I Am No King

I Am No King
Chapter 262 – Tasha bagi Ukin


__ADS_3

"Ketika Bu Aria dan anak lain mencoba menjauhi Arya, untuk memberinya pelajaran, hanya satu anak yang tidak melakukannya, Tasha. Tasha tidak setuju dengan langkah bu Aria dan menganggap Ukin pasti mau berubah tanpa perlu dijauhi. Dia masih mencoba menarik dan membujuk Ukin agar mau berteman dengan yang lain. Dan, karena hal itu, Tasha menjadi cinta pertama Arya."


Aku melangkah mundur dan melepaskan tembakan dari kepala Lipan. Ukin menghindar dan melepaskan tembakan dari belakangku. Aku mengendalikan beberapa senjata tajam di bagian kepala lipan untuk membentuk perisai berlapis di belakang. Namun, aku lengah. Salah satu tembakan yang menghantam perisai berlapis adalah granat. Ledakannya membuatku terpisah dari kepala lipan.


Meski terpisah dari lipan, aku tidak membiarkan seranganku berhenti begitu saja. Aku membuat agar lipan itu langsung menerjang Ukin. Hanya mendorong, memberi tekanan. Namun, kalau beruntung dan Ukin masuk ke mulut lipan, ratusan pedang akan menusuknya dari semua arah.


Karena fokus pada serangan, aku membiarkan pertahananku berkurang. Aku menghantam dan menjebol jendela salah satu gedung. Aku lebih berharap menghantam dinding beton daripada jendela. Kalau menghantam jendela, seperti sekarang, beberapa bilah kaca pun akan menancap. Bahkan, jaket dan celana anti peluru ini tidak bisa menahan kaca secara penuh.


Bukan hanya badan. Beberapa kaca pun menancap di wajahku. Ah, sial! Tampaknya aku harus operasi wajah lagi setelah pertarungan ini berakhir.


Meskipun sedang diserang oleh lipan, Ukin tidak menurunkan serangannya. Puluhan pedang menembus dinding beton dan meluncur ke arahku. Aku lebih memilih untuk menghindar. Jika masih berada di atas kepala lipan, aku akan mengelak atau menangkis serangan Ukin. Walaupun pedangku rusak atau patah, aku bisa mengambil yang lain. Namun, saat ini, menghindar adalah pilihan yang tepat. Sambil menghindari semua serangan, aku berusaha menuju ke samping gedung.


Sementara itu, aku melanjutkan monolog ke Lugalgin.


"Sayangnya, keadaan berkata lain. Karena Arya terus membuat masalah, dia pun diusir pada usia 9 tahun, 1 tahun sebelum kamu datang. Tidak lama kemudian, aku dan beberapa anak lain juga keluar dari panti asuhan karena menginjak usia 12 tahun. Kami tidak mau membebani panti asuhan lebih lama lagi dan memutuskan untuk keluar."


Sekarang!


Aku berlari dan melompat ke salah satu lubang di dinding.


"Sial!"


Tepat di depanku, terlihat sosok tubuh Ukin yang didorong oleh Lipan dan mengumpat. Aku tidak menebasnya, tapi menendangnya dari belakang, membuatnya masuk ke mulut lipan. Seharusnya.


Tiba-tiba saja sebuah kumpulan pedang datang dan menghancurkan kepala lipan, membuat tendanganku hanya melemparkan Ukin. Dalam waktu singkat, aku sudah kembali di atas kepala lipan yang terbentuk kembali.


"Meski sudah keluar dari panti asuhan, aku masih sering menelepon, bertukar kabar. Dan, dari situ, aku mendengar namamu, Lugalgin. Aku masih teringat Tasha yang sesenggukan waktu bercerita ketika kamu pertama kali datang ke panti asuhan. Dia tidak tega melihat anak yang lebih muda darinya mengalami hidup yang berat."


Ukin kembali. Kali ini, dia membawa sebuah tombak. Aku melempar pedang di tangan ke lipan dan menggantinya dengan tombak. Kalau aku masih menggunakan pedang, Ukin lah yang akan mengatur jalannya pertarungan.

__ADS_1


"Tasha juga menelepon ketika kamu tidak datang beberapa hari berturut-turut. Dia semakin panik saat mendengar gosip kekerasan yang kamu alami semakin parah, hingga tanganmu patah. Kamu tidak tahu betapa repotnya aku berusaha menenangkan Tasha gara-gara kamu menghilang selama saat itu."


Beberapa seranganku berhasil menusuk tangan dan kaki Ukin. Namun, tubuhku pun tidak lolos dari tusukan Ukin.


"Apa kamu tahu Lugalgin," Ukin menyambung. "Suatu ketika, aku berkunjung ke panti asuhan, berharap dapat bertemu dengan Tasha. Memang, dia masih menyambut hangat dan masih menerimaku. Namun, Tasha tidak henti-hentinya membicarakan tentang kamu, kamu, dan kamu."


Aku melanjutkan, "Tasha berkata, itu adalah terakhir kalinya dia bertemu dengan Arya. Beberapa tahun kemudian, tragedi itu terjadi. Ketika aku menelepon, teleponku tidak menyambung. Ketika pulang, aku mendapati panti asuhan Sargon tidak ada. Bukan hanya panti asuhan. Aku tidak mengenal satu pun orang di tempat itu. Sempat terpikir untuk menghubungimu, tapi aku mengurungkannya. Dan, gara-gara kejadian itulah aku mulai terjun ke pasar gelap, mencari informasi mengenai panti asuhan Sargon."


Ukin kembali meluncurkan pedang ke punggungku. Namun, kali ini, aku lebih awas. Aku membentuk lipan yang lebih kecil, sepanjang 5 meter, untuk menghalau serangan Ukin.


"Beberapa bulan setelahnya, aku mendapatkan informasi mengenai Tasha. Namun, aku sama sekali tidak menyukai informasi itu. Informasi yang kudapat adalah Tasha sempat dijadikan ******* dan lalu dibuang setelah tewas. Tubuhnya tidak ditemukan. Setelah itu, aku putus asa. Dan, ketika sedang minum di satu bar, Lacuna mendatangiku, memberi tawaran untuk menjadi muridnya. Dan, aku menerimanya."


Sebuah memori datang ketika aku menenggak bir dari botol. Saat itu, tiba-tiba, seorang perempuan berambut putih datang dan mengatakan berbahaya untuk perempuan muda sepertiku minum sendirian di bar.


"Beberapa bulan kemudian, Lacuna mempertemukanku dengan kalian. Aku masih mengenali wajah Arya walaupun dia sudah mengganti nama menjadi Ukin. Wajahnya tidak banyak berubah. Namun, aku yakin dia tidak mengenaliku karena aku sudah operasi ganti wajah saat itu. Hingga sekarang, aku ragu Ukin mengenaliku."


"Aku tidak perlu mencari identitas orang lain yang tidak penting. Dan, ngomong-ngomong, aku sudah menjadi murid Lacuna sebelum panti asuhan Sargon menghilang. Jadi, aku memang benar-benar senior kalian."


"Diam!"


Ayunan tombak Ukin menjadi sangat kuat, membuat tombakku terlepas. Aku mengambil tombak lain dan kembali menghadapi Ukin.


"Lugalgin, kamu tidak tahu bagaimana marahnya aku ketika Lacuna memperkenalkanmu sebagai muridnya. Kamu, orang yang telah merebut Tasha dariku, seorang inkompeten, tanpa pengendalian, menjadi murid Lacuna? Bukan hanya itu! Kamu juga rutin datang ke apartemen Lacuna. Laki-laki dan perempuan di satu apartemen yang sama jelas melakukan hal itu. Namun, aku berusaha menolaknya. Aku tidak ingin mempercayainya."


"Namun," aku menyambung. "Ukin, kamu akhirnya menyadari kalau Lacuna lebih memilih Lugalgin ketika dia mengatakan tidak akan membersihkan Agade dengan syarat. Ini menyulut kemarahanmu, membuatmu hampir membunuh Lacuna."


"Saat itu, di tengah keputusasaanku, aku berusaha menyerang keluarga Cleinhad beberapa kali. Namun, koneksi mereka terlalu banyak. Bahkan, mereka bisa membuat organisasi tingkat enam pilar bergerak untuk memburuku. Dan lalu, ketika keluarga Cleinhad dibantai, aku tahu hanya ada satu orang yang bisa melakukannya, yaitu kamu, Lugalgin."


"Ah, jadi buronan yang diinginkan oleh keluarga Cleinhad saat itu adalah kamu, Ukin. Haha. Kami tidak tahu karena Agade tidak mau berurusan dengan keluarga Cleinhad."

__ADS_1


"Beberapa tahun aku menjadi mercenary tanpa arah, hanya menjalani hari demi hari. Suatu ketika, di saat terluka, aku dipertemukan dengan Maila. Dia benar-benar mengubahku. Berkat dia, aku menyadari cara pandangku mengenai pengendalian adalah salah. Namun, apa kamu tahu dia mengatakan apa? Dia bilang, 'aku memiliki teman bernama Lugalgin. Tampaknya, dia ingin menghancurkan kerajaan ini. Aku tidak mau kerajaan ini hancur. Aku tidak mau hidup sengsara,'."


Oke. Bagian ini baru aku dengar.


 


 


Bersambung


 


 


\============================================================


Halo semuanya.


Kembali, author ingin mengucapkan terima kasih atas like, komentar, dan dukungan para pembaca. Semua dukungan tersebut sangat berarti untuk Author. Bagi yang mau lihat-lihat ilustrasi, bisa cek di ig @renigad.sp.author.


Dan, seperti biasa, author akan endorse artist yang gambarnya di cover. Saat ini, ilustrator yang gambarnya digunakan sebagai cover adalah ilustrator pixiv, 千夜 atau QYS3. Jadi, sebelumnya, author hanya jalan-jalan di pixiv, cari original content, trus pm artistnya. Karena bukan hasil komis, melainkan public content, author pun tidak mengeluarkan uang.


Jadi, promosi di bagian akhir adalah sesuatu yang author lakukan dengan sukarela karena sang artis telah memperbolehkan author untuk menggunakan gambarnya meski sebenarnya sudah jadi public content. Jadi, para reader bisa membuka pixiv page dan like galerynya di https://www.pixiv.net/member.php?id=7210261 atau follow twitternya di https://twitter.com/QYSThree. Dua-duanya juga bisa.


Selain QYS3, author juga telah mendapatkan sebuah cendera mata dari pokarii yang bisa dipost di akhir cerita.


Sekali lagi, terima kasih bagi semua reader yang telah like dan komen. Dukungan kalian sangat lah berarti bagi author. Terima kasih juga atas ucapan lekas sembuhnya. Author benar-benar berterima kasih.


Sampai jumpa di chapter selanjutnya

__ADS_1



__ADS_2