
"Seperti perintahmu, seluruh harta Fafniari sedang dalam proses konversi menjadi uang dan akan ditransfer ke rekening anggota keluarga yang dikucilkan. Saat ini, pemerintahan wilayah Duke Sein masih lancar karena Count dan Baron di wilayah tersebut belum tahu mengenai pembersihan ini. Namun, dalam waktu dekat, aku bisa memastikan pembersihan keluarga Fafniari akan mencapai telinga mereka."
"Dan, saat itu terjadi, pilihannya antara Duke wilayah lain mengambil alih atau salah satu Count naik menjadi Duke."
Saat ini aku berduaan dengan Yuan di ruang kerja, sama-sama memegang dokumen. Emir dan Inanna ada urusan lain. Dan, tentu saja, Yuan dan aku tidak duduk bersebelahan. Yuan duduk di sofa sedangkan aku di kursi kerja. Jadi, kami tidak selingkuh.
"Aku sama sekali tidak mengira wilayah pertama yang merasakan rencana Emir adalah wilayah keluarga Fafniari."
"Hah? tidak mungkin!" Yuan menolak. "Aku saja sudah bisa menduga hal ini sejak tahu mereka mengumpulkan kekuatan untuk melawanmu. Maksudku, kalau dipikir menggunakan Logika, seharusnya semua orang yang terlibat sudah bisa memperkirakan ini."
"Tidak. Kamu tidak paham. 'Akan mengalami' dan 'yang pertama' adalah dua hal yang berbeda. Meski tahu kalau wilayah Fafniari juga pasti akan terdampak rencana Emir, tapi aku tidak menduga wilayah ini menjadi yang pertama. Pengumuman pernikahanku dengan Rina, tampaknya, mempercepat segalanya."
"Ya, kamu benar soal itu. Pengumuman pernikahan kalian mempercepat segalanya. Dan, ngomong-ngomong, kamu sudah mempertimbangkan saran Mulisu?"
Aku meletakkan dokumen di tangan ke atas meja. "Aku masih memikirkannya."
Tadi, sebelum ke kantor, aku mampir ke rumah sakit dulu untuk menemui Mulisu. Setelah melewati operasi dan akhirnya sadar, beberapa hari kemudian, Mulisu mengajukan suatu ide. Ide Mulisu tentu saja tidak muncul secara tiba-tiba. Dia memikirkannya baik-baik.
Awalnya, aku berencana menyuruh Mulisu untuk istirahat saja. Namun, Yuan, tanpa sepengetahuanku, membeberkan semua informasi dan kondisi terkini pada Mulisu. Aku tidak bisa menegur Yuan karena yang memintanya adalah Mulisu.
"Apa yang kamu pikirkan? Kalau melihat situasi dan kondisi saat ini, saran Mulisu adalah yang paling menjanjikan. Dengan keluarga kerajaan hilang, saran Mulisu menjadi sangat mungkin dilakukan."
"Bukan itu yang aku maksud," aku menyanggah. "Aku masih harus mengkomunikasikannya dengan Anggota Agade. Dan lagi, Mulisu masih belum memiliki pengganti di Agade. Aku belum bisa memercayakan Agade ke Ibla."
__ADS_1
Terakhir kali aku memercayakan Ibla dengan Agade, Yarmuti hampir terbunuh. Aku khawatir memberi Ibla kursi Mulisu bisa membuatnya teledor atau bahkan arogan.
"Aku dan Mulisu sudah membicarakannya baik-baik dengan anggota Agade. Dan, jangan khawatir, meski Mulisu pensiun, dia akan tetap memiliki kendali penuh dari bayangan. Dengan ide ini, Mulisu akan menjadi sosok paling kuat di Bana'an."
"... Yuan, kamu sudah mengatur intelijen, lalu mengurus syarat dan kontrak ke organisasi pasar gelap, dan kamu juga sudah mulai mengatur Agade. Bahkan, kamu juga meletakkan Mulisu pada kursi paling berpengaruh di Bana'an. Secara tidak langsung, entah sadar atau tidak, kamu adalah orang paling berpengaruh di kerajaan ini. Kamu adalah dalang di balik semua kejadian di Bana'an."
"Tidak juga. Kamu tidak bisa lupa kalau aku bisa melakukan semua ini dengan menggunakan namamu, Gin. Dan, yang jelas, aku tidak mau membuat masalah denganmu. Kamu adalah laki-laki yang membersihkan keluarga Cleinhad seorang diri di masa remaja dan murid mercenary ternama.
"Kalau membuat masalah denganmu, aku tidak yakin bisa keluar hidup-hidup. Belum lagi, kamu memiliki 3 calon istri yang semuanya adalah monster. Rina, hanya dengan melihat bisa menghilangkan pengendalian. Emir, bisa mengendalikan tank dan artileri. Inanna, bisa meluncurkan anak panah dengan peledak. Hanya orang gila yang akan menjadikanmu musuh. Dan lagi, berada di pihakmu memberi banyak keuntungan."
"..."
Kalau mencerna ucapan Yuan baik-baik, dua orang paling berbahaya dan berpengaruh di Bana'an berada di satu ruangan, bahu membahu. Untungnya, atau sebagian orang bilang sayangnya, kami berdua tidak memiliki ambisi besar. Aku hanya ingin hidup damai tidak diganggu. Yuan juga ingin hidup tenang. Dia menggunakan namaku secara terus menerus adalah bukti ingin hidup tenang. Jadi, kalau ada masalah, aku lah yang menjadi kambing hitam.
"Kembali ke bahasan utama. Kalau Mulisu sudah yakin dengan keputusannya, apa ini berarti Rahayu masih bersikeras?"
"Bersikeras? Tekanannya pada kepolisian sudah semakin parah. Bahkan, ada indikasi dia akan mengganti petinggi kepolisian kalau tidak ada progres dalam 3 hari ke depan."
Aku penasaran apakah Rahayu benar-benar ingin menjadikanku suami atau dia hanya tertarik pada sosok kuat. Ah, sudahlah. Tidak penting.
"Kalau begitu, kapan aku bisa bergerak?"
"Malam ini."
__ADS_1
Bersambung
\============================================================
Halo semuanya.
Kembali, author ingin mengucapkan terima kasih atas like, komentar, dan dukungan para pembaca. Semua dukungan tersebut sangat berarti untuk Author. Bagi yang mau lihat-lihat ilustrasi, bisa cek di ig @renigad.sp.author.
Dan, seperti biasa, author akan endorse artist yang gambarnya di cover. Saat ini, ilustrator yang gambarnya digunakan sebagai cover adalah ilustrator pixiv, 千夜 atau QYS3. Jadi, sebelumnya, author hanya jalan-jalan di pixiv, cari original content, trus pm artistnya. Karena bukan hasil komis, melainkan public content, author pun tidak mengeluarkan uang.
Jadi, promosi di bagian akhir adalah sesuatu yang author lakukan dengan sukarela karena sang artis telah memperbolehkan author untuk menggunakan gambarnya meski sebenarnya sudah jadi public content. Jadi, para reader bisa membuka pixiv page dan like galerynya di https://www.pixiv.net/member.php?id=7210261 atau follow twitternya di https://twitter.com/QYSThree. Dua-duanya juga bisa.
Selain QYS3, author juga telah mendapatkan sebuah cendera mata dari pokarii yang bisa dipost di akhir cerita.
Sekali lagi, terima kasih bagi semua reader yang telah like dan komen. Dukungan kalian sangat lah berarti bagi author. Terima kasih juga atas ucapan lekas sembuhnya. Author benar-benar berterima kasih.
Sampai jumpa di chapter selanjutnya
__ADS_1