ISTRI KE 2 TUAN STEFAN

ISTRI KE 2 TUAN STEFAN
EPISODE 6


__ADS_3

Stefan tidak ingin menunda waktu lagi. Pria itu langsung menelepon Rico dan mempercayakan semuanya pada asisten-nya itu. Setelah malam itu Stefan bahkan sama sekali tidak mengizinkan Hana untuk pulang.


Hana sempat membantah, namun kerasnya Stefan membuat Hana akhirnya tidak bisa berbuat banyak selain pasrah. Ditambah lagi dengan Angel yang terus merengek ingin selalu bersamanya.


“Angel enggak nyangka kalau ternyata miss Hana adalah pacar Daddy...”


Hana hanya bisa tersenyum tipis pada Angel. Mereka berdua memang sudah saling mengenal. Angel bahkan pernah sekali diajak ke taman kanak kanak tempat Hana mengajar.


Awal pertemuan mereka adalah saat Angel baru saja mengunjungi makam Lusi. Saat itu Angel tersesat karena terpisah dari pengawalnya dan tidak tau jalan kemudian tidak sengaja bertemu dengan Hana yang juga sedang mengunjungi makam kedua orang tuanya.


Saat itu Angel menangis ketakutan yang membuat Hana tidak tega hingga akhirnya Hana mengajak Angel ke tempatnya mengajar. Namun saat Angel sedang fokus mengajar Angel tiba tiba menghilang dan mereka tidak pernah lagi bertemu.


Hana bahkan juga tidak tau bahwa Angel adalah anak dari Stefan Devandra.


“Kalau Angel boleh tau sejak kapan miss Hana mengenal Daddy? Apa miss Hana mengenal mommy nya Angel juga?”


Hana meringis. Hana tidak ingin berbohong meskipun Angel hanya anak kecil. Tapi Hana juga tidak mungkin bicara jujur. Angel pasti tidak akan mengerti.


“Apakah daddy orang yang romantis miss Hana?”


Hana semakin mati kutu. Bagaimana mungkin Angel sampai bertanya tentang Stefan yang romantis atau tidak.


“Eemm.. Angel, aku tidak terlalu tau bagaimana tuan, maksud aku daddy kamu orang nya bagaimana. Tapi yang pasti daddy kamu adalah orang yang sangat baik.”


Hana bicara jujur. Terlepas dari syarat untuk menikah dengan Stefan, Hana mengakui pria itu adalah pria yang sedikit baik.


“Ya miss.. Daddy memang baik. Tapi daddy jarang bisa menemani Angel.”


Hana mengeryit. Entah kenapa Hana merasa tatapan Angel kali ini berbeda. Mata belonya mengisyaratkan bahwa gadis kecil itu seperti memiliki beban hati yang berat.


“Bagaimana kalau aku yang menemani kamu mulai saat ini? Aku nggak keberatan menemani kamu main lego lego itu.. Atau main boneka tedy bear ini..”

__ADS_1


Hana menunjuk sekotak lego yang ada disamping ranjang empuk Angel kemudian meraih tedy bear kecil berwarna coklat gelap yang ada disampingnya.


“Hay Angel.. Namaku tedy.. Aku akan menemani kamu dengan Hana..” Ujar Hana dengan suara dibuat buat sambil mendekatkan tedy bear kecil warna coklat gelap itu pada Angel.


Mendengar itu Angel pun tertawa. Wajahnya yang sebelumnya murung langsung ceria kembali.


Tanpa sepengetahuan Hana dan Angel, Stefan mendengar semuanya. Stefan bahkan juga melihat wajah murung Angel saat mengatakan apa yang selama ini dirasakan-nya pada Hana.


Angel bahkan sampai menanyakan tentang dirinya yang romantis atau tidak. Pertanyaan itu membuat Stefan merasa bersalah pada Angel. Karena Stefan memang jarang melakukan hal manis pada gadis kecil yang dia besarkan dengan semua fasilitas megah miliknya itu.


Tapi Stefan juga tidak bisa munafik. Stefan menyayangi Angel meskipun Angel bukan anak kandungnya. Hal itu juga yang membuat Stefan tidak bisa berlama lama menatap wajah malaikat Angel. Angel sangat mirip dengan Lusi, mendiang istrinya yang pergi dengan membawa pengkhianatan dan meninggalkan luka tidak berdarah di hati Stefan.


Tidak ingin semakin merasa bersalah, Stefan pun berlalu dari depan kamar Angel membiarkan malaikat kecil itu bermain dan tertawa bahagia bersama Hana.


“Stefan.”


Baru saja Stefan hendak menuruni anak tangga pertama saat suara Sera sang mamah terdengar memanggilnya.


Stefan menoleh dan menatap mamahnya yang berdiri tidak jauh dari tempatnya.


“Ada yang mau mamah bicarakan. Ini tentang Hana.”


Stefan sebenarnya tidak tertarik. Tapi baik Angel maupun mamahnya, mereka berdua taunya Hana adalah kekasih yang selama ini Stefan sembunyikan dari dunia luar.


“Kita bicara diruangan kamu saja.” Senyum Sera.


Stefan hanya mengangguk kemudian melanjutkan langkahnya menuruni anak tangga mendahului sang mamah menuju ruang kerjanya.


Begitu sampai diruangan Stefan, Sera langsung mendudukan dirinya di sofa panjang yang ada di seberang meja kerja putra tunggalnya itu.


Sedangkan Stefan, pria itu berdiri didepan jendela yang mengarah ketaman samping rumah.

__ADS_1


“Hana sepertinya bukan dari kalangan seperti kita Stefan.”


Stefan hanya diam saja. Jelas saja Hana bukan dari keluarga kaya. Stefan sudah tau segalanya tentang Hana.


“Tapi itu bukan masalah sebenarnya buat mamah. Karena harta tidak menjamin kebaikan seseorang. Tapi Stefan, entah kenapa mamah merasa Hana sepertinya tidak nyaman dirumah ini.”


“Dia hanya belum terbiasa mah. Karena sebelumnya Hana selalu tinggal dilingkungan yang padat penduduk. Sedang disini hanya ada kita dan para pekerja. Stefan pastikan Hana akan betah disini. Mamah tidak perlu khawatir.”


Sera mengangguk pelan.


“Mamah harap juga begitu. Kamu tau Stefan, Angel langsung lengket sekali dengan Hana.”


Stefan menelan ludahnya. Stefan juga melihat sendiri bagaimana kedekatan keduanya.


“Mamah sangat berharap Hana bisa menjadi mommy yang baik untuk Angel. Mamah tau bagaimana Angel yang selalu merindukan sosok seorang mommy.”


Stefan enggan menyaut karena sebenarnya Stefan sendiri tidak terlalu tau banyak apa yang Angel inginkan. Bagi Stefan asal semua kebutuhan Angel terpenuhi itu sudah cukup. Stefan lebih suka menghabiskan waktunya untuk bekerja. Tentu saja itu juga untuk menghindar dari Angel yang selalu merengek meminta ditemani bermain olehnya.


Stefan bukan tidak mau, Stefan hanya tidak bisa. Setiap menatap Angel, Stefan merasa seperti sedang menatap Lusi yang otomatis hatinya akan kembali berdenyut ngilu mengingat semua masa lalunya.


Cintanya pada Lusi memang sangat besar. Tapi luka yang Lusi torehkan dihatinya jauh lebih besar dan terus terasa sampai sekarang.


“Stefan kamu selalu sibuk dengan pekerjaan kamu. Dan sebentar lagi kamu akan menikah. Mamah mau kamu mengurangi aktivitas kamu diluar. Jangan sampai kamu mengabaikan Hana seperti kamu mengabaikan Angel.”


Stefan memejamkan kedua matanya. Pernikahan yang akan dia lakukan dengan Hana hanya untuk status saja. Stefan sama sekali tidak punya lagi rasa cinta baik untuk Hana atau wanita manapun. Dan Stefan melakukan itu juga untuk Angel. Agar Angel tidak lagi merasa kesepian.


“Mamah tau sendiri kan berapa karyawan kita di perusahaan?”


“Itu bukan alasan Stefan. Mamah mohon, jangan membuat orang yang mencintai kamu terluka. Hana wanita yang baik dan tulus. Mamah tau itu.”


Stefan tersenyum miring. Pada kenyataan-nya Hana mau menikah dengan-nya hanya untuk menyelamatkan nyawa kekasihnya. Tapi sekali lagi Stefan tidak ingin mamahnya atau siapapun tau bahwa Hana sudah memiliki kekasih.

__ADS_1


“Stefan tidak bisa menjanjikan apa apa untuk pernikahan ini mah. Tapi Stefan akan berusaha.”


“Baguslah kalau begitu.” Senyum Sera merasa lega.


__ADS_2