I Am No King

I Am No King
Chapter 119 – Lugalgin Alhold, Masa Kecil pt 2


__ADS_3

Sejak saat itu, aku mencoba berbagai hal dengan Ninlil. Berdasarkan berbagai percobaan, aku mendapatkan beberapa kesimpulan mengenai kekuatanku.


 


Semua material tidak akan bisa dikendalikan ketika mengalami kontak dengan tubuh atau darahku. Air liur dan keringat tidak akan menghilangkan pengendalian. Material organik seperti kain dan kertas dapat mencegah kekuatanku. Material anorganik tidak bisa, justru menjadi perantara kekuatanku. Hal itu hanya disadari oleh Ninlil karena bakatnya yang luar biasa.


 


Ninlil berbakat dan spesial. Dia memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap material aluminium. Kalau orang lain, mereka tidak akan menyadari kalau benda yang mereka kendalikan "hilang" ketika aku pegang. Mereka akan menganggap benda itu sudah berada di bawah kendaliku, tidak hilang. Hanya Ninlil yang mampu merasakan kalau benda itu "hilang".


 


Setelah mendapatkan kesimpulan itu, Ninlil memintaku untuk mengumumkannya. Dia berpendapat, kalau keluarga Alhold tahu aku sebenarnya memiliki kekuatan tersembunyi, semua perlakuan buruk yang kuterima akan hilang.


 


Aku ingin memercayai dan melakukan ucapan Ninlil, tapi entah kenapa, aku tidak bisa. Ada sesuatu di dalam diriku yang mengatakan, "jangan biarkan siapa pun mengetahuinya,". Dan lagi, perlakuan yang kuterima saat itu sudah sangat buruk. Aku jadi ragu dan tidak percaya kalau kekuatanku dapat membuat perlakuan mereka berubah.


 


Ketika Ninlil masuk taman kanak-kanak di usia 4 tahun, aku menginjak kelas 3 SD di usia 8 tahun. Taman kanak-kanak yang dihadiri Ninlil adalah taman kanak-kanak yang sama denganku. Namun, atas permintaan keluarga Alhold, Ninlil mendapat pelajaran tambahan untuk mengasah pengendaliannya. Normalnya, jenjang taman kanak-kanak tidak akan mendapatkan pelajaran mengenai pengendalian.


 


Aku dan Ninlil selalu berangkat dan pulang sekolah bersama. Karena Ninlil pulang lebih sore dariku, kami tidak benar-benar pulang bersamanya. Lebih kepada aku menjemputnya.


 


Sejak Ninlil terbukti berbakat dan spesial, tingkat stres ibu memang berkurang. Pertengkaran antara ayah dan ibu pun menurun. Namun, aku tidak mampu menahan pandangan mereka setiap kali melihatku. Aku bisa melihat mata mereka yang selalu berkaca dan bergeming ketika melihatku. Pandangan mereka yang penuh rasa bersalah masih sama seperti dulu.


 


Hal lain yang membuatku khawatir adalah Ninlil. Tampaknya, dia mendapatkan sifat penurut ayah. Aku tidak mau dia diam saja kalau diperlakukan buruk. Oleh karena itu, aku pun mulai berubah.


 


Sebelumnya, aku selalu menerima perlakuan buruk keluarga Alhold tanpa protes sedikit pun. Namun, tidak lagi. Setelah itu aku mulai sering memberi perlawanan. Jika aku dilempar sampah, aku akan melempar sampah. Jika aku dipukul, aku akan memukul balik.


 


Orang tua keluarga Alhold mulai terusik denganku yang melawan. Mereka mulai memberi tekanan pada guru dan pihak sekolah untuk memberiku hukuman. Guru pun terpaksa menegurku berkali-kali, yang tidak aku pedulikan. Bahkan, guru-guru itu memohon agar aku tidak melawan. Kalau aku terus melawan, maka keluarga Alhold akan menggunakan kekuatannya untuk membuat guru itu dipecat.


 


Sayangnya, aku sama sekali tidak memedulikan permohonan mereka. Aku tidak menghitung berapa banyak guru dipecat karena aku terus melawan perlakuan buruk yang kuterima. Terkadang ada guru yang muak denganku dan menggunakan kekerasan. Mulai saat itu, orang yang memusuhiku tidak hanya berasal dari keluar Alhold, orang lain mulai memusuhiku. Tidak jarang aku bertengkar dengan guru macam itu.


 

__ADS_1


Tidak semua anak di sekolah memperlakukanku dengan buruk. Tidak sedikit juga yang memperlakukanku apa adanya. Orang tua mereka awalnya tidak terlalu peduli denganku, hanya menganggap sebagai fase anak-anak. Namun, mereka mulai terganggu ketika guru berkali-kali dipecat karena tekanan keluarga Alhold.


 


Para orang tua yang memperlakukanku normal merasa pendidikan anaknya bisa terganggu. Beberapa adalah bangsawan, bahkan ada yang bergelar Duke. Para bangsawan menyatakan kalau para guru terus dipecat hanya karena tekanan keluarga Alhold, mereka akan menutup sekolah karena tidak layak menjadi sarana pendidikan.


 


Di kemudian hari, aku mendapati keluarga Alhold sering membuat keluarga bangsawan geram. Hal itu disebabkan keluarga Alhold memiliki posisi yang setara dengan bangsawan, menyebabkan bangsawan tidak bisa memerintah mereka. Di lain pihak, Alhold berkali-kali menyalahgunakan posisi mereka. Dengan kata lain, keluarga Alhold sulit diatur. Keberadaanku semacam memberi peluang bagi bangsawan untuk melawan keluarga Alhold.


 


Kembali ke cerita masa lalu. Pihak sekolah pun pusing. Di satu sisi, ada keluarga Alhold yang menekan agar aku tidak melawan. Di sisi lain, perkumpulan orang tua, yang terdiri dari bangsawan, menekan agar keluarga Alhold tidak ikut campur urusan sekolah.


 


Akhirnya, pihak sekolah, perkumpulan orang tua, dan para orang tua keluarga Alhold pun menghasilkan sebuah kesepakatan. Semua pihak tidak akan ikut campur atas apa pun yang terjadi di lingkungan sekolah.


 


Di lain pihak, aku bisa menceritakan semua kisah perlawananku pada Ninlil dengan bangga, dengan kepala tegak. Dengan begini, aku memberi contoh padanya agar tidak menerima perlakuan buruk yang dia terima begitu saja. Dengan demikian, aku berharap, dia tidak akan tinggal diam jika diperlakukan buruk oleh siapa pun.


 


Ibu bangga ketika mendengar kejadian di sekolah. Ayah? Dia bingung.


 


 


Waktu sekolah adalah waktu netral dimana orang dewasa tidak akan pernah ikut campur urusan kami anak-anak. Waktu di rumah adalah waktu yang normal karena aku bersama Ninlil. Namun, ada satu waktu dimana aku tidak tahu harus berbuat apa. Waktu itu adalah antara aku pulang sekolah hingga menjemput Ninlil.


 


Kalau aku pulang, aku harus berhadapan dengan keluarga Alhold ketika memasuki kompleks perumahan. Kalau aku tetap di sekolah, aku akan terus berkelahi atau bertengkar dengan anak-anak dari keluarga Alhold yang mendapatkan pelajaran tambahan. Jadi, pilihan yang lain adalah, berjalan-jalan.


 


Dalam waktu 4 jam menunggu Ninlil pulang, aku bisa pergi ke banyak tempat. Jalan-jalan di mal dan jajan. Atau bermain pasir di suatu taman. Atau sekedar naik bus keliling kota.


 


Ada momen ketika aku berpapasan dengan keluarga Alhold. Namun, di tempat umum, mereka tidak bisa memperlakukanku dengan buruk. Orang umum tidak tahu siapa aku. Kalau tiba-tiba terlihat anggota keluarga Alhold berlaku kasar padaku, wajah mereka akan masuk di koran sebagai perlakuan kasar pada anak-anak.


 


Suatu ketika, aku turun bus di pinggir kota. Daerah pinggir kota cukup tenang. Tidak banyak pabrik atau bangunan komersial, hanya rumah. Rumah di pinggir kota pun tidak sepadat tengah kota. Masih banyak lahan kosong antar rumah.

__ADS_1


 


Di saat itu, di siang itu, aku bertemu seseorang yang akan mengubah hidupku di masa depan.


 


Tasha.


 


Bersambung


 


 


\============================================================


 


 


Halo semuanya.


 


Kembali, author ingin mengucapkan terima kasih atas like, komentar, dan dukungan para pembaca. Semua dukungan tersebut sangat berarti untuk Author. Bagi yang mau lihat-lihat ilustrasi, bisa cek di ig @renigad.sp.author.


 


Dan, seperti biasa, author akan endorse artist yang gambarnya di cover. Saat ini, ilustrator yang gambarnya digunakan sebagai cover adalah ilustrator pixiv, 千夜 atau QYS3. Jadi, sebelumnya, author hanya jalan-jalan di pixiv, cari original content, trus pm artistnya. Karena bukan hasil komis, melainkan public content, author pun tidak mengeluarkan uang.


 


Jadi, promosi di bagian akhir adalah sesuatu yang author lakukan dengan sukarela karena sang artis telah memperbolehkan author untuk menggunakan gambarnya meski sebenarnya sudah jadi public content. Jadi, para reader bisa membuka pixiv page dan like galerynya di https://www.pixiv.net/member.php?id=7210261 atau follow twitternya di https://twitter.com/QYSThree. Dua-duanya juga bisa.


 


Selain QYS3, author juga telah mendapatkan sebuah cendera mata dari pokarii yang bisa dipost di akhir cerita.


 


Sekali lagi, terima kasih bagi semua reader yang telah like dan komen. Dukungan kalian sangat lah berarti bagi author. Terima kasih juga atas ucapan lekas sembuhnya. Author benar-benar berterima kasih.


 


Sampai jumpa di chapter selanjutnya

__ADS_1


 



__ADS_2