
"Wah, Lugalgin benar. Kita benar-benar menemukan mereka di tempat ini."
Sebuah suara terdengar dari pintu masuk. Kami menoleh dan mendapati dua sosok. Tidak seperti anggota Agade yang lain, dua sosok ini tidak mengenakan topeng dan jubah, membiarkan wajah dan rambutnya terekspos. Emir dan Inanna tidak membiarkan rambutnya terburai begitu saja. Mereka sama-sama mengucir rambutnya menjadi ponytail.
Tempat ini adalah lobi resor yang terletak di bagian atas kota Abu, di dekat puncak. Tempat ini menyimpan kenangan untuk kami anggota eksekutif SMA Karia, terutama Lugalgin dan Illuvia. Resor ini adalah tempat dimana kami melakukan pesta di tahun kedua. Dan, di tempat ini lah Illuvia pertama kali menyatakan perasaannya pada Lugalgin.
Saat itu, aku berharap Illuvia dapat membuat hati Lugalgin terbuka, mencegah semua ini. Namun, sayangnya, Lugalgin menolak perasaan Illuvia dengan alasan dia tidak mau memiliki hubungan romantis dengan bangsawan. Aku penasaran, kalau seandainya saat itu Lugalgin tidak menolak Illuvia, apakah semua kejadian ini bisa dicegah?
Kami berdua bangkit dari sofa dan berjalan ke tengah lobi, bersiap menghadapi dua calon istri Lugalgin.
"Kau! Kau! Putri ******! Kalau bukan gara-gara kau!"
Illuvia tiba-tiba berteriak, mengeluarkan hinaan pada sosok di hadapannya, Emir.
Illuvia....
Tampaknya aku sudah berbuat kesalahan. Awalnya, aku berpikir membawa Illuvia untuk membuatnya menghadapi Lugalgin. Kalau Lugalgin menghadapi Illuvia, aku berharap dia tidak bisa serius. Lugalgin yang tidak bisa serius akan memberi banyak celah untukku menyerang, mengakhiri semua masalah ini.
Dengan menunggu di tempat ini, aku berharap Lugalgin akan datang, menghormati kenangan yang dia miliki bersama Illuvia, mengakhiri semua ini dengan tangannya sendiri. Namun, aku tidak mengira kalau Lugalgin tidak datang dan justru mengirim dua calon istrinya. Lugalgin, ternyata aku memang tidak mengenalmu.
Di lain pihak, mungkin, ini adalah yang diinginkan Illuvia. Semenjak dipulangkan dari Agade, Illuvia tampak kesal, sangat kesal. Dari pelayan Illuvia, Nerva, Aku mendapati kalau dia dibentak dan dikesampingkan oleh Lugalgin. Tampaknya, Illuvia merasa dikesampingkan oleh Lugalgin gara-gara anggota Agade, membuatnya merasa tidak lebih penting dari Agade. Dan, entah dari mana, dia mulai menyebut nama Emir.
Setelah mengenal Illuvia cukup lama, aku menyadari kalau dia menyalahkan Emir. Dia menganggap Emir yang melepaskan status putri kerajaan dan melamar Lugalgin adalah penyebab semuanya. Menurut Illuvia, kalau Emir tidak melakukan itu, Lugalgin pasti masih peduli dengannya. Dia tidak akan dikesampingkan untuk orang asing di Agade.
Sebenarnya, aku ingin mengatakan kalau asumsi Illuvia adalah salah besar. Lugalgin terlibat di pasar gelap jauh sebelum menemui Emir. Dan, Lugalgin lah yang mendirikan Agade. Dengan kata lain, Lugalgin mengenal Agade sebelum badan eksekutif SMA Karia. Jadi, normal kalau Lugalgin mengesampingkan Illuvia demi Agade.
Kembali ke Illuvia. Kalau dibandingkan dengan Emir, Illuvia adalah pengecut. Ketika dia tidak berani meninggalkan status bangsawan, Emir justru melepas status keluarga kerajaan. Bahkan, dia tidak melepaskan status tuan putrinya dengan mudah. Dia harus memenangkan battle royale terlebih dahulu. Jadi, cinta Illuvia ditolak adalah salahnya sendiri, bukan orang lain.
Namun, tentu saja, aku tidak mengatakan hal itu. Kalau mengatakannya, aku bisa memastikan Illuvia akan menganggapku sebagai musuh. Dan, saat ini, aku tidak mau menambah jumlah musuh. Aku harus menghentikan Lugalgin. Aku tidak akan membiarkan urusan personal Lugalgin menghancurkan kedamaian kerajaan ini.
Menurut rumor, dulu, Lugalgin mendirikan Agade agar para korban bisa membalas dendam ke kerajaan. Awalnya, aku tidak percaya rumor ini. Namun, melihat bagaimana Lugalgin dan Agade membuat kestabilan kerajaan berantakan, aku tidak punya pilihan selain percaya.
Aku kembali fokus pada dua sosok di depanku. Mereka mengenakan pakaian Igni, sepatu bot, celana kargo, dan jaket. Tidak terlihat Jubah dan topeng. Karena tidak mengenakan jubah, aku bisa melihat senjata yang mereka bawa. Emir mengenakan sepasang sarung tangan besi yang bisa digunakan sebagai pertahanan dari benda tajam. Selain itu, dia membawa dua buah pistol di pinggang dan pisau survival di kedua kaki.
Inanna membawa empat buah pedang sepanjang 1 meter di belakang pinggang. Melihat dari bentuknya yang kotak, aku memperkirakan pedangnya adalah katana tipe shirasaya. Namun, tidak berhenti di situ, di kedua pahanya terikat pistol beserta sarung dan pisau terikat di kedua tangan.
__ADS_1
Dan, seolah tidak cukup, keduanya masih membawa sebuah assault rifle yang menggantung di bahu.
Penampilan dua perempuan ini memberi kesan kalau mereka sudah siap bertarung tanpa pengendalian. Tampaknya, Lugalgin sudah mengantisipasi penghilang pengendalian Illuvia. Saat ini, meski tahu Illuvia menggunakan penghilang pengendaliannya, aku tidak tahu dimana dia meletakkan alat yang, seingatku, berbentuk garpu tala itu.
Di lain pihak, Illuvia masih mengenakan pakaian dan jubah Sarru palsu yang aku beri beberapa bulan lalu. Yang beda hanyalah kali ini dia tidak mengenakan topeng, membiarkan wajahnya yang mirip dengan Inanna terlihat. Yang tidak aku duga adalah peti mati berisi senjata di punggungnya. Aku kira senjata itu sudah dirampas oleh Lugalgin. Apa Illuvia memiliki simpanan senjata lain?
Di lain pihak, pakaianku sama dengan Emir dan Inanna. Aku membawa assault rifle, pistol di paha kiri, tombak terikat di punggung, dan pedang dua sisi di belakang pinggang.
"Illuvia–"
"DIAM KAU! GARA-GARA KAU, GARA-GARA KAU!"
Illuvia menyela Emir dan berteriak. Dia tidak lagi menghina Emir, hanya mengatakan hal yang sama berkali-kali.
Namun, di lain pihak, Emir terlihat begitu melow dan lunak. Apa dia ragu dengan pertarungan ini karena kami adalah teman SMA Lugalgin? Apa dia khawatir kematian kami akan membuat Lugalgin bersedih? Tampaknya, ini bisa kumanfaatkan.
Kalau Emir aku paksa melawan Illuvia, besar kemungkinan dia tidak akan serius. Kalau Emir tewas, mungkin mental Lugalgin akan goyah, membuatnya lebih mudah dibunuh. Ya. Rencana ini bisa berhasil.
"Gara-gara kau. Gara-gara kau. Berisik! Tidak ada kata lain yang bisa keluar dari mulutmu? Atau kau tidak tahu kata lain? Apa kau begitu bodoh? Tidak heran Lugalgin lebih memilih Emir."
"Kau pikir, kalau tidak ada Emir, Lugalgin akan memilihmu? Hah! Pikir lagi! Aku sudah mendengarnya dari Lugalgin dan Bu Yueni. Ketika Emir meninggalkan status tuan putri dan keluarganya, kau masih bergantung pada keluargamu dan status bangsawan. Walaupun Lugalgin tidak bertemu dengan Emir, dia tidak akan memilihmu!"
Dan tuan putri Inanna mengatakan apa yang ada di pikiranku sebelumnya. Namun, ternyata, balasan tuan putri Inanna tidak berhenti sampai di situ."
"Dan lagi, dengan dada tepos seperti itu, hampir bisa dipastikan kau tidak akan pernah bisa mendapatkan Lugalgin."
"Eh?"
Tanpa kusadari, aku sudah terkejut dan mengeluarkan kata itu. Aku sama sekali tidak menduga Inanna akan membawa fisik.
"Auh..."
Emir merintih. Tiba-tiba saja, tanpa peringatan, Inanna sudah melingkarkan tangan ke leher Emir dan meraba dada Emir. Karena mereka tidak menutup ritsleting tengah jaket, aku bisa melihat jelas dada Emir yang bergerak dan diraba oleh Inanna.
"I-Inanna–ahh..."
__ADS_1
"Biar aku beri informasi menarik untukmu. Lugalgin selalu memainkan dada kami ketika melakukannya. Dia meremas, meraba, bahkan menghisapnya. Aku bisa bilang Lugalgin benar-benar menikmatinya. Apa menurutmu dia bisa melakukan semua itu dengan dada ratamu? Hah! Lupakan!"
Wajah Emir memerah hingga ke telinga. Selain itu suara rintihannya masih terus terdengar. Di lain pihak, Inanna tampak mengabaikan Emir dan terus melemparkan informasi tidak penting ke Illuvia.
"Kau pasti sadar kan bagaimana wajahmu dan wajahku hampir sama? Tapi, Lugalgin memilih aku! Kenapa? Selain karena membuang status tuan putriku, aku bisa bilang karena ini."
Inanna mulai memainkan dadanya sendiri dengan senyum lebar, merendahkan Illuvia.
"Bahkan, sebelum ke sini, kami melakukannya di kantor Lugalgin. Dan, malam ini, tadi, aku bisa bilang Lugalgin jauh lebih bersemangat dari biasanya. Bahkan, kami butuh waktu setengah jam lebih hanya untuk berdiri. Kaki kami begitu lemas karena dia jauh lebih buas dari biasanya. Kau tidak tahu kan apa fetish Lugalgin? Hah! Tentu saja kau tidak tahu! Lugalgin tidak memilihmu!"
"...."
Bersambung
\============================================================
Halo semuanya.
Kembali, author ingin mengucapkan terima kasih atas like, komentar, dan dukungan para pembaca. Semua dukungan tersebut sangat berarti untuk Author. Bagi yang mau lihat-lihat ilustrasi, bisa cek di ig @renigad.sp.author.
Dan, seperti biasa, author akan endorse artist yang gambarnya di cover. Saat ini, ilustrator yang gambarnya digunakan sebagai cover adalah ilustrator pixiv, 千夜 atau QYS3. Jadi, sebelumnya, author hanya jalan-jalan di pixiv, cari original content, trus pm artistnya. Karena bukan hasil komis, melainkan public content, author pun tidak mengeluarkan uang.
Jadi, promosi di bagian akhir adalah sesuatu yang author lakukan dengan sukarela karena sang artis telah memperbolehkan author untuk menggunakan gambarnya meski sebenarnya sudah jadi public content. Jadi, para reader bisa membuka pixiv page dan like galerynya di https://www.pixiv.net/member.php?id=7210261 atau follow twitternya di https://twitter.com/QYSThree. Dua-duanya juga bisa.
Selain QYS3, author juga telah mendapatkan sebuah cendera mata dari pokarii yang bisa dipost di akhir cerita.
Sekali lagi, terima kasih bagi semua reader yang telah like dan komen. Dukungan kalian sangat lah berarti bagi author. Terima kasih juga atas ucapan lekas sembuhnya. Author benar-benar berterima kasih.
Sampai jumpa di chapter selanjutnya
__ADS_1