ISTRI KE 2 TUAN STEFAN

ISTRI KE 2 TUAN STEFAN
EPISODE 10


__ADS_3

Hana melambaikan tangan-nya saat mobil Rico membawa Angel yang akan berangkat kesekolahnya pagi ini.


Hana menghela napas. Menjadi istri Stefan sama sekali tidak ada rasa apapun. Stefan tetap saja seperti orang asing menurut Hana. Stefan bahkan mulai terlihat menyebalkan menurutnya.


“Biarkan saya masuk. Saya mau bertemu dengan kak Hana.”


“Maaf nona. Tapi anda tidak bisa masuk.”


Hana mengeryit mendengar sayup sayup suara keras Amira. Hana kemudian menatap kearah gerbang dan melihat Amira yang sedang memaksa body guard Stefan untuk masuk kedalam pekarangan luas rumah itu.


“Ya Tuhan.. Amira..” Gumam Hana.


Hana menggelengkan kepalanya. Orang orang Stefan terlihat sangat menyeramkan. Badan kekar dan wajah bengisnya bahkan membuat Hana bergidik ngeri jika menatap atau di tatap oleh mereka.


Tidak mau gegabah dengan langsung mendekat pada Amira, Hana pun memilih untuk masuk kembali kedalam rumah itu. Hana melangkah dengan terburu buru bahkan berlari menaiki satu persatu anak tangga menuju lantai dua.


Begitu sampai didepan kamarnya dan Stefan, Hana langsung masuk dan mencari keberadaan ponsel miliknya. Hana bermaksud menghubungi Amira dan menyuruhnya untuk tenang.


“Ketemu..” Hana tersenyum merasa lega setelah menemukan ponselnya yang memang sengaja dia simpan didalam laci dinakas samping tempat tidur.


Hana meraihnya dan segera menghubungi Amira yang langsung di angkat oleh Amira.


“Halo kak.. Kak aku ada didepan gerbang rumah Stefan Devandra sekarang. Tolong kakak keluar. Kita perlu bicara kak..”


“Amira tenang.. Aku tau kamu ada didepan. Aku akan temui kamu nanti. Tapi sekarang mending kamu pergi dulu oke? Aku nggak mau kamu kenapa napa.”


“Tapi kak...”


“Amira please.. Tolong ngertiin aku ya..” Sela Hana pelan.

__ADS_1


Amira menghela napas. Gadis itu menatap kediaman mewah Stefan beberapa saat kemudian menatap pada pria berbadan kekar yang tidak mau membukakan gerbang untuknya.


“Oke.. Aku tunggu kakak dirumah sakit. Kak Alan butuh kakak..”


Hana menelan ludah. Hana juga sangat merindukan sahabatnya itu. Tapi Hana sudah tidak bisa lagi selalu berada disamping pria itu bahkan saat Alan sedang sangat membutuhkan-nya.


“Ya.. Aku akan datang kerumah sakit.” Balas Hana pelan kemudian langsung menutup telepon-nya.


Mengingat kondisi tidak berdaya Alan sekarang Hana meneteskan air matanya. Alan selalu ada untuknya baik saat Hana senang maupun susah. Alan selalu siap sedia membantunya tanpa Hana meminta. Alan juga yang setiap hari mewarnai harinya membuatnya tersenyum dan melupakan kesedihan-nya.


“Alan.. Aku minta maaf.. Aku tidak bisa menjadi sahabat yang baik untuk kamu.. Aku nggak bisa seperti kamu yang selalu ada buat aku..” Gumam Hana lirih.


“Apakah pantas seorang perempuan yang sudah bersuami masih menangisi mantan pacarnya?”


Hana tersentak mendengar suara Stefan. Hana langsung mengusap air mata yang membasahi kedua pipinya kemudian mendongak menatap Stefan yang tiba tiba muncul begitu saja didepan-nya seperti hantu.


“Kamu sudah menikah denganku. Itu artinya Alan Putra sudah menjadi mantan untuk kamu. Atau kamu masih berharap bisa bersama dia lagi?”


Hana menatap Stefan. Pria itu benar benar mengklaim segala hal semaunya sendiri.


“Hana. Alan Putra itu belum tentu bisa membuat kamu bahagia. Dia juga belum tentu bisa memberikan apa yang kamu mau.” Kata Stefan remeh.


“Maksud kamu apa? Kamu tidak tau apa apa tentang Alan. Alan mungkin memang nggak sekaya kamu. Tapi dia baik. Dia sayang sama keluarganya dan dia juga sayang sama aku.”


Stefan tersenyum sinis kemudian mendekatkan wajahnya pada Hana membuat Hana membulatkan kedua matanya terkejut dan sedikit memundurkan kepalanya menghindari wajah Stefan yang begitu dekat dengan wajahnya.


“Apa kamu pikir Alan akan tetap menyayangi kamu setelah tau bahwa kamu sudah menikah denganku Hana?” Tanya Stefan dengan seringaian di bibirnya.


Hana tidak bisa menjawab. Alan mungkin memang tidak akan setuju dengan pernikahan-nya dan Stefan. Alan juga pasti akan sangat marah pada Hana jika tau alasan Hana mau menikah dengan Stefan adalah untuk menyelamatkan nyawanya.

__ADS_1


“Aku akan mengantarmu kerumah sakit. Dan ingat, jangan pernah sekalipun kamu berani keluar dari rumah ini tanpa sepengetahuanku.” Ujar Stefan dingin.


Setelah berkata demikian, Stefan kembali menjauhkan wajahnya. Pria itu tersenyum sinis lagi menatap Hana yang hanya diam saja kemudian berlalu begitu saja keluar dari kamarnya meninggalkan Hana.


Hana menghela napas. Apa yang Stefan katakan memang tidak sepenuhnya salah. Dan sekarang Hana tidak bisa berbuat apa apa. Pergi diam diam dari rumah itu sendiri pasti tidak akan mudah mengingat banyak sekali body guard yang berjaga disekitar rumah megah itu.


“Sabar Hana.. Sabar..” Gumam Hana sambil mengusap usap dadanya sendiri.


Hana harus benar benar sabar menghadapi Stefan. Pria itu bisa melakukan apa saja yang dia mau. Dan Hana tidak mau jika sampai Stefan mengurungkan niatnya karena sikap Hana untuk membiayai pengobatan Alan dan biaya sekolah juga hidup ibu dan kedua adik Alan, Amira dan Aisha.


Sore harinya Stefan benar benar mengantar Hana kerumah sakit untuk menemui Amira sekaligus menjenguk Alan. Stefan bahkan mengendarai mobil mewahnya sendiri dan menolak di supiri oleh pekerjanya.


“Stefan, makasih ya kamu udah mau anterin aku ke rumah sakit.” Ujar Hana pelan menatap Stefan yang sedang fokus dengan kemudinya.


“Jangan besar kepala Hana. Aku melakukan ini untuk diriku sendiri, bukan untuk kamu atau mantan kekasih kamu itu.”


Hana berdecak sebal. Menyesal sekali rasanya mengucapkan terimakasih pada pria dingin seperti Stefan.


“Kamu harus tau, semuanya tergantung sikap kamu sekarang. Kalau kamu bisa menjadi mommy yang baik untuk Angel, maka keluarga mantan kekasih kamu juga akan baik baik saja. Tapi jika sedikitpun kamu membuat kesalahan, aku yakin otak kamu cukup cerdas untuk menebak apa yang akan terjadi.”


Hana menyipitkan kedua matanya. Stefan benar benar semakin menyebalkan. Pria itu bahkan kini mengancamnya dengan menggunakan nama Angel.


“Kamu tidak perlu khawatir Stefan. Aku bahkan bisa menjadi mommy paling baik sedunia untuk Angel. Aku tidak akan mengabaikan Angel meskipun itu hanya sedetik.” Geram Hana menyindir Stefan yang memang tidak pernah mempunyai waktu untuk sekedar menemani Angel bermain.


Stefan tersenyum sinis. Stefan tidak menyangka jika ternyata Hana bahkan berani menyindirnya. Tapi Stefan tidak perduli dengan sindiran itu karena Stefan tau jika dirinya marah Hana pasti akan merasa bangga, meski memang apa yang Hana katakan benar.


“Dasar laki laki egois. Laki laki nggak punya hati.” Batin Hana kesal.


Hana melengos membuang muka saking kesalnya pada Stefan. Wanita itu menatap jalanan ramai yang sedang dilaluinya dengan Stefan. Hana bahkan merasa jalanan itu lebih menarik dari pada wajah tampan memuakkan Stefan, suaminya.

__ADS_1


__ADS_2