I Am No King

I Am No King
Chapter 196 – Misi


__ADS_3

~Shinar POV~


"Apa benar di sini?"


Akhirnya, aku tiba pada sebuah bangunan di pinggir kota. Tampak pagar kayu dan beberapa jerami membatasi bagian luar bangunan. Di dalam bangunan, terlihat beberapa kandang kuda yang penuh dengan jerami, tanpa kuda.


Kalau dilihat secara sekilas, akan terlihat seolah-olah peternakan kuda ini sudah ditinggalkan. Bahkan rumah kayu di sebelah juga tampak ditinggalkan. Namun, kalau tempat ini ditinggalkan, tidak mungkin akan ada jerami sebanyak ini. Pasti jumlahnya sudah berkurang drastis bahkan lapuk. Tumpukan jerami yang bahkan hampir setinggi dada membuktikan kalau tempat ini belum ditinggalkan sama sekali.


Aku membuka smartphone, memperhatikan angka koordinat yang ditunjukkan di layar. Sudah tepat. Aku sudah berada di tempat yang tepat. Lalu, apa yang harus kulakukan? Apa aku harus menunggu? Atau mencari sesuatu?


"Shinar?"


Aku berbalik dan meloncat mundur. Aku tidak merasakan keberadaan, niat membunuh, ataupun haus darah dari sosok tersebut. Dia tiba-tiba saja muncul di belakangku, dari kegelapan.


"Siapa kau?"


Tidak ada jawaban. Namun, terdengar suara langkah kaki, menerobos jerami. Setelah beberapa langkah, akhirnya cahaya bulan mampu mencapai sosok itu. Tampak sebuah sosok dengan wajah yang sangat jelita. Mata hijau dan rambut pendek yang disemir hijau tua memberi kesan menenangkan, seolah dia adalah peri hutan yang sering muncul di buku dongeng, elf.


Peri hutan ini mengenakan hoodie dan celana panjang, memberi kesan seolah dia adalah peri yang tersesat di kota, di jaman modern. Badannya pun tampak begitu langsing dan indah. Benar-benar indah.


Namun, aku merasa wajahnya familier. Apakah aku pernah bertemu dengannya? Namun, kalau pernah bertemu dengannya, tidak mungkin aku lupa. Aku tidak mungkin melupakan sosok secantik dan sejelita ini.


"Password."


Ah, password?


Aku melihat ke layar smartphone. Belum sempat aku menekan tombol apapun, layarnya sudah berubah. Kini layarnya tidak lagi menunjukkan angka. Hanya menunjukkan lingkaran biru muda di tengah layar gelap. Di atas lingkaran, terdapat tulisan "thumb here".

__ADS_1


Aku meletakkan jempol di atas layar, melihatnya berganti tampilan. Kini, layar tersebut menunjukkan beberapa kata yang tidak masuk akal. Ya, tidak masuk akal bagiku.


"Jadi, makan apa malam ini?"


Aku mengucapkan kata di layar itu dengan setengah bertanya, tidak paham dengan kata-kata yang dimaksud.


Mungkin, bagiku, kata-kata ini tidak masuk akal dan aneh. Namun, tampaknya, kata-kata ini benar-benar sebuah password. Sosok perempuan berambut hijau itu tersenyum.


"Ikut aku."


Peri hutan itu mendekat. Seharusnya, aku langsung menghindar atau bahkan menyerang perempuan ini. Maksudku, dia adalah orang yang tidak kukenal dan berada di bangunan yang tampak ditinggalkan. Dia adalah definisi dari mencurigakan. Namun, entah kenapa, aku tidak melakukannya.


Aku hanya melangkah, membiarkan peri hutan berjalan melewatiku. Dia meraba-raba jerami lalu menarik sesuatu. Dengan satu tarikan, sebuah pintu terbuka dari bawah, menyingkirkan jerami yang ada di atasnya.


"Masuk dulu. Aku haru menutup pintu."


"Mekanisme membuka dan menutup pintu ini adalah manual. Untuk mengembalikan jerami ke atas pintu, aku hana cukup menarik benang ini. Sebagai catatan, pintu dan benang ini adalah alat anti pengendalian. Jadi, kamu tidak akan bisa mengendalikannya. Selain itu, kalau kamu memegangnya, pengendalianmu pun hilang. Bahkan, kamu tidak akan pernah bisa merasakan keberadaan pintu maupun benang ini."


"Eh?"


"Akan aku jelaskan detailnya nanti. Sekarang kita berjalan."


Kami berjalan, menuruni tangga, lalu menyusuri lorong. Aku beruntung karena di dalam lorong ini sudah dipasang dengan lampu setiap beberapa meter. Jadi, lorong ini cukup terang.


Namun, meski demikian, apa lorong ini tidak terlalu panjang? Aku yakin sudah setengah jam lebih kami berjalan. Dengan kecepatan ini, setidaknya, kami sudah mencapai tiga kilometer lebih. Sejauh apa lorong ini? Kalau aku memiliki klaustrofobia, aku pasti sudah panik.


Akhirnya, setelah satu jam lebih berjalan, kami tiba di sebuah ruangan. Ruangan ini cukup besar. Bahkan, kamar asrama di sekolah kesatria tidak ada apa-apanya.

__ADS_1


"Shinar, perkenalkan. Aku adalah Yarmuti. Sebagai catatan, Yarmuti bukanlah nama asliku. Dan, kita juga harus mulai mencari nama baru untukmu. Tapi, itu bisa kita pikirkan nanti. Sebelum aku mulai penjelasan, sederhananya, kamu, aku, dan ribuan agen schneider lain yang dinyatakan loyal dan tidak berkhianat akan mengembang beban untuk membangun ulang kerajaan ini."


"Eh? Kerajaan ini?"


"Untuk mencapai itu, kita harus memperbaiki atau bahkan membangun ulang intelijen kerajaan ini. Dengan demikian, kita bisa menentukan siapa yang akan berada di puncak kerajaan."


"Tunggu, tunggu dulu. Apa maksudmu?"


"Sederhananya, kerajaan ini akan melakukan perang terbuka antar organisasi. Untuk memperjelasnya, mari kita tonton siaran yang seharusnya segera dimulai."


Bersambung


\============================================================


Halo semuanya.


Kembali, author ingin mengucapkan terima kasih atas like, komentar, dan dukungan para pembaca. Semua dukungan tersebut sangat berarti untuk Author. Bagi yang mau lihat-lihat ilustrasi, bisa cek di ig @renigad.sp.author.


Dan, seperti biasa, author akan endorse artist yang gambarnya di cover. Saat ini, ilustrator yang gambarnya digunakan sebagai cover adalah ilustrator pixiv, 千夜 atau QYS3. Jadi, sebelumnya, author hanya jalan-jalan di pixiv, cari original content, trus pm artistnya. Karena bukan hasil komis, melainkan public content, author pun tidak mengeluarkan uang.


Jadi, promosi di bagian akhir adalah sesuatu yang author lakukan dengan sukarela karena sang artis telah memperbolehkan author untuk menggunakan gambarnya meski sebenarnya sudah jadi public content. Jadi, para reader bisa membuka pixiv page dan like galerynya di https://www.pixiv.net/member.php?id=7210261 atau follow twitternya di https://twitter.com/QYSThree. Dua-duanya juga bisa.


Selain QYS3, author juga telah mendapatkan sebuah cendera mata dari pokarii yang bisa dipost di akhir cerita.


Sekali lagi, terima kasih bagi semua reader yang telah like dan komen. Dukungan kalian sangat lah berarti bagi author. Terima kasih juga atas ucapan lekas sembuhnya. Author benar-benar berterima kasih.


Sampai jumpa di chapter selanjutnya

__ADS_1



__ADS_2