I Am No King

I Am No King
Chapter 355 – Federasi


__ADS_3

"Perserikatan?"


Feodal Lord yang lain tertegun ketika mendengar saran Lord Susa. Well, sebenarnya saran itu bukan saran Lord Susa sih, tapi saranku.


"Bisa tolong jelaskan lebih lanjut, Lord Susa?"


Lord Susa memberi penjelasan, menuruti permintaan salah satu permintaan Feodal Lord.


"Perserikatan, atau Federasi, atau apapun lah namanya, terserah mau disebut apa, menurut kami adalah sistem pemerintahan yang cocok untuk kerajaan Nina. Pada dasarnya, sistem ini tidak jauh berbeda dari sistem Kerajaan Nina saat ini. Kita, sebagai Feodal Lord, saat ini sudah memiliki peraturan dan regulasi yang berbeda di setiap wilayah, kan?"


Feodal Lord lain mengangguk.


"Namun, kuasa kita sebagai Feodal Lord sangat kecil jika dibandingkan Ratu. Kita, sebagai Feodal Lord, hanya bisa melakukan produksi dan pengaturan kehidupan sosial. Perekonomian dan pertahanan wilayah kita terlalu bergantung pada pusat, pada Ratu. Dengan sistem perserikatan atau federasi ini, kami berharap bisa meningkatkan wewenang dan kuasa Feodal Lord sekaligus. Dengan demikian, kita bisa mengatur pertahanan dan perekonomian masing-masing wilayah."


"Berarti ... Ratu tidak akan memiliki kuasa?"


"Wewenang dan kuasa Ratu hanya terbatas pada hubungan internasional, pertahanan nasional, dan menjadi mediator jika ada Feodal Lord yang berselisih. Bagaimana?"


"Namun, apa Tuan Putri Rina akan diam saja melihat wewenang dan kekuasaannya dikurangi?"


"Rina tidak akan keberatan, saya menjaminnya." Aku masuk. "Kalau saya boleh bilang, justru ide ini akan sangat bagus bagi Rina."


Semua orang terdiam. Mereka melihatku dalam, ragu.


Aku tidak menyalahkan mereka kalau ragu. Normalnya, seorang Ratu, atau Tuan Putri, atau siapa pun yang sudah memegang kekuasaan, tidak akan melepaskannya begitu saja. Ya, itu adalah hal yang normal. Namun, Rina bukanlah orang normal. Di dalam tubuhnya mengalir darah Alhold. Jadi, Rina justru akan berbahagia dengan hal ini.


Aku mulai memberi penjelasan pada orang-orang yang hadir. Pada dasarnya, seperti yang diketahui semua orang, Rina dibesarkan dan dididik oleh Ratu Amana. Dia tidak diberi pendidikan mengenai sistem kerajaan atau pemerintahan lain. Kalau Rina mendapat kesempatan menjadi Ratu, besar kemungkinan dia akan menjalankan kerajaan ini sama seperti Ratu Amana. Bahkan, bukan tidak mungkin konflik seperti sekarang terulang kembali di masa depan.

__ADS_1


Kalau Rina menjadi seperti Ratu Amana, bukan tidak mungkin tragedi dan krisis yang sekarang menimpa akan terulang. Dengan melucuti wewenang dan kekuasaan Rina sebagai Ratu, hal ini bisa dihindari. Bahkan, kalau mau lebih jauh, Ratu hanya dijadikan sebagai simbol, sebagai tokoh nasional, tidak lebih. Orang yang akan menjadi penguasa sebenarnya adalah Presiden, atau Perdana Menteri, atau siapa pun yang ditunjuk oleh para Feodal Lord.


"Sistem ini cukup berbeda dengan Federasi atau Perserikatan yang umum diterapkan. Namun, kenapa harus peduli? Kerajaan ini adalah kerajaan kalian, bukan milik orang lain. Kalian bisa memodifikasi sistem yang ada sesuai kebutuhan."


Para Feodal Lord tidak diam begitu saja mendengar penjelasanku. Mereka mulai berbincang-bincang dan berdiskusi kecil dengan orang di sebelahnya. Beberapa juga mengajukan pertanyaan pada Lord Susa. Hanya aku dan Zortac yang tidak berdiskusi.


"Bagaimana dengan Militer Bana'an? Apakah militer Bana'an tidak keberatan? Karena, seharusnya, agenda hari ini adalah negosiasi pengajuan syarat dan ketentuan kepada militer Bana'an untuk mengembalikan wilayah kami setelah konflik."


Zortac memberi jawaban yang mirip seperti sebelumnya. Dia tidak bisa menentukan. Yang bisa dilakukan Zortac hanyalah membuat laporan dan menanti keputusan pusat.


Meski Zortac tahu militer akan menurut, karena terlalu banyak lawan, dia tidak berani memberi janji. Dalam negosiasi, memberi janji, sebisa mungkin, dihindari kalau kamu bukan orang yang berhak. Di lain pihak, aku bisa memberi janji bahwa intelijen tidak akan keberatan.


"Namun, kalau benar Kerajaan Nina akan menjadi Federasi atau Serikat, justru menurut saya hal ini memang lebih baik didiskusikan di awal. Kalau kita membahas prosedural dan negosiasi pengembalian wilayah setelahnya, sama saja bohong."


Yap, sesuai ucapan Zortac. Lebih baik perubahan sistem pemerintahan dibahas di awal. Dengan demikian, prosedural akan lebih jelas.


"Jujur, masih sulit bagi kami untuk bisa memercayai semua ini. Kami akan mendapat wewenang tambahan dan Bana'an akan senantiasa mundur tanpa perlawanan. Kondisinya terlalu bagus untuk kami. Kalau boleh jujur, karena saking bagusnya, jadi mencurigakan."


Zortac masuk. "Meski perlawanan mungkin tidak ada, tapi kami akan tetap meminta reparasi perang. Tolong diingat."


"Tidak," Lord Susa masuk. "Meskipun meminta reparasi, itu bukanlah masalah kalau militer Bana'an mau meninggalkan Kerajaan Nina baik-baik.


Aku menghela napas. "Kalau boleh saya tahu, alasan seperti apa yang akan ibu-ibu dan bapak-bapak sekalian terima? Alasan rasional, seperti hubungan antar negara, atau alasan personal?"


"Keduanya."


"Baiklah. Untuk alasan rasional, pertama, kami akan membuat Kerajaan Nina berhutang pada Kerajaan Bana'an. Dengan demikian, kami mengharapkan hubungan atau bantuan internasional yang baik dari kerajaan Nina seperti potongan biaya cukai, kebijakan yang mempermudah pergerakan barang dan investasi, dan lain sebagainya.

__ADS_1


"Selain itu, dengan Kerajaan Nina lepas dari Ratu Amana dan menghentikan peperangan yang berlangsung, Kerajaan Bana'an bisa fokus pada Front Mariander. Dan, kalau mau, Kerajaan Nina dan Bana'an bisa membentuk aliansi untuk melawan Mariander. Selain dua hal ini, ada banyak keuntungan yang sebenarnya bisa didapat oleh Bana'an. Namun, detail lebih lanjut baru bisa ditelisik lebih dalam setelah para Feodal Lord setuju dengan pembentukan Federasi."


Para Feodal Lord mengangguk dan memegang dagu setelah mendengar alasanku. Sebenarnya, alasan yang kuberikan bukanlah suatu hal yang sulit untuk ditebak. Kalau diam dan pikiran tidak fokus pada internal kerajaan, mereka pasti bisa mengetahuinya.


"Lalu, alasan personal?"


Bersambung


 


 


\============================================================


Halo semuanya.


So\, saat ini\, author dah ga pake FF**UU**CC**KK OFF lagi untuk reply komen promo\, tapi dah pake kearifan lokal pake kata guuooblogg. Dan kliatannya dah ada yang kebakar. wkwkwkwk. Padahal di prolog dah ada larangan\, sepanjang chapter juga ga ngitung berapa kali bikin chapter pengumuman larangan promo. Bahkan (mungkin) sudah ada yang sadar kalau peringatan sudah diletakkan di sinopsis/blurb. Kalau masih promo\, berarti sudah siap menerima reply nya dong. wkwkwkwk.


Seperti biasa, author akan endorse artist yang gambarnya digunakan untuk cover. Saat ini, ilustrator yang gambarnya digunakan sebagai cover adalah ilustrator pixiv, 千夜 atau QYS3. Jadi, sebelumnya, author hanya jalan-jalan di pixiv, cari original content, trus pm artistnya. Karena bukan hasil komis, melainkan public content, author pun tidak mengeluarkan uang.


Jadi, promosi di bagian akhir adalah sesuatu yang author lakukan dengan sukarela karena sang artis telah memperbolehkan author untuk menggunakan gambarnya meski sebenarnya sudah jadi public content. Jadi, para reader bisa membuka pixiv page dan like galerynya di https://www.pixiv.net/member.php?id=7210261 atau follow twitternya di https://twitter.com/QYSThree. Dua-duanya juga bisa.


Selain QYS3, author juga telah mendapatkan sebuah cendera mata dari pokarii yang bisa dipost di akhir cerita.


Sekali lagi, terima kasih bagi semua reader yang telah like dan komen. Dukungan kalian sangat lah berarti bagi author. Terima kasih juga atas ucapan lekas sembuhnya. Author benar-benar berterima kasih.


Sampai jumpa di chapter selanjutnya

__ADS_1


 



__ADS_2