
Cklek
Tiba-tiba, tanpa mengetok atau meminta izin, pintu ruang kerja terbuka. Aku tidak tahu siapa yang masuk. Namun, keberadaan mereka memberi rasa yang familier. Apa....
"AH! Lili curang! Sudah datang duluan sebelum waktu yang disepakati, mencuri kesempatan memeluk lagi!"
Tanpa melepaskan pelukan dariku, Lili menoleh ke pintu dan menjulurkan lidah.
Tanpa aku sempat berkata apa pun, remaja lain sudah berhamburan masuk ke ruangan. Dalam waktu singkat, ruangan ini menjadi penuh dengan remaja yang wajahnya tidak aku ketahui. Namun, aku bisa merasakan kehadiran mereka yang familier.
Begitu mereka semua, 14 orang, masuk, Lili pun melepaskan pelukan dariku. Dia bersama yang lain, berdiri di samping ruangan, di depanku.
"Siapa yang akan memimpin?"
"Aku saja!"
"Eh! Enak saja! Aku!"
"Tidak! Aku!"
Melihat mereka semua yang mengobrol enteng dan bersenda gurau, aku menjadi yakin kalau mereka adalah anak-anak panti asuhan yang masih hidup.
Total, ada 14 orang berdiri di depanku. Sepuluh Orang, termasuk Mari, Weidner, dan Shanna, telah tewas. Lalu, Dua orang tidak hadir, yang satu koma, yang satu tidak sadarkan diri.
Tasha, maafkan aku. Aku tidak bisa menyelamatkan mereka semua.
"Sudah, sudah, segera mulai."
"Iya, benar! Wajah Lugalgin sudah mulai cemberut tuh. Kalau kita tunggu lebih lama lagi, Kak Lugalgin akan menyalahkan dirinya lagi."
Tampaknya, poker faceku belum aktif lagi. Tidak, bukan belum aktif lagi. Namun, aku tidak ingin mengaktifkan poker face di depan mereka. Maksudku, bersama mereka, aku merasa begitu tenang, nyaman, dan aman. Mereka adalah keluargaku.
"Kak Lugalgin,"
Dipimpin oleh Lili, akhirnya, mereka mengatakan sesuatu secara bersamaan.
""Terima kasih atas segala yang telah Kak Lugalgin lakukan. Kami amat sangat berterima kasih.""
Tiba-tiba saja, mereka semua mengepalkan tangan kanan, menghantamkannya ke bahu kiri, dan membungkukkan badan. Mereka melakukan sebuah penghormatan terbesar seorang kesatria. Aku tidak tahu dari mana mereka memelajarinya. Namun, pemandangan ini, membuatku tidak bisa berkata-kata, speechless.
"Mungkin Kak Lugalgin mengira kalau Kak Lugalgin gagal karena 12 dari kami tidak bisa berada di sini sekarang."
"Justru sebaliknya, Kak Lugalgin. Tanpa usaha Kak Lugalgin, tidak akan ada seorang pun dari kami yang berdiri di sini sekarang."
"Kak Lugalgin, kami benar-benar berterima kasih karena Kak Lugalgin telah menyelamatkan kami."
"Berkat uang yang Kak Lugalgin kirim setiap bulan, kami sudah dapat hidup mandiri dan bahkan memiliki tabungan hingga hari tua. Kami benar-benar berterima kasih."
"Jadi, kami mohon dengan sangat, jangan tundukkan kepala Kak Lugalgin. Kami ingin Kak Lugalgin berjalan dengan gagah dan bangga karena telah menyelamatkan kami."
Mereka semua mengatakan itu secara bergantian. Karena tidak pernah melihat wajah mereka setelah operasi, aku tidak tahu siapa yang mengatakan apa.
""Sekali lagi, terima kasih, Kak Lugalgin.""
__ADS_1
Pada bagian akhir, mereka kembali mengatakan itu semua secara bersamaan.
Di saat itu, dadaku terasa agak sesak. Tanpa bisa aku tahan, ujung bibirku sedikit naik. Apa aku tersenyum? Tampaknya demikian.
Tasha, Mari, apa ini tidak apa-apa? Apa aku berhak menerima ucapan terima kasih mereka? Tapi, aku gagal menyelamatkan 10 orang. Bahkan, dua orang masih terbaring, tidak bisa bangun. Aku merasa belum pantas mendapatkan ini sem–
Namun, pikiranku terpotong. Mereka semua memberikan sebuah senyum terbaik dan terindah yang pernah kulihat, melebar dari ujung ke ujung. Entah kenapa¸ senyuman mereka terasa begitu menenangkan dan mendamaikan, seolah mencoba mengingatkanku kalau mereka masih hidup dan bisa tersenyum.
"Terima kasih kembali,"
Tanpa kusadari, kata-kata itu muncul dari mulutku.
Mereka tampak terdiam. Tiba-tiba saja, mereka menangis dan mengerumuniku.
"Eh?"
"Kak Lugalgin.... uwaa..... akhirnya aku bisa bertemu Kak Lugalgin....."
"Kak Lugalgin....terima kasih....terima kasih...."
"Kak Lugalgin...."
***
[Apa kamu yakin?]
"Ya, aku yakin. Setidaknya, dengan pergi ke negaramu, mereka akan terlepas dari mata pasar gelap kerajaan ini. Etika pasar gelap kerajaan ini melarang siapa pun untuk mengejar orang yang sudah kabur ke luar negeri. Karena saat ini ada gencatan senjata, tidak ada momen lain untuk memindahkan mereka. Dan lagi, aku memercayakan mereka pada Mercenary terhebat. Apa kamu mau bilang keputusanku salah?"
[Aku tidak menganggap keputusanmu salah, tapi, apa kamu sudah bisa merelakan mereka pergi, lepas dari pengawasanmu di Bana'an?]
Saat itu, setelah mengobrol lama dengan remaja panti asuhan Sargon, mereka sepakat untuk meninggalkan Bana'an. Dengan meninggalkan Bana'an, mereka bisa meninggalkan pasar gelap. Dan, yang terpenting, menurut mereka, aku tidak perlu merasa waswas karena khawatir mereka akan terseret ke perang pasar gelap.
Awalnya, aku ragu untuk memberi persetujuan. Namun, mereka memaksa. Akhirnya, aku setuju dengan satu syarat. Mereka pergi ke negara pilihanku dan berada di bawah perlindungan kenalanku. Atau lebih tepatnya, guruku.
Untuk pengobatan Nia dan Hurrian, akan diteruskan di negara itu. Ketika aku mengonsultasikan hal ini pada ayah, dia tidak keberatan. Melalui koneksi, ayah berhasil memindahkan perawatan Hurrian di negara tersebut.
Aku sering lupa kalau ayah mengambil sekolah spesialis di luar negeri. Dan kalau ayah memiliki koneksi dengan dokter pasar gelap kerajaan ini, normal baginya memiliki koneksi dengan dokter di negara lain, baik dunia normal maupun pasar gelap.
"Jujur, aku sendiri masih khawatir dan takut karena tidak bisa mengawasi mereka dengan jaringan intelijen dan pasar gelap yang sudah kubuat di Bana'an. Namun, mereka tidak bisa aku kekang selamanya. Mereka bukan anak-anak lagi. Dan lagi, mereka hanya lebih muda dariku beberapa tahun. Selisih umur kami tidak jauh."
[Jadi, umur mereka sama dengan umurmu ketika bersamaku, ya?]
"Bisa dibilang begitu."
[Hmm....]
"Untuk bayaran–"
[Lakukan saja per bulan. Anggap saja seperti jasa mengawal biasa."
"Tidak, aku akan membayar semuanya di awal, untuk 60 tahun. Dan, kalau melanggarnya¸ aku akan pastikan kamu tidak akan disewa sebagai mercenary lagi karena tidak bisa memenuhi perjanjian dengan klien."
[Ehehe. Kamu kira bicara dengan siapa? Ini aku, Lacuna. Aku sudah bekerja di pasar gelap sebagai mercenary jauh lebih lama sebelum kamu terjun,] Lacuna merespon enteng. [Oh, iya. Kalau aku menemui ada yang berbakat dengan anak-anak itu, boleh ya aku jadikan murid?]
__ADS_1
"Hobimu tidak berubah, ya," aku menghela nafas. "Silakan, tapi tolong jangan paksa mereka, ya."
[Iya, tenang saja.]
Setelah itu, kami mengobrol panjang lebar, memberi update status dan kabar masing-masing. Setelah sekian lama mengobrol, akhirnya kami sampai pada topik terakhir.
[Mendengar informasi darimu mengenai tidak menggeret orang normal dan juga penyebab gencatan senjata, sudah kuduga, ada yang aneh dengan Bana'an. Untuk standar pasar gelap, peraturannya terlalu banyak dan terlalu kaku. Benar-benar tidak seperti pasar gelap.]
Ya, tidak bisa aku pungkiri. Pasar gelap Bana'an terlalu banyak peraturan, benar-benar tidak seperti pasar gelap yang identik dengan kriminalitas. Namun aku tidak bisa berkata banyak karena satu-satunya standar pasar gelap yang kuketahui, selain Bana'an, adalah Mariander. Kalau hanya ada dua data, aku tidak bisa menarik kesimpulan mana yang umum.
"Oh, iya, Lacuna, mengenai cincin penghilang pengendalian itu."
[Hehe, sudah kuduga kamu akan tertarik.]
Jadi, kamu sengaja ya menyebutkannya padaku.
"Apa cincin itu tersebar luas? Atau bagaimana?"
[Tidak, cincin ini tidak tersebar luas. Bahkan, di seluruh negara ini, hanya ada 10 buah yang terdaftar.]
"Sepuluh ya...."
Berarti, cincin itu tidak diproduksi dalam negeri, tapi didatangkan dari luar negeri. Kalau bisa melakukan produksi dalam negeri¸ maka mereka pasti akan memproduksi lebih banyak. Atau mungkin mereka hanya tidak ingin menghancurkan kesetimbangan yang sekarang. Yah, bisa dipahami.
[Daripada menebak-nebak sumbernya, biar aku katakan. Aku juga penasaran, jadi sempat mencari-cari informasi mengenai sumbernya.]
Hey, Lacuna, kamu tidak melihat wajahku, kan? Jadi, harusnya, kamu tidak tahu apa yang aku pikirkan, kan?
[Cincin penghilang kekuatan itu adalah 'hadiah' dari kerajaan lain. Aku tidak tahu pasti yang menjadi 'hadiah' apakah teknik membuatnya atau bendanya. Namun, karena jumlah yang tidak banyak, kemungkinannya lebih cenderung negara ini mendapatkan barang jadi.]
"Dan, dari mana sumbernya?"
[Kerajaan Nina.]
Bersambung
\============================================================
Halo semuanya.
Kembali, author ingin mengucapkan terima kasih atas like, komentar, dan dukungan para pembaca. Semua dukungan tersebut sangat berarti untuk Author. Bagi yang mau lihat-lihat ilustrasi, bisa cek di ig @renigad.sp.author.
Dan, seperti biasa, author akan endorse artist yang gambarnya di cover. Saat ini, ilustrator yang gambarnya digunakan sebagai cover adalah ilustrator pixiv, 千夜 atau QYS3. Jadi, sebelumnya, author hanya jalan-jalan di pixiv, cari original content, trus pm artistnya. Karena bukan hasil komis, melainkan public content, author pun tidak mengeluarkan uang.
Jadi, promosi di bagian akhir adalah sesuatu yang author lakukan dengan sukarela karena sang artis telah memperbolehkan author untuk menggunakan gambarnya meski sebenarnya sudah jadi public content. Jadi, para reader bisa membuka pixiv page dan like galerynya di https://www.pixiv.net/member.php?id=7210261 atau follow twitternya di https://twitter.com/QYSThree. Dua-duanya juga bisa.
Selain QYS3, author juga telah mendapatkan sebuah cendera mata dari pokarii yang bisa dipost di akhir cerita.
Sekali lagi, terima kasih bagi semua reader yang telah like dan komen. Dukungan kalian sangat lah berarti bagi author. Terima kasih juga atas ucapan lekas sembuhnya. Author benar-benar berterima kasih.
__ADS_1
Sampai jumpa di chapter selanjutnya