
“Kamu lihat sendiri kan bagaimana keadaan Angel Stefan? Dia kritis sekarang. Dia butuh donor darah segera.”
Stefan menatap Angel yang menutup kedua matanya di atas brankar dengan berbagai alat medis yang menempel tubuh kecilnya.
Disampingnya Hana terus menggenggam dan sesekali menciumi tangan kecil Angel. Stefan yang melihat sendiri bagaimana sosok ke ibuan Hana yang sedang sangat terluka karena melihat putri yang sangat di sayanginya tergeletak tidak berdaya hanya bisa diam.
“Aku hanya ingin yang terbaik untuk Angel Stefan..” Lanjut Hana lirih.
Stefan menghela napas. Stefan juga tidak ingin sesuatu yang buruk menimpa Angel. Stefan juga ingin segera mendapatkan donor darah untuk Angel tapi bukan dari Hana.
“Kamu sedang hamil Hana. Dokter tidak akan mau mengambil darah kamu. Lagi pula darah kalian belum tentu sama.” Ujar Stefan pelan.
Hana menahan napas sebentar mendengar apa yang Stefan katakan. Karena takut dan panik sesuatu yang buruk terjadi, Hana sampai lupa bahwa dirinya sedang mengandung anak Stefan. Hana juga tidak berpikir darahnya dan Angel berbeda.
“Lalu bagaimana dengan kamu?” Tanya Hana menatap Stefan yang berdiri disamping kanan brankar Angel.
Stefan tertawa pelan mendengarnya. Hana bahkan sekarang linglung. Hana melupakan siapa Angel sebenarnya.
“Kalau darahku cocok aku sudah mendonorkan-nya Hana.” Jawab Stefan tersenyum kecut.
Stefan memang pasti akan bisa dengan mudah mendapatkan darah untuk Angel dengan uangnya. Tapi tentu saja itu tidak akan mudah. Seluruh publik akan tau yang sebenarnya siapa Angel. Dan Stefan tidak mau itu terjadi.
Tidak lama berselang Sera datang. Wanita itu menangis meraung raung mendengar apa yang menimpa cucu kesayangan-nya. Wanita itu bahkan marah pada Stefan karena menganggap Stefan tidak perduli pada putrinya sendiri.
Sementara Stefan, dia hanya bisa diam tanpa mampu berkata apa apa. Sebentar lagi semuanya akan terungkap. Sera akan tau siapa Angel yang sebenarnya.
Karena Stefan yang hanya diam, Sera pun akhirnya ngotot ingin mendonorkan darahnya pada Angel.
__ADS_1
“Maaf nyonya. Tapi golongan darah anda tidak sama dengan golongan darah pasien.” Jelas dokter setelah mengecek golongan darah Sera.
“Apa?”
Sera menatap tidak percaya pada dokter yang baru saja mengecek golongan darahnya. Golongan darah Sera memang tidak sama dengan golongan darah Stefan.
Sera kemudian berpikir mungkin darah Angel sama dengan Lusi. Tapi Sera sendiri tau Lusi tidak punya lagi keluarga selain dirinya dan Stefan.
Sera kemudian menangis. Wanita itu semakin merasa takut sesuatu yang buruk terjadi pada cucu kesayangan-nya.
Sera kemudian segera menemui Stefan yang diam didepan ruang ICU dengan Rico yang sudah berada disampingnya.
“Stefan, kamu harus segera mencari donor darah untuk Angel.”
Stefan terus menatap lurus kedepan mendengar tuntutan Sera padanya. Stefan benar benar sedang bingung sekarang. Golongan darah Angel sama sekali tidak cocok dengan golongan darah orang orang di sekitarnya. Sedangkan jika sampai publik tau golongan darah Angel tidak sama dengan-nya itu pasti akan membuat heboh. Apa lagi darah Angel juga tidak sama dengan Lusi, mendiang ibunya.
“Kenapa kamu diam Stefan? Cepat lakukan sesuatu. Dan kamu Rico, segera cari siapapun orang yang mau mendonorkan darahnya untuk Angel. Saya akan membayar berapapun mereka mau.”
Rico tidak bisa menjawab. Pria itu tidak berani mengiyakan apapun yang Sera perintahkan jika itu tidak dengan persetujuan dari Stefan.
Tidak mendapat respon apa apa dari Stefan dan Rico, amarah Sera semakin memuncak. Wanita itu bahkan sampai berpikir Stefan tidak perduli dengan Angel.
“Kenapa diam? Apa kamu tidak khawatir dengan kondisi Angel sekarang Stefan? Ayo cepat perintahkan Rico mencari pendonor orang dengan golongan darah yang sama dengan Angel.”
Suara Sera semakin meninggi karena amarah yang menguasainya. Wanita itu benar benar tidak mengerti kenapa Stefan hanya diam saja.
Stefan memejamkan sesaat kedua matanya kemudian menghela napas. Pria itu bangkit dari duduknya berdiri menatap Sera dengan ekspresi sendu.
__ADS_1
“Mah.. Golongan darah Angel adalah golongan darah yang langka. Tidak semua orang memiliki golongan darah seperti Angel.” Ujar Stefan pelan.
Sera terdiam. Apa yang Stefan katakan memang benar. Golongan darah Angel memang langka.
“Lalu.. Lalu kita harus bagaimana?” Tanya Sera kembali menangis.
Stefan menghela napas kemudian memeluk tubuh bergetar Sera. Stefan mengerti, Stefan juga paham bagaimana perasaan Sera sekarang. Tapi mencari golongan darah seperti golongan darah Angel tidaklah mudah. Selain itu jika sampai publik tau pasti akan membuat heboh. Mengingat golongan darah Stefan dan Lusi tidak serasi dengan golongan darah Angel yang langka.
Ketika sedang menangis dalam pelukan Stefan, tiba tiba Sera mengingat sesuatu. Sera masih ingat saat Lusi melahirkan Angel, Lusi sempat drop karena membutuhkan donor darah. Dan saat itu Sera sendiri yang mendonorkan darah untuk Lusi karena darah mereka sama.
Sera langsung melepaskan pelukan Stefan dan menatap putranya dengan tatapan tidak mengerti. Yang Sera tau jika memang Angel tidak mengikuti darah Lusi berarti Angel mengikuti darah yang sama dengan Stefan. Tapi sekarang darah Stefan bahkan juga tidak cocok dengan Angel.
“Aku janji mah.. Aku akan mendapatkan donor darah untuk Angel..” Lirih Stefan meraih dan menggenggam tangan Sera.
Sera menggelengkan kepalanya. Sera benar benar tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi sekarang. Darah Angel tidak sama dengan Stefan maupun Lusi.
“Stefan.. Kenapa? Kenapa darah Angel tidak mengikuti kamu ataupun Lusi?” Tanya Sera membuat jantung Stefan seolah berhenti detik itu juga. Stefan tidak mengerti kenapa tiba tiba Sera tau tentang hal itu.
“Stefan katakan dengan jujur sama mamah. Mamah tau golongan darah Lusi. Golongan darah Lusi sama dengan golongan darah mamah. Mamah pernah mendonorkan darah mamah dulu pada Lusi saat Lusi melahirkan Angel. Kamu nggak lupa itu kan?”
Stefan menelan ludah. Stefan benar benar tidak pernah mengingat Sera pernah mendonorkan darahnya pada Lusi dulu. Stefan baru mengingatnya sekarang karena Sera yang mengatakan-nya.
“Angel adalah anak kamu dan Lusi Stefan. Kalau Angel tidak bergolongan darah yang sama dengan Lusi paling tidak harusnya golongan darah Angel sama dengan kamu. Atau paling enggak dia punya golongan darah antara kamu dan Lusi. Tapi kenapa ini malah enggak sama sekali. Bahkan dari persilangan golongan darah itu bukan darah yang seharusnya Stefan. Ada apa ini sebenarnya? Apa ada sesuatu yang mamah tidak tau?”
Stefan tidak menyangka Sera akan menanyakan hal itu. Stefan juga tidak menyangka Sera akan begitu detail mengingat semuanya.
“Kenapa kamu diam Stefan? Katakan sama mamah yang sebenarnya Stefan.” Tuntut Sera pada Stefan.
__ADS_1
Sedikitpun Stefan tidak pernah berpikir ingin mengatakan semuanya pada Sera. Meskipun memang dulu stefan tidak perduli pada Angel, tapi Stefan juga tidak pernah berpikir untuk mengatakan yang sebenarnya pada Sera tentang Angel.