
WEW! I am No King tamat!!!!!
Buat yang dah baca post IG, mungkin kepikiran I am No King ga akan tamat di Mangatoon. Hahaha, itu cuma bercanda. Alasan sebenarnya kenapa ga post di mangatoon itu karena seminggu ini Author sedang mengalami masalah realworld. Jadi, setelah tamat di *******, masalah demi masalah muncul. Jadi Author pun kelupaan terus mau upload ke mangatoon.
I am No King, sebenarnya, sudah berlangsung selama hampir 3 tahun. Pertama kali publish di ******* tanggal 27 Desember 2017 dan tamat pada 1 desember 2020. Namun, di mangatoon, baru terbit Maret 2019. Jadi, belum ada 2 tahun di Mangatoon.
Author, bisa dibilang, orang yang sakit-sakitan. Bahkan jadi PDP covid gelombang pertama. Tidak jarang terlintas, "bisa ga ya I am No King tamat?". Untungnya, umur masih mengizinkan author menamatkan I am No King. Jujur, dulu, awalnya konsep I am No King adalah cerita sederhana dan happy kayak death march kara hajimaru isekai (Desumachi). Bisa google judul itu. Namun, entah kenapa, I am No King malah berubah menjadi sebuah cerita dystopia. Wkwkwk.
Namun, perubahan itu justru melahirkan I am No King yang sekarang, yang dibaca oleh banyak orang. Author tidak membenci perubahan ini. Author memperlakukan karya seperti anakku sendiri. Seperti layaknya anak, kita bisa merencanakan mereka jadi seperti apa di masa depan. Namun, perjalanan lah yang akan membentuknya.
Dalam 3 tahun ini, I am No King bukanlah satu-satunya karya yang kuhasilkan. Ada Oversystem yang dulu dikontrak webcomic (yang lalu gulung tikar dan hak publish kembali ke author). Lalu ada juga spinoff Lacuna. Ada juga cerpen-cerpen.
__ADS_1
Ah, iya, di mangatoon, Lacuna bukan spinoff, tapi masuk di main story. Wkwkwkwk. Vibe nya emang beda banget sih sama I am No King karena emang spinoff. Berbeda dengan sekarang, dulu kalo mau bikin cerita di Mangatoon itu ribetnya setengah mati. Harus ngirim sinopsis dan 3 chapter terbaru, terus diskusi ama Jack (Manager Mangatoon yang dulu kontak aku). Kalo dah ok, baru terbit. Itu pun terbitnya masih lewat Jack.
Jadi, author email dulu chapternya ke Jack, tunggu acc, baru ok. Kalau oke pun gak tahu kapan bakal update di mangatoon karena yang update si Jack. Jadi, proses terbit cerita dulu itu ga segampang sekarang. Makanya, daripada repot bikin cerita baru, Lacuna dimasukin ke I am No King. wkwkwkwk
I am No King memang bukan karya yang pertama tamat. Namun, untuk saat ini, I am No King merupakan karya terpanjang dan paling mengena di hati author. Dan tentu saja, author puas dengan I am No King. Meski ada beberapa bagian yang dirasa kurang, tap, I am No King sudah memuaskan.
Menurut microsoft word, I am No King tersusun atas 418.873 kata dan 1.761 halaman A4 (TNR 12 1,5). Kalau standar novel di Indonesia, I am No King sudah jadi 8 sampai 12 novel. Wkwkwkwk.
Sejak awal sampai tamat, I am No King tidak dikontrak oleh Mangatoon. Jujur, dulu, di awal kontrak mangatoon memang cukup menggoda. Namun, perselisihan dengan admin membuat author mengurungkan niat ini. Sejak Mangatoon mulai besar, tugas admin dan tidak lagi dihandle oleh Jack, tapi dialihkan ke personel lokal, admin pertama setelah Jack.
Admin pertama ini adalah cikal bakal aku ill feel dengan mangatoon. Seperti yang kalian tahu, komentar promo sangat menjamur di mangatoon. Aku pun menanyakan mengenai hal ini ke admin. Dia menyatakan kalau komentar promo itu dilarang dan akun si pelaku akan dibekukan. Namun, faktanya, tidak ada yang akunnya dibekukan. Aku report lewat mangatoon, ga ada perubahan. Aku chat si Admin, gak direspons. Ini sudah bikin aku kesel.
__ADS_1
Admin kedua muncul. Admin kedua belum pernah chat aku, tiba-tiba kirim email dan wa menawarkan kontrak. Aku tarik ulur dulu dan ujung-ujungnya aku tolak. Karena menawarkan kontrak, aku berasumsi admin kedua ini sudah mengawasi I am No King. Jadi, harusnya dia tahu bagaimana aku berselisih dengan para author yang promo itu. Namun, dia tidak memberi komentar mengenai semua perselisihan itu. Jadi, aku tolak.
Admin ketiga, keempat, kelima muncul. Yang ketiga masih mending langsung aku tolak tanpa bicara panjang lebar. Yang keempat kelima aku diemin aja, ga aku respons. Belum lagi, berapa bulan lalu, view untuk pendapatan juga dipangkas. Jadi, misal view di hari itu 5000, tapi laporan baca cuma 1000. Jadi, tanpa pemberitahuan, admin melakukan pemotongan view. Rekan-rekan admin yang sudah memberi kontrak ke mangatoon pun emosi karena pemasukan turun drastis. Di lain pihak, aku yang ga ngasih kontrak I am No King tenang aja.
Pada dasarnya, sejak awal, Mangatoon tidak konsisten dengan ucapannya. Hal ini membuat author tidak memercayai mangatoon untuk memegang kontrak I am No King. Belum lagi, ada tulisan di kontrak “Ketentuan dapat berubah-ubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu”. Lah! Apaan! Kontrak kok bisa berubah tiba-tiba secara sepihak.
Yah, sudahlah. Intinya, I am No King sudah tamat. Setelah I am No King, author mau istirahat dulu dari dunia fiksi selama satu atau dua bulan ke depan. Yah, sebenarnya bukan istirahat juga sih, tapi persiapan dan riset untuk next project. Mungkin kalau tidak Januari ya Februari Author akan kembali dengan novel baru.
Lalu, untuk semua reader yang setia telah membaca I am No King dari chapter awal hingga akhir, author mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya. Tanpa dukungan kalian, mungkin I am No King sudah drop di tengah, tidak akan pernah tamat. Sekali lagi, author mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.
Untuk memperingati ending ini, author pun melampirkan sebuah ucapan terima kasih dari Tasha, Emir, Inanna, dan Rina yang dibuat oleh @kazurozen. Sampai jumpa di cerita berikutnya!
__ADS_1