
Begitu aku berteriak, suara tembakan berhenti. Tanpa perlu kuberi instruksi, Inanna menghentikan peluru.
Aku membuka pintu mobil dan menembak engselnya. Meskipun pada bagian luar pintu ini terbuat dari kaca dan baja anti peluru, tapi bagian dalam, seperti engsel, hanya terbuat dari besi biasa. Kalau pistol, mungkin tidak akan mampu menghancurkannya. Namun, beda cerita kalau shotgun.
"Hah?"
Aku mengabaikan respon Shu En. Dengan pintu di kanan kiri sebagai perisai, aku berlari, menyerang.
Blar blar blar
Suara ledakan terdengar di belakang dan di depan. Karena aku tidak mendengar suara tembakan tank, berarti ledakan ini perbuatan Inanna.
Orang-orang di depan menjaga jarak dari mobil, jadi mereka masih hidup. Namun, tembakan mereka sempat berhenti sejenak. Sejenak.
Suara tembakan kembali terdengar. Namun, tidak satu peluru mencapai tubuhku. Semua peluru tertahan oleh pintu. Sambil berlari, aku melepas dua tembakan buta.
"Ahh"
"Kyaa"
Beberapa teriakan terdengar, termasuk teriakan perempuan. Aku tidak peduli mau laki-laki atau perempuan. Kalau dia mengancam hidupku, aku akan menghabisinya.
Shotgun yang kugunakan sebagai gagang pedang adalah tipe automatic, tidak seperti yang kugunakan saat menjadi Sarru. Karena tipe automatic, aku tidak perlu mengokang setiap selesai melepas tembakan.
Dengan sol sepatu logam, aku melewati paku yang tersebar dengan mudah.
Sebelum mencapai target, aku bergerak zig-zag, tapi pada akhirnya aku menuju sisi kanan. Ketika menyerang musuh, hindari masuk ke tengah-tengah formasi. Kalau mereka melepas tembakan dari kanan dan kiri, aku tidak akan bisa melindungi diri.
Kalau aku menyerang dari kanan, maka mereka hanya mampu melepaskan tembakan dari kiri.
Aku sudah cukup dekat. Dengan memindahkan tangan ke laras shotgun, aku mampu meraih target sejauh 1,3 meter, hampir sejauh tombak.
"AAKKHH...."
Ada dua orang yang terkena tebasan. Satu orang lehernya terpenggal, yang satu hanya tersayat. Namun, letak sayatan di leher sudah lebih dari cukup untuk membunuhnya.
Perempuan yang lehernya tersayat berlutut. Dia memegangi leher dengan kedua tangan, berusaha menghentikan pendarahan.
"Akk... akk....."
Perempuan itu mencoba meraihku. Namun, belum sempat dia mencapai tujuan, tubuhnya roboh terlebih dahulu.
Tembakan terhenti, semua orang tampak terkejut. Ini memberiku kesempatan untuk melihat kondisi. Selain dua orang yang baru tewas, ada dua orang lain tergeletak tak bernyawa. Satu orang masih bernyawa namun tangannya mengalami pendarahan. Tampaknya tiga korban itu disebabkan oleh tembakan buta yang kulepas tadi.
__ADS_1
Aku memanggul pedang di bahu kanan.
"Tinggal enam orang yang bisa melawan, apa kalian masih mau melawan? Kalau kalian tidak melawan, aku tidak akan mengejar kalian."
"BRENGSEK!"
Tampaknya pertanyaanku menyadarkan mereka. Tembakan kembali dilepaskan. Perisai pintu kembali berperan.
Aku memotong kedua tangan yang memegang senjata di dekatku. Meski dua orang ini sudah menjadi mayat, ada kemungkinan yang masih hidup menggunakan pengendalian dan melepas tembakan melalui dua senjata tersebut.
Saatnya bom psikologi. Aku melempar bom pertama, tangan yang terpotong bersama senjata, ke balik pintu.
"AAAAA!!!!!"
Tangan lain meluncur.
"KYAAA!!!!"
Bom psikologi berhasil. Mereka menghentikan tembakan untuk sementara. Aku mengintip dari samping pintu sejenak dan melepas tembakan. Satu tembakan, satu kepala pecah. Tinggal lima.
"SIALL!!!!!!"
Brugg
"SEKARANG! SERANG INKOMPETEN ITU DARI KANAN KIRI!"
Hoh, pintar juga. Kalau dia menyerang dari kanan kiri, setidaknya satu orang akan berhasil. Sayangnya, tidak semudah itu.
Aku melepas tangan dari pintu dan mengambil satu jenazah. Sekuat tenaga, aku melempar jenazah ke kiri.
"Aahhh"
"Eh?"
Tanpa membuang waktu, aku merendahkan tubuh dan mengayunkan pedang. Dua orang ada di jalur tebasan. Namun, cukup disayangkan, kali ini aku hanya mampu memotong perut satu orang. Yang satu berhasil menahan tebasan dengan senapan. Namun, setidaknya, serangan itu membuatnya jaga jarak.
"Ahh.... ahhh..... tidak..... kembali. Kembali ke dalam!"
Satu orang yang perutnya terpotong merentangkan tangan, berusaha meraih usus yang terburai.
"Heh,"
Aku menginjak usus yang ingin dia capai.
__ADS_1
"AAAHHHH!!!!!"
Setelah aku menginjak usus yang terburai, laki-laki itu pingsan. Ketika bangun, dia sudah ada di alam lain.
Tinggal empat.
Aku meraih tiga selongsong peluru yang ada di saku dan melemparnya ke samping pintu. Setelah menarik satu tubuh, aku melepaskan tembakan ke tiga selongsong peluru tersebut.
Blarr
Sebuah ledakan terjadi. Dengan aku menembak peluru shotgun di luar laras, pelet besi di selongsong menyebar ke semua arah, seperti bom. Tanpa perisai atau pelindung, langkah ini adalah bunuh diri. Namun, aku memiliki perisai, yang adalah jenazah. Oleh karena itu, aku tidak ragu.
"AAAHHHHH"
"GUAAAHHHH"
"KYAAAA"
Teriakan demi teriakan terdengar. Selain suara teriakan, sebuah suara berat terdengar. Pintu yang tadi kugunakan sebagai perisai terjatuh, di balik pintu, tidak terlihat siapa pun. Orang yang memegang pintu sudah ambruk karena ledakan selongsong. Terlihat ada banyak lubang di tubuh bagian kirinya.
Masih tersisa tiga orang.
Bersambung
\============================================================
Halo semuanya.
Kembali, author ingin mengucapkan terima kasih atas like, komentar, dan dukungan para pembaca. Semua dukungan tersebut sangat berarti untuk Author. Bagi yang mau lihat-lihat ilustrasi, bisa cek di ig @renigad.sp.author.
Dan, seperti biasa, author akan endorse artist yang gambarnya di cover. Saat ini, ilustrator yang gambarnya digunakan sebagai cover adalah ilustrator pixiv, 千夜 atau QYS3. Jadi, sebelumnya, author hanya jalan-jalan di pixiv, cari original content, trus pm artistnya. Karena bukan hasil komis, melainkan public content, author pun tidak mengeluarkan uang.
Jadi, promosi di bagian akhir adalah sesuatu yang author lakukan dengan sukarela karena sang artis telah memperbolehkan author untuk menggunakan gambarnya meski sebenarnya sudah jadi public content. Jadi, para reader bisa membuka pixiv page dan like galerynya di https://www.pixiv.net/member.php?id=7210261 atau follow twitternya di https://twitter.com/QYSThree. Dua-duanya juga bisa.
Selain QYS3, author juga telah mendapatkan sebuah cendera mata dari pokarii yang bisa dipost di akhir cerita.
Sekali lagi, terima kasih bagi semua reader yang telah like dan komen. Dukungan kalian sangat lah berarti bagi author. Terima kasih juga atas ucapan lekas sembuhnya. Author benar-benar berterima kasih.
Sampai jumpa di chapter selanjutnya
__ADS_1