
Angel kembali terkejut ketika sampai dirumah sakit karena melihat bayi tampan yang berbaring disamping Hana. Gadis kecil itu sempat tidak percaya dengan menanyakan apa yang terjadi pada perut Hana yang sudah tidak lagi membuncit. Namun setelah Stefan menjelaskan, Angel pun paham.
Stefan juga menjelaskan pada Sera tentang apa saja yang terjadi selama Stefan dan Hana berada di Amerika. Stefan memberitahu Sera bahwa selama ini pelaku yang begitu kejam tanpa ampun menyakiti orang orang disekitar keluarga Smith bukanlah Gabriel, melainkan Michele yang sudah ditahan dan di berikan hukuman setimpal yang sepadan dengan perbuatan-nya oleh kepolisian.
“Ya Tuhan.. Gadis kecil mamah..” Tangis Sera memeluk Gabriel erat. Sera tidak menyangka jika sebenarnya Gabriel adalah korban yang dihakimi sebagai tersangka selama bertahun tahun.
Gabriel menangis dalam pelukan erat Sera. Rasa sesak di dadanya langsung menguasai membuat napasnya langsung tidak beraturan. Entah kenapa mendapat pelukan erat Sera membuat kesedihan itu langsung terasa.
“Maafkan mamah Sera ya sayang.. Maaf karena selama ini mamah juga menghakimi kamu dan menuduh kamu sebagai pelaku dari apa yang selama ini di lakukan oleh orang lain.”
Gabriel hanya bisa menganggukkan kepalanya dibalik punggung Sera. Menjadi tersangka dari perbuatan yang tidak pernah dia lakukan membuatnya terkadang hampir putus asa. Gabriel bahkan pernah berpikir untuk mengakhiri hidupnya sendiri. Namun Gabriel sadar, kematian-nya tidak akan menuntaskan masalah. Justru jika dirinya mati, Michele akan semakin tertawa bahagia dan bisa sesuka hati menggunakan topeng sebagai dirinya.
Gabriel tidak tau akan sampai kapan menjadi tersangka dari semua yang dilakukan Michele jika Stefan dan Hana tidak datang. Karena berkat Stefan juga semuanya terungkap.
Sera melepaskan pelukan eratnya pada Gabriel, menangkup kedua pipi chuby gadis berambut keriting warna coklat terang itu menatapnya dengan penuh rasa sesal dan rasa bersalah.
“Mamah benar benar minta maaf sayang.” Lirih Sera kemudian mengecup kening Gabriel dengan kedua mata terpejam.
Hana dan Stefan tersenyum melihatnya. Mereka ikut senang karena akhirnya semuanya terbuka. Gabriel bukan pelaku dari apa yang selama ini terjadi. Karena Michele lah pelaku yang sesungguhnya atas semua yang di tuduhkan pada Gabriel.
Setelah meminta maaf pada Gabriel, Sera kemudian beralih pada Hana yang sedang duduk diatas brankar dengan sandaran bantal di punggungnya. Bayi tampan itu juga ada di dekapan-nya.
“Mamah no..” Bisik Stefan melarang untuk Sera mendekat pada Hana.
Sera mengeryit. Wanita itu tidak tau kenapa Stefan melarangnya untuk mendekat pada Hana. Sedang Sera sudah sangat merindukan menantu kesayangan-nya itu. Sera juga sudah tidak sabar ingin menggendong cucu pertamanya dari Hana dan Stefan.
“Kenapa?” Tanya Sera tidak mengerti.
__ADS_1
“Aku tidak mau jagoanku menangis lagi mah. Tolong mengerti. Biarkan dia tidur dulu.”
Hana menepuk jidatnya pelan karena Stefan yang terlalu berlebihan menyikapi putranya. Hana tau Stefan tidak mau tidur pulas putranya terganggu. Tapi melarang Sera mendekat itu benar benar sangat keterlaluan menurutnya.
Sera menatap Hana yang hanya bisa meringis saja. Stefan benar benar tidak bisa di bantah jika sudah menyangkut tentang buah hatinya.
Hana berharap Sera paham dengan sikap Stefan dan tidak salah mengartikan maksud putra tunggal kesayangan-nya itu.
“Tapi mamah...”
“Mah, tolong pelan kan suara mamah.” Sela Stefan kembali berkata dengan suara berbisik pada Sera.
Gabriel dan Angel yang melihat itu hanya tertawa geli. Stefan benar benar sangat lucu sekarang. Pria itu bertingkah seperti ibu ibu yang tidak mau anaknya terganggu oleh apapun dan siapapun.
Sera menghela napas. Stefan benar benar sangat keterlaluan karena menyuruhnya untuk berbicara pelan bahkan melarangnya untuk mendekati cucunya juga Hana. Tapi Sera juga mengerti karena ini adalah kali pertama Stefan merasakan sebagai peran seorang daddy yang sesungguhnya. Bagaimanapun juga bayi mungil nan tampan itu adalah darah daging Stefan sendiri yang pasti rasa ingin melindungi dan memastikan yang terbaik itu begitu menggebu gebu Stefan rasakan.
“Baiklah, mamah mengerti. Mamah hanya ingin memeluk Hana, Stefan.” Ujar Sera se pelan mungkin.
“Terimakasih untuk pengertian-nya mamah.” Lirih Stefan.
Sera hanya menggelengkan kepalanya. Wanita itu kemudian mendekat pada Hana dan memeluknya untuk mencurahkan rasa rindu juga khawatirnya ketika mendengar kabar tentang Hana yang masuk ke rumah sakit kemudian harus di operasi.
“Mamah kangen banget sama kamu Hana..” Bisik Sera memeluk Hana.
“Ya mah.. Hana juga.” Senyum Hana dalam pelukan Sera.
Sera kemudian melepaskan pelukan-nya. Wanita itu mengecup lama kening Hana. Sera benar benar merasa sangat lega setelah melihat sendiri menantu dan cucunya baik baik saja.
__ADS_1
“Kamu tau Hana, perasaan mamah sangat tidak enak sejak pagi. Mungkin saat itu kamu sedang di operasi. Mamah tidak tenang dan terus memikirkan kamu juga Stefan. Tapi mamah bersyukur karena Tuhan mendengar dan mengabulkan do'a mamah. Kalian baik baik saja.” Lirih Sera menatap Hana yang mendongak menatapnya.
“Iya mah.. Terimakasih karena selalu mendo'akan yang terbaik untuk Hana.” Balas Hana tersenyum membalas tatapan Sera.
“Tidak ada orang tua yang tidak mendo'akan anaknya sayang.. Mamah sungguh sangat bersyukur punya kamu dalam kehidupan mamah. Kamu segalanya untuk mamah, Stefan, juga Angel.”
Hana tertawa pelan kemudian kembali menyenderkan kepalanya di dada Sera yang kembali memeluknya dengan sangat lembut dan penuh kasih sayang.
Stefan yang melihat itu tersenyum merasa bahagia. Hana benar benar sangat berpengaruh baik untuknya juga Sera. Kehadiran Hana membuat hati Stefan yang sempat membeku akhirnya menghangat kembali. Perasaan Stefan yang hambar kembali berbunga bunga di penuhi oleh cinta juga kebahagiaan yang Stefan sendiri tidak menyangka akan dia dapatkan dari Hana.
-----------
Dokter Rania baru saja keluar dari super market bersama dengan asisten rumah tangganya. Mereka berdua baru saja berbelanja untuk memenuhi stok bulanan yang memang sudah mulai habis.
“Mbak, ini semua bener nggak ada yang kelupaan?” Tanya dokter cantik itu saat sedang memasukan belanjaan mereka ke dalam bagasi mobil.
“Iya nona. Nanti kalau ada yang kurang biar saya beli sendiri di indomaret.” Jawab asisten rumah tangganya.
“Ya sudah kalau begitu.” Angguk dokter Rania mengerti.
Ketika menolehkan kepalanya dokter Rania tidak sengaja melihat Rico yang baru saja keluar dari restoran bersama Boby yang dokter Rania tau adalah rekan bisnis Stefan.
“Itu kan Rico.. Apa aku tanya aja sama dia tentang Hana sama Stefan?” Gumam dokter cantik itu sembari berpikir. Dokter Rania mengira mungkin Alan masih ingin bertemu dengan Hana.
“Tapi kan kalau memang Stefan udah pulang dari Amerika harusnya yang bersama boby sekarang Stefan bukan Rico..”
Dokter Rania menatap Rico yang terlihat sedang berbincang dengan Boby sebelum akhirnya Boby menjauh dari Rico dan melangkah menuju mobilnya.
__ADS_1
“Coba aku tanya aja deh.” Putus dokter cantik itu kemudian.
“Mbak, sebentar yah. Saya ada urusan.” Ujar dokter Rania pada asisten rumah tangganya kemudian melangkah untuk menghampiri Rico yang ada di depan restoran diseberang.