I Am No King

I Am No King
Chapter 156 – Rahasia Keluarga Alhold


__ADS_3

"Ufia, kamu kenapa?"


"Aku..." Ufia membuang pandangan. "Aku tidak percaya ternyata keluarga Alhold seburuk ini. Aku sama sekali tidak menyangka kalau mereka menjual anak-anak dengan pengendalian generik. Sekarang aku paham kenapa semua orang di keluarga Alhold memiliki pengendalian spesial atau istimewa."


Ya, keluarga Alhold tidak melahirkan anak dengan pengendalian generik adalah mitos. Faktanya, keluarga Alhold juga melahirkan anak dengan pengendalian generik. Namun, mereka menjual anak-anak itu. Karena ini lah normalnya kelahiran anak di keluarga Alhold tidak diumumkan kecuali calon kepala keluarga masa depan.


"Apa mereka benar-benar menginginkan label keluarga penuh orang berbakat?"


Jeanne meletakkan beberapa bundel dokumen di mejaku.


"Jujur, aku ragu itu alasannya," aku membalas Ufia sambil mengucapkan terima kasih pada Jeanne. "Aku punya hipotesis, tapi belum yakin."


Sementara aku mulai membuka-buka dokumen yang dilimpahkan padaku, Jeanne dan yang lain pun duduk di sofa, bersama Shinar.


"Hipotesis?" Ufia bertanya.


"Yah, hipotesis. Mumpung kamu dan Ninlil ada di sini, aku ingin mencoba mendiskusikannya." Aku membuka topik baru. "Ufia, keluarga Alhold selalu memiliki pengendalian utama lebih dari satu, yang membuat mereka dianggap berbakat. Lalu, apa kamu bisa mengendalikan aluminium?"


"Ya, aku bisa mengendalikan Aluminium, sama seperti yang lain," Ufia mengonfirmasi tebakanku. "Meski tidak pada level kakek Enlil, om Barun, atau Ninlil sih."


Pandanganku melirik ke Ninlil, yang duduk di sofa bersama yang lain. Setelah mendengar ucapan Ufia, yang secara tidak langsung pujian, dia membusungkan dadanya yang datar itu. Hah, dasar, anak ini.


Aku dengar kalau dia sedang libur. Sekolahnya sedang ada suatu acara, jadi tiga hari belakangan dia berkunjung ke sini setiap waktu. Besok, setelah sekolahnya masuk lagi, dia hanya bisa mengunjungiku di sore hari, seperti sebelumnya.


Kembali ke topik utama.


"Sama seperti yang lain. Dengan kata lain, salah satu pengendalian utama keluarga Alhold, yang dimiliki setiap anggota keluarga, adalah aluminium. Benar demikian?"


"Ya, benar," Ufia mengonfirmasi. "Namun, karena aluminium bukan satu-satunya pengendalian utama, kami tidak merasakan tekanan dari anggota keluarga Alhold yang lain. Mungkin hanya terasa tidak nyaman."


Jawaban Ufia sesuai teori pengendalian. Normal bagiku mengetahuinya yang di jaman sekolah selalu mendapat nilai sempurna dalam ujian teori. Beberapa teman dekat di SMP dan SMA pun juga mengonfirmasinya. Karena hal ini, tidak disarankan meletakkan dua orang dengan pengendalian sama pada satu kelompok atau tim.


"Jadi, keberadaanku membuatmu tidak nyaman, kan?"


Ninlil bertanya dengan lantang. Anak ini tidak sopan. Apa dia tidak sadar kalau Ufia lebih tua dariku?


"I–iya."


Ufia menjawab Ninlil dengan ragu-ragu. Aku tidak tahu yang membuat Ufia ragu apakah karena Ninlil adikku atau karena pengendaliannya lebih lemah dibanding Ninlil.


Aku mulai memunculkan informasi yang sebelumnya ada di otakku, yang menurutku, saling berhubungan. Tidak nyaman dan tekanan. Lalu, pencucian otak anggota keluarga Alhold. Kelakuan ayah yang aneh setelah kembali ke keluarga besar, saat mencoba meyakinkan Enlil. Di lain pihak, ada juga Fahren yang tiba-tiba berlaku aneh.


"Inanna,"


"Ya?" Inanna merespon.


"Aku tahu kamu lebih tertarik pada kebencanaan, tapi apa kamu juga mempelajari pengendalian?"


"Aku juga mempelajari soal pengendalian karena dulu tampak berfungsi untuk pekerjaanku sebagai Agen Gugalanna."


"Seberapa banyak?"

__ADS_1


"Cukup banyak." Inanna merespon. "Maksudku, pengendalian pada manusia sangat unik dan menarik, terutama masalah penurunan pengendalian. Ada yang mengatakan penurunan pengendalian sama seperti gen, jadi tergantung pengendalian orang tuanya. Kalau pun tiba-tiba ada pengendalian lain muncul, biasanya jika ditelusuri di silsilah keluarga, sebenarnya pengendalian itu sudah pernah muncul. Jadi, semacam gen resesif."


Perempuan ini benar-benar lunak, anteng, dan pemalu, dalam kondisi normal. Namun, kalau aku sudah memancingnya dengan topik sains atau ilmu pengetahuan lain, seperti sekarang, dia langsung berbicara banyak. Normalnya, standar "tidak banyak" Inanna sudah sangat banyak, mencapai level pengetahuan lomba Olimpiade. Namun, kini, dia berkata cukup jauh.


Inanna suka membaca semua jenis buku, jadi, menurutku, normal kalau dia tahu banyak. Selain aku, hanya Emir, yang sudah satu rumah setengah tahun lebih, yang mengetahui sifat Inanna yang ini. Jadi, dia hanya tersenyum.


Di lain pihak, Jeanne dan yang lain membuka mulut dan terdiam. Mereka tampak terkejut dengan Inanna yang tiba-tiba berbicara banyak.


"Inanna, apakah perbedaan kekuatan pengendalian ini bisa digunakan pada teknik penyiksaan?"


"Eh?"


Ketika aku mengajukan pertanyaan itu, semua orang di ruangan ini terkejut. Semua, kecuali Inanna. Dia menjawab pertanyaanku dengan enteng, menganggapnya sebagai bahan diskusi.


"Ya, bisa, Aku sendiri beberapa kali menggunakannya." Inanna menjawab. "Efek pengendalian yang sama, pada pihak yang lemah, adalah nafas pendek, keringat dingin, jantung berdetak cepat, mual, pandangan buram, dan gangguan saraf motorik. Efek yang ditimbulkan lebih parah dari ditenggelamkan, lebih dari cukup untuk membuat orang itu berbicara.


"Secara praktik, melakukan hal ini bisa dibilang penyiksaan. Namun, secara teori dan legalitas, masih abu-abu. Kami bisa mengklaim kalau pihak yang diinterogasi tidak mau mengatakan pengendaliannya dan kebetulan agen kami yang lebih kuat berada di ruangan yang sama."


Aku juga sempat memikirkannya, tapi tidak sempat mempraktikkannya. Maksudku, selama di pasar gelap, aku lebih sering bergerak seorang diri. Jadi, aku tidak ada rekan yang bisa dimintai tolong. Jin pun juga memiliki pengendalian lemah, jadi percuma.


Tunggu dulu, Jin!


"Kalau seandainya pengendalian orang itu lemah, apakah ada suatu cara untuk menghilangkan gejala atau perasaan tidak nyaman yang dialami?"


"Bisa saja kalau dia sudah terbiasa. Seperti kamu makan makanan pedas, di awal tidak terbiasa. Namun, semakin lama, kamu bisa makan dengan tingkat pedas semakin tinggi tapi masih baik-baik saja, kan? Anggap saja seperti itu."


Ah, begitu ya. Jadi, kemungkinan, Jin sudah mati rasa.


"Teknik cuci otak ya..."


Sementara Inanna memejamkan mata sejenak, mencari informasi yang mungkin ada di otaknya, yang lain melihatku tajam, kecuali Ninlil dan Shinar. Untuk Jeanne dan Ufia, mungkin mereka ingat ketika aku mengatakan kalau Ufia sebenarnya dicuci otak oleh Enlil. Untuk Emir, mungkin dia berpikir ayahnya juga dicuci otak.


"Dulu aku sempat membaca publikasi di bidang psikologi yang menyatakan kalau ada kecenderungan orang yang pengendaliannya lemah akan lebih mudah menurut pada yang pengendalian lebih kuat. Namun semua itu hanya kecenderungan dan asumsi. Percobaan pada manusia sudah dilarang, jadi tidak ada yang bisa memberi kepastian."


Kecenderungan ya.


"Ufia, bisa tolong kamu ke ujung ruangan dan pegang salah satu senjataku yang ada di dalam peti arsenal?"


"Oke,"


Ufia menurutiku begitu saja. Ngomong-ngomong, semenjak aku melatihnya, Ufia jadi lebih penurut. Yah, perintahku selama ini adalah perintah yang sederhana sih. Dan lagi, posisiku juga adalah atasannya, jadi aku tidak tahu apakah dia menurutiku karena posisi atau latihan itu.


"Lalu?"


"Apa kamu masih merasa tidak nyaman dengan keberadaan Ninlil?"


"Eh? Benar! Aku sudah merasa normal. Tidak seperti sebelumnya."


Tampaknya Ufia baru sadar ketika aku mengatakannya. Beberapa kali dia meletakkan dan mengangkat senjataku, mungkin mencoba memastikan efeknya.


"Ah, Gin, aku boleh pegang senjatamu kalau sedang satu ruangan dengan Ninlil? Aku merasa lebih nyaman dengannya."

__ADS_1


"Efeknya kamu tidak bisa menggunakan pengendalian."


"Tidak masalah. Pengendalianku di ruangan ini kali hanya untuk mengangkat nampan dokumen atau mengambil buku tanpa bergerak, kan? Aku tidak masalah. Perasaan tidak nyaman yang ditimbulkan oleh Ninlil lebih buruk."


Beberapa buku di ruangan ini dijilid dengan cover berlapis logam, jadi orang bisa mengambilnya tanpa bergerak.


"Nanti aku buatkan kalung atau benda lain untuk kamu kenakan. Aku tidak mau kamu pegang senjata ketika yang lain tidak."


"Janji ya?"


"Iya, janji."


Ketika aku mengatakannya, terlihat jelas Ninlil yang memicingkan mata. Tampaknya dia kesal.


Hmm.... jadi, perasaan tidak nyaman yang dirasakan Ufia menghilang ya. Kalau begini, dugaanku semakin kuat.


Sementara aku terdiam, tiba-tiba, Inanna membuat deklarasi.


"Ah, ya, sekarang aku paham kenapa kamu menanyakan semua itu Gin."


Inanna benar-benar pintar. Di saat seperti ini, rasa sayangku padanya semakin bertambah.


"Kalau begitu, bisa tolong kamu jelaskan pada semua orang di ruangan ini? Mereka tampaknya belum paham."


"Oke," Inanna menyanggupi. "Jadi, pada orang dengan pengendalian lebih dari satu seperti Ufia dan Ninlil, berada di ruang yang sama tidak menimbulkan gejala penyiksaan, hanya tidak nyaman. Namun, gejala tidak nyaman ini berada pada level yang sangat rendah, mungkin pada tingkat bawah sadar.


"Karena perasaan tidak nyaman berada pada tingkat bawah sadar, orang dengan pengendalian lebih lemah menurut kepada yang lebih kuat juga terjadi pada tingkat bawah sadar. Karenanya tidak ada kesimpulan pasti terhadap penelitian sebelumnya, hanya kecenderungan. Namun, kecenderungan ini sudah memberi bukti yang cukup kuat.


"Jadi, kesimpulannya, Kepala Keluarga Alhold menjual semua anak dengan pengendalian generik dan hanya membesarkan mereka dengan pengendalian istimewa adalah supaya dia bisa membuat semua orang di Keluarga Alhold menurut padanya. Dengan kata lain, Keluarga Alhold, dari generasi ke generasi, telah mempraktikkan pencucian otak di keluarganya."


Bersambung


\============================================================


Halo semuanya.


Kembali, author ingin mengucapkan terima kasih atas like, komentar, dan dukungan para pembaca. Semua dukungan tersebut sangat berarti untuk Author. Bagi yang mau lihat-lihat ilustrasi, bisa cek di ig @renigad.sp.author.


Dan, seperti biasa, author akan endorse artist yang gambarnya di cover. Saat ini, ilustrator yang gambarnya digunakan sebagai cover adalah ilustrator pixiv, 千夜 atau QYS3. Jadi, sebelumnya, author hanya jalan-jalan di pixiv, cari original content, trus pm artistnya. Karena bukan hasil komis, melainkan public content, author pun tidak mengeluarkan uang.


Jadi, promosi di bagian akhir adalah sesuatu yang author lakukan dengan sukarela karena sang artis telah memperbolehkan author untuk menggunakan gambarnya meski sebenarnya sudah jadi public content. Jadi, para reader bisa membuka pixiv page dan like galerynya di https://www.pixiv.net/member.php?id=7210261 atau follow twitternya di https://twitter.com/QYSThree. Dua-duanya juga bisa.


Selain QYS3, author juga telah mendapatkan sebuah cendera mata dari pokarii yang bisa dipost di akhir cerita.


Sekali lagi, terima kasih bagi semua reader yang telah like dan komen. Dukungan kalian sangat lah berarti bagi author. Terima kasih juga atas ucapan lekas sembuhnya. Author benar-benar berterima kasih.


Sampai jumpa di chapter selanjutnya



 

__ADS_1


 


__ADS_2