I Am No King

I Am No King
Chapter 345 – Memutarbalikkan Fakta


__ADS_3

"Sebelum memberi penjelasan lebih detail, saya ingin bertanya pada para Feodal Lord sekalian. Menurut para Feodal Lord, apakah motivasi Kerajaan Nina berperang melawan Bana'an dan Mariander? Alasan kerajaan Nina sebelumnya adalah karena aku tewas di wilayah Bana'an, kan? Namun, aku masih di sini, masih hidup. Lalu, apa yang membuat perang masih berlanjut sampai sekarang?"


[....]


"Apakah perang masih berlanjut karena Kerajaan Bana'an kini melindungi pengkhianat, yaitu aku? Atau apa? Tolong, ibu-ibu, bapak-bapak. Saya penasaran kenapa perang masih berlanjut."


Tidak seorang pun menjawab. Beberapa sempat membuka mulut, tapi kembali menutup sebelum sebuah kata terucap. Tampaknya, para Feodal Lord juga baru sadar kalau sebenarnya Kerajaan Nina dan Bana'an tidak memiliki alasan untuk berperang.


Rina benar-benar memberi tekanan pada semua orang yang menghadiri konferensi. Dengan pandangan tajam penuh percaya diri, dia membuat semua orang bungkam. Setelah itu, Rina akan memberi alasan yang menurut dia paling masuk akal.


"Kalau tidak ada yang tahu, biar saya beri tahu," Rina mulai memberi penjelasan. "Pada dasarnya, Ibu ingin menyatukan seluruh kerajaan di bawah Kerajaan Nina, membangkitkan kejayaan Kerajaan Kish."


Semua orang terentak. Mereka membiarkan mulut menganga dan mata melotot, memandang Rina tidak percaya. Bukan hanya orang dari kerajaan Nina, Zortac juga sama. Bahkan, Zortac sempat memandang ke arahku, mencari konfirmasi. Begitu aku mengangguk, Zortac kembali mengalihkan pandangan ke layar.


"Namun, Kerajaan Nina tidak bisa menyerang kerajaan lain begitu saja. Dan, di situlah aku dan Tera muncul. Dengan Ibu mengirim dan membunuh kami di Bana'an, Kerajaan Nina memiliki alasan untuk mendeklarasikan perang."


[OMONG KOSONG!] Lord Inshu menolak. [Aku tidak pernah mendengar soal ini. Tidak pernah sekali pun Yang Mulia Paduka Ratu membahas soal ini.]


"Oh ya? Lalu, bisa tolong beri alasan kenapa Nina terlibat perang dengan Bana'an?"


[Itu....]


Trik ini adalah yang paling umum digunakan. Pada dasarnya, "kalau kamu punya pendapat lebih masuk akal, saya akan mendengarkan,". Namun, trik ini hanya bisa dilakukan kalau pihak lain adalah pihak yang masih menggunakan simpati. Trik ini tidak akan bisa digunakan untuk orang-orang yang bisa membuang simpati seperti aku, Ibu, Ibu Amana, Mulisu, dan sejenisnya.


"Dan, menurut para Lord sekalian, apakah Mariander benar-benar mengejar pemberontak dan misilnya salah sasaran, menghantam pangkalan militer Nina? Seharusnya, kalau hanya urusan pemberontak di perbatasan, diplomasi masih bisa diusahakan karena serangan tersebut tidak memakan korban jiwa. Namun, kenapa militer perbatasan Nina langsung merespon dengan serangan balik? Apakah karena harga diri?"

__ADS_1


Rina berhenti sejenak, mengambil napas. Dia juga berhenti untuk memandang wajah-wajah di layar, memastikan semua orang mendengarkan ceritanya dengan sepenuh hati.


"Sayangnya, tidak. Biar saya beri tahu. Kejadian sebenarnya adalah sudah ada agen Kerajaan Nina yang terlibat, satu di pangkalan militer perbatasan, satu lagi menyelinap ke militer Mariander. Agen yang menyelinap ke militer Mariander bertugas melepas serangan ke Nina. Dan, agen yang berada di pangkalan militer Nina langsung membalas serangan, mencegah langkah diplomasi."


[Tidak mungkin!]


"Sangat mungkin!" Rina teguh. "Pada dasarnya, Kerajaan Nina ingin menyerang dan menduduki Mariander dan Bana'an, tapi tidak ingin disalahkan oleh internasional. Karena itulah skenario ini digulirkan."


Well, sebenarnya, Mariander dan Nina berseteru adalah perbuatanku. Kebetulan saja perbuatanku sejalan dengan skenario Kerajaan Nina ingin menyerang Bana'an dan Mariander. Hehe.


Saat ini, aku bisa melihat ciri khas Alhold yang paling kentara dari Rina, menceritakan kebohongan tanpa mengalihkan pandangan atau berkedip, memberi kesan kalau dia jujur. Di satu sisi, aku kagum dengan keteguhan Rina. Di sisi lain, dadaku semakin sesak dan perih. Perutku pun sakit ketika memikirkan kalau Ibu Amana, kemungkinan, bukanlah musuh.


"Gin," Inanna berbisik. "Aku benci mengakui hal ini, tapi, tampaknya, rencanamu adalah satu-satunya jalan."


Aku mengangguk.


"Saya, mayor jenderal Zortac, membenarkan ucapan Tuan Putri Rina," Zortac masuk. "Ketika Pangeran Tera mencari perlindungan, dia diikuti oleh beberapa agen dan juga mercenary dari Kerajaan Nina."


[....]


Rina melanjutkan, "saya tidak tahu kredibilitas informasi yang AKAN saya ucapkan. Namun, dari yang saya dengar, para Feodal Lord yang mendukung penyerangan dijanjikan perluasan daerah atau setidaknya wilayah baru untuk dikuasai. Selain itu, mereka juga dijanjikan tambahan kuota logistik, baik logistik kebutuhan sehari-hari maupun militer. Apakah ini benar?"


[Tidak! Itu tidak benar! Kami tidak mendapat tawaran itu, iya ... kan?]


Lord Inshu memberi jeda. Wajahnya bergerak ke sana-sini, tampak melihat monitor. Tampaknya, dia tidak menyangka akan melihat wajah Feodal Lord lain yang hanya terdiam dan mengalihkan pandangan.

__ADS_1


Bersambung


 


 


\============================================================


Halo semuanya.


So\, saat ini\, author dah ga pake FF**UU**CC**KK OFF lagi untuk reply komen promo\, tapi dah pake kearifan lokal pake kata guuooblogg. Dan kliatannya dah ada yang kebakar. wkwkwkwk. Padahal di prolog dah ada larangan\, sepanjang chapter juga ga ngitung berapa kali bikin chapter pengumuman larangan promo. Bahkan (mungkin) sudah ada yang sadar kalau peringatan sudah diletakkan di sinopsis/blurb. Kalau masih promo\, berarti sudah siap menerima reply nya dong. wkwkwkwk.


Seperti biasa, author akan endorse artist yang gambarnya digunakan untuk cover. Saat ini, ilustrator yang gambarnya digunakan sebagai cover adalah ilustrator pixiv, 千夜 atau QYS3. Jadi, sebelumnya, author hanya jalan-jalan di pixiv, cari original content, trus pm artistnya. Karena bukan hasil komis, melainkan public content, author pun tidak mengeluarkan uang.


Jadi, promosi di bagian akhir adalah sesuatu yang author lakukan dengan sukarela karena sang artis telah memperbolehkan author untuk menggunakan gambarnya meski sebenarnya sudah jadi public content. Jadi, para reader bisa membuka pixiv page dan like galerynya di https://www.pixiv.net/member.php?id=7210261 atau follow twitternya di https://twitter.com/QYSThree. Dua-duanya juga bisa.


Selain QYS3, author juga telah mendapatkan sebuah cendera mata dari pokarii yang bisa dipost di akhir cerita.


Sekali lagi, terima kasih bagi semua reader yang telah like dan komen. Dukungan kalian sangat lah berarti bagi author. Terima kasih juga atas ucapan lekas sembuhnya. Author benar-benar berterima kasih.


Sampai jumpa di chapter selanjutnya


 


 

__ADS_1


 



__ADS_2