
Hana benar benar terkejut mendengar apa yang Stefan katakan tentang Angel. Wanita itu menggeleng tidak menyangka karena Stefan bahkan tidak mengakui Angel sebagai putrinya sendiri.
“Stefan tapi...”
“Hana tolong.. Bukan-nya kamu ingin tau semuanya? Bukan-nya kamu ingin aku percaya sama kamu.. Sekarang tolong dengarkan aku..”
Hana langsung diam saat Stefan menyelanya dengan suara pelan. Wanita itu berpikir Stefan tidak mau mengakui Angel karena sudah tidak ada Lusi.
“Aku mengetahui itu sebelum Angel lahir Hana.. Aku mengetahui Lusi memiliki hubungan dengan laki laki lain bahkan aku melihat dengan mata kepalaku sendiri Lusi mengkhianatiku. Awalnya aku diam karena aku sangat mencintai Lusi. Aku pura pura buta dan tidak tau apa apa. Hingga pada puncaknya kesabaranku habis. Aku menegur Lusi yang saat itu berniat lari dengan selingkuhan-nya. Tapi Lusi tetap bersikeras ingin pergi. Aku nggak bisa mencegahnya dan Lusi pergi dengan meninggalkan luka yang begitu menyayat hatiku Hana. Aku sakit tapi aku tidak pernah mengungkap kesakitanku pada siapapun termasuk pada mamah Hana. Yang mamah tau Angel adalah putriku. Dan yang mamah tau Lusi pergi karena kami bertengkar biasa. Aku juga ingin percaya Angel adalah putriku Hana. Tapi aku sudah melakukan tes DNA dan faktanya memang DNA ku dengan Angel berbeda. Sekarang kamu tau kan kenapa aku tidak pernah bisa bersikap layaknya seorang daddy pada umumnya ke Angel?”
“Stefan tapi kan mungkin..”
“Hana kalau kamu masih tidak percaya padaku kamu bisa tatap wajah Angel. Apa ada sedikit saja parasnya yang mirip denganku? Aku keturunan Amerika Hana, kalau memang Angel adalah putriku harusnya dia berparas sepertiku. Paling tidak kulitnya sama dengan kulitku. Tapi sedikitpun Angel tidak mirip denganku Hana. Tentu saja karena Angel mirip dengan laki laki selingkuhan Lusi. Daddy kandungnya.” Lagi lagi Stefan menyela apa yang ingin Hana katakan.
Hana diam. Hana memang tidak pernah menyadari hal itu. Wajah Angel memang sedikitpun tidak mirip dengan Stefan. Bahkan warna bola matanya sangat berbeda dengan warna bola mata Stefan. Warna bola mata Angel tidak coklat bening seperti bola mata Stefan.
“Kamu tau Hana, setiap melihat Angel aku merasakan luka itu menganga kembali. Aku tidak pernah berziarah ke makam Lusi juga karena aku tidak ingin merasakan sakit itu kembali. Aku kecewa Hana karena istri yang sangat aku cintai selingkuh dibelakangku Hana. Aku hancur tapi aku tidak ingin siapapun tau. Terutama mamah. Mamah begitu sayang dan percaya pada Lusi. Mamah pasti akan sangat kecewa kalau tau Lusi ternyata mengandung anak dari laki laki lain. Mamah pasti akan merasa hancur jika tau cucu yang selalu dia sayangi dan dia cintai bukan cucunya.”
Hana tidak bisa berkata apa apa. Hatinya ikut merasa sakit mendengar apa yang Stefan katakan tentang masa lalunya.
__ADS_1
Hana tau pasti memang tidak mudah berada di posisi Stefan. Apa lagi Stefan harus membesarkan Angel yang sebenarnya bukanlah anak kandungnya.
Stefan menoleh menatap Hana kemudian tersenyum. Pria itu menghela napas pelan. Entah kenapa setelah menceritakan semuanya pada Hana Stefan merasa beban berat di pundaknya sedikit berkurang.
Stefan mengeryit ketika melihat Hana meneteskan air matanya.
“Hey.. Kenapa nangis hem?” Tanya Stefan sambil mengusap air mata yang membasahi pipi Hana menggunakan ibu jarinya.
Hana menggelengkan kepalanya. Mendengar cerita Stefan entah kenapa Hana ikut merasakan sakit di hatinya. Hana percaya pada Stefan. Dan Hana yakin Stefan tidak sedang mengarang cerita.
“Maaf..” Lirih Hana menyesal.
Jika Hana tau dari awal tentang semua itu Hana tidak akan memaksa Stefan untuk bersikap seperti yang Hana mau pada Angel. Hana menyesal karena secara tidak langsung dengan menyuruh Stefan terus bersama dengan Angel itu sama saja Hana membuat Stefan terus merasakan sakit itu.
Hana memejamkan kedua matanya sesaat. Hana tidak menyangka jika diam diam Stefan juga mempunyai rahasia besar yang bahkan Sera yang sebagai mamahnya saja tidak tau.
“Kalau dari awal aku tau tentang Angel, aku tidak akan memaksa kamu untuk terus bersama Angel Stefan.”
Stefan tersenyum. Stefan paham Hana melakukan itu karena naluri ke ibuan-nya yang begitu kuat. Hana sangat menyayangi Angel sehingga Hana tidak ingin gadis kecil itu merasa sakit karena terus di abaikan oleh Stefan.
__ADS_1
“Udah nggak usah cengeng. Yang penting sekarang kamu udah tau alasan aku nggak mau lama lama sama Angel. Aku harap setelah ini kamu nggak maksa maksa aku lagi buat bersikap seperti yang kamu mau pada Angel.”
Hana mengusap air matanya. Meskipun Hana sudah tau yang sebenarnya, tapi Hana tetap merasa tidak tega jika melihat Angel terus berharap lebih pada Stefan yang sebenarnya bukanlah daddy kandungnya.
“Tapi Stefan, Angel tidak bersalah. Dia tidak tau apa apa.”
Stefan menganggukan kepalanya setuju. Angel memang tidak salah. Yang salah adalah Lusi dan pria selingkuhan-nya itu.
“Bukan-nya kamu tau siapa laki laki itu Stefan? Kenapa kamu tidak coba cari tahu tentang keluarganya. Angel pasti akan membutuhkan-nya suatu saat nanti.”
Stefan menggeleng pelan.
“Alasan aku mau membersarkan Angel sebagai anakku adalah karena karena laki laki itu hanya sebatangkara Hana. Aku sudah mencari tau semua tentang dia. Tapi dia memang sudah tidak punya keluarga. Aku tidak keberatan Angel memanggil dan menganggapku sebagai daddy nya karena aku tau Angel sudah tidak punya siapa siapa lagi di dunia ini.”
“Itu artinya kamu menyayangi Angel Stefan..”
Stefan menatap Hana lagi. Stefan akui dirinya memang tidak bisa menolak apa yang Angel inginkan. Stefan bahkan selalu kepikiran jika belum memenuhi apa yang Angel butuh dan inginkan. Bagi Stefan asal Angel tidak menginginkan terus berada didekatnya Stefan bisa memberikan segalanya. Bahkan kecelakaan antara dirinya dan Alan terjadi juga karena ke khawatiran Stefan saat mendengar kabar bahwa Angel demam malam itu.
“Stefan.. Angel tidak pernah bisa memilih akan dengan cara apa dan dari siapa dirinya di lahirkan. Karena pada dasarnya di dunia ini tidak ada kata anak haram. Semua bayi yang lahir itu suci dan bersih dari dosa. Apapun yang Lusi lakukan dimasa lalu itu sama sekali tidak ada hubungan-nya dengan Angel.” Ujar Hana meraih dan menggenggam tangan besar Stefan.
__ADS_1
Hana tidak bermaksud memaksa Stefan. Hana hanya ingin Stefan merubah pandangan pria itu dengan tidak lagi menyangkut pautkan Angel dengan masa lalu menyakitkan-nya.
Stefan menatap tangan-nya yang digenggam Hana. Stefan tidak tau kenapa setelah menceritakan semuanya pada Hana tentang masa lalunya Stefan merasa beban-nya sedikit terangkat. Hatinya terasa lapang dan pikiran-nya sedikit merasa tenang.