I Am No King

I Am No King
Chapter 144 – Yarmuti Alhold


__ADS_3

"Anu, Gin, kalau aku boleh tanya," Emir masuk ke pembicaraan. "Apa yang membuat Yarmuti bisa mengalami itu semua? Maksudku. Seharusnya dia lebih kuat dariku, kan? Kenapa keluarga Alhold bisa memberinya luka separah itu?"


 


Aku melihat ke Emir sejenak, lalu melempar pandangan ke Mulisu. Aku tidak tahu apa yang harus kukatakan.


 


"Hah...." Mulisu menghela nafas. "Emir, aku dan Lugalgin mengetahui semua masa lalu anggota Agade yang kami selamatkan. Jadi, kami bisa mengetahui trauma dan ketakutan terbesar masing-masing anggota. Yah, tentu saja, dengan pengecualian Lugalgin tidak tahu masa laluku, begitu juga sebaliknya."


 


Kali ini, semua anggota Agade langsung melihat ke arah Mulisu.


 


"Jangan lupa," aku mengingatkan anggota Agade. "Kita memiliki aturan untuk tidak membahas masa lalu seseorang kecuali orang itu yang menceritakannya sendiri. Jadi, kalau ada momen dimana aku atau Mulisu tidak menurunkan kalian pada satu pekerjaan, meski tampak sederhana, seperti menjaga rumahku, ketahuilah kami sebenarnya memikirkan masa lalu kalian."


 


Ketika mendengar ucapanku, para anggota menundukkan kepala. Mereka tidak lagi melihat ke arah Mulisu atau aku.


 


"Ibla," aku memberi penutup. "Aku tidak akan mengambil alih Agade hanya karena satu kesalahan. Satu kesalahan tidak dapat menghapuskan semua kebaikan yang telah kamu lakukan. Tapi, ingat! Ke depannya kamu harus beli berhati-hati."


 


"Baik! Maafkan aku. Dan, terima kasih, Gin."


 


Aku, bersama Emir dan Mulisu, masuk ke dalam ruangan, melihat langsung kondisi Yarmuti. Di dalam, sudah ada laki-laki pendek dengan rambut pendek dan mata hitam. Ur berdiri di samping dokter yang sedang membereskan peralatannya, bersiap untuk pergi.


 


Aku melihat Yarmuti yang masih memejamkan mata. Sebuah masker oksigen terpasang di wajah. Tangan kirinya pun telah ditusuk jarum infus. Namun, karena nyawa Yarmuti tidak terancam, tidak terpasang satu pun alat pendeteksi detak jantung.


 


"Aku baru bisa datang membawa tagihan besok pagi. Klienku banyak sekali hari ini."


 


"Ya, terima kasih dok," Ur merespon dokter dengan cepat.


 


"Aku hanya menjalankan bisnis."


 


Ur langsung menutup pintu begitu dokter itu meninggalkan ruangan. Sebelum Ur menutup pintu, aku melihat Simurrum maju untuk mengantarkan dokter keluar.


 


"Jadi, apa benar kalau aku menyimpulkan Yarmuti berasal dari keluarga Alhold?"


 


Hanya Emir yang terentak ketika mendengar dugaan Ur. Aku dan Mulisu sama sekali tidak terkejut karena kami sudah tahu.


 


Melihat dari kejadian kali ini, dimana Yarmuti terluka begitu parah padahal hanya melawan keluarga Alhold, sudah memberi petunjuk yang begitu jelas. Namun, bukti lain yang hampir tidak bisa terelakkan adalah dada Yarmuti yang datar, ciri khas perempuan yang terlahir di keluarga Alhold.


 


"Ya, kamu benar," aku menjawab Ur.

__ADS_1


 


"Dengan kata lain, mungkin, Yarmuti panik ketika berhadapan dengan keluarga Alhold. Trauma dan ketakutannya di masa lalu lah yang menyebabkan dia panik. Hal ini berakibat pada kemampuan bertarungnya menurun drastis. Kalau Yarmuti panik, aku bisa menduga keluarganya sendiri lah yang menjualnya ke keluarga Cleinhad. Apa dugaanku benar?"


 


"Tidak," aku kembali menjawab Ur. "Tidak salah. Memang benar keluarganya sendiri lah yang menjual Yarmuti."


 


Lebih tepatnya, keluarga Alhold selain ibu Yarmuti. Bisa dibilang, nasib Yarmuti agak mirip sepertiku. Ayahnya plin plan, tidak berani membantah perintah kepala keluarga. Hanya ibunya lah yang mati-matian membela Yarmuti.


 


Namun, ibunya lengah. Suatu ketika, dia mendapati Yarmuti sudah tidak ada. Ketika mendapati keluarga Alhold sudah menjual Yarmuti ke keluarga Cleinhad, ibunya pun mencabut nyawanya sendiri. Hal yang tragis adalah, ayahnya menikah lagi, merajut keluarga baru, seolah istrinya yang lama dan Yarmuti tidak pernah ada.


 


Dan, ternyata, Yarmuti bukanlah satu-satunya anak keluarga Alhold yang mengalami ini. Ketika aku menyelidiki masa lalu Yarmuti, aku mendapati keluarga Alhold sering melakukan hal itu. Setiap anak dengan pengendalian generik akan dijual ke keluarga Cleinhad, menyisakan anak-anak spesial dan berbakat.


 


Aku tidak dijual oleh keluarga Alhold karena sebelum pengendalian Ninlil bangkit, aku lah yang akan mengambil posisi kepala keluarga Alhold. Namun, ketika pengendalian Ninlil bangkit, ibu sudah memiliki kuasa dan kekuatan sehingga keluarga Alhold tidak mampu menjualku ke keluarga Cleinhad. Jadi, bisa dibilang, keluarga Alhold terlambat.


 


"Lalu, Gin, kenapa dia tidak panik ketika di dekatmu? Kamu keluarga Alhold juga, kan?"


 


"Normal untukmu berpikiran seperti itu. Dan, ya. Di awal, dia sempat takut ketika tahu aku berasal dari keluarga Alhold." aku menjawab Ur.


 


"Yarmuti mulai tenang ketika dia mengetahui kalau Lugalgin adalah inkompeten," Mulisu menambahkan. "Saat itu, aku tidak tahu apa pun soal Lugalgin. Jadi, aku hanya mengatakan Lugalgin hidup sebagai musuh keluarga Alhold. Dan lagi, Yarmuti bilang kalau dia tidak bisa takut pada orang yang telah menyelamatkannya. Dia pun berusaha memberanikan diri untuk mendekat ke Lugalgin."


 


 


Sekali lagi, aku mendengar Mulisu mendorong tanggung jawab padaku. Aku tidak serta merta menyelamatkan mereka semua. Aku menyelamatkan mereka atas permintaan Mulisu. Kalau Mulisu tidak memintanya, aku tidak akan menyelamatkan mereka.


 


"Yah, sudahlah." Aku menutup pembicaraan ini. "Mulai sekarang, Yarmuti tidak boleh pergi ke lini depan baik sebagai pengumpul informasi maupun sebagai petarung. Dia hanya boleh bekerja sebagai pihak administrasi dan dokumen."


 


"Kami setuju."


 


Ur dan Mulisu menjawabku bersamaan.


 


"Kalau begitu, aku dan Emir pergi dulu. Kalian jaga Yarmuti ya."


 


Aku dan Emir pun pergi meninggalkan ruangan. Ketika keluar ruangan, aku mendapati Ninmar sedang memeriksa luka di wajah Ibla.


 


"Jadwal kerja seperti biasa. Yang tidak kutunjuk untuk pergi ke intelijen, kalian tetap di sini dan jaga Yarmuti."


 


"Baik!"

__ADS_1


 


Mereka menjawab dengan kompak dan lantang.


 


Ada orang sakit, tahu. Kenapa kalian tidak bisa menjawab biasa saja sih? Kenapa harus dengan lantang? Yah, sudahlah. Itu tidak penting.


 


Dalam perjalanan kembali ke rumah, aku memikirkan hal lain. Menurutku, alasan lain agen yang kurumahkan mengajukan kerja sama dengan keluarga Alhold adalah karena hubungan bisnis tadi, antara keluarga Alhold dengan Cleinhad. Aku harus menyelidiki ini lebih dalam.


 


Aku sudah menghentikan penyelidikan atas kematian Tasha karena dulu aku menganggap dirinya hanya sebagai salah satu korban keluarga Cleinhad. Namun, beberapa data yang kudapatkan sejak menjabat sebagai kepala intelijen mengindikasikan hal lain.


 


Aku belum mendapatkan kesimpulan dan hubungan data yang penuh. Namun, aku tidak bisa membuang kemungkinan kalau anak-anak panti asuhan itu dijual oleh keluarga Cleinhad atas permintaan keluarga Alhold.


 


Alasan kenapa keluarga Alhold meminta Tasha dijual? Mungkin mereka ingin membalas dendam padaku karena aku sudah di luar jangkauan mereka. Kalau sampai dugaanku benar, maka, secara tidak langsung, bisa dibilang aku lah yang menyebabkan kematian Tasha.


 


Yah, aku tidak akan keberatan kalau ada salah satu anak panti asuhan yang mendatangiku dan menyalahkanku. Bahkan, kalau mereka memintaku bunuh diri, aku tidak akan keberatan. Namun, kalau dugaan ini adalah benar, sebelum bunuh diri, aku harus membersihkan keluarga Alhold, termasuk ayah.


 


Bersambung


 


 


\============================================================


 


 


Halo semuanya.


 


Kembali, author ingin mengucapkan terima kasih atas like, komentar, dan dukungan para pembaca. Semua dukungan tersebut sangat berarti untuk Author. Bagi yang mau lihat-lihat ilustrasi, bisa cek di ig @renigad.sp.author.


 


Dan, seperti biasa, author akan endorse artist yang gambarnya di cover. Saat ini, ilustrator yang gambarnya digunakan sebagai cover adalah ilustrator pixiv, 千夜 atau QYS3. Jadi, sebelumnya, author hanya jalan-jalan di pixiv, cari original content, trus pm artistnya. Karena bukan hasil komis, melainkan public content, author pun tidak mengeluarkan uang.


 


Jadi, promosi di bagian akhir adalah sesuatu yang author lakukan dengan sukarela karena sang artis telah memperbolehkan author untuk menggunakan gambarnya meski sebenarnya sudah jadi public content. Jadi, para reader bisa membuka pixiv page dan like galerynya di https://www.pixiv.net/member.php?id=7210261 atau follow twitternya di https://twitter.com/QYSThree. Dua-duanya juga bisa.


 


Selain QYS3, author juga telah mendapatkan sebuah cendera mata dari pokarii yang bisa dipost di akhir cerita.


 


Sekali lagi, terima kasih bagi semua reader yang telah like dan komen. Dukungan kalian sangat lah berarti bagi author. Terima kasih juga atas ucapan lekas sembuhnya. Author benar-benar berterima kasih.


 


Sampai jumpa di chapter selanjutnya


 

__ADS_1



__ADS_2