ISTRI KE 2 TUAN STEFAN

ISTRI KE 2 TUAN STEFAN
EPISODE 221


__ADS_3

Karena kelelahan, Hana langsung tidur setelah makan malam. Hana bahkan tidak memperdulikan keriuhan didepan rumah yang di akibatkan karena para pemburu berita yang berkumpul disana.


Stefan yang tidak mau ada berita yang tidak mengenakan tentang dirinya dan Hana langsung menemui para pemburu berita tersebut dan menjelaskan apa yang terjadi pada Hana sehingga harus melahirkan di Amerika.


Setelah mendapat penjelasan dari Stefan, para pemburu berita itu akhirnya membubarkan dirinya. Tentunya setelah mengantongi berita yang pasti akan langsung menyita perhatian publik mengingat siapa seorang Stefan Devandra.


“Stefan..”


Stefan baru saja hendak menaiki anak tangga pertama saat Sera memanggilnya. Pria itu tersenyum tipis mendapati sang mamah yang sedang melangkah mendekat ke arahnya.


“Kok mamah belum tidur? Angel mana mah?” Tanya Stefan begitu Sera sampai tepat didepan-nya.


“Angel sudah tidur sejak tadi. Sepertinya dia sangat kelelahan setelah perjalanan jauh dari Amerika ke indonesia.” Jawab Sera.


Stefan mengangguk pelan. Stefan paham dengan jawaban Sera karena sebenarnya Stefan juga merasakan lelah yang luar biasa.


“Stefan, ada yang mau mamah bicarakan sama kamu.”


Stefan mengeryit mendengar apa yang Sera katakan padanya. Apa lagi Sera juga begitu serius menatapnya.


“Apa?” Tanya Stefan pelan.


“Bagaimana kalau kita bicarakan ini diruangan kerja kamu saja?”


Dengan kebingungan yang menguasai hati dan pikiran-nya, Stefan pun menganggukkan kepalanya. Stefan menggiring Sera untuk lebih dulu melangkah menuju ruang kerjanya.

__ADS_1


Begitu sampai di ruang kerja Stefan, Sera mengajak untuk Stefan duduk di sofa di seberang meja kerja putra kesayangan-nya itu.


“Ada apa mah?” Tanya Stefan menatap Sera penasaran.


Sera menghela napas. Sejak cucu pertamanya dari Stefan dan Hana lahir Sera sering kali tidak bisa tidur karena memikirkan apa yang selama ini Stefan tutup rapat rapat dari Hana. Sesuatu yang seperti bom waktu yang bisa meledak kapan saja dan menghancurkan segalanya.


“Sampai kapan kamu akan terus menutupi kebenaran bahwa kamu adalah pelaku yang menabrak Alan pada Hana, Stefan?”


Pertanyaan Sera membuat Stefan terdiam. Pria itu langsung mengalihkan pandangan-nya ke arah lain enggan membalas tatapan serius Sera padanya.


“Kamu tidak bisa begini terus Stefan. Kamu harus tetap jujur sejujur jujurnya pada Hana. Meskipun memang mungkin Hana akan sangat kecewa sama kamu nantinya. Tapi kalau kamu terus menutupi itu..”


“Mah.. Tolong berikan aku waktu untuk berpikir dan mencari moment yang tepat. Saat ini Hana baru saja operasi. Aku tidak mungkin mengatakan itu sekarang pada Hana mah. Hana pasti akan sangat marah dan itu akan berakibat fatal pada kondisinya.” Sela Stefan lirih.


“Aku juga sedang berpikir mah.. Aku berpikir bagaimana caranya aku memberitahu Hana tentang apa yang terjadi sebenarnya. Aku juga sedang berusaha mencari moment yang tepat agar Hana mengerti.”


“Mengerti apa?”


Suara Hana membuat Stefan juga Sera terdiam. Keduanya menelan ludah kemudian menoleh kearah pintu dimana Hana sudah berdiri disana dengan tatapan yang Sera dan Stefan sendiri tidak bisa mengartikan.


Stefan bangkit dari duduknya dengan cepat begitu juga dengan Sera. Stefan tidak tau entah sejak kapan Hana berdiri disana karena seingat Stefan dirinya sudah menutup pintu ruangan-nya agar tidak ada siapapun yang mendengar pembicaraan-nya dengan Sera.


“Hana...” Lirih Sera terkejut juga takut secara bersamaan. Sera berharap Hana sama sekali tidak mendengar apa yang dia katakan tadi pada Stefan. Sera harap Hana belum lama berdiri disana.


“Jadi ini alasan kenapa kamu membiayai bahkan menanggung semua beban keluarga Alan Stefan?” Tanya Hana dengan suara tercekat. Air mata mulai berlomba lomba menetes membasahi kedua pipi chuby nya.

__ADS_1


Stefan terpaku di tempatnya. Melihat Hana menangis adalah suatu yang sangat dia benci. Tapi sekarang Hana menangis karenanya. Karena Hana mungkin mendengar semua yang Sera katakan tentang apa yang terjadi sebenarnya.


“Aku nggak nyangka Stefan. Aku nggak nyangka kalau ternyata orang yang menabrak Alan itu kamu. Aku pikir kamu adalah malaikat yang di turunkan Tuhan untuk membantu keluarga Alan. Aku pikir kamu orang yang baik.”


Dada Sera terasa sangat sesak mendengar apa yang Hana katakan. Sera tidak bisa mencegah Hana berkata demikian meskipun hatinya menolak dengan keras putranya dikatakan bukan orang yang baik. Sera tau Stefan memang salah. Tapi bagaimanapun juga Stefan sudah berusaha untuk bertanggung jawab.


Pelan pelan Hana melangkah mendekat pada Stefan juga Sera. Dengan air mata berlinang Hana menatap pada Stefan yang hanya bisa diam mematung di tempatnya. Setelah itu Hana beralih menatap pada Sera yang ikut menangis karena rasa takut yang amat sangat itu.


“Mah.. Tolong biarkan aku bicara berdua dengan Stefan..” Lirih Hana menatap Sera.


Sera menggelengkan kepalanya. Membiarkan Stefan hanya berdua dengan Hana sekarang bukanlah hal yang baik apa lagi secara tidak sengaja Hana sudah mendengar semua yang selama ini Stefan sembunyikan darinya.


“Tapi Hana..”


“Theo dikamar sendirian mah.. Aku minta tolong sama mamah untuk sebentar saja menjaga Theo. Aku perlu bicara dengan Stefan.” Sela Hana pelan.


Sera menelan ludah. Setahunya Hana sudah tidur karena kelelahan setelah makan malam. Tapi mungkin Hana terbangun karena tidak adanya Stefan disampingnya.


“Mah.. Aku mohon..” Lirih Hana dengan pandangan penuh harap pada Sera.


“Iyah.. Baik, mamah akan jaga Theo.” Angguk Sera yang tidak bisa banyak berkata sekarang. Semuanya sudah terbuka secara tidak sengaja karena dirinya. Dan sekarang adalah waktunya untuk Stefan menjelaskan semuanya pada Hana.


Meski ragu namun Sera tetap melangkah berlalu dari hadapan Hana juga Stefan. Sera sebenarnya takut Stefan tidak bisa menguasai dirinya saat menjelaskan pada Hana. Sera takut Stefan terbakar oleh emosinya sendiri karena Hana yang tidak bisa memahami maksud hatinya. Tapi semuanya sudah di dengar oleh Hana dan itu gara gara dirinya yang selalu menuntut untuk Stefan segera memberitahu Hana tentang semua yang terjadi sebenarnya. Padahal jika Sera percaya sepenuhnya pada Stefan mungkin malam ini Hana tidak akan tau semuanya begitu mendadak. Stefan pasti akan mencari waktu yang tepat untuk menjelaskan dan memberitahu semuanya pada Hana agar Hana mengerti.


“Ya Tuhan.. Hamba mohon.. Gerakkan hati Hana untuk mengerti dan memahami posisi Stefan. Hamba tidak mau Stefan kembali kecewa dan sakit karena kegagalan-nya dalam membangun kehidupan berumah tangga. Hamba juga tau Stefan sangat mencintai Hana dan tidak bisa tanpa Hana di sampingnya Tuhan.. Hamba mohon berikan segala yang terbaik untuk putra hamba...” Batin Sera terus saja menangis sembari menaiki satu persatu anak tangga menuju kamar Hana dan Stefan untuk menjaga Theo.

__ADS_1


__ADS_2