
Stefan memasuki restoran tempatnya berjanji dengan dokter Rania untuk bertemu. Dan saat Stefan dalam perjalanan tadi dokter Rania mengatakan bahwa dia sudah menunggunya di tempat janji temu keduanya.
Stefan mengedarkan pandangan-nya ke seluruh sudut restoran yang sedang sangat ramai pengunjung itu hingga akhirnya lambaian tangan dokter Rania menarik perhatian-nya. Stefan segera mendekat pada meja dokter Rania yang berada ditengah para pengunjung lain-nya.
Stefan duduk didepan dokter Rania yang memang sudah menunggunya sejak beberapa menit yang lalu.
“Mungkin lebih baik kita makan dulu. Setelah itu baru kita bicarakan tentang Alan.” Ujar dokter Rania yang mendapat anggukan kepala setuju dari Stefan.
Dokter Rania langsung memanggil pelayan restoran itu dan memesan makanan untuknya dan Stefan. Tidak menunggu lama pesanan-nya datang dan mereka berdua pun makan dalam diam dan tenang tanpa mengatakan apapun.
“Jadi apa yang ingin kamu bicarakan tentang Alan?” Tanya Stefan setelah mengelap bibirnya dengan tisu yang tersedia ditengah mejanya dan dokter Rania.
Pria itu sudah selesai menyantap makanan-nya yang memang tidak dihabiskan. Stefan juga sudah menghabiskan segelas air putih yang ada didepan-nya.
Dokter Rania yang masih asik dengan santapan-nya menghela napas. Wanita cantik dengan setelan hijau toska itu tau Stefan memang sangat sibuk. Dan dokter Rania tidak ingin membuang waktu Stefan yang memang sangat berharga setiap detiknya.
Dokter Rania menelan makanan dalam mulutnya kemudian menghela napas.
“Alan, dia ternyata sangat mencintai Hana.” Ujar dokter Rania memberitahu Stefan.
“Lalu?” Tanya Stefan santai. Jika Stefan tidak mendengar apa yang ibu Alan katakan malam itu pada dokter Rania mungkin Stefan akan sangat terkejut mendengarnya. Namun karena Stefan memang sudah tau sejak malam itu, Stefan bisa dengan tenang dan santai menanggapi apa yang diberitahukan dokter Rania padanya.
Dokter cantik itu sempat mengeryit bingung dengan reaksi Stefan. Padahal dokter Rania sudah membayangkan Stefan yang marah mendengar Alan yang diam diam memendam perasaan pada Hana sejak lama.
__ADS_1
“Alan shock dan sangat terpuruk saat tau Hana sudah menikah dengan kamu Stefan. Dia juga sampai marah pada ibu dan adiknya bahkan sampai menolak bertemu dengan ibu juga adiknya Amira.” Cerita dokter Rania.
Stefan hanya diam mendengarkan. Stefan tidak heran jika Alan mengalami dan merasakan hal itu.
“Keadaan Alan semakin hari semakin membaik. Bahkan sekarang Alan sudah bisa berdiri dari kursi rodanya. Meskipun memang Alan belum bisa menggerakkan kedua kakinya. Tapi..”
“Rania cukup. Aku mau menemui kamu karena aku yakin kamu akan mengatakan sesuatu yang penting tentang Alan. Bukan mendongeng seperti ini.” Sela Stefan dengan tegas.
Dokter Rania langsung berhenti berbicara. Wanita itu menatap Stefan dengan tatapan bingung juga heran.
“Stefan. Kamu yang memasrahkan Alan padaku. Kamu juga meminta aku buat diam dan menutupi semua kenyataan yang ada. Sekarang Alan sudah membaik dan selalu bertekad akan membayarku dengan jerih payahnya sendiri.”
Stefan tersenyum miring mendengarnya.
Kedua mata dokter Rania membulat mendengarnya. Bukan itu yang dokter cantik itu maksud.
“Kamu adalah seorang dokter. Kamu juga pasti tau bagaimana cara menahan Alan agar tetap berada di sisi kamu bukan?”
Dokter cantik itu menggeleng tidak percaya dengan apa yang Stefan katakan.
“Asal kamu tau Stefan, memastikan pasienku sembuh dan baik baik saja adalah tugasku sebagai dokter. Aku nggak akan melakukan apa yang kamu mau. Alan harus sembuh dengan cepat seperti sedia kala.” Ujar dokter Rania
Stefan tertawa pelan mendengarnya. Pria itu menatap dokter Rania yang terlihat marah karena ucapan-nya.
__ADS_1
“Lalu bagaimana dengan perasaan kamu nanti Rania?” Tanya Stefan meledek.
Dokter Rania mengeryit menatap tidak mengerti pada Stefan. Wanita itu benar benar tidak paham dengan apa yang Stefan ucapkan.
“Jangan kira aku nggak tau Rania. Sebenarnya kamu suka kan sama Alan? Kamu khawatir dia cepat sembuh, bisa berjalan lagi, kemudian meninggalkan kamu?” Senyum Stefan menatap dokter cantik itu geli.
“Aku nggak tau apa maksud kamu Stefan. Tapi yang jelas aku akan merawat Alan dengan benar dan memastikan dia sembuh dengan cepat. Sebenarnya aku mengajak kamu bertemu adalah untuk membahas tentang apa yang menimpa Alan Stefan. Aku sangat yakin kamu pasti belum jujur bukan pada Hana? Apa kamu tidak pernah sedikitpun berpikir bagaimana jika Hana dan Alan tau nanti?”
Ekspresi Stefan langsung berubah mendengar apa yang dokter Rania pertanyakan padanya. Stefan memang belum mengatakan yang sebenarnya pada Hana. Bahkan sepertinya Stefan tidak akan mengatakan-nya. Toh dirinya sudah bertanggung jawab.
“Aku sudah melakukan semua yang terbaik untuk Alan Rania. Aku sudah membiayai hidup keluarganya, memastikan kedua adiknya sekolah tanpa hambatan tagihan apapun. Aku pikir itu sudah cukup dan adil. Hana dan Alan tidak perlu tau.” Katanya dengan ekspresi datar.
Dokter Rania tertawa pelan mendengar ucapan dingin Stefan. Wanita itu tidak menyangka jika ternyata Stefan juga termasuk orang yang menghalalkan segala cara dengan uang.
“Stefan, uang itu bisa di cari. Tapi kepercayaan akan sangat sulit untuk didapatkan kembali kalau kamu sudah ketahuan tidak jujur. Aku bisa menebak mungkin tante juga tidak tau tentang ini bukan?”
Stefan diam. Apa yang dokter Rania katakan memang benar. Tapi Stefan juga tidak mau Hana marah apa lagi sampai meninggalkan-nya jika tau Stefan adalah orang yang menyebabkan Alan kecelakaan kemudian koma. Apa lagi dari awal Stefan sudah tidak jujur bahkan mengajukan syarat pada Hana sebelum membiayai operasi dan pengobatan Alan yang seharusnya memang Stefan lakukan tanpa syarat apapun.
“Sekarang kamu diam kan? Stefan, aku hanya mengingatkan kamu untuk tidak bermain main dengan kepercayaan. Karena seberapapun uang yang kamu punya, itu tidak akan bisa membeli kepercayaan Hana sama kamu.”
Stefan berdecak. Lagi lagi apa yang dokter Rania katakan memang benar. Hana bukan wanita yang bisa Stefan beli dengan uang. Meski memang awalnya Hana mau menikah dengan-nya demi uang 500 juta yang Stefan berikan secara cuma cuma untuk biaya operasi Alan dulu.
“Pikirkan baik baik apa yang aku katakan Stefan. Belum terlambat untuk kamu jujur pada Hana tentang apa yang terjadi sebenarnya. Terimakasih sudah meluangkan waktu ditengah kesibukan kamu untuk menemui aku disini. Aku pulang.”
__ADS_1
Dokter Rania mengambil beberapa lembar uang seratus ribuan dari dalam tas kecil warna hitamnya, menaruhnya dibawah gelas untuk membayar apa yang sudah dia makan-nya dengan Stefan kemudian bangkit dari duduknya dan berlalu begitu saja keluar dari restoran meninggalkan Stefan yang tidak bisa berkata apa apa.