I Am No King

I Am No King
Chapter 269 – Kejahatan


__ADS_3

~Emir POV~


 


Sial! Sial! Sial!


Aku terus mengumpat di dalam hati. Kondisi lengan kanan memar. Karena sulit digerakkan, aku hanya bisa menggunakannya untuk menekan perut kiri yang berlubang. Hanya dengan sarung tangan besi kiri, aku berusaha mengelak serangan Illuvia. Namun, tidak semua serangan berhasil kutelak. Sebagian sabetan pisau berusaha berhasil menebas jaket anti peluru yang kugunakan, tapi, untungnya, tidak membuahkan hasil. Jaket anti peluru bisa melindungi tubuh dari tebasan, tapi tidak dari tusukan.


Dor


Sebuah tembakan kembali melesat. Aku menunduk, menghindar. Aku terus dan terus mundur, mencoba menambah jarak dan mencari kesempatan untuk mengambil pistol. Namun Illuvia tidak membiarkanku. Dia terus menempel. Bahkan, walaupun aku pergi ke lantai dua dan pindah ruangan, Illuvia terus menempel.


"Hahahahahahaha,"


Selama pertarungan berlangsung, suara tawa Illuvia yang melengking terus terdengar. Entah apa yang ada di pikirannya.


Seharusnya, aku bisa membunuh Illuvia dengan mudah. Namun, sayangnya, aku lengah. Aku hanya tidak ingin membuat Lugalgin bersedih dengan membunuh teman SMAnya. Dan aku sendiri bisa berempati pada keadaan Illuvia. Karena dua hal itu, aku sedikit berharap Illuvia mau menerima kenyataan, menerima fakta kalau Lugalgin adalah calon suamiku. Namun, sayangnya, aku terlalu naif.


[Emir, bagaimana kondisimu?]


"Lugalgin?"


"Eh?"


Tiba-tiba serangan Illuvia terhenti sejenak. Tampaknya dia terkejut ketika aku menyebut nama Lugalgin. Tanpa membuang waktu, aku langsung mengambil pistol dan melepas tembakan. Namun, tembakanku tidak mampu menyentuh Illuvia. Semua peluru yang kumuntahkan hanya mendarat di dinding semen. Namun, aku tidak berhenti. Aku terus melepaskan tembakan. Setidaknya tembakanku akan membuat Illuvia tidak mampu bergerak, memberiku waktu untuk mengobrol dengan Lugalgin sambil menambah jarak.


"Kondisiku tidak baik. Perut kiri berlubang oleh luka tusuk, lengan kanan memar karena tembakan."


[Apa kamu bisa bertahan lima menit? Aku sedang dalam perjalanan.]


Lugalgin dalam perjalanan untuk menyelamatkanku, ya. Dari awal, selalu Lugalgin yang datang dan menyelamatkanku. Apa aku tidak bisa mandiri untuk sekali? Apa takdirku memang selalu diselamatkan? Tidak! Aku–


[EMIR!]


Bentakan Lugalgin membuatku terentak, menghamburkan semua pikiran.


[Tidak tahu kenapa, tapi aku merasa harus mengatakan ini. Saat ini, aku memintamu hanya memikirkan satu hal. Aku ingin kamu bertahan hidup sampai aku datang. Tidak usah memikirkan harga diri. Tidak usah memikirkan hal lain. Kamu akan menjadi anggota keluarga Alhold. Jadi, ada satu prinsip yang harus kamu pegang.]


Prinsip?


[Harga diri tidak bisa menggantikan nyawa. Walau kamu harus membuang harga diri, yang penting kamu selamat. Bertahan hidup.]


Harga diri tidak penting?


[Kamu adalah calon istriku. Kamu akan menjadi anggota keluarga Alhold. Kamu sudah bukan keluarga kerajaan.]

__ADS_1


"Tapi,"


[Ingat. Satu-satunya yang membuat aku tidak membunuh permaisuri Rahayu dan juga keluarga Jeanne adalah karena kamu. Kalau kamu tewas, aku bisa pastikan mereka akan menyusul.]


"I, itu...."


Aku sempat ragu ketika mendengar ucapan Lugalgin. Karena sudah bersama Lugalgin sekian lama, aku mengira ibu dan Jeanne sudah memiliki peran yang tidak tergantikan bagi Lugalgin. Namun, kali ini, aku kembali diingatkan pada fakta bahwa hidup dan mati mereka bergantung padaku. Kalau aku tewas, keluargaku dan keluarga Jeanne akan dibersihkan oleh Lugalgin. Tidak, aku tidak mau. Tapi....


[Atau kamu lebih memilih tewas dan aku mengambil Illuvia sebagai istri?]


"KAMU LEBIH MEMILIH WANITA GILA INI DARIPADA AKU?"


[Bukan itu. Maksudku–]


"APA KAMU MAU DATANG UNTUK MENYELAMATKANNYA? BEGITU?"


[Emir. Dengarkan–]


"Selain aku, hanya Inanna dan Tasha yang boleh ada di hatimu. CAMKAN ITU!"


[....aku dalam perjalanan.]


Lugalgin brengsek! Apa dia berharap aku tewas dan menikahi Illuvia. Jangan harap!


Tapi, lima menit ya. Aku tidak yakin bisa menahan perempuan gila ini sampai lima menit.


Tidak! Aku tidak boleh putus asa. Lugalgin sudah bilang aku harus bertahan walaupun membuang harga diri. Aku bukan keluarga kerajaan lagi. Aku adalah rakyat jelata dan calon istri Lugalgin Alhold. Kalau begitu....


Aku terus memuntahkan peluru yang ada di pistol dengan sambil lari, menjauh dari Illuvia.


"Saatnya kabur!"


"Hahahaha, mau kabur kemana kamu?"


Tawa Illuvia semakin kencang.


Sial! Perempuan ini benar-benar gila. Kenapa aku bisa merasa iba padanya? Apa aku bodoh?


Sambil terus berlari, aku melepas tembakan ke langit-langit di belakang, memecahkan lampu yang ada di atas Illuvia, memberi hambatan. Namun, sayangnya, usahaku tidak membuahkan hasil. Semua kaca bohlam yang berjatuhan diterjang begitu saja oleh Illuvia. Aku melihat wajahnya yang terus tersenyum lebar penuh dengan luka.


Peluru di pistol sudah habis. Namun, aku tidak langsung membuangnya. Aku menempelkan ujung laras yang panas ke perut kiri.


"Akh!"


Meski tidak tertutup penuh, setidaknya darah yang mengalir dari perutku tidak akan sebanyak sebelumnya.

__ADS_1


Akhirnya aku tiba di resepsi lantai 1 lagi. Namun, kemana perempuan itu? Dia tidak kunjung muncul di tangga. Apa dia menyerah? Tidak mungkin! Dia tidak mung–


Prang


Aku tiarap, menghindari berondong peluru Illuvia yang muncul dari jendela. Belum sempat aku bangkit, Illuvia sudah berdiri di depanku, menghunuskan pisau. Aku masih tidak menyerah. Aku menahan tangan Illuvia dan bangkit.


Sekuat tenaga, aku melepas tendangan ke satu tempat yang sangat terlarang. Bahkan, aplikasi ini tidak diperbolehkan di militer. Melakukan teknik ini adalah sebuah kejahatan perang. Apakah itu? Teknik ini adalah menghantam perempuan tepat di ********. Pada kasus kali ini, menendangnya.


"Akh....."


Setelah menerima tendanganku, tepat di ***********, Illuvia pun terjatuh ke atas lantai dengan kedua tangan di antara kedua paha.


Banyak orang berpikir bahwa hanya laki-laki yang merasa sakit kalau diserang di ********. Namun, sebenarnya, hal ini juga berlaku untuk perempuan. Kami juga akan merasakan rasa sakit yang amat sangat kalau ditendang di ********.


Bukan hanya itu. Teknik ini juga bisa menghancurkan ovarium perempuan, membuatnya tidak bisa hamil. Luka yang dialami pada organ reproduksi perempuan pun akan permanen, tidak akan pernah hilang. Seumur hidupnya, perempuan ini harus terus merasakan rasa sakit yang lebih parah dari menstruasi.


Karena efek yang berkepanjangan, buruk, dam menyakitkan, serangan pada organ reproduksi dilarang sepenuhnya. Serangan ini termasuk ke dalam kejahatan perang kategori kekerasan seksual.


Lalu, pada kasus ini, aku juga mengenakan sepatu dengan sol dan penutup depan berlapis besi. Jadi, kalau seandainya pertarungan ini adalah perang antar negara, bukan perang pasar gelap, aku akan disidang oleh pengadilan internasional.


Aku tidak diam dan melihat Illuvia begitu saja. Aku langsung mengambil pisau lain dan mengarahkannya ke kepala Illuvia. Namun, hal yang tidak aku duga terjadi.


Bersambung


 


 


\============================================================


Halo semuanya.


Kembali, author ingin mengucapkan terima kasih atas like, komentar, dan dukungan para pembaca. Semua dukungan tersebut sangat berarti untuk Author. Bagi yang mau lihat-lihat ilustrasi, bisa cek di ig @renigad.sp.author.


Dan, seperti biasa, author akan endorse artist yang gambarnya di cover. Saat ini, ilustrator yang gambarnya digunakan sebagai cover adalah ilustrator pixiv, 千夜 atau QYS3. Jadi, sebelumnya, author hanya jalan-jalan di pixiv, cari original content, trus pm artistnya. Karena bukan hasil komis, melainkan public content, author pun tidak mengeluarkan uang.


Jadi, promosi di bagian akhir adalah sesuatu yang author lakukan dengan sukarela karena sang artis telah memperbolehkan author untuk menggunakan gambarnya meski sebenarnya sudah jadi public content. Jadi, para reader bisa membuka pixiv page dan like galerynya di https://www.pixiv.net/member.php?id=7210261 atau follow twitternya di https://twitter.com/QYSThree. Dua-duanya juga bisa.


Selain QYS3, author juga telah mendapatkan sebuah cendera mata dari pokarii yang bisa dipost di akhir cerita.


Sekali lagi, terima kasih bagi semua reader yang telah like dan komen. Dukungan kalian sangat lah berarti bagi author. Terima kasih juga atas ucapan lekas sembuhnya. Author benar-benar berterima kasih.


Sampai jumpa di chapter selanjutnya


__ADS_1


__ADS_2