
Sosok ini mengenakan topeng badut. Aku tidak tahu dia mengenakan pakaian macam apa karena tertutup oleh jubah hitam. Yang jelas, tampaknya, dia membawa sesuatu yang besar di punggung dan kedua pinggang. Sosok ini tidak mengenakan wig, tapi cat rambut temporer. Meski sudah berusaha mengubah penampilan, sayangnya, aku masih bisa mengenalinya.
"Licik sekali kau menyerang dari belakang. Meski aku marah dengan kelicikanmu, aku masih berbaik hati. Aku tidak akan menyerang kalau kalian bersedia mundur saat ini juga."
Suara sosok ini agak serak. Tampaknya ada sebuah pengubah suara di topengnya.
Aku tidak tahu apakah mau marah, tertawa, atau cemberut? Entahlah. Namun, untuk sementara, aku menunggu, ingin melihat perkembangan.
"Jangan mengganggu!"
Beberapa logam melayang. Kali ini, Chez menggunakan pengendalian pada semua logam di sekitar. Dia tidak lagi menggunakan penggunaan utama. Tampaknya, dia jarang menggunakan pengendalian pada besi. Yang bisa dia lakukan hanya sebatas melempar senjata-senjata itu.
Sosok bertopeng badut tidak diam saja. Dari balik jubah yang dia kenakan, terlihat enam benda bergerak dengan sangat cepat.
Benda yang bergerak adalah sebuah pasak yang terikat pada tali logam. Kalau aku tidak tahu siapa sosok di depanku, aku hanya akan menganggap tali itu sebagai kabel baja, bukan kabel aluminium.
Enam benda itu menembus semua logam dan tiang listrik yang melayang. Dalam sekejap, semua baja dan tiang listrik sudah berada di bawah kendali sosok ini. Sekarang, sosok ini tampak seperti sebuah gurita.
Kini, pandanganku beralih ke ayah.
Ayah mengarahkan pandangan ke satu tiang lampu lalu mengangkat tangan, mencoba mengendalikan satu tiang lampu. Kalau pengendalian fokus hanya pada satu titik, pengendalian orang tersebut akan meningkat drastis.
Meski tiang lampu itu telah terhubung dengan pasak dan baja aluminium yang dikendalikan sosok di depanku, jarak ayah terhadap semua tiang lampu lebih dekat. Ditambah ayah yang tampaknya fokus pada satu tiang lampu, seharusnya dia bisa mengambil kendali setidaknya satu tiang lampu.
Namun, sayangnya, tidak ada tanda-tanda tiang lampu itu akan kembali ke pengendalian ayah.
"Apa kalian masih mau melanjutkan pertikaian sia-sia ini?"
Satu kabel baja bergerak, membanting tiang lampu ke jalan. Suara logam yang terbanting memberi pesan yang sangat dalam.
"Mundur!"
__ADS_1
Akhirnya Chez memberi perintah. Orang-orang ini pun menurut. Mereka membawa jasad putra putri yang tak bernyawa dan meninggalkan kami.
Di lain pihak, ayah hanya melempar pandangan tajam padaku. Lalu, sejenak, dia melempar pandangan pada sosok di sampingku. Ayah hanya menggertakkan gigi dan melihat ke sosok ini. Kedua tangannya mengepal begitu kuat.
Aku tidak yakin ayah marah atau merasa dipermalukan. Namun, melihat reaksi ayah, tampaknya dia tidak menyadari identitas sosok ini.
Bukan hanya di depan, orang-orang yang di belakang pun pergi.
Akhirnya, kondisi kembali normal. Aku memberi pintu ini pada Inanna sementara aku mendekat ke sosok bertopeng.
Sosok bertopeng badut ini berbalik, melihat ke arahku.
"Tidak usah berterima kasih. Aku hanya melakukan sesuatu yang sudah seharusnya. Mengeroyok satu orang bahkan menyerang dari belakang. Mereka benar-benar licik."
Aku tidak menghiraukan ucapan sosok ini. dengan cepat, aku memegang satu kabel aluminium yang ada di sampingnya.
"Eh?"
"Bisa tolong jelaskan, apa yang kamu lakukan di sini malam-malam, Ninlil?"
Tidak terdengar jawaban. Sosok ini hanya terdiam dan memalingkan wajah.
"Ma, maaf. Tampaknya kamu mengira aku orang lain. Aku tidak mengenal orang yang kamu maksud."
Sekarang aku paham kenapa ibu bisa tahu identitasku sebagai Sarru. Ada kemungkinan anggota Akadia melaporkan keberadaanku sebagai Sarru. Kalau hanya dari laporan, mungkin ibu tidak akan bisa langsung tahu kalau. Dia mungkin mengamatiku dari kejauhan dengan teropong atau semacamnya.
"Apa kamu kira aku tidak akan mengenalimu? Ayolah. Aku yang mengganti popokmu, memandikanmu, dan melihat perkembanganmu sedari kecil. Aku tahu semua kebiasaanmu. Yang merawatmu adalah aku. Bukan ibu atau ayah. Bahkan teknik kabel aluminium ini adalah ideku."
"Ma-maaf, aku tidak paham kamu bicara apa." Jawabnya sambil mengarahkan pandangan ke arahku.
__ADS_1
Masih bersikeras juga ini anak.
Aku mendekatkan kepala ke samping sosok ini dan berbisik, "Apa kamu mau aku memukul pantatmu di sini, sekarang juga? Dilihat semua orang yang sedang memperhatikan?"
Sosok ini langsung menegakkan punggung ketika mendengar ucapanku. Akhirnya, dengan tangan yang berat, dia pun membuka topeng badutnya, memperlihatkan sebuah wajah cantik yang tampak polos. Mata bulat dan lebar dengan warna hijau kebiruan memberi efek menenangkan bagi siapa pun yang melihatnya. Kalau dipadukan dengan senyuman, semua orang pasti akan terkesima.
Namun, sayangnya, kali ini dia tidak tersenyum. Ninlil hanya cemberut dengan bibir yang mencucuh.
"Iya, iya, kak, aku mengaku." Ninlil menjawab dengan bibir mencucuh. "Hu...uh... Baru juga mulai sudah ketahuan."
Bersambung
\============================================================
Halo semuanya.
Kembali, author ingin mengucapkan terima kasih atas like, komentar, dan dukungan para pembaca. Semua dukungan tersebut sangat berarti untuk Author. Bagi yang mau lihat-lihat ilustrasi, bisa cek di ig @renigad.sp.author.
Dan, seperti biasa, author akan endorse artist yang gambarnya di cover. Saat ini, ilustrator yang gambarnya digunakan sebagai cover adalah ilustrator pixiv, 千夜 atau QYS3. Jadi, sebelumnya, author hanya jalan-jalan di pixiv, cari original content, trus pm artistnya. Karena bukan hasil komis, melainkan public content, author pun tidak mengeluarkan uang.
Jadi, promosi di bagian akhir adalah sesuatu yang author lakukan dengan sukarela karena sang artis telah memperbolehkan author untuk menggunakan gambarnya meski sebenarnya sudah jadi public content. Jadi, para reader bisa membuka pixiv page dan like galerynya di https://www.pixiv.net/member.php?id=7210261 atau follow twitternya di https://twitter.com/QYSThree. Dua-duanya juga bisa.
Selain QYS3, author juga telah mendapatkan sebuah cendera mata dari pokarii yang bisa dipost di akhir cerita.
Sekali lagi, terima kasih bagi semua reader yang telah like dan komen. Dukungan kalian sangat lah berarti bagi author. Terima kasih juga atas ucapan lekas sembuhnya. Author benar-benar berterima kasih.
Sampai jumpa di chapter selanjutnya
__ADS_1