I Am No King

I Am No King
Chapter 301 – Peringatan


__ADS_3

Tok tok


Ketokan pintu terdengar, memecahkan pikiranku.


"Bos, semuanya sudah siap."


"Bagus. Tunggu aku di ruang kerja."


"Siap!"


Oke. Waktunya kembali bekerja. Aku mengambil beberapa barang elektronik di ruangan ini dan mengubahnya menjadi tali. Meski pengendalian utamaku adalah aluminium, yang sudah spesial, aku tetap mempelajari semua material. Dengan demikian, aku bisa bertarung kapan saja tanpa khawatir disergap.


Namun, harus diakui, mempelajari semua material untuk bisa mengendalikannya adalah hal yang tidak mudah. Daripada mempelajari semua material, tidak mengandalkan pada pengendalian dan lebih fokus pada senjata adalah pilihan yang lebih efisien. Sayangnya, aku baru menyadari hal ini setelah bertemu dengan Lacuna dan Lugalgin. Sudahlah. Penyesalan tidak ada gunanya.


Dengan tali yang terbuat dari campuran berbagai bahan, aku membawa dua jenazah. Aku berjalan santai menyusuri lorong panjang dengan karpet merah, melewati puluhan jenazah. Dinding dan langit-langit penuh dengan ornamen dan hiasan, ciri khas bangsawan. Warna merah karpet tidak mengalami perubahan, mampu menyamarkan semua darah yang mengalir. Namun, tidak demikian dengan dinding putih.


Di ruang utama, jumlah jenazah semakin banyak. Anak buahku menumpuk semua jenazah di satu tempat. Aku pergi ke ujung satunya, melewati pintu. Di balik pintu terlihat anak buahku sudah bersiap dengan peralatan siaran, lengkap dari microphone, kamera, lampu, dsb.


Setiap bangsawan selalu memiliki ruang kerja tidak peduli apapun gelarnya. Yang membedakan adalah ukuran dan dekorasi di dalamnya. Mengingat ruang kerja ini milik Count, ukurannya cukup besar. Namun, tentu saja, tidak sebesar ruang kerja suamiku sebagai Duke.


"Semuanya siap."


Aku tahu kalau sudah siap. Kalian tidak perlu mengatakannya padaku. Namun, aku tidak mungkin mengatakannya. Aku hanya bisa mengatakan satu hal.


"Bagus."


Aku berjalan menuju kursi di balik meja kerja. Sementara itu, dua jenazah ini aku ikat ke dinding, di belakangku.


"Baik, silakan mulai, bos."


Aku tersenyum. "Halo semuanya. Sebagian besar dari kalian sudah mengenalku. Namun, bagi yang belum, perkenalkan, aku adalah Pimpinan Quetzal. Kalian bisa memanggilku Stella. Seperti yang kalian tahu, saat ini Quetzal, Agade, dan Akadia sudah menjadi sekutu. Dan, tampaknya, ada pihak yang tidak senang dengan perkembangan pasar gelap."

__ADS_1


Aku tidak mau menyebut Akadia sebelum Quetzal.


Pengumuman ini disiarkan ke seluruh situs darkweb pasar gelap. Hanya orang-orang yang sudah terjun ke pasar gelap dan memiliki reputasi tertentu bisa mendapat akses. Namun, bagi yang belum mendapat akses pribadi, mereka bergantung pada televisi penerima frekuensi khusus pada kafe atau bar khusus pasar gelap.


"Lalu, apa yang mereka lakukan? Mereka mulai memberi perlawanan. Kalau hanya perlawanan normal, aku tidak perlu menyiarkan pengumuman ini. Namun, mereka mulai mengambil langkah yang berbahaya. Apa itu? Mereka mulai mendekati bangsawan kerajaan ini. Mereka mencari identitas kami di dunia dan ingin menjerat kami dengan hukum. Dan, aku harus bilang, aku tidak suka dengan hal ini. Ah, tidak. Aku koreksi. Kami tidak suka."


Yang sebenarnya bukanlah orang pasar gelap mendekati bangsawan kerajaan, tapi sebaliknya. Bangsawan aktif di pasar gelap lah yang menyalahgunakan wewenang. Namun, karena fakta ini masih rahasia, aku tidak begitu saja membukanya.


Masalah ini berawal dari perselisihan Permaisuri Rahayu dan Emir. Pada awalnya, aku berpikir masalah yang terjadi hanya antara mereka. Namun, ternyata, masalah dua orang ini merambat kemana-mana. Pihak yang tidak puas dengan pasar gelap, sebenarnya, tidak peduli dengan Emir. Yang mereka benci adalah Lugalgin. Karena Lugalgin adalah suami Emir, mereka pun memihak ke Permaisuri Rahayu.


Mereka tidak tahu kalau Lugalgin adalah Sarru, pendiri dan pemimpin Agade. Yang orang-orang ini tahu hanya keadaan pasar gelap kacau sejak Lugalgin menjabat sebagai kepala intelijen.


Permaisuri meminta kepolisian untuk "mengawasi" Tuan Putri Rina adalah penyalahgunaan wewenang. Seharusnya, urusan pengawasan dan informasi dipegang oleh intelijen. Namun, karena Lugalgin ada di intelijen, Permaisuri Rahayu seenaknya memerintahkan kepolisian.


Lalu, apa hubungannya? Mereka berpikir kebencian Permaisuri pada Emir merambat orang di sekitarnya seperti Lugalgin dan Tuan Putri Rina. Gara-gara ini, para bangsawan mulai berpikir untuk memanfaatkan Permaisuri Rahayu. Mereka pun mulai mengumpulkan bukti keterlibatan bangsawan lain di pasar gelap.


Rencananya, mereka akan menggunakan bukti ini sebagai ancaman agar para bangsawan menerima tawanan Lugalgin mengalihkan dukungan. Dengan rencana ini, bangsawan yang tidak menerima tawaran Lugalgin berharap bisa menguasai pasar gelap.


Dengan menyatukan bangsawan, mereka akan memaksa Permaisuri Rahayu menurut. Dan, tentu saja, tuntutan pertama adalah memberhentikan Lugalgin. Dengan begini, mereka berharap Lugalgin tidak merusak tatanan pasar gelap lagi.


Menurutku, para bangsawan ini adalah orang bodoh. Mereka tidak memiliki informasi lengkap tapi sudah berani bergerak. Mereka sama sekali tidak tahu kalau masalah Permaisuri Rahayu dengan Emir hanyalah sampingan. Yang sebenarnya diinginkan Permaisuri Rahayu adalah Lugalgin. Jadi, dia tidak mungkin mencopot Lugalgin dari posisi Kepala Intelijen.


Lugalgin bukanlah pihak yang bisa diremehkan. Di belakang Lugalgin berdiri intelijen, Agade, Akadia, dan Militer. Kalau bangsawan yang memegang pemerintahan dan memiliki kendali atas kepolisian menyatakan ingin melawan Lugalgin, perang saudara bisa pecah. Aku tidak mau hal itu terjadi.


"Jadi, malam ini, aku memberikan siaran ini sebagai peringatan. Saat ini, Quetzal, Agade, dan Akadia sedang melakukan operasi besar-besaran, pembersihan orang-orang yang terlibat. Kalau kalian berpikir ucapanku hanya gertakan sambal, pikir lagi."


Kameramen memutar lensa. Seharusnya, dia melakukan zoom out dan menunjukkan dua tubuh di belakangku.


"Di belakangku adalah tubuh Count Raia dan istrinya. Mereka adalah salah sedikit dari banyak bangsawan yang bekerja sama dengan pasar gelap untuk melawan kami. Mereka mulai mengancam keluargaku. Jadi, aku balas ancaman mereka dengan pembersihan."


Seharusnya, saat ini, siaran berganti ke gambar tubuh-tubuh tidak bernyawa yang ada di seluruh bangunan. Gambar-gambar itu penting untuk menyatakan kalau ancaman kami adalah nyata.

__ADS_1


Agade dan Akadia tidak akan melakukan siaran ini. Mereka lebih memilih untuk langsung membunuh dan membersihkan semua bangsawan yang melawan. Akadia tidak terlalu peduli dengan bangsawan rusak. Bagi mereka, sudah selayaknya bangsawan rusak dibersihkan.


Untuk Agade, anggotanya adalah korban perdagangan anak. Mereka justru menerima kondisi ini dengan senang hati. Kenapa? Karena mereka bisa membalas dendam tanpa ada yang protes. Hanya aku yang ingin meminimalisir korban jiwa dari pihak bangsawan.


Bukannya merasa sentimen sebagai sesama bangsawan. Aku merasa sayang kalau semua sumber daya manusia itu hilang begitu saja. Resource itu penting.


"Bagi kalian yang masih ingin melawan, aku persilakan untuk melanjutkan. Namun, jangan protes kalau kami melakukan pembalasan. Dan, bagi kalian yang belum terlibat, aku sarankan jangan. Kalau kalian terlibat, nasib kalian tidak akan berbeda. Apa kalian pikir kami menempati posisi Enam Pilar hanya sebagai hiasan?"


Bersambung


 


 


\============================================================


Halo semuanya.


Kembali, author ingin mengucapkan terima kasih atas like, komentar, dan dukungan para pembaca. Semua dukungan tersebut sangat berarti untuk Author. Bagi yang mau lihat-lihat ilustrasi, bisa cek di ig @renigad.sp.author.


Dan, seperti biasa, author akan endorse artist yang gambarnya di cover. Saat ini, ilustrator yang gambarnya digunakan sebagai cover adalah ilustrator pixiv, 千夜 atau QYS3. Jadi, sebelumnya, author hanya jalan-jalan di pixiv, cari original content, trus pm artistnya. Karena bukan hasil komis, melainkan public content, author pun tidak mengeluarkan uang.


Jadi, promosi di bagian akhir adalah sesuatu yang author lakukan dengan sukarela karena sang artis telah memperbolehkan author untuk menggunakan gambarnya meski sebenarnya sudah jadi public content. Jadi, para reader bisa membuka pixiv page dan like galerynya di https://www.pixiv.net/member.php?id=7210261 atau follow twitternya di https://twitter.com/QYSThree. Dua-duanya juga bisa.


Selain QYS3, author juga telah mendapatkan sebuah cendera mata dari pokarii yang bisa dipost di akhir cerita.


Sekali lagi, terima kasih bagi semua reader yang telah like dan komen. Dukungan kalian sangat lah berarti bagi author. Terima kasih juga atas ucapan lekas sembuhnya. Author benar-benar berterima kasih.


Sampai jumpa di chapter selanjutnya


 

__ADS_1



__ADS_2