
Stefan benar benar menikmati waktu setiap detiknya dengan Hana. Pria itu melupakan semua aktivitas yang setiap hari dilakukan-nya di perusahaan miliknya. Stefan bahkan tidak tau bagaimana keadaan perusahaan-nya sekarang karena Rico yang sama sekali tidak menghubunginya. Dan jika seperti itu Stefan yakin Rico bisa menghandle semua urusan pekerjaan dengan baik.
Stefan baru saja keluar dari dalam kamar mandi saat tiba tiba ponselnya berdering dengan begitu nyaring. Tidak mau deringan ponselnya mengganggu waktu istirahat istri tercintanya, Stefan pun segera bergegas meraih ponselnya yang berada diatas ranjang tepat didekat kaki Hana yang tertutup oleh selimut tebal.
Stefan berdecak begitu melihat siapa yang menelepon-nya. Williana, tiba tiba wanita itu menghubunginya.
Stefan yakin Williana bukan mau membahas tentang pekerjaan. Dia hanya ingin membuang buang waktu dengan basa basi tidak pentingnya.
Malas menerima telepon dari wanita itu, Stefan pun memilih menolak panggilan dari Williana kemudian meng silent ponselnya dan meletakkan-nya kembali di tempatnya. Saat ini Stefan benar benar tidak ingin waktunya bersama Hana di ganggu oleh siapapun.
Setelah meletakan ponselnya ke nakas, Stefan pun pelan pelan naik keatas ranjang dimana Hana sudah terlelap damai setelah seharian jalan jalan mengelilingi kota bersama Stefan.
Stefan masuk kedalam selimut dan menempelkan tubuhnya pada Hana yang begitu damai memejamkan kedua matanya.
Stefan tersenyum. Dunianya benar benar terasa sangat indah karena kebersamaan-nya dengan Hana. Bahkan perasaan-nya yang dulu selalu di penuhi oleh rasa dendam dan amarah karena luka masa lalu, kini hanya di penuhi oleh cinta dan kasih untuk Hana juga keluarganya. Hana benar benar berhasil menyingkirkan ketidak baikan itu dari hati Stefan.
Stefan menghela napas kemudian mulai memejamkan kedua matanya. Namun belum ada semenit memejamkan matanya, kedua mata Stefan kembali terbuka bahkan membulat dengan sempurna ketika tiba tiba tangan Hana bergerak dan masuk kedalam celananya. Apa yang Hana lakukan tanpa sadar itu membuat sesuatu dalam diri Stefan bangkit. Namun Stefan bukan pria yang tidak berpikir dengan panjang. Meski gairah tiba tiba menguasainya karena sentuhan tidak sadar Hana, tapi Stefan juga tidak mau menyalurkan-nya dalam keadaan Hana yang sedang terlelap setelah seharian kelelahan pergi berdua bersamanya.
“Ya Tuhan Hana.. Kenapa kamu menyiksaku seperti ini..” Batin Stefan memejamkan kedua matanya.
Pelan pelan Stefan berusaha menyingkirkan tangan Hana dan mengeluarkan dari celana boksernya, namun tangan Hana malah bergerak membuat Stefan harus semakin berusaha menahan hasrat yang mulai membakarnya.
Stefan yakin Hana tidak dengan sengaja melakukan itu karena Stefan juga tau bagaimana istrinya yang begitu polos. Hana tidak seliar itu.
__ADS_1
Karena apa yang Hana lakukan Stefan pun tidak bisa memejamkan kedua matanya. Pria itu terus terjaga sambil sesekali berusaha menyingkirkan tangan Hana dari balik selimut. Namun Hana terus saja menolak di singkirkan tangan-nya dan malah menyentuh bagian Stefan yang membuat pria itu semakin tersiksa sendiri.
“Ya Tuhan.. Hana tolong lepaskan tangan kamu.. Kamu menyakiti ku..” Ringis Stefan dengan wajah memerah karena terus menahan gairahnya.
Namun bukan-nya melepaskan seperti harapan Stefan, tangan Hana malah semakin leluasa didalam sana. Hal itu membuat Stefan benar benar merasa tersiksa dengan apa yang Hana lakukan tanpa sadar itu.
------------
Di kediaman Devandra, Angel sedang berusaha memejamkan kedua matanya. Gadis kecil itu bahkan tidak mau tidur sendirian selama Stefan dan Hana pergi ke Amerika. Angel terus tidur bersama Sera sampai lebih dari satu minggu Hana dan Stefan tidak ada dirumah.
Angel meneteskan air matanya. Gadis kecil itu sudah sangat merindukan Hana dan Stefan yang belum juga kembali. Padahal saat keduanya hendak berangkat Angel sudah berpesan agar mereka berdua tidak lama lama di Amerika. Namun sampai sekarang lebih dari seminggu keduanya belum juga pulang. Saat menelepon dan Angel meminta keduanya agar segera pulang pun mereka hanya tersenyum saja tanpa mengiyakan.
“Hiks hiks mommy.. Daddy.. Angel kangen..” Lirih Angel terisak.
Sera yang sudah memejamkan kedua matanya terbangun saat mendengar isak tangis Angel. Wanita itu beberapa kali mengerjapkan kedua matanya memastikan kembali bahwa apa yang didengarnya memang benar sebuah isak tangis.
Isak tangis Angel kembali terdengar membuat Sera segera bangkit dari berbaringnya. Sera menyentuh lembut pundak Angel yang memunggunginya membuat gadis kecil itu menoleh padanya.
Alangkah terkejutnya Sera ketika mendapati cucu kesayangan-nya sedang menangis sampai bantal yang digunakan untuk menyangga kepalanya basah karena air mata.
“Ya Tuhan.. Sayang.. Kenapa menangis? Apa ada yang sakit hem?” Tanya Sera khawatir sembari mengecek suhu tubuh gadis kecil itu dengan menempelkan punggung tangan-nya di kening dan leher Angel.
Sera khawatir Angel menangis karena demam atau sakit lain-nya.
__ADS_1
Angel menggelengkan kepalanya kemudian bangkit dari berbaringnya. Gadis kecil itu langsung berhambur memeluk Sera yang sedang sangat mengkhawatirkan-nya.
Angel menangis semakin kencang sambil memeluk Sera dengan sangat erat. Isakan-nya terdengar sangat memilukan membuat Sera ikut meneteskan air matanya karena tidak tega mendengar isakan gadis kecil kesayangan-nya.
“Oma.. Angel kangen sama mommy dan daddy.. Kenapa mereka nggak pulang pulang? Memangnya mereka nggak kangen sama Angel? Mereka berdua udah nggak sayang ya sama Angel?”
Sederet pertanyaan memilukan keluar dari bibir kecil Angel yang membuat dada Sera terasa sesak. Sera sendiri juga tidak tau kenapa Stefan dan Hana tidak juga pulang sampai sekarang. Padahal sudah lebih dari seminggu mereka berdua disana. Apa lagi mereka juga sama sekali tidak memberi kabar sejak bervideo call. Saat Sera mencoba menelepon pun Stefan tidak mengangkatnya. Stefan hanya beberapa kali mengirim pesan menanyakan tentang Angel.
“Sshhtt.. Kamu nggak boleh ngomong begitu sayang.. Mungkin mommy sama daddy sedang sibuk disana.. Mommy sama daddy juga pasti sangat merindukan kamu. Percaya sama oma..” Ujar Sera selembut mungkin mencoba menenangkan Angel yang terus saja menangis karena Stefan dan Hana yang belum juga pulang dari Amerika.
Angel kemudian melepaskan pelukan-nya pada Sera. Gadis kecil itu terus menangis terisak tidak kuasa menahan kesedihan karena merindukan mommy dan daddy nya. Apa lagi ini adalah kali pertama Angel berjauhan dengan keduanya.
“Tapi oma.. Mommy sama daddy sama sekali nggak menelepon Angel. Mereka tidak kangen sama Angel.” Isaknya sesenggukan.
Sera tersenyum. Wanita itu menebak mungkin Stefan dan Hana sedang menikmati waktu berduanya sekarang yang memang jarang bisa mereka lalui bersama.
“Angel nggak boleh ngomong begitu. Mommy sama daddy kan sayang banget sama Angel. Mereka juga pasti kangen sama Angel. Hanya saja mereka belum bisa pulang sekarang. Percaya sama oma, mommy sama daddy pasti akan segera pulang dan membawakan banyak oleh oleh untuk Angel.” Kata Sera lagi berusaha memberi pengertian pada cucu kesayangan-nya itu.
“Beneran oma?” Tanya Angel sambil mengusap air mata yang membasahi pipinya.
“Iya.. Ya sudah mending sekarang Angel tidur siang dulu. Nanti setelah bangun kita jalan jalan ke mall sambil beli mainan baru.”
Angel menganggukkan kepalanya setuju. Gadis kecil itu kemudian kembali membaringkan tubuhnya meski sesekali masih terisak.
__ADS_1
Sementara Sera, wanita itu hanya bisa menghela napas sambil mengusap usap lembut kening Angel. Sera tau Angel sangat menyayangi Stefan juga Hana.