
"Saat ini, menurut Yuan, ada dua cara untuk kita memasuki wilayah Anshan. Pertama, kita akan dimasukkan sebagai barang selundupan."
Karena sirkulasi barang yang terbatas, tentu saja, hal ini mendorong pasar gelap untuk tubuh subur. Barang selundupan menjadi hal yang lumrah ditemui di Kerajaan Nina. Meski kepemilikan dan transaksi pasar gelap dilarang, tentu saja, sebuah suapan dan salam tempel berhasil membuat petugas memalingkan wajah.
"""Ditolak!"""
Rina, Emir, dan Inanna kompak, menolak alternatif pertama
Normal kalau mereka menolak ide ini. Menjadi barang selundupan adalah hal terakhir yang kamu inginkan. Karena diselundupkan bersama barang, kamu tidak benar-benar tahu tujuanmu. Bisa saja kamu langsung dikirim ke markas militer musuh.
"Tentu saja ada pilihan kedua. Namun, pilihan ini, tentu saja, memiliki risiko lain. Pilihan kedua adalah kita berempat bulan madu ke Kerajaan Agrab. Lebih tepatnya, ke wilayah Diyala, di bagian selatan pegunungan Hamurina. Di tempat itu banyak resort dan pemandian air panas. Dari Diyala, melewati penjagaan perbatasan melalui jalur penyelundupan yang digunakan oleh pasar gelap setempat."
"..."
Rina terdiam. Dia menutup wajah dengan kedua tangan.
Yap, dia tampak kecewa.
"Gin," Inanna masuk, mengutarakan kekhawatirannya dan Rina. "Apa kamu mau menyeret Kerajaan Agrab ke peperangan ini? Kamu tidak berpikir untuk menyebarkan peperangan ini ke seluruh Benua Ziggurat, kan? Kalau melakukannya, sama saja kamu mengikuti rencana Ratu Amana."
"Antara ya dan tidak," aku memberi setengah konfirmasi. "Sesuai ucapanmu, Inanna. Kita bulan madui ke Kerajaan Agrab akan memberi alasan untuk Kerajaan Rina mendeklarasikan perang, yang berarti menyeret mereka."
"Lalu?"
"Di sini adalah bagian yang paling menarik. Sementara Tigris mendapatkan koneksi pasar gelap lokal, Intelijen Bana'an mendapat undangan dari Intelijen Kerajaan Agrab."
Emir dan Inanna membelalakkan mata, tampak terkejut. Di lain pihak, Rina hanya mengangguk-angguk.
"Secara sederhana, intelijen Agrab meminta kita untuk menaklukkan Kerajaan Rina sebelum mereka terseret ke dalam perang. Dan, untuk mencapai tujuan itu, mereka akan memfasilitasi 'bulan madu' kita."
Sederhananya seperti itu. Namun, detailnya, tentu saja tidak. Dengan melakukan deklarasi "bulan madu", kami akan mendapatkan pengawasan dari dunia internasional. Kalau aku diserang ketika "bulan madu" di kerajaan Agrab, Bana'an juga akan mendeklarasikan perang ke Agrab. Bana'an akan menuduh Agrab telah bersekongkol dengan Kerajaan Rina untuk membunuh kami.
Jika 4 kerajaan ini sudah berperang, tinggal tunggu waktu hingga Kerajaan Nippur dan Republik Dominia ikut terseret. Kalau sudah terjadi, perang dunia pun tidak terelakkan.
Jadi, sebenarnya, yang akan membantu kami nanti bukan hanya Kerajaan Agrab, tapi intelijen seluruh dunia. Mereka akan membantu infiltrasi kami ke Wilayah Anshan dan memastikan kami telah melakukan konferensi pers dan deklarasi dukungan dari Wilayah Anshan. Jika kami diserang atau tewas di Wilayah Anshan, Kerajaan Agrab tidak akan terseret ke peperangan, perang dunia pun tidak akan terjadi.
__ADS_1
Meski demikian, bisa dibilang, skenario itu adalah yang paling sederhana. Faktanya, kalau kami tewas di Wilayah Anshan, Bana'an bisa jadi marah dan meminta izin untuk melewati wilayah Agrab untuk menyerang Nina dari selatan. Kalau Agrab menolak, Bana'an bisa menuduh mereka bersekongkol dengan Nina. Front perang baru pun muncul.
Intinya, kami berempat tidak boleh tewas. Kematian kami bisa memicu reaksi rantai yang berujung pada perang dunia.
"Sudah oke?"
"""Oke!"""
Emir, Inanna, dan Rina kembali memberi konfirmasi secara bersamaan. Tampaknya, Rina mulai ketularan Inanna dan Emir.
"Jadi, Rina kenapa kamu mencariku tadi?"
"Ah, iya! Aku hampir lupa karena kamu menceritakan soal rencana ini." Rina memandangku dalam. "Gin, aku hamil."
"..."
Sebentar, rasanya, aku mendengar sesuatu yang sangat mengejutkan. Namun, mungkin telingaku salah dengar. Ya, mungkin–
"Dari wajahmu, tampaknya, kamu menganggap salah dengar. Gin, Emir, Inanna, aku hamil."
Rumah ini, tentu saja, memiliki stok alat tes kehamilan. Emir dan Inanna hampir setiap minggu melakukan pengecekan.
"KOK BISA?"
"KAMI YANG SUDAH MELAKUKANNYA BERBULAN-BULAN SAJA BELUM HAMIL!"
Bukan aku yang histeris, tapi Emir dan Inanna. Mereka berdua mencengkeram bahu Rina.
Di saat itu, Rina mulai mengatakan mengenai teori bahwa inkompeten adalah puncak evolusi, mengenai bagaimana kami kekuatan kami bukanlah penghilang pengendalian, tapi justru kepemilikan absolut.
Lalu, selanjutnya, dia mengatakan sesuatu yang sangat tidak aku duga. Inkompeten tidak hanya lebih kuat secara fisik. Hampir seluruh metabolisme tubuh inkompeten pun lebih tinggi. Pada kasus Ratu Kerajaan Nina, ada sebuah tradisi untuk membuat wanita hamil lebih mudah. Tradisi ini adalah pihak perempuan harus mengurangi makan sebelum dia hamil. Bahkan, ada beberapa catatan dimana Ratu hanya makan 1 kali dalam sehari.
Meski makan hanya 1 kali sehari, ratu tersebut tetap harus melakukan aktivitas normal ditambah hubungan. Sang ratu diwajibkan melakukan hubungan, minimal, 5 kali dalam sehari. Tujuan tradisi ini adalah membuat sang ratu kekurangan tenaga, yang secara tidak langsung mengurangi ketahanan sel telur. Dengan ketahanan sel telur berkurang, ****** dapat masuk lebih mudah.
Ratu yang inkompeten memiliki dinding sel telur yang jauh lebih kuat dari dinding sel telur normal sehingga tradisi pengurangan asupan diperlukan. Tanpa tradisi ini, tidak ada ****** laki-laki normal yang bisa menembus dinding sel telur. Hanya ****** laki-laki sesama inkompeten yang bisa membuahi.
__ADS_1
Lalu, pada kasusku, justru sebaliknya. Normalnya, sel telur tidak akan menerima lebih dari satu ******. Namun, karena aku inkompeten, tidak hal ini tidak terjadi. ****** inkompeten jauh lebih kuat dari ****** orang normal. Hal ini menyebabkan jumlah ****** yang membuahi sel telur pasti lah tidak terhitung. Hal ini juga lah yang membuat pembuahan menjadi gagal.
"Aku kira kalian tahu hal itu dan hanya ingin melakukan hubungan tanpa keturunan."
"Tentu saja tidak!" Emir menolak ucapan Rina.
"Lalu, Rina, apa yang harus kami lakukan? Apa kami harus membuat Lugalgin kelaparan juga?"
"Cara itu bisa juga. Dan, kalau mau meningkatkan kemungkinan keberhasilan, coba kalian cari di internet makanan yang mengurangi jumlah dan kualitas ******."
Seketika itu pula, Emir dan Inanna memandangku tajam. Mata mereka benar-benar tidak santai, bergejolak.
"... sial."
Bersambung
\============================================================
Halo semuanya.
Kembali, author ingin mengucapkan terima kasih atas like, komentar, dan dukungan para pembaca. Semua dukungan tersebut sangat berarti untuk Author. Bagi yang mau lihat-lihat ilustrasi, bisa cek di ig @renigad.sp.author.
Dan, seperti biasa, author akan endorse artist yang gambarnya di cover. Saat ini, ilustrator yang gambarnya digunakan sebagai cover adalah ilustrator pixiv, 千夜 atau QYS3. Jadi, sebelumnya, author hanya jalan-jalan di pixiv, cari original content, trus pm artistnya. Karena bukan hasil komis, melainkan public content, author pun tidak mengeluarkan uang.
Jadi, promosi di bagian akhir adalah sesuatu yang author lakukan dengan sukarela karena sang artis telah memperbolehkan author untuk menggunakan gambarnya meski sebenarnya sudah jadi public content. Jadi, para reader bisa membuka pixiv page dan like galerynya di https://www.pixiv.net/member.php?id=7210261 atau follow twitternya di https://twitter.com/QYSThree. Dua-duanya juga bisa.
Selain QYS3, author juga telah mendapatkan sebuah cendera mata dari pokarii yang bisa dipost di akhir cerita.
Sekali lagi, terima kasih bagi semua reader yang telah like dan komen. Dukungan kalian sangat lah berarti bagi author. Terima kasih juga atas ucapan lekas sembuhnya. Author benar-benar berterima kasih.
Sampai jumpa di chapter selanjutnya
__ADS_1