I Am No King

I Am No King
Chapter 348 – Lingkungan Sementara


__ADS_3

[Berita petang. Kerajaan Nina mengalami peningkatan kriminalitas dalam dua minggu terakhir. Dibandingkan Kerajaan Bana'an dan Mariander yang juga terlibat dalam peperangan, Kerajaan Nina mengalami peningkatan yang paling tinggi disusul dengan Kerajaan Mariander. Di lain pihak, Kerajaan Bana'an tidak melaporkan adanya peningkatan kriminalitas.


[Kondisi Kerajaan Nina semakin mencekam ketika Feodal Lord setempat memberlakukan jam malam efektif mulai kemarin. Bagi warga yang tidak memiliki izin tertulis dari pemerintah, mereka akan ditahan dan dibawa ke kantor kepolisian terdekat. Hal ini menunjukkan kondisi keamanan Kerajaan Nina relatif lebih buruk dibanding Kerajaan Mariander yang belum menerapkan jam malam.]


Suara televisi menggema di dalam ruang kerja yang hanya diisi oleh diriku seorang.


Dengan memberlakukan jam malam, angka kriminalitas Kerajaan Nina bisa ditekan. Bahkan, bukan tidak mungkin angka kriminalitas akan kembali seperti sedia kala. Sudah saatnya melanjutkan rencana ke fase selanjutnya. Kalau tidak, kelompok militan yang sudah kami bentuk akan hilang.


Dengan handphone candybar di tangan kanan, aku memberi instruksi pada Yuan mengenai skenario dan rencana alternatif. Pada dasarnya, kalau kelompok militan bisa terus bergerak, tidak perlu pergantian rencana. Namun, kalau sudah ada serangan balik dari militer atau kepolisian setempat yang membahayakan, ganti ke rencana alternatif. Wewenang untuk memilih rencana alternatif diberikan pada agen lapangan yang bertugas.


"Jadi, ada pertanyaan, Yuan?"


[Ya, ada.]


"Apa itu?"


[Apa Emir dan Inanna sudah hamil juga?]


"...."


[Gin?]


"Aku anggap tidak ada pertanyaan. Terima kasih, Yuan."


Aku memutus panggilan dan memasukkan handphone ke dalam saku. Ah, dasar Yuan. Aneh-aneh saja pertanyaannya. Kamu tidak tahu apa aku sedang mengalami dilema gara-gara Ibu Amana. Ah!


Aku masih di Anshan, tentu saja. Ruang kerja yang aku maksud disiapkan oleh Lord Susa. Ruang kerja ini berada di salah satu gedung pribadi milik Lord Susa. Bukan hanya ruang kerja, dia juga memberi kami rumah untuk ditempati sementara waktu. Feodal Lord Peer dan Ursia sudah kembali ke wilayah masing-masing. Mereka bilang ingin memastikan tidak ada pemberontakan yang muncul.


Aku sudah berjanji tidak akan menyulut pemberontakan di wilayah Ursia dan Peer. Namun, ternyata kekhawatiran mereka bukanlah intelijen Bana'an, tapi anggota keluarga. Mereka khawatir ada anggota keluarga yang tidak terima atas pendudukan oleh Bana'an. Kemungkinan lain adalah putri dan putra yang seharusnya menjadi feodal lord tidak terima karena sudah dilangkahi.


Bagi sebagian orang, mereka tidak akan peduli dengan semua itu selama masih bisa hidup mewah dan foya-foya. Namun, bagi sebagian orang, kemewahan dan foya-foya tidaklah cukup. Mereka juga menginginkan takhta. Kalau dibiarkan, bukan tidak mungkin wilayah Peer dan Ursia pecah menjadi wilayah-wilayah kecil.

__ADS_1


Untuk berjaga-jaga, aku menyewa mercenary dari kelompok Jin untuk menjaga Feodal Lord yang baru ditunjuk. Lalu, intelijen Bana'an juga akan memberi informasi pada mereka mengenai pergerakan anggota keluarga.


Di lain pihak, aku penasaran dengan Kerajaan Mariander yang belum menerapkan jam malam. Secara stabilitas kerajaan, seharusnya, Mariander lebih buruk daripada kerajaan Nina karena pemberontakan sudah mendapat dukungan dari beberapa bangsawan. Di satu sisi, aku khawatir. Di lain sisi, aku tidak terlalu peduli. Selama pemberontak menang dan Etana tidak melaporkan masalah, aku anggap pemberontakan mereka lancar.


Oke, sudah sore. Waktunya pulang.


Aku mengunci pintu kantor dan pulang. Di dalam ruanganku sebenarnya, tidak ada barang atau dokumen penting. Semua dokumen sudah disimpan dalam bentuk elektronik dan aku bawa setiap saat di dalam flash drive. Jadi, aku mengunci pintu hanyalah formalitas.


"Ayo, Gin."


Ketika keluar gedung, sebuah mobil SUV yang dikendarai oleh perempuan berkulit sawo matang, Lord Susa, sudah menunggu. Setelah memasukkan peti arsenal ke tengah, kami berdua pun pergi, meninggalkan gedung.


"Rencanamu tampaknya berjalan mulus, Gin."


"Ya, mulus. Bahkan, kalau boleh jujur, terlalu mulus. Aku merasa ada pihak lain yang ikut menunggangi momen ini."


"Tapi kamu tampak tidak peduli."


"Hahaha, aku beruntung kamu bukan musuh."


Tidak. Aku tidak selingkuh. Usia kehamilan Rina sudah memasuki bulan kedua. Meski belum signifikan, aku sudah bisa melihat perutnya sudah membesar. Jadi, aku melarang dia untuk bekerja. Emir dan Inanna pun aku perintahkan untuk bersama Rina, menjaganya. Pada awalnya, mereka protes. Setidaknya Emir atau Inanna perlu berada bersamaku, berjaga-jaga kalau ada serangan.


Meski aku bilang tidak butuh penjagaan, ketiga istriku menolak. Mereka bersikeras. Di saat itu, Lord Susa, yang melihat kami berselisih, memberi saran. Dia akan menjagaku sebagai ganti mereka menjaga dan membolehkan Maru menetap di rumah. Oleh sebab itu, kini, setiap hari Lord Susa menjemput dan mengantarku pulang.


"Lord Susa, menurutmu, apakah Kerajaan Nina bisa beralih dari monarki-oligarki ke demokrasi?"


"Demokrasi? Tentu saja tidak mungkin." Lord Susa menolak. "Memang ada banyak lulusan perguruan tinggi hukum dan politik, tapi, pada akhirnya, mereka hanya belajar teori. Secara praktik, pemerintahan masih dipegang oleh Feodal Lord dan bangsawan-bangsawan. Kalau mau melakukan peralihan, yang paling realistis adalah ke aristokrasi."


"Yap, sudah kuduga."


"Apakah kamu penganut demokrasi, Gin?"

__ADS_1


"Tidak. Jujur, alu lebih condong ke aristokrasi." Aku menolak Lord Susa. "Secara teori, demokrasi adalah sistem yang paling bagus karena memperhitungkan suara rakyat langsung. Secara praktik, ini adalah hal yang kontradiksi. Tidak semua rakyat memiliki pengetahuan, kesiapan, atau kemauan untuk berpartisipasi dalam politik terbuka."


"Untunglah, Gin. Dengan demikian, aku tidak perlu berdebat denganmu panjang lebar."


Bersambung


 


 


\============================================================


Halo semuanya.


So\, saat ini\, author dah ga pake FF**UU**CC**KK OFF lagi untuk reply komen promo\, tapi dah pake kearifan lokal pake kata guuooblogg. Dan kliatannya dah ada yang kebakar. wkwkwkwk. Padahal di prolog dah ada larangan\, sepanjang chapter juga ga ngitung berapa kali bikin chapter pengumuman larangan promo. Karena masih promo\, berarti sudah siap menerima reply nya dong. wkwkwkwk.


Seperti biasa, author akan endorse artist yang gambarnya digunakan untuk cover. Saat ini, ilustrator yang gambarnya digunakan sebagai cover adalah ilustrator pixiv, 千夜 atau QYS3. Jadi, sebelumnya, author hanya jalan-jalan di pixiv, cari original content, trus pm artistnya. Karena bukan hasil komis, melainkan public content, author pun tidak mengeluarkan uang.


Jadi, promosi di bagian akhir adalah sesuatu yang author lakukan dengan sukarela karena sang artis telah memperbolehkan author untuk menggunakan gambarnya meski sebenarnya sudah jadi public content. Jadi, para reader bisa membuka pixiv page dan like galerynya di https://www.pixiv.net/member.php?id=7210261 atau follow twitternya di https://twitter.com/QYSThree. Dua-duanya juga bisa.


Selain QYS3, author juga telah mendapatkan sebuah cendera mata dari pokarii yang bisa dipost di akhir cerita.


Sekali lagi, terima kasih bagi semua reader yang telah like dan komen. Dukungan kalian sangat lah berarti bagi author. Terima kasih juga atas ucapan lekas sembuhnya. Author benar-benar berterima kasih.


Sampai jumpa di chapter selanjutnya


 


 


__ADS_1


__ADS_2