, para reader bisa membuka pixiv page dan like galerynya di https://www.pixiv.net/member.php?id=7210261 atau follow twitternya di https://twitter.com/QYSThree. Dua-duanya juga bisa.
Selain QYS3, author juga telah mendapatkan sebuah cendera mata dari pokarii yang bisa dipost di akhir cerita.
Sekali lagi, terima kasih bagi semua reader yang telah like dan komen. Dukungan kalian sangat lah berarti bagi author. Terima kasih juga atas ucapan lekas sembuhnya. Author benar-benar berterima kasih.
Sampai jumpa di chapter selanjutnya
__ADS_1