I Am No King

I Am No King
Chapter 357 – Pengganti


__ADS_3

Yang Mulia Paduka Ratu bangkit dan mendatangiku. Tanpa aba-aba, Yang Mulia Paduka Ratu sudah memelukku erat dan mengusap-usap wajahnya ke pipiku.


"Ira ... aku tahu aku yang memintamu pergi agar rencanaku tidak terlihat palsu. Tapi, aku kesepian, Ira. Di istana ini, hanya kamu dan Bilad yang mengerti apa yang aku lalui. Tapi, Bilad, dia cepat sekali KO."


Aku hanya meninggalkan Yang Mulia Paduka Ratu untuk beberapa hari. Namun, entah kenapa, wajahnya terlihat lebih tua dari sebelumnya. Dengan rambut peraknya, aku tidak akan terkejut kalau orang mengira dia sudah kepala 5. Aku yang seharusnya lebih tua dari Yang Mulia Paduka Ratu, bahkan, mungkin, tampak lebih muda.


"Tera ... Tera ... maafkan ibu. Maafkan ibu. Kalau saja ibu lebih kompeten, semua ini tidak akan terjadi. Maafkan ibu, Tera ...."


Tiba-tiba saja Yang Mulia Paduka Ratu menangis dan berteriak. Aku tidak tahu apakah para pelayan yang ada di dapur sudah pulang atau belum. Namun, kalau mereka mendengarnya, rencana kami bisa berantakan ... atau tidak?


Kurasa tidak ada salahnya mereka mendengar tangisan dan teriakan Yang Mulia Paduka Ratu. Ketika mereka dimintai keterangan, mungkin, jawaban para pelayan itu bisa sedikit membuat Tuan Putri Rina ragu.


Baru saja menangis dan berteriak, tiba-tiba tubuh Yang Mulia Paduka Ratu menjadi berat. Tanpa aba-aba atau peringatan, beliau langsung tertidur ketika memelukku. Tentu saja aku menahan tubuh beliau. Adalah haram hukumnya bagi tubuh Yang Mulia Paduka Ratu menyentuh lantai. Dengan mudah, aku membopong Yang Mulia Paduka Ratu.


"Ibla, apa kau bisa membawa Tuan Bilad ikut serta? Kita pindahkan mereka ke kamar."


"Tidak masalah."


Beberapa kabel dan batang logam muncul dari saku Ibla dan melilit tubuh Tuan Bilad. Kami pun membawa Yang Mulia Paduka Ratu dan Tuan Bilad kembali ke kamar, membaringkan mereka di ranjang.


"Wow, dia benar-benar mabuk. Dari sini aku bisa melihat bagaimana dia merasa begitu bersalah atas kematian Tera."


"Yah, begitulah."


***


"Makaru,"


Dengan kata kunci, si pengganti kini menjadi manusia tanpa pikiran, seolah menjadi boneka. Kalau aku mengucapkan kata kunci sekali lagi, si Pengganti ini akan menjadi Yang Mulia Paduka Ratu.

__ADS_1


Aku tidak butuh pengganti ini melakukan hal lain seperti meledakkan diri atau semacamnya. Aku hanya butuh dia menggantikan Yang Mulia Paduka Ratu. Jadi, aku hanya memasang satu kata kunci, tidak seperti pengganti Tera.


Proses pencucian otak ini sebenarnya mudah. Kami hanya mengalirkan listrik ke otak si penerima dan mengurangi kadar oksigen di ruangan. Hal ini akan memunculkan perasaan tidak takut dan tidak nyaman ekstrem, seolah bertemu dengan orang yang pengendaliannya mirip tapi jauh lebih kuat. Setelah itu, aku memainkan video berisi foto dan cerita singkat mengenai kepribadian Yang Mulia Paduka Ratu dan apa yang akan dia lakukan.


Karena si Pengganti ini tidak memiliki tugas selain dibunuh, aku tidak perlu repot-repot menanamkan ingatan Yang Mulia Paduka Ratu padanya. Karena tidak perlu ingatan dan hanya menamankan satu kata kunci, proses pencucian otak berjalan dengan cepat, tidak sampai dua jam.


"Bagaimana? Kamu sudah mencatat semuanya?"


"Sudah. Terima kasih ya, Ira. Aku tidak pernah menyangka bisa melihat dan mendapat penjelasan mengenai metode cuci otak secara langsung dari Kerajaan Nina."


Ya, benar. Aku tidak hanya menunjukkan proses pencucian otak, tapi juga memberi penjelasan selama proses. Aku tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh laki-laki ini dengan informasi pencucian otak. Dan, aku tidak peduli.


"Menggunakan tekanan seolah bertemu pengendalian yang lebih kuat. Metodenya mirip dengan yang dilakukan oleh keluarga Alhold."


"Keluarga Alhold?"


"Ah, ya. Sebenarnya."


Awalnya, aku berpikir mungkin informasi dan metode cuci otak ini berasal dari waktu dan orang yang sama. Namun, setelah dipikir lebih lanjut, tampaknya tidak. Kami, Kerajaan Nina, sudah bisa mencuci otak seseorang tanpa perlu menghadirkan orang yang pengendaliannya mirip. Di lain pihak, Keluarga Alhold hanya melakukannya pada orang yang pengendaliannya mirip.


Dengan kata lain, mungkin, kesamaan metode pencucian otak ini hanyalah kebetulan belaka. Ya, semoga saja.


Di lain pihak, yang membuatku lebih terkejut adalah, ternyata, cara untuk menghilangkan pencucian otak ini sangat sederhana. Mereka hanya perlu meminum darah inkompeten. Namun, karena inkompeten sendiri langka dan sulit ditemukan, bisa dibilang, metode ini tidak mudah.


Aku kembali mengembalikan pandangan ke balik kaca, ke sosok si pengganti yang terikat di kursi dan dipasangi helm penuh kabel. Kalau helm itu dicopot, matanya yang kosong tanpa cahaya, seperti ikan mati, akan terlihat.


"Ugh, Ira, apa yang kamu lakukan di fasilitas pencucian otak? Dan, siapa orang ini?"


Pintu yang bergeser menunjukkan sosok Yang Mulia Paduka Ratu mengenakan piama sambil memegangi kepala. Normalnya, aku akan memberinya obat dan air untuk mengurangi efek alkohol. Sayangnya, kali ini, aku tidak membawanya. Namun, tampaknya Yang Mulia Paduka Ratu tidak membutuhkannya.

__ADS_1


Mata Yang Mulia Paduka Ratu membelalak ketika melihat sosok yang terikat di kursi.


"Ira, apa yang kamu lakukan?"


"Sederhananya, Yang Mulia Paduka Ratu, hamba memutuskan untuk ikut serta pada rencana Lugalgin. Dan, kalau memang terpaksa, hamba akan memaksa Yang Mulia Paduka Ratu ikut serta"


Bersambung


 


 


\============================================================


Halo semuanya.


So\, saat ini\, author dah ga pake FF**UU**CC**KK OFF lagi untuk reply komen promo\, tapi dah pake kearifan lokal pake kata guuooblogg. Dan kliatannya dah ada yang kebakar. wkwkwkwk. Padahal di prolog dah ada larangan\, sepanjang chapter juga ga ngitung berapa kali bikin chapter pengumuman larangan promo. Bahkan (mungkin) sudah ada yang sadar kalau peringatan sudah diletakkan di sinopsis/blurb. Kalau masih promo\, berarti sudah siap menerima reply nya dong. wkwkwkwk.


Seperti biasa, author akan endorse artist yang gambarnya digunakan untuk cover. Saat ini, ilustrator yang gambarnya digunakan sebagai cover adalah ilustrator pixiv, 千夜 atau QYS3. Jadi, sebelumnya, author hanya jalan-jalan di pixiv, cari original content, trus pm artistnya. Karena bukan hasil komis, melainkan public content, author pun tidak mengeluarkan uang.


Jadi, promosi di bagian akhir adalah sesuatu yang author lakukan dengan sukarela karena sang artis telah memperbolehkan author untuk menggunakan gambarnya meski sebenarnya sudah jadi public content. Jadi, para reader bisa membuka pixiv page dan like galerynya di https://www.pixiv.net/member.php?id=7210261 atau follow twitternya di https://twitter.com/QYSThree. Dua-duanya juga bisa.


Selain QYS3, author juga telah mendapatkan sebuah cendera mata dari pokarii yang bisa dipost di akhir cerita.


Sekali lagi, terima kasih bagi semua reader yang telah like dan komen. Dukungan kalian sangat lah berarti bagi author. Terima kasih juga atas ucapan lekas sembuhnya. Author benar-benar berterima kasih.


Sampai jumpa di chapter selanjutnya


 

__ADS_1



__ADS_2