I Am No King

I Am No King
Chapter 329 – Pengorbanan


__ADS_3

Paling cepat sepuluh menit? Aku melihat sekitar. Tubuh Lord Susa mulai goyah. Dia bahkan harus menggunakan tangan untuk menopang tubuhnya. Pengendalian Emir sudah tidak presisi. Dia berkali-kali melakukan kesalahan. Inanna pun tidak luput dari efek kelelahan. Beberapa kali dia menjatuhkan smartphone.


Tanganku meraih kotak arsenal, mengambil syringe berisi cairan perak.


"Gin, tidak apa. Aku tidak akan menyalahkanmu. Biar ini jadi yang pertama sekaligus yang terakhir aku berlaku seperti ibu."


Rina mengambil syringe dari tanganku. Dia menunjukkan sebuah senyum.


"Maafkan aku, Rina. Maafkan aku."


"Gin," Rina menutup mulutku dengan telunjuk. "Aku lah yang seharusnya minta maaf. Aku sudah menarikmu ke dendam pribadiku. Ini bukan salahmu. Ini adalah salahku."


"...Tidak, Rina. Ini bukan hanya salahmu. Ini adalah salah kita."


Aku tidak akan membiarkan Rina mengemban rasa bersalah ini sendirian.


"Terima kasih Gin."


Rina menusukkan syringe ke lehernya, memasukkan cairan perak ke tubuh.


Beberapa saat berlalu. Namun, Rina tidak kunjung roboh. Dia tampak heran dan mengangkat kedua tangan.


"Ada apa ini? Kenapa tubuhku tidak bereaksi?"


Rina menatapku dalam. Tampaknya, dia sudah melihatku yang tidak lagi cemberut, tapi tersenyum masam.


"Jangan salahkan dirimu, Rina. Ini adalah salah kita. Aku juga bersalah."


"Gi ...."

__ADS_1


Rina tidak bisa menyelesaikan kalimatnya dan roboh. Aku menangkap Rina sebelum menghantam tanah.


Aku sudah berjaga-jaga kalau hal ini akan terjadi. Jalan pikir Rina relatif sama denganku. Aku yakin dia pasti akan menggunakan serum pembangkit sebagai alternatif terakhir. Jadi, keberadaan serum pembangkit sengaja tidak kuhilangkan dari peti arsenal agar alternatif terakhir Rina tidak berubah.


Namun yang tidak diduga Rina adalah, tidak semua syringe berisi serum pembangkit. Sebagian syringe berisi obat tidur. Ada sedikit perbedaan pada warna pangkal jarum, serum pembangkit berwarna abu-abu, obat tidur berwarna hitam. Tadi, aku mengambil syringe di tangan Rina karena dia berhasil mengambil serum pembangkit. Begitu sudah ditukar dengan obat tidur, aku membiarkan Rina mengambilnya dari tanganku


Rina mungkin berpikir dia menggugurkan kandungan akan menjadi pertama sekaligus terakhir kali dirinya menjadi seperti Amana, mengorbankan keluarga demi tujuan, membalas dendam. Namun, aku sama sekali tidak yakin. Ada kemungkinan Rina tidak akan berhenti sampai di situ. Dia mungkin akan membuat pengorbanan lain dengan alasan yang sama.


Rina, aku tidak mau kamu menjadi seperti ibumu, Ratu Amana. Cinta dan kasih sayang terbesar seorang perempuan, seharusnya, adalah untuk sang anak, bukan orang lain. Aku menyadarinya ketika melihat ibu dan tante filial.


Ibu dan tante Filial menyayangiku, Inanna, Ninlil, dan Ninshubur dengan sepenuh hati. Ibu mendirikan Akadia agar dia memiliki kekuatan untuk melawan keluarga Alhold, mengentaskanku dari lingkar penyiksaan. Tante Filial rela kehilangan status selir dan semua hartanya demi kebahagiaan Ninshubur dan Inanna. Ya. Seorang ibu, seharusnya seperti itu.


Dan, di lain pihak, biar lah sosok ayah yang egois dan menentang sang ibu, seperti aku.


"Emir! Inanna! Jaga Rina baik-baik!"


"Hah?"


Kubah listrik menghilang. Suara artileri redup. Peluru-peluru terhenti di udara. Bahkan, smartphone Inanna pun mati. Ya, saat ini, semua material berada di bawah kendaliku. Lord Susa menoleh ke kanan kiri, bingung.


"GIN?"


Di lain pihak, Emir dan Inanna berlari, menghampiriku.


Aku menyelimuti tubuh dengan logam dan melayang, tidak menunggu Emir dan Inanna. Karena otot sudah lumpuh, aku tidak tahu apakah wajah ini masih tersenyum atau tidak.


Aku mengendalikan semua material dan membuat kubah raksasa. Kubah raksasa ini memiliki tebal 1 meter, tidak bisa ditembus peluru artileri. Aku membuat pintu di satu sisi agar Emir, Inanna, dan yang lain bisa keluar setelah serangan berakhir.


Sesaat sebelum terhalangi oleh kubah logam, aku mendapati wajah Emir dan Inanna yang menangis. Maafkan aku Emir, Inanna. Aku percayakan Rina ke kalian.

__ADS_1


Tidak membuang waktu, aku meluncur ke sumber peluru, ke pangkalan militer yang menyerang. Dalam waktu kurang dari satu menit, aku sudah menghancurkan pangkalan militer pertama. Aku mendatangi pangkalan militer satu per satu, menghancurkan semua senjata dan kendaraan perang. Sesekali, aku melihat ada anggota Agade yang menyerang pangkalan militer.


Dalam waktu kurang dari 30 menit, aku sudah menghancurkan semua pangkalan militer yang menyerang. Di saat itu, tiba-tiba saja, aku terjatuh. Bukan hanya terjatuh, gambaran 3 dimensi di kepala yang kudapat dari pengendalian seluruh material juga menghilang.


Efek serum pengendalian belum menghilang. Tubuh ini masih belum bisa bergerak dan aku masih merasakan sakit di sekujur tubuh. Tampaknya, pengendalianku dihilangkan.


Tampaknya, ini adalah akhirku.


Bersambung


 


 


\============================================================


Halo semuanya.


Seperti biasa, author akan endorse artist yang gambarnya digunakan untuk cover. Saat ini, ilustrator yang gambarnya digunakan sebagai cover adalah ilustrator pixiv, 千夜 atau QYS3. Jadi, sebelumnya, author hanya jalan-jalan di pixiv, cari original content, trus pm artistnya. Karena bukan hasil komis, melainkan public content, author pun tidak mengeluarkan uang.


Jadi, promosi di bagian akhir adalah sesuatu yang author lakukan dengan sukarela karena sang artis telah memperbolehkan author untuk menggunakan gambarnya meski sebenarnya sudah jadi public content. Jadi, para reader bisa membuka pixiv page dan like galerynya di https://www.pixiv.net/member.php?id=7210261 atau follow twitternya di https://twitter.com/QYSThree. Dua-duanya juga bisa.


Selain QYS3, author juga telah mendapatkan sebuah cendera mata dari pokarii yang bisa dipost di akhir cerita.


Sekali lagi, terima kasih bagi semua reader yang telah like dan komen. Dukungan kalian sangat lah berarti bagi author. Terima kasih juga atas ucapan lekas sembuhnya. Author benar-benar berterima kasih.


Sampai jumpa di chapter selanjutnya


 

__ADS_1



__ADS_2