
Meski sempat merasa ragu untuk membeli semua yang di inginkan oleh Hana, akhirnya Stefan melakukan-nya. Pria itu membeli buah buahan untuk rujak. Stefan juga memilih sendiri mangga mengkel seperti yang Hana inginkan. Stefan sempat kesusahan sehingga menanyakan pada pelayan di toko buah yang ada di super market itu seperti apa buah mangga mengkel itu.
Pelayan toko itu terpesona pada Stefan dan terlihat malu malu saat menunjukan seperti apa mangga mengkel pada Stefan.
Stefan yang melihat pelayan toko wanita itu tersipu saat membantunya memilih mangga merasa sangat kesal. Namun demi bisa menuruti kemauan Hana, Stefan berusaha menahan rasa kesalnya pada pelayan toko tersebut.
Setelah mendapat apa yang Hana mau, Stefan bergegas keluar dari super market. Stefan kembali masuk kedalam mobilnya lagi dengan helaan napas berat.
“Baiklah, sekarang aku harus mencari catton candy.” Ujar Stefan sambil menghidupkan kembali mesin mobil mewahnya. Namun saat di tengah jalan Stefan lebih memilih untuk lebih dulu membeli burger dengan keju melimpah seperti pesanan Hana. Dan Stefan tidak tanggung tanggung membelinya. Pria itu membeli burger king dengan keju yang sangat melimpah.
“Huh, semoga aja Hana suka dengan apa yang aku beli.” Gumam Stefan pelan.
Sekali lagi Stefan menghela napas. Pria itu mengedarkan pandangan-nya ke seluruh jalanan ramai di depan gedung MC Donal itu mencari penjual catton candy yang mungkin saja ada disekitar.
Benar saja, tepat diseberang gedung MC Donal itu ada seorang penjual catton candy yang sedang aktif membuat gulungan kapas yang terbuat dari gula itu dengan warna yang berbeda beda.
Stefan tersenyum merasa sangat lega. Pria itu kembali masuk kedalam mobilnya kemudian melajukan-nya dengan pelan mendekat pada si penjual catton candy tersebut.
“Em pak, saya beli catton candy nya yah satu tapi yang bentuk matahari dengan warna warna yang berbeda.” Ujar Stefan.
Si penjual catton candy yang awalnya menyambut baik kedatangan Stefan seketika langsung mengeryit bingung.
“Maaf tuan, maksudnya bentuk matahari itu bagaimana ya? Bulat?”
Pertanyaan si penjual membuat Stefan ikut bingung. Pada dasarnya bentuk matahari memang bulat. Tapi jika di gambar atau di animasi kartun bentuk matahari memiliki cabang cabang yang runcing.
“Eemm.. Saya juga nggak tau sih pak. Tapi coba bapak buat aja kaya matahari yang ada di animasi kartun.” Jawab Stefan.
Si penjual yang memang sudah tidak muda lagi itu menggaruk kepalanya semakin kebingungan tidak mengerti dengan apa yang di maksud oleh Stefan.
__ADS_1
“Kaya di kartun yang seperti apa tuan? Maaf saya benar benar tidak tau.”
Stefan mengerang frustasi. Rasanya Stefan ingin sekali berteriak, mengumpat, dan memaki siapa saja saking kesalnya. Permintaan Hana benar benar sangat tidak biasa.
Tidak mau membuat Hana marah karena Stefan membawa pesanan yang tidak sesuai dengan ke inginan-nya, Stefan pun langsung merogoh saku jas dalam yang dikenakan-nya mengeluarkan ponsel miliknya untuk mencari gambar matahari di film animasi kartun.
Setelah menemukan gambar yang bagus, Stefan segera menunjukan layar ponselnya pada si penjual catton candy tersebut.
“Seperti ini bentuknya pak. Bisa kan?” Tanya Stefan pada pria tua berkulit coklat yang tingginya hanya selehernya itu.
“Oh seperti itu ya tuan. Bisa tuan bisa. Sebentar ya saya buatkan. Tuan duduk saja dulu.” Senyum pria tua itu mengangguk anggukkan kepalanya mengerti dan mempersilahkan Stefan untuk duduk sambil menunggu pesanan-nya di buatkan.
Stefan menghela napas merasa lega karena akhirnya pria tua itu mengerti maksudnya. Pria tampan itu kemudian mendudukan dirinya di bangku panjang yang berada tepat di samping motor bebek si penjual catton candy tersebut.
Saat sedang menunggu catton candy pesanan-nya jadi, Stefan menatap anak kecil yang silih berganti membeli catton candy itu.
“Eemm.. Pak, catton candy nya satu lagi ya. Samain aja bentuknya.” Ujar Stefan kemudian.
“Baik tuan.” Jawab si penjual tersebut tanpa menoleh pada Stefan.
Setelah berkata, Stefan bangkit dari duduknya meraih semua catton candy yang tergantung di gerobak kemudian memanggil semua anak kecil yang sedang berada disana. Stefan membagi semua catton candy itu pada anak anak tersebut.
“Berapa semuanya pak?” Tanya Stefan setelah membagi semua catton candy itu pada anak anak tersebut.
“150 ribu saja tuan.”
Stefan menganggukkan kepalanya kemudian meraih dompet dalam saku celana hitamnya. Stefan mengeluarkan beberapa uang lembaran seratus ribuan.
“Ini tuan permen kapasnya.”
__ADS_1
Kebetulan saat itu juga pesanan Stefan sudah siap yaitu dua catton candy warna warni berbentuk matahari yang kemudian di bungkus dengan plastik bening.
“Oh ya. Ini uangnya ya pak.”
Stefan menerima catton candy berukuran besar itu sambil menyodorkan uang untuk membayarnya.
Pria tua itu menerima uang yang di sodorkan oleh Stefan kemudian terdiam begitu tau uang yang di tangan-nya hampir sepuluh kali lipat lebih banyak dari untungnya berjualan setiap hari.
“Tuan, tapi uangnya kebanyakan.” Katanya kebingungan.
Stefan tersenyum.
“Itu uang untuk membayar semua catton candy yang saya bagikan pada anak anak itu pak. Lebihnya untuk bapak.” Balas Stefan kemudian mengangguk pelan dan berlalu begitu saja sebelum pria tua penjual permen kapas itu mengucapkan terimakasih padanya.
Stefan masuk kembali kedalam mobilnya dan meletakan dua catton candy besar berbentuk matahari itu di jok bagian belakang. Stefan sengaja membeli dua untuk Hana dan Angel.
Stefan melirik segerombol anak yang tadi Stefan bagikan catton candy itu. Stefan menurunkan kaca mobilnya menatap anak anak jalanan yang sedang menikmati catton candy nya tidak jauh dari mobilnya. Tiba tiba Stefan merasa kasihan pada anak anak itu. Stefan tidak tau apakah mereka hidup berkecukupan atau tidak. Tapi dari penampilan kumuh mereka Stefan yakin mereka tidak seberuntung dirinya.
Stefan menarik napas dalam dalam kemudian menghembuskan-nya perlahan. Stefan kembali menutup kaca mobilnya. Pria itu segera menghidupkan mesin mobilnya berlalu dari jalanan yang semakin malam semakin ramai para pejalan kaki dan anak anak bermain itu.
Stefan tidak ingin terlambat pulang mengingat sebentar lagi sudah masuk waktu makan malam.
Stefan melirik semua yang ada di kursi bagian belakang. Stefan berharap apa yang dibawanya bisa membuat Hana senang dan bahagia.
Saat dalam perjalanan menuju pulang, tiba tiba ponselnya berdering. Pria itu tertawa pelan karena berpikir yang menelepon-nya sekarang adalah Hana yang tidak sabar menunggu kepulangan-nya. Namun begitu Stefan merogoh saku dalam jasnya meraih benda pipih itu kontak yang tertera di layar ponselnya bukanlah kontak nama Hana melainkan Williana.
Stefan berdecak. Enggan mengangkat telepon dari wanita itu, Stefan pun langsung menolak panggilan-nya kemudian menonaktifkan ponselnya.
Stefan menambah kecepatan laju mobilnya saat jalanan mulai lenggang. Stefan tiba tiba tidak sabar sendiri ingin melihat ekspresi bahagia Hana dan Angel saat menerima catton candy berbentuk matahari warna warni yang di belinya.
__ADS_1