I Am No King

I Am No King
Chapter 145 – Perjanjian Lama


__ADS_3

~Ufia's POV~


 


"Jadi, Ufia, bagaimana?"


 


"Eh? Apanya yang bagaimana Tuan Putri?"


 


Aku tidak paham maksud pertanyaan Tuan Putri Jeanne, jadi aku bertanya balik.


 


Saat ini, kami sedang membersihkan rumah Lugalgin yang baru diserang. Jujur, membersihkan dinding dan perabotan dari darah adalah hal yang amat sangat merepotkan. Kenapa sih dia tidak memanggil tim kebersihan saja? Kalau memanggil mereka, pekerjaan ini pasti akan selesai dengan cepat.


 


"Bagaimana dengan kesepakatanmu dengan Lugalgin? Menurutmu, apakah kali ini yang menyerang adalah keluarga Alhold yang ikut menandatangani surat pernyataan itu?"


 


"Ah, itu. Aku belum yakin Tuan Putri. Semoga saja bukan."


 


Aku mencoba meyakinkan diri sendiri kalau yang menyerang Lugalgin bukanlah keluarga Alhold yang ikut menandatangani surat pernyataan kesetiaan. Perutku sudah sakit sejak serangan malam itu. Aku tidak mau perutku berlubang.


 


Untungnya, tubuh penyerang berantakan dan tidak ada sisa wajah yang bisa digunakan untuk mengidentifikasi penyerang. Meski mereka keluargaku sendiri, aku bersyukur kalau mereka tewas tanpa meninggalkan je–


 


"Oh, iya, Ufia." Tuan Putri Inanna masuk ke pembicaraan. "Aku benci menghancurkan keinginanmu, tapi, tampaknya, pelaku adalah salah satu keluarga Alhold yang menandatangani surat pernyataan. Kalau tidak salah namanya Hasman."


 


"Eh?"


 


Dan, tiba-tiba, Tuan Putri Inanna memotong pemikiranku. Bukan hanya memotong, dia bahkan menjatuhkan bom terbesar yang mungkin ada bagiku. Namun, aku belum mampu menerimanya begitu saja. Sedikit bagian dari hatiku masih berusaha menolak.


 


"Ah, um, tahu dari mana?"


 


"Tadi, waktu membersihkan anggota tubuh yang berceceran, aku menemukan sebuah cincin batu berwarna ungu. Dan, sejauh dokumen yang kubaca, hanya Hasman yang mengenakan cincin aneh itu. Atau kamu punya kemungkinan lain?"


 


Tidak! Aku tidak punya! Aku tahu benar hanya satu orang yang mengenakan cincin sintesis murahan itu!


 


Paman Hasman! Kenapa kamu melakukan ini?


 


Bukan hanya sakit perut. Kali ini, kakiku pun juga ikut terpengaruh. Aku tidak bisa merasakan tenaga sedikit pun di kedua kaki ini, membuatku terjatuh.


 


"Ufia!"


 


Sesuai perjanjian, Lugalgin akan membersihkan keluarga Alhold, termasuk aku dan keluargaku, kalau keluarga Alhold yang menandatangani surat pernyataan kesetiaan berkhianat.


 


Apakah ini akhir dari hidupku? Tidak! Aku bahkan belum merasakan cinta! Aku tidak mau mati muda!


 


"Uu.... Uuu....."


 


Perlahan, pandanganku mulai buram. Tanpa bisa kukendalikan, air mata mulai mengalir membasahi pipiku.


 


"Uuaa....."


 


Tanpa bisa kubendung, seluruh air mata pun mengalir deras. Aku juga berteriak, menangis. Jujur, aku sama sekali tidak tahu apa yang bisa kulakukan saat ini.


 


Lugalgin adalah guruku. Meski ada ungkapan murid akan melampaui guru, tapi aku belum mencapai titik itu. Aku tidak bisa melawannya. Hidupku sudah berakhir ketika Paman Hasman menyerang tempat ini.


 


"Aku belum mau mati.... aku tidak mau mati muda...."


 

__ADS_1


Aku terus merengek. Kata-kata yang tersimpan di lubuk hatiku pun muncul.


 


Kenapa? Kenapa ini semua terjadi? Kenapa hidupku begitu menderita.


 


"Shh... shh...." Tuan Putri Jeanne meletakkan tongkat pel dan memelukku dengan erat. "Tidak apa. Lugalgin tidak akan membunuhmu. Aku akan mencoba membujuknya."


 


"Tapi... tapi...."


 


Tapi Tuan Putri Jeanne akan terseret kalau melakukannya. Kalau itu terjadi, entah apa yang akan terjadi pada Tuan Putri Jeanne.


 


Aku berusaha mengatakan kalimat itu, tapi mulutku tidak mengizinkannya. Pikiranku masih terlalu takut pada kemungkinan mati di tangan Lugalgin. Aku masih menangis tanpa henti.


 


"What the–"


 


***


 


~Lugalgin's POV~


 


"-****?"


 


Ada apa ini?


 


Setelah beberapa jam aku tinggal, ketika pulang, sebuah pemandangan aneh justru tersaji. Entah apa yang terjadi, Ufia menangis dan Jeanne memeluknya. Apa kalian lesbian? Yuri? Kalau begitu, maafkan aku yang datang di saat tidak tepat.


 


"Gin! Aku tahu apa yang kamu pikirkan! Dan, tidak! Kami tidak seperti itu!"


 


Tiba-tiba saja Jeanne menyela fantasiku. Apakah reaksiku terlihat jelas? Yah, maklum, mumpung tidak perlu poker face.


 


 


"Gin,"


 


Tiba-tiba saja Inanna melempar sebuah benda kecil ke arahku. Refleks, aku menangkapnya.


 


Cincin ungu? Sebentar, biar aku ingat-ingat. Ah, iya, ini adalah cincin milik Hasman. Hanya orang itu yang mengenakan cincin aneh ini. Sementara aku melihat cincin ini, Inanna memberi ringkasan kenapa Ufia menangis.


 


"Ah, begitu ya." Aku paham perasaan Ufia. "Sebenarnya, karena ada masalah lain, aku sedang mengagendakan untuk membersihkan keluarga Alhold. Jadi, sebenarnya, mau Hasman menyerang atau tidak, hasilnya akan sama saja."


 


"UWWAAHHH....."


 


Dan tangisan Ufia semakin kencang. Di lain pihak, di ujung ruangan, aku melihat Ninlil menyeringai.


 


"Gin!" Jeanne berteriak.


 


Aku mengabaikan Ufia dan berjalan menuju Jeanne.


 


"Jeanne, dimana dokumen lengkap yang berisi kerja sama Keluarga Cleinhad dan Alhold? Dokumen yang bisa aku akses hanya sedikit, hanya sepuluh tahun terakhir. Aku membutuhkan yang lengkap."


 


Jeanne terentak ketika mendengar ucapanku. Namun, dia tidak memberi jawaban, dia hanya membuang muka.


 


"Kamu tahu dimana?"


 


"I, itu....."

__ADS_1


 


"Kalau kamu tidak mau memberitahuku, aku akan meminta bantuan Agade dan Akadia untuk mengorek informasi dari semua orang yang mungkin memiliki informasi."


 


Jeanne langsung melihat ke arahku. Aku bisa melihat keringat dingin mengalir di lehernya.


 


Jeanne tahu benar kalau Agade dan Akadia yang mencari informasi, maka metode penyiksaan dan pemerasan pun tidak terelakkan. Dan, kalau hal itu terjadi, ada kemungkinan salah satu keluarga kerajaan akan menjadi korban juga.


 


Kerajaan ini tidak mampu mengendalikan organisasi pasar gelap lagi semenjak aku membersihkan keluarga Cleinhad. Agade dan Akadia memang sudah berada di kendali, tapi dua organisasi ini berada di bawah kendaliku, bukan intelijen kerajaan.


 


"Do-dokumen itu memiliki tingkat rahasia yang lebih tinggi dari dokumen lainnya. Jadi, untuk mengaksesnya, kamu membutuhkan izin tertulis dari ayah."


 


"Fahren?"


 


"Gin,"


 


Baru saja aku menyebut nama Fahren, tiba-tiba saja Emir sudah meletakkan kedua tangan di pundakku. Dia memijat pundakku dari belakang dengan lembut. Apa dia mengira aku emosi ketika mendengar Fahren terlibat?


 


"Bagaimana kalau aku saja yang meminta izin itu? Akan kucoba membujuk ayah."


 


"Hah," aku menghela nafas. "Emir, kamu sadar kan kalau ayahmu sedang aneh? Kalaupun kamu memintanya, aku tidak yakin dia akan memberinya begitu saja."


 


"I-itu....."


 


Pijatan Emir berhenti ketika mendengar ucapanku. Tampaknya dia lupa kalau ayahnya sedang aneh.


 


"Apa maksudmu aneh?"


 


Akhirnya Jeanne masuk kembali ke pembicaraan.


 


"Akan aku jelaskan sambil bersih-bersih. Kalian terlalu lama bersih-bersihnya."


 


Bersambung


 


 


\============================================================


 


 


Halo semuanya.


 


Kembali, author ingin mengucapkan terima kasih atas like, komentar, dan dukungan para pembaca. Semua dukungan tersebut sangat berarti untuk Author. Bagi yang mau lihat-lihat ilustrasi, bisa cek di ig @renigad.sp.author.


 


Dan, seperti biasa, author akan endorse artist yang gambarnya di cover. Saat ini, ilustrator yang gambarnya digunakan sebagai cover adalah ilustrator pixiv, 千夜 atau QYS3. Jadi, sebelumnya, author hanya jalan-jalan di pixiv, cari original content, trus pm artistnya. Karena bukan hasil komis, melainkan public content, author pun tidak mengeluarkan uang.


 


Jadi, promosi di bagian akhir adalah sesuatu yang author lakukan dengan sukarela karena sang artis telah memperbolehkan author untuk menggunakan gambarnya meski sebenarnya sudah jadi public content. Jadi, para reader bisa membuka pixiv page dan like galerynya di https://www.pixiv.net/member.php?id=7210261 atau follow twitternya di https://twitter.com/QYSThree. Dua-duanya juga bisa.


 


Selain QYS3, author juga telah mendapatkan sebuah cendera mata dari pokarii yang bisa dipost di akhir cerita.


 


Sekali lagi, terima kasih bagi semua reader yang telah like dan komen. Dukungan kalian sangat lah berarti bagi author. Terima kasih juga atas ucapan lekas sembuhnya. Author benar-benar berterima kasih.


 


Sampai jumpa di chapter selanjutnya


 


 

__ADS_1



__ADS_2