
Demi memastikan sendiri kenyamanan dan keamanan untuk keluarga dari bos besarnya, Rico pun turun tangan sendiri dalam mengawasi setiap pergerakan Williana. Hal tersebut tentu saja di sadari oleh Williana karena beberapa hari terakhir Williana tidak sengaja mendapati Rico yang selalu berada di tempat yang sama dengan-nya. Bahkan saat Williana mengajak Tristan makan malam berdua pun Rico bisa berada di restoran yang sama dengan-nya. Williana sadar dirinya sedang di awasi oleh Rico.
“Kakak kenapa?” Tanya Tristan bingung mendapati Williana yang beberapa kali menghela napas kasar seperti sedang menahan kekesalan di hatinya.
“Ada yang mengikuti kita sejak tadi Tristan.” Jawab Williana tenang.
Tristan mengeryit. Pemuda tampan berjaket biru tua itu kemudian langsung mengedarkan pandangan-nya ke segala arah. Dan Tristan tidak merasa ada satu pun orang yang mencurigakan di sekitarnya.
“Siapa kak?” Tanya Tristan kembali menatap Williana dengan rasa penasaran yang begitu besar.
“Sebentar.” Williana tidak menjawab dan malah bangkit dari duduknya kemudian melangkah menuju meja dimana Rico berada. Meski Rico berusaha menutupi wajahnya dengan berpura pura membaca map di tangan-nya namun kehadiran-nya sudah lebih dulu di sadari oleh Williana.
Tristan yang melihat Williana berjalan menuju meja seseorang mengeryit semakin merasa penasaran. Aneh sekali rasanya kalau tiba tiba ada yang mengawasi pergerakan-nya dan Williana.
“Siapa sih orangnya?” Gumam Tristan bertanya pada dirinya sendiri.
Karena penasaran, Tristan pun menyusul Williana yang sudah berdiri tepat disamping kursi yang di duduki oleh Rico.
“Apa maksud kamu terus mengikuti saya Rico?” Tanya Williana dengan kedua tangan di lipat dibawah dada menatap kesal pada Rico yang masih saja menutupi wajahnya dengan map.
Tristan terkejut ketika mendengar satu nama yang lolos dari bibir sang kakak. Namun Tristan jauh lebih terkejut lagi saat Rico menurunkan map yang sejak tadi menutupi wajahnya.
Rico menghela napas. Pengawasan-nya sudah diketahui oleh Williana.
__ADS_1
“Kamu pikir saya bodoh? Saya tau kamu terus mengawasi saya sejak beberapa hari yang lalu.”
Kedua mata Tristan melebar sesaat. Rico mengikuti kakaknya. Tristan tiba tiba berpikir tidak mungkin Rico melakukan sesuatu yang tidak ada hubungan-nya dengan Stefan. Dan Tristan yakin yang menyuruh Rico untuk mengawasi kakaknya pasti adalah Stefan. Yang artinya kakaknya pasti melakukan sesuatu yang membuat Stefan menyuruhnya melakukan pengawasan tersebut.
Karena suara lantang Williana, semua pengunjung yang ada di restoran tersebut langsung menatap kearah mereka. Semua pasang mata yang menatap mereka juga tau siapa Williana, Tristan, dan Rico.
Rico yang menyadari itu langsung berusaha untuk membiasakan diri didepan Williana. Rico yakin diantara mereka pasti ada seseorang yang akan menyebarkan berita yang pasti akan membuat nama Stefan menjadi tercemar. Apa lagi jika sudah berhubungan dengan Williana.
Rico tersenyum membuat Williana mendelik. Aneh sekali rasanya melihat Rico yang malah tersenyum saat dirinya menegur dengan keras.
“Aku cuma mau minta maaf sama kamu. Aku tau aku salah.” Ujar Rico dengan suara sepelan dan selembut mungkin.
Tristan melongo mendengarnya. Bahasa Rico pada kakaknya seolah menegaskan bahwa mereka berdua mempunyai hubungan dekat.
Sementara Williana. Kedua mata wanita cantik itu membulat dengan sempurna terkejut dengan apa yang Rico katakan.
Rico terus saja tersenyum dan bersikap santai. Pria itu kemudian mencubit gemas hidung mancung Williana membuat Williana langsung menepis dengan kasar tangan Rico. Dan apa yang Rico lakukan berhasil membuat siapa saja yang melihatnya termasuk Tristan merasa semakin yakin bahwa keduanya memang mempunyai hubungan spesial.
“Gemes banget kalau lagi marah gini. Ya udah kamu selesein dulu makan-nya sama Tristan. Nanti aku telepon.” Ujar Rico kemudian berlalu begitu saja. Rico bahkan membelai singkat pipi tirus Williana sebelum berlalu dari hadapan Williana dan Tristan dengan santai.
Rico meringis sembari melangkah menjauh dari Williana dan Tristan. Rico bukan ingin mencari masalah baru. Rico hanya berusaha melindungi nama Stefan yang pasti akan jelek jika sampai media mengendus teguran keras Williana yang mengatakan bahwa Rico mengikutinya.
“Oke, tidak apa apa Rico. Setidaknya nama tuan Stefan akan tetap baik baik saja.” Gumam Rico yang kemudian masuk ke dalam mobilnya.
__ADS_1
Sementara itu di dalam restoran, Tristan menatap penuh selidik pada Williana yang berusaha untuk tidak mengejar Rico. Williana merasa sangat di permalukan dengan perlakuan Rico tadi. Apa yang Rico lakukan memang sangat manis namun itu membuat Williana merasa muak karena Williana yang memang tidak memiliki rasa apapun pada pria itu. Williana juga yakin apa yang Rico lakukan tadi juga untuk dirinya sendiri. Untuk menyelamatkan namanya sebagai tangan kanan Stefan karena ketahuan membuntuti Williana diam diam beberapa hari ini.
“Jadi bisa kakak kasih tau aku ada apa sebenarnya antara kakak dan Rico sekarang?” Tanya Tristan.
Williana berdecak kesal. Bahkan adiknya sendiri saja berasumsi bahwa antara dirinya dan Rico ada sesuatu.
“Jangan konyol kamu Tristan. Lebih baik sekarang kita pulang.” Jawab Williana enggan membahas apapun karena memang tidak ada apa apa antara dirinya dan Rico.
Setelah berkata, Williana kembali melangkah menuju mejanya untuk mengambil tasnya. Williana juga tidak lupa meninggalkan uang pembayaran untuk makan malamnya dan Tristan lengkap dengan tips untuk waiters di restoran tersebut sebelum berlalu.
Tristan tampak berpikir. Pemuda itu benar benar sangat penasaran sekaligus tidak percaya dengan apa yang baru saja di lihatnya. Rico bersikap begitu manis dan lembut pada kakaknya.
Tidak bisa menahan rasa penasaran-nya, Tristan pun memutuskan untuk menemui Rico diam diam malam itu juga tanpa sepengetahuan kakaknya. Tristan ingin tau secara langsung dari Rico tentang hubungan keduanya.
“Tuan muda..” Rico terkejut begitu membuka pintu apartemen-nya karena mendapati Tristan yang sudah berdiri disana.
“Bukankah kamu tadi begitu fasih memanggilku dengan sebutan Tristan saja? Kenapa sekarang memanggil tuan muda?” Tanya Tristan menatap Rico penuh selidik.
Rico menghela napas. Tristan pasti mengartikan lain apa yang tadi dilakukan-nya pada Williana di restoran.
“Silahkan masuk tuan. Saya akan jelaskan semuanya.”
Tristan menganggukkan kepalanya kemudian masuk kedalam apartemen Rico. Pemuda itu mengedarkan pandangan-nya ke seluruh ruangan luas itu. Tristan menggeleng takjub mendapati berbagai furnitur dengan harga mahal yang ada disana. Di tambah dengan disain apartemen yang begitu mewah. Itu benar benar sangat hebat untuk seorang asisten memiliki hunian yang begitu mewah dan berkelas. Tristan menebak Stefan pasti menggaji Rico tidak sembarangan mengingat pria itu yang juga sangat kaya.
__ADS_1
“Silahkan duduk tuan.” Ujar Rico mempersilahkan Tristan untuk duduk.
“Oh oke..” Jawab Tristan santai.